
Wellcome back my readers Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉.
"ini seperti dejavu bagi gue". Ucap Indra tiba tiba.
"hmm..itu lagi itu lagi si Iin". Gumam Andra di hatinya seraya memutar kedua bola matanya.
dikarenakan Andra malas menanggapi, akhir nya ia memilih pergi dari sini.
"aku duluan ya. Kalian langsung ke mobil aja".pamit Andra pada kedua sahabatnya dan memilih masuk ke kafe untuk mengembali kan payung yang mereka pinjam tadinya.
"apa maksud lo ndra?". Tanya Justin seraya memicingkan kedua netranya.
"gue ngerasa pernah ngerasain hal begini sebelumnya. Dan gue baru teringat kalau lu dulu pernah ngambil paksa hot cup coffe punya gue yang baru juga mau gue minum saat itu buat elu ngasih ke joki payung yang udah ngantarin lu ke sini. Lu ingat ga?". Tanya Indra mencoba membangkitkan kenangan lama mereka.
Justin tercenung sesaat mencoba memutar kembali memorinya mengenai yang Indra maksudkan.
"aku ga ingat Ndra. Kalau pun akunya pernah begitu ya aku minta maaf. Tapi sumpah aku ga ingat". jawab Justin jujur seraya terus melangkah memasuki pelataran parkir di mana mobil mereka terparkir di sana.
"ya Udahlah. Di paksain juga percuma. Tapi beneran loh tin waktu itu lu emang pernah ngasih kopi gue ke joki payung. Cewek kalo ga salah waktu itu. gue ingat warna payung nya yang berwarna putih". Indra mencoba memberi kan kisi kisi memori yang di ingat nya pada sahabatnya itu.
"warna putih??". Desisnya pelan seraya mengingat ingat kembali pada kenangan yang Indra katakan.
"iya warna putih.Trus tu cewek langsung pergi setelah lu ngasih kopi gue punya". Jelas Indra yang mengingat sepenggal dari kenangan mereka di saat hujan.
Justin tersenyum lalu memandang Indra. Lalu berkata.
"thanks ya Ndra. Udah ngasih tau aku tentang hal beginian. Mungkin aku lagi lupa sama kenangan aku yang itu. Memang sih tadinya aku pernah ngerasain hal seperti ini. Tapi aku ga ingat kalau dulunya aku pernah mengguna kan jasa joki payung di kota ini sih kalau di Jkt mah sering". Ungkap Justin jujur.
"Apa lagi pas kamunya kasih tau bahwa joki payung yang pernah aku minta tolong jasanya saat itu adalah seorang cewek". Ungkap Justin jujur mencoba mengingat kembali.
"makanya lu susul anak anak tadi buat nyari tau ya?". Tanya Indra seraya menyenderkan tubuhnya pada sisi mobil Andra yang mereka tumpangi untuk sampai ke sini.
"ya mungkin. bisa jadi begitu". Ucapnya santai seraya menarik kedua sudut bibirnya menatap Indra yang juga menatap Justin dengan tersenyum simpul.
"tapi bagaimanapun jika memang itu benar adanya. Aku berharap itu cewek baik baik saja dan menjadi anak yang sukses dan bahagia sekarang ini". Ucap Justin tulus.
"Aamin".sambut Indra mengaminkan.
Mereka masuk ke mobil saat melihat Andra yang keluar dari kafe dan berjalan ke arah mereka untuk kembali ke mobilnya. Mereka kembali ke kantor untuk menyelesai kan sisa pekerjaan mereka masing masing sebelum pulang kembali ke keluarganya masing masing.
masih di sebuah halte yang tadi...
Si tukang sate sedang menghitung uang yang di dapatkan dari penjualan satenya hari ini. Ia sangat beruntung hari ini karena dagangan nya laris manis tak bersisa lebih cepat dari biasanya.
pria itu melihat jam tangannya yang sudah mengarah memasuki waktu maghrib. Ia berniat menjemput sang adik yang saat ini berada di sebuah sekolah khusus disabilitas.
Semenjak kedua orang tua mereka meninggal abang dan adik itu saling menjaga dan mendukung satu sama lain. Terlebih sang abang yang ingin selalu menjadi pelindung bagi sang adik.
Semenjak insiden keroyokan massa yang terjadi pada adiknya itu lantaran sang adik ketahuan mencopet dompet seorang ibu rumah tangga yang baru saja menarik uang di atm dari pertokoan yang tak jauh dari halte yang sekarang ia jadikan tempat alternative mangkal terakhir untuk dagangannya.
Saat itu ia memang sedang mencari cari adik nya yang di kabarkan bolos sekolah lantaran adiknya malu karena belum membayar uang spp sekolahnya yang saat itu mereka berdua memang selalu di masukkan oleh ayahnya di sekolah yang terbaik agar kedua anaknya mendapatkan pendidikan yang terbaik.
Karena kedua orangtua mereka menginginkan kedua anak laki lakinya itu bisa menggapai cita cita mereka sesuai keinginan hati mereka di mana sang abang memiliki cita cita ingin menjadi seorang pilot sedangkan si adek memiliki cita cita ingin menjadi seorang tentara.
Tetapi malang tak dapat di tolak untung pun tak dapat di raih. Mereka terpaksa di tinggal sang Ayah lantaran sang ayah mengalami kecelakaan saat baru pulang belanja untuk kebutuhan dagangan satenya.
Semenjak itulah kehidupan yang mereka jalani tak lagi berjalan dengan baik. Usaha dagangan sate keliling yang coba di jalani sang ibu tak membuahkan hasil sebanyak sang ayah lantaran si ibu tak sanggup berkendara jauh karena memiliki riwayat penyakit jantung. Jadi si ibu hanya mampu berkendara keliling kampung saja.
Si abang yang memang mengerti kondisi si ibu mencoba membantu sang ibu dengan membonceng sang ibu untuk berkendara lebih jauh saat pulang dari sekolahnya.
Memang sih hasilnya lumayan lebih baik dari yang sebelumnya, hanya saja uang yang di dapat lebih itu hanya cukup membayar salah satu uang sekolah dari si abang atau adiknya.
sehingga si ibu pun harus bisa memilih mana yang lebih dulu di utamakan. di Karenakan si abang sudah mau menyelesaikan sekolah nya saat itu sehingga si ibu terpaksalah menunda pembayaran spp si adik yang saat itu juga telah menunggak selama tiga bulan.
Alhasil si adik selalu kena tegur oleh bagian administrasi dan sekaligus kena bully oleh teman temannya sehingga menyebabkan si adek enggan masuk sekolah dan akhirnya ia memilih untuk bolos saja hingga beberapa hari ke depan.
tentu saja hal ini di ketahui oleh sang abang yang mendapatkan informasi dari salah satu teman adiknya jika sudah beberapa hari belakangan si adik tidak masuk sekolah. Sontak hal ini membuat si abang panik dan langsung mencari si adik kemana yang ia perkirakan adiknya berada.
Saat si abang yang terus berusaha mencari si adiknya itu hingga hampir mendekati sebuah halte yang saat ini ia berdiri, tiba tiba ia melihat sebuah kerumunan massa yang membabi buta menghajar seseorang yang sedang meringkuk di bawah kaki mereka dan ia juga melihat di mana seorang gadis sedang mencoba melerai massa tersebut dengan payung putihnya.
Lengkingan teriakan dan makian serta kata kata maling terus di lontarkan dari banyaknya mulut yang melihat adegan tersebut.
Si abang yang melihat pemandangan miris tersebut pun akhirnya mencoba membantu gadis tersebut dengan melerai dan berteriak seraya meminta tolong pada orang yang lebih dewasa darinya.
tetapi karena ia seorang diri dan tak ada yang bisa menghentikan amukan massa tersebut, akhirnya ia mencoba menyetop salah satu mobil polisi qlalu lintas yang sedang berpatroli di jalan raya yang secara kebetulan melintas di jalan raya tersebut.
Bunyi sirine mobil polisi sontak menghenti kan para massa menghakimi seorang anak laki laki yang sudah tak berdaya itu. seorang polisi yang berpakaian preman dan gadis itu mencoba membantu anak laki laki yang kini tak bergerak di atas tanah. Wajahnya penuh lebam apa lagi seragamnya yang saat ini di gunakan....
Tunggu!!. Netranya menelisik pada seragam dan simbol dari yang di gunakan oleh anak laki laki tersebut.
...****************...
Hai readers jika ingin tau kisah mereka yang sebelumnya baca di novel pertamaku ya. Di Jasminka/Orchidea dan She is My Dea ( mengejar istri gila ). Tinggalkan jejakmu ya di sana. Sukriya 😉.
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉