My D you are the first for me

My D you are the first for me
setelah pertengkaran



Wellcome back my readers yang super duper caem dan cakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉


Justin menarik dalam nafasnya sesaat setelah di rasa cukup tenang menikmati kesunyian perbukitan yang sengaja sahabat nya itu membawanya ke sini untuk menenang kan diri setelah pertengkarannya dengan sang istri dan sahabatnya sendiri.


sementara Indra dengan sabar masih menemani Justin yang terlihat galau berat setelah dua pertengkaran sekaligus yang di lewatinya hari ini. Indra mengerti perasaan Justin yang sedang di landa masalah rumah tangga yang pelik apa lagi ia harus di hadap kan pada sidang perceraiannya yang kedua yang akan di laksanakan beberapa hari lagi.


"lu kudu sabar Tin. apa pun masalah lu sekarang serahkan semuanya pada Allah". Indra menasehati sahabatnya itu.


"gue udah berusaha selama ini Ndra. buat meyakinkan dia agar Midea bisa maafin gue dan mau hidup bersama untuk membina rumah tangga yang harmonis demi anak anak Ndra". keluh Justin.


"gue tahu Tin. tetapi mau gimana lagi. Midea mungkin udah terlalu banyak sakit hati sama lu. dan dia belum bisa maafin lu secepat itu. apa lagi harus hidup bersama satu atap dengan lu. orang yang udah nyakitin dia selama ini". jelas Indra.


"Tin. mending lu instropeksi diri lu dulu deh. lu tenangin lagi diri di rumah. lu mikir lagi dampaknya apa jika lu maksain kehendak lu sekarang ini".


"lu percaya takdir tuhan kan. akan ada masa nya orang orang yang bersabar karena cobaannya akan di beri kebahagiaan pada waktunya". ujar Indra menasehati pria yang masih galau tersebut.


matahari yang tadinya bersinar terang kini perlahan mulai menuruni kaki langit. semakin lama semakin tenggelam di ufuk barat yang tersisa hanyalah semburat jingganya saja yang menghiasi langit di senja itu.


Jika saja ia lupa waktu dan tak memikirkan sahabatnya yang sudah mememaninya sejak dari siang tadi. ingin rasanya ia masih berada di sini dan menemui Midea kembali. akan tetapi setelah mendengar nasehat dari sohib nya yang satu ini. Justin pun mengikuti saran Indra untuk kembali ke Mdn.


selama dalam perjalanan Justin tak banyak bicara. ia hanya sesekali menjawab apa yang Indra tanyakan. sesekali ia tersenyum saat sahabatnya itu mencoba menghibur hatinya yang galau.


...----------------...


Andra berjalan di parkiran dan menunggu Midea di sana. ia bersender pada mobil nya seraya memainkan ponselnya untuk menanya kan kabar sang istri yang biasanya ada di rumah seraya membereskan Dean kala bocah itu bangun tidur.


Andra tersenyum mengingat saat bagaimana Cindy memperlakukan Dean maupun ponakannya dulu seperti anaknya sendiri. Andra akui Cindy memang telaten jika berhadapan dengan anak kecil. mungkin itu lah tambahan plusnya Cindy di mata Andra selain istrinya itu cantik dan polos jika bangun tidur. meskipun kurang pintar dalam hal urusan dapur.


"pak Andra". seorang satpam memanggilnya tiba tiba.


Andra menoleh ke sumber suara. ia pun tersenyum


"belum pulang pak?". tanya satpam tersebut.


"ini mau pulang". sahut Andra.


"oh iya pak. salam buat ibu Cindy. tolong bilang makasih dari kami buat makanannya yang tadi. enak kali soalnya". ujar satpam tersebut jujur.


"oh iya?". apa ibu Cindy tadi ke sini? ". tanya Andra penasaran.


"iya pak. tadi siang sama anak kecil yang biasa di bawa ibu tiap ke sini". jawab sang satpam.


deg. jantung Andra seketika berdetak keras tat kala mengingat pertengkarannya dengan Justin. ia mengingat kata kata yang di lontar kan untuk Justin. apakah Cindy mengetahui pertengkaran tersebut dan mendengar setiap kata dari mulutnya. meskipun kata kata itu sengaja ia ucapkan untuk menyadarkan sahabatnya itu untuk membuat Justin menyadari bahwa setiap wanita layak untuk di hargai meskipun tidak bisa mencintai.


"astafirullah". ucapnya pelan seraya menutup sesaat kelopak matanya.


"apa kah ibu lama di sini?". tanya Andra yang kembali penasaran.


"yah lumayan sih. dikit lagi mau jam istirahat baru ibu pulang". sahut satpam tersebut.


"ya udah makasih ya buat informasinya". ujar Andra yang segera menutup pembicaraan saat melihat Midea keluar dari gedung.


"masalah dengan Cindy perkara nantilah yang penting satu satu dulu ku beresin mana yang bisa duluan". gumam Andra di hatinya.


Andra melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. tak ada percakapan yang serius di antara mereka apa lagi membahas soal pertengkaran mereka dengan Justin. masing masing dari mereka berdua merahasiakan apa yang terjadi tadi siang.


hingga akhirnya mobilnya Andra memasuki halaman villa kediaman Andra dan Cindy. mereka berdua langsung keluar dari mobil. Andra mempersilahkan Dea masuk dan duduk.


saat Midea menunggu di ruang tamu. Andra meminta pada pembantunya untuk segera mempersiapkan Dean karena sang bunda telah menjemputnya.


"mana ibu? ". tanya Andra pada seorang pembantu.


"di kamar pak". sahut pembantu tersebut.


Andra segera masuk ke kamar dan mendapati Cindy yang sedang berbaring pulas di atas ranjang. ia menarik kecil kedua sudut bibirnya


seraya mendekati tubuh meringkuk yang sedang memeluk guling tersebut.


dengkuran halus terdengar di telinganya Andra. tak ingin mengganggu tidurnya sang istri akhirnya ia hanya bisa mendaratkan satu kecupan lembut di kening sang istri yang ia tau istrinya itu tak akan terjaga sekalipun genderang perang benderang di telinganya.


akhirnya ia memutuskan untuk menjamu Dea sendiri sekaligus mengantarkan Dean ke bundanya langsung meskipun ia berniat akan menyuruh supir di rumah untuk mengantar mereka.


Andra kembali ke ruang tamu dan mendapati Dean yang sudah berada di pangkuan sang bunda. keceriaan terpancar di wajah kedua nya terlebih Dean. seorang bocah yang tak mengerti apa apa atas masalah yang terjadi pada kedua orang tuanya.


"maaf ya Mi. Cindy rupanya lagi tidur. kamu tau sendirikan teman kamu yang satu itu paling susah di bangunin kalau udah masuk di pulau kapuknya". celetuk Andra.


"ga apa pak. biarin aja mungkin Cindy lagi capek". ujar Midea.


lalu Midea memberikan satu kresek putih yang berisikan dua toples besar nastar pesanan Cindy kepada Andra.


"ini pesanan Cindy tadi pagi pak". ujar Dea.


"Cindy memesan ini?". tumben". ujar Andra heran.


...****************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.