
Hai readers. selamat membaca kembali ya??.
waktu dan hari hari terus berlalu tanpa bisa kita tunggu...
Justin kembali di sibukkan dengan pekerjaan nya yang selama ini sedikit terlantar lantaran ia harus bolak balik antara pulau Sumatra- Jawa bahkan ke benua Australia hanya untuk mengecheck secara langsung perusahaan yang ia pimpin.
ia kembali bekerja dengan giat sampai lupa waktu, jangankan untuk makan bahkan untuk pulang saja ia lupa jika ia memiliki banyak properti untuk di jadikan tempat tinggal selain rumahnya.
Justin lebih memilih mengistirahatkan tubuh nya di kamar pribadi nya yang pernah ia habis kan satu malam dengan mantan istrinya yang suka kabur itu. atau sesekali jika ia merasa jenuh Justin akan bersantai di bathup kamar mandi seraya memandangi hutan yang masih alami dari apartemen rahasiannya Midea seperti saat ini.
"wanita itu memang pintar mencari lokasi yang bisa menenangkan hati dan pikirannya yang semrawut di karenakan setumpuk pekerjaan yang seolah olah tak ada habisnya". fikirnya seraya tersenyum mengagumi sosok dari seorang Midea, sang mantan istri.
setelah merasa cukup rileks akan keadaan tubuhnya Justin keluar dari sana seraya melirik foto dirinya yang terpampang lebar dan besar di ruang bath up tersebut. ia menekan kembali tombol yang menutupi kaca jendela threeways dari kamar mandi tersebut.
semenjak ia tinggal kembali di kota Jkt. pria galau ini sering mengunjungi apartemen rahasianya Midea hanya untuk mengecheck kondisi apartemen tersebut sekaligus mem bersihkannya sedikit dari debu debu yang menempel akibat tak pernah di sentuh oleh alat Pembersih.
awalnya ia hanya mengecheck ngecheck ruangan mini lab rahasianya Midea yang di penuhi beberapa bahan kimia yang tersusun rapi di lemari kaca mini lab tersebut.
sampai akhirnya ia merasa gerah dan masuk ke kamar pribadinya Midea serta mencoba merilekskan tubuhnya di sebuah bathup kamar mandi yang berada di kamar pribadi nya wanita yang pernah menjadi istri nya itu.
Justin melihat foto dirinya yang memang tampan. ia teringat foto yang di ambil saat dirinya belum menikah. Justin merebahkan tubuhnya di dalam bathup yang berisikan air hangat tersebut.
saat ia menyenderkan kepalanya pada ujung bathupnya seraya memejamkan kedua netra nya, dan tanpa sengaja tangannya menyentuh suatu tombol pada dinding kamar mandi tersebut yang berdekatan dengan bathupnya.
ia terhenyak kaget Saat mendengar gesekan halus dan melihat sebuah dinding di samping nya yang membelah diri serta bergerak dengan sendirinya ke arah sisi kiri dan kanan sampai akhirnya masing masing dinding itu berhenti dengan sendirinya.
saat ini terlihatlah sebuah jendela kaca besar di mana kini terpampang pemandangan hutan yang menyejukkan kedua netranya.
"oh..My.. God.. ".desisnya seraya memandang takjub lukisan ciptaan yang maha kuasa itu.
ia benar benar tak menyangka jika ada kejutan lain di dalam apartemen rahasianya Midea.
"wanita ini benar benar memiliki banyak rahasia selain dari kehidupannya yang pernah ia ketahui". gumamnya di hati.
Justin akui jika Midea benar benar pintar dalam mendesain ruangan yang semenakjub kan begini. wanita itu ternyata memang memiliki banyak bakat.
ia berfikir rahasia masa lalu yang ada pada wanita itu telah semuanya berhasil ia buka. nyatanya belumlah semuanya.
suara dering ponsel menghentakkan dirinya dari lamunannya akan mantan istrinya itu. Justin harus kembali ke kantor pusat untuk melanjutkan pekerjaannya kembali.
***
Justin memasuki ruang rapat secara online yang akan membahas kembali tentang produk kosmetik terbaru. Justin dan kedua temannya mendengarkan kembali hasil karya anak bangsa yang mereka cari cari bakat dan kepintarannya selama ini melalui ajang lomba karya tulis ilmiah dan juga presentasi yang di buka khusus untuk mahasiswa, bahkan secara umum.
ajang pencarian bakat tersebut mereka ada kan hampir di setiap tahunnya. selain mencari bakat yang tersembunyi dan juga pastinya untuk terobosan terbaru pada produk produk dari Kehl Bio Company.
dengan arahan para ilmuan senior yang telah bekerja secara profesional dalam membim- bing calon bibit ilmuan baru di perusahaan nya.
"jadi kiranya sepaket produk kosmetik yang di khususkan untuk wanita itu akan mereka luncurkan barang dua minggu lagi seraya menunggu surat keputusan bpom dan sertifikat halal dari MUI untuk product mereka yang terbaru ini.
***
Qanita menyelesaikan satu goresan nya pada gambar desain gaun pengantinnya yang akan ia ikut pamerkan pada pameran fashion show bulan depan yang akan di selenggarakan di Jkt.
"cantik banna ni gaun nyo uni". komentar Alma saat melihat hasil desain gaun milik Qanita.
Qanita menanggapinya dengan senyuman.
"rencananya begitu sih".jawab Qanita santai.
"semoga uni sukses dengan kariernyo sebagai seorang desainer pakaian". ucap Alma tulus.
"tapi ini beneran cantik tidak ya?". tanya Qanita memastikan pendapatnya Alma seraya menatap desain pakaian pengantin khusus untuk wanitanya.
"iyo uni. apo lagi ini pakaiannya terkesan elegan meskipun tertutup. ini apo ala ala india yo uni?". tanya Alma saat memperhatikan pernak pernik yang di gambar Qanita bak desain pakaian yang berciri khas asia selatan.
"hehehe.. iya".sahut Qanita dengan kekehan.
"cantik kok uni. ini kalau pakaiannya sebegini sopan bisa lah di pakai sama perempuan yang berhijab uni. tinggal uni tambahkan sajo selendang atau hijabnyo yang senada dengan kain bajunyo uni". komentar Alma yang secara tak langsung memberikan saran atau ide pada Qanita.
"emmm.. iya juga sih. kok saya ga kepikiran ke situ ya?". ucapnya sedikit kaget saat mendengar pendapatnya Alma.
"terima kasih ya atas idenya". ucap Qanita sembari tersenyum sumringah.
"ahh.. cuma saran sajo uni. jika pun uni mau mengikuti ya boleh. jika pun tidak ya indak jadi masalahlah uni. mungkin uni punya kategori sendiri dalam desainnyo uni. ambo ini tak mengerti secara detail kalau soal fashion. hanya mengatakan apo yang menurut ambo perhatikan sajo". jawab Alma jujur dan merendah.
"justru saya memang butuh pendapat dari setiap orang yang melihat karya saya. karena saya juga mau tau pendapatnya para konsumen mengenai produk saya Alma". jawab Qanita.
"kalau kita terus memproduksi tanpa kita mau tau apa yang di inginkan para konsumen. yah ga balance juga dong usaha kita". lanjutnya.
"kan masing masing perusahaan punya ciri khas tersendiri kan uni. kalau semua perusahaan memproduksi barang yang samo apo konsumen juga bingung dalam mencari produk yang mereka mau". tukas Alma jelas.
"iya juga sih. tapi jangan salah juga Ma..sebuah perusahaan juga harus mengerti apa yang konsumen mau. misal ni. restauran ini". ujar Qanita.
"restauran ini uni. maksudnyo gimano?". tanya Alma Penasaran.
"orang kan tau nya kalau produk restauran ini hanya memasak makanan sumatera. itu ciri khasnya. nah kalau para konsumen meminta ikan gulainya haruslah sangat pedas saat memasak apakah kita terus membuat pedas pada masakan tersebut?. sementara ada konsumen yang tak bisa memakan pedas sama sekali". tanya Qanita.
"pastinya kita akan memisahkan antara masakan yang super pedas sama masakan yang pedasnya standar ya kan?". ujar Qanita.
'iyo juga sih uni. ambo baru tau itu. ambo pikir pekerjaannya seorang desainer itu adalah pekerjaan yang sangat menyenangkan karena ia hanya menggambar sesuai keinginan hati nyo dan menciptakan produknyo, jika ada produder yang melirik ya dia di kontrak. tapi jika pun tidak ia bisa menjual produknya sendiri dengan caranyo sendiri seperti uni ini. yo kan uni?". sahut Alma.
Qanita menanggapi komentarnya Alma dengan senyuman dan berkata
"yah begitulah. sampai sekarang tak ada seorang produser pun yang melirik desain saya Alma". jawabnya setengah berbisik.
"insya Allah suatu hari akan ado tibonyo produk uni di kenal dunia". doa Alma tulus.
"Amiinnn. makasih Ma.. ". Qanita mengamin kan doanya Alma yang ditujukan khusus untuk dirinya.
lalu Qanita membawa pergi gambar desain nya menuju ke butik pribadinya untuk segera di sulap menjadi pakaian jadinya. Qanita berharap kali ini desainnya bisa di ikutkan dalam ajang festival bertaraf international nantinya.
meskipun umurnya tak semuda para saingan nya tetapi rasa optimis selalu ia tanamkan di hatinya. toh untuk menghasilkan sebuah karya, para penikmat karya tak pernah melihat atau menilai karya tersebut dari usia bukan?
karena itu Qanita tak pernah berhenti meneruskan hobinya dalam menggambar desain pakaian yang layak di tampilkan meski pun hanya sebatas di butiknya saja.
Qanita tersenyum menatap ke luar jendela mobilnya saat melewati beberapa toko dan butik yang memamerkan hasil karyanya di antara karya desainer yang tidak terkenal seperti dirinya yang lain.
Yok ke next chapter ya reader..
****************
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.