
Hai readers I am coming back. Selamat membaca kembali..semoga happy...
beberapa menit yang lalu..
Satria dan Retha memutuskan untuk hunting makanan dan minuman di tempat lain. mereka berdua akhirnya mentok pada warung jajanan di pinggiran jalan. meskipun sebelum nya mereka juga nongkrong di pinggiran jalan juga. tetapi di karenakan Retha yang belum mau kembali ke hotel akhirnya Satria mengajak istrinya itu kembali melanjutkan jalan jalan di tengah malam.
beberapa menit mereka muter muter kota Jkt untuk mencari warung kuliner ringan di pinggiran jalan lainnya hingga akhirnya mereka berhenti di suatu tempat yang rada sepi pengunjungnya malam ini.
mereka berdua masuk ke warung tenda tersebut. Satria mengajak istrinya untuk mengambil tempat duduk di sudut tenda dengan menghadap pemandangan jalan raya di mana sebagian kendaraan pribadi masih melintas di jalan ibu kota tersebut.
Satria memesan minuman hangat dan juga cemilan ringan. saat mereka menunggu pesanan mereka. tanpa sengaja mereka berdua di kejutkan dengan kehadiran sepasang mantan suami istri yang baru saja tiba dan sedang mencari tempat duduk yang pas untuk mereka berdua
"bang Justin??". De Jasmine??! ". pekik keduanya kaget.
Justin dan Midea pun menoleh ke arah sumber suara di mana mereka melihat Satria dan Retha ada di sini juga.
"bang sini". panggil Satria seraya melambai kan tangannya ke Justin.
Justin menghampiri adik sepupunya itu sambil menggamit lengan Midea agar mengikuti langkahnya. kedua wanita cantik itu saling berhadapan dan menatap diam satu sama lain. Satria melirik sekilas antara kedua nya dan membiarkannya sejenak.
"tumben bang?". tanya Satria setengah berbisik di telinga Justin tetapi cukup di dengar keduanya.
"tadi Jumpa di lift. karena Midea mau cari angin katanya. jadi abang pikir barengan aja sekalian. toh abang juga lagi belum bisa tidur". jelas Justin singkat padat.
"abang mau pesan apa?". tawar Satria.
"kamu mau ngemil apa De?". tanya Justin pada Midea.
"samain aja". jawab Dea singkat.
"ya udah samain aja kayak kalian pesan. yang klasik aja ya rasanya. kecap manis dan celupan saos kecap". ujar Justin yang kebetulan ia ingin menikmati sate dari daging kambing tersebut.
"oke bang". sahut Satria
"oh ya cuma minumnya aku minta di buatin wedang aja ya. kamu gimana De?. mau wedang atau yang lainnya? ". ujar Justin lalu menanyakan keinginan wanita itu.
"ya boleh juga". sahut Dea datar.
"ya udah aku sama Midea sama ya?". ujar Justin.
"iya bang". sahut Satria seraya melambaikan satu tangannya pada salah satu pekerja warung jajanan tersebut.
Satria memesan makanan tambahan dengan menu yang sama hanya minumnya saja yang berbeda. selama mereka menunggu pesanan mereka datang. hanya Satria dan Justin saja yang aktif dalam berkomunikasi di antara keduanya. meskipun sesekali Satria atau pun Justin menanyakan soal pekerjaan Retha di lab perusahaan sebagai asisten penanggung jawab khusus bagian kemahasiswaan yang akan bermagang di sana.
sedangkan Midea sendiri hanya memilih diam tanpa ambil perduli dengan apa yang mereka bicarakan dengan pandangannya ke arah pengunjung lain yang tengah menikmati kuliner tengah malam di warung kafe tenda pinggiran jalan tersebut.
hanya sesekali netranya bersitatap dengan Retha yang mencoba bersikap ramah pada nya. lalu dengan segera ia membuang pandangannya ke arah lain tepatnya ke arah jalan raya di mana kini terdapat sebuah mobil mewah yang baru terpakir di depan sebuah kafe tenda yang sama seperti ia singgahi saat ini.
seorang wanita paruh baya keluar dari sebuah mobil yang ada di depan mobil mewah tersebut. penampilan dari wanita tersebut memang terlihat elegant layaknya wanita berkelas pada umumnya. hanya saja aura yang terlihat bukanlah aura bersahabat bagi gadis gadis muda yang berusia 20 tahunan yang kini sedang di ajak ngobrol santai oleh wanita itu.
netra Midea terus terpaku menatap pada sekelompok gadis yang masih sangat muda tengah serius menyimak penjelasan dari wanita tersebut. mereka semua mengangguk angguk kan kepalanya.
Midea masih terpaku menatap dari kejauhan atas apa yang mereka lakukan meskipun hamya sekedar menikmati cemilan dan minuman mereka bersama. hingga akhirnya Midea melihat sebuah mobil mewah lainnya berhenti tepat di belakang mobil mewah yang tadinya
pupil matanya seketika melebar saat melihat wanita yang ingin ia hindari selamanya semenjak ia memutuskan keluar dari agency yang pernah menampung diriny dahulu.
"tan.. tante Sonya".desisnya pelan seraya bergegas menoleh ke arah Retha yang kini sedang menatap dirinya.
tanpa ambil perduli akan tatapan Retha pada nya, Midea memilih menyantap makanannya yang baru saja tiba.
"pelan pelan De". tegur Justin saat Midea merasakan sensasi panas dan pedas di lidah nya saat ini.
Justin dan Retha mencoba menunjukkan perhatiannya dengan memberikan satu botol air mineral untuk mengompres lidahnya Dea dengan cara meminumnya dan membiarkan sejenak di dalam mulutnya wanita cantik dan manis itu.
akan tetapi dari sekian bantuan yang di tawar kan pada wanita itu tak satu pun di ambil oleh Midea walaupun ia melihat mantan suami nya itu telah membukakan tutup botol dari air mineral tersebut untuk dirinya.
Midea mengambil dan membuka sendiri tutup botol air mineralnya dan meneguknya untuk membasahi tenggorokannya yang kering. dan sebagian ia pendam di dalam mulutnya untuk mendinginkan lidahnya yang terasa terbakar.
di karenakan di cueki oleh Midea akhirnya Justin meneguk sendiri air mineral di botol yang sengaja ia buka tutupnya untuk wanita yang di sampingnya kini.
sementara Retha menurunkan tangannya perlahan dan meletakkan kembali botol mineral tersebut di atas meja.
beberapa detik kemudian Midea kembali me -lanjutkan kembali apa yang tertunda karena wedangnya.
Justin, Retha dan juga Satria hanya bisa memperhatikan tingkah wanita itu secara diam diam dalam kunyahan yang berisi daging sate di masing masing mulut mereka.
Midea tau jika saat ini ia sedang di perhatikan oleh ketiganya. tetapi ia tak ambil pusing. sebab menikmati kulineran di tengah malam begini adalah kenikmatan tersendiri saat ini. selain ia mengenang masa masa idamnya saat mengandung Dean. Ia ingin melupakan sejenak rasa sakit dan kecewanya karena Justin dan Retha.
saat ketiganya secara diam diam mengamati Midea. ada sepasang mata seraya tersenyum menyeringai licik kala tanpa sengaja ia melihat wajah anak murid yang pernah jadi Kesayangannya dulu.
"Midea Hasxander. akhirnya kamu muncul juga setelah sekian lama menghilang ". desis nya sembari terus memperhatikan tingkah mantan anak muridnya kesayangan nya dulu.
"selidiki kembali di mana Midea tinggal sekarang. dan juga dengan siapa dia bekerja". titahnya pads salah satu bodyguardnya.
Tetap stay terus ya readers..
Yok kita ke next chapter ya reader..
****************
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.
Stay cool here ya readers...
Lanjut ke next chapter ya readers.
****************
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,pp vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.