My D you are the first for me

My D you are the first for me
curhatan Justin



Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉.


"kalau abang ga mau tidur sekarang mau kapan lagi. Nanti abang ga sembuh sembuh loh bang". Ujar Satria mengingkan akan kondisi abang sepupunya itu.


"temani abang di sini sebentar aja". Pinta Justin.


Justin memang belum mau tidur. Meskipun tubuhnya merasa lemah. Tapi ia belum mau di tinggalkan Satria sendiri di kamar ini. Justin butuh teman untuk malam ini meski pun hanya teman sekedar untuk menemani nya hingga ia tertidur.


lalu Satria pun menarik sebuah kursi yang berada di depan meja rias dan meletakkannya di samping ranjang yang Justin duduki saat ini.


"gimana pabrik?". Tanya Justin saat adiknya itu sudah duduk rileks di hadapannya.


"baik baik aja bang". Sahut Satria seraya tersenyum lantaran abangnya itu hanya ber basa basi saja menanyakan kondisi pabrik nya. Padahal hampir setiap hari laporan hasil kerja harian selalu ia lampirkan di setiap harinya.


"abang lagi galau ya?". Tanya Satria yang mencoba memancing abangnya untuk menceritakan segala keluh kesah yang ada di hati abangnya itu.


Justin menanggapinya dengan tersenyum kecil. Sebenarnya Ia ingin sekali bisa me -numpahkan segala beban di hatinya saat ini tetapi entah kenapa rasanya begitu berat untuk ia ceritakan pada seseorang, terlebih pada adik sepupunya yang mengenal dekat perempuan yang pernah menjadi mahasiswi kesayangannya.


Justin takut jika Satria ikut menghakimi diri nya yang selama ini berlaku curang dalam kesepakatan yang di buat bersama dengan Dea.


"abang mau cerita sesuatu sama aku?". Tanya Satria seraya menelisik raut wajah Justin yang terlihat jelas rasa galau.


"soal Midea mungkin?"tanya Satria kembali saat abangnya itu terlihat ragu untuk menceritakan sesuatu.


Justin menundukkan pandanganya saat Satria bisa menebak apa isi dalam hati dan pikiran nya.


"kamu tau tentang dia selama ini dek?". Tanya Justin dengan hati hati.


"ya. Sedikit banyaknya aku tau bang soal Dea. sebelumnya Bang Andra memang sempat menceritakan sedikit soal kehidupan mereka di sana ". Sahut Satria jujur.


"apa yang kamu tau selama ini?". Tanya Justin penasaran akan cerita Andra kepada Satria tentang Midea.


"tentang Jasmine yang pernah berpesan pada Andra untuk merahasiakan keberadaan mereka di brstgi bang". Sahut Satria jujur.


"bang Andra yang menolong Jasmine saat mereka sedang kebingungan karena Jasmine habis kecopetan saat itu". Satria melanjutkan ceritanya.


mendengar hal ini sontak membuat Justin melebarkan kelopak matanya menatap Satria.


"bagaimana bisa?".desisnya.


"aku juga ga tau bang". Sahut Satria jujur.


Lalu Satria menceritakan kisahnya Andra bagaimana bertemu bundanya Dee itu waktu pertama kali saat mereka habis kecopetan.


hingga mantan istri abang sepupunya itu bisa tinggal di apartemennya Andra dan bekerja di perusahaan keluarganya Andra.


Dan sampai akhirnya Andra menceritakan niat Dea yang ingin resign karena alasannya yang ingin mandiri.


"jadi dia tidak menceritakan tujuannya ke kota mana?". gumamnya pasrah seraya menunduk kan pandangannya.


Justin menghela nafasnya sesaat untuk me -ringankan beban di dadanya yang kini mulai terasa berat.


Sungguh kali ini ia merasa putus asa lantaran ia tidak memiliki gambaran ke arah mana wanita itu pergi kali ini.


"Satria". Panggilnya pelan.


"ya bang. kenapa?". tanya Satria seraya menatap iba pada Justin.


"menurut kamu. Kira kira dia mau ke mana dan di kota mana jika dia ingin mandiri. dan di kota mana yang cocok dengan usahanya?".tanya Justin meminta pendapat Satria.


"kenapa dia sering menghilang jika ada sesuatu hal yang tidak ia sukai. bukankah segala sesuatunya bisa di bicarakan dulu tanpa harus kaburkan Satria?". Justin berkata lirih seraya menatap adiknya itu.


Sementara Satria hanya bisa menanggapinya dengan senyuman.


"harusnya sih bang.tapi mau gimana lagi mungkin dianya yang ga mau kalo abang tau di mana keberadaannya. bisa jadi kan?. Dea itu lebih nyaman jika tak harus melihat wajah abang apa lagi sampai harus bertemu dengan abang lagi". Ujar Satria yang menduga duga berdasarkan ceritanya Andra sebelum nya, jika mahasiswinya itu meminta kepada Andra agar tak memberitahukan keberadaan nya di kota yang Andra dan Cindy tinggali saat ini.


"cyah...apa harus seperti itu dek?". Protes Justin sembari tersenyum miris.


"kalau mau nya dia aku tak boleh muncul lagi di hadapannya aku bisa menghindarinya Satria??. Aku bisa putar balik agar aku tak sampai berpas pasan dengannya saat berada di jalanan. aku bisa sembunyi jika aku yang melihatnya duluan agar ia tetap melenggang bebas tanpa harus merasa tertindas karena kemunculanku yang tanpa di sengaja tentu nya". Ujar Justin lirih.


"aku bisa melakukan itu semua Satria asalkan ia tidak pergi kemana mana. setidaknya aku bisa melihat mereka setiap waktu meski pun dari kejauhan. Biarlah aku yang menghilang dari hadapan mereka asalkan mereka bisa hidup nyaman tanpa merasa di awasi olehku.


Satria menghela nafasnya sejenak. Lalu berkata


"jika begitu mulai sekarang abang harus ber -komitmen dengan kesepakatan yang sudah abang buat. jangan ingkar bang. Bukankah lelaki sejati itu yang di pegang janjinya bukan?. Karena itu abang harus bisa buktikan kalau abang memang layak di sebut pria sejati yang bisa di percaya karena janjinya". Ucap Satria yang berisi nasehat.


sebenarnya sedari dulu ia ingin sekali bisa menasehati abangnya itu lantaran yang ia dengar selama ini baik dari Sagita, pengacara nya Dea atau pun dari Andra, bossnya dari perusahaan di mana Midea bekerja. jika lah abangnya itu acap kali suka mengingkari kesepakatan yang di buat bersama mantan istrinya. hanya saja waktunya saja yang tak pernah tepat untuk mereka berdua saling berbicara seperti ini. Ini di karenakan selama ini masing masing dari mereka memiliki kesibukan tersendiri.


Jika pun mereka bertemu hanya sebatas membahas masalah pekerjaan saja. baik Justin dan Satria memang jarang membicara kan masalah pribadi apa lagi rumah tangga mereka pada satu sama lain kecuali masalah mereka sudah sangat terlalu berat.


Justin tertunduk pasrah mencoba mencerna kembali kata katanya Satria.


"apa harus seperti ini". Desisnya pasrah pada apa yang terjadi di rumah tangganya.


"yah mau tak mau lah bang. Demi kebaikan kalian bersama. demi Dee". Ujar Satria yang mendengar gumaman abang sepupunya itu.


Justin menundukkan pandangannya


"entahlah dek". Sahut Justin pasrah.


"di coba bang. Semua butuh proses bang". ucap Satria yang memberi semangat pada pria ini.


"oke". Lanjutnya dengan menatap Satria seraya tersenyum.


"mungkin di awal memang terasa berat bang. Tapi percayalah semua akan terasa ringan di saat kita ngelakuinnya dengan ikhlas. Ikhlas melepaskan mereka bang. Ikhlas bang..ikhlas..itu aja kuncinya..". ujar Satria yang mencoba memberi semangat pada abang sepupunya itu lewat nasehatnya.


Justi hanya bergeming mencoba mencerna kembali apa yang di katakan adek sepupunya itu.


"ikhlas berarti merelakan dua D nya". Justin membathin di hatinya.


...**************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.