My D you are the first for me

My D you are the first for me
#174



Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉.


saat Justin keluar dari kamarnya Dean. pria itu buru buru berjalan menjauh dari pintu kamar rawat inap putranya ketika ia melihat sosok Midea kembali dengan bungkusan kecil dan juga termos sedang di tangannya.


Justin mengintip Midea dari balik tiang besar penyangga rumah sakit ini yang berjalan lunglai mendekati kamarnya Dean. wajah lelah terlihat dari raut wajahnya yang sedikit tirus di bandingkan wajah Dea yang ia temui sebulan yang lalu. wajah Midea yang tampak ceria dan juga sumringah.


Justin menatap sesaat pintu kamar sang putra dari jarak yang agak berjauhan sebelum pergi meninggalkan rumah sakit itu. tujuan nya adalah mencari informasi mengenai sebuah property berupa rumah atau pun apartment yang akan ia tempati selama ia menemui Dean secara rahasia.


Midea kembali masuk ke kamarnya Dean dan mendapati putranya sudah bangun di temani seorang perawat yang mengecheck suhu tubuhnya Dean.


"gimana uni?.berapa suhunya sekarang?". tanya Midea penasaran saat proses pengecheckan suhu pada Dean baru saja selesai di lakukan.


"sudah turun bunda. tapi hanya sedikit sih dari yang tadi pagi kita check. suhunya sudah 37.9 ya bunda". sahut perawat tersebut.


"masih tinggi ya ternyata?". gumam Dea pelan tetapi cukup di dengar oleh perawat yang di perkirakan sebaya dengan Midea itu.


"sabar bun. insya Allah dedek gantengnya sembuh kok. berdoa aja bun". sahut perawat tersebut.


"terimakasih ya uni". ucap Dea tulus.


"sama sama bunda". sahut perawat tersebut seraya pamit dari Midea dan berlalu dari kamar itu.


Midea menghampiri Dean yang masih tergolek lemah menatap sang bunda yang terlihat lelah karena kenakalannya yang tak mengikuti pesan sang bunda.


"unda... ". panggil Dean nyaris tak bersuara sembari mencoba tersenyum.


"ya sayang. Dee... mau minum?"tanya Midea seraya mendekatkan sedotan ke mulutnya Dean dari botol minuman yang berada di tangannya.


Dean mengangguk lemah seraya membuka sedikit mulutnya dan menyedot air mineral dari botol minuman yang di berikan bundanya


"Deee.. cepat sembuh ya. bunda sendiri kalau Dee sakit. bunda ga ada temannya kalau bunda bikin kue. ga ada yang bantuin bunda untuk cetakin cookies sama pretzelsnya". ucapnya lembut seraya mengelus elus kulit kepala Dean yang mulai berkeringat.


"iya unda.. unda jangan sedih. Dee janji ga akan nakal lagi. nanti kalau Dee cembuh Dee mau nuyut sama unda. Dee janji unda". ucapnya pelan.


"iya sayang..bunda percaya. Dee kan memang anak bunda yang paling baik". jawab Midea seraya menggenggam telapak tangan Dean.


lalu ia mengecup kening sang putra lalu kini berpindah ke telapak tangan Dean serta meng hirup bau khas dari sang putra yang sangat Dea suka. akan tetapi ada sesuatu yang membuat Dea mengernyitkan dahinya heran seraya memikirkan bau harum dari telapak tangannya Dean yang lain dari biasanya.


"wangi ini.. ". gumam Midea di hati seraya memikirkan tentang wangi yang ada di telapak tangannya Dea.


"sepertinya aku pernah merasakan nya. tapi di mana ya?. dan parfum ini parfum apa?". gumam Dea di hatinya seraya mengingat ingat tentang wangi tersebut.


"Dee.. tadi waktu bunda ga ada. selain suster apa ada Dokter yang masuk. atau pun tukang bersih bersih yang datang ke sini?". tanya Dea hati hati.


Dean menggeleng pelan. Midea pun hanya bisa pasrah dan mendesah pelan meskipun ia begitu penasaran akan wangi yang menempel di telapak tangannya Dean.


*


Justin langsung menemui Alan setelah men -dapatkan berita mengenai sebuah rumah kosong minimalis berlantai dua yang di sewa kan atau pun di jual beserta perabotannya dekat dengan lokasi rumahnya Jasmine.


"di mana lokasinya Alan?". tanya Justin saat Alan menyambutnya di depan kantor agen property yang Alan temui hari ini.


"kita ke sana sekarang". sahut Alan seraya memperkenalkan seorang pria muda yang bertugas sebagai agen peoperty yang akan mengantar mereka berdua pada satu rumah yang di sebutkan oleh agen tersebut.


tak butuh lama agen property tersebut mem -bawa mereka ke sebuah rumah minimalis yang berlantai dua. agen tersebut menjelas kan dan menunjukkan detail rumah yang di bangun serta fungsi dari setiap perabot.


Justin di tunjukkan pada sebuah ruangan di lantai dua yang menghadap ke sebuah perumahan tepatnya rumah ini berada sangat dekat dengan rumahnya Jasmine.


dari ruangan ini Justin dapat melihat teras rumahnya Jasmine di mana pergerakan aktifitas Dean dan Dea kadang terjadi di sana.


"saya ambil rumah ini. saya akan mencoba nya dulu. jika merasa cocok saya akan mem -belinya". ucap Justin setelah di rasa cukup puas ia memperhatikan setiap detail rumah tersebut.


"baik pak. saya akan lansung mengurus surat sewa menyewanya pak".sahut agen tersebut.


"apakah bapak mau menempati sekarang juga?. saya akan menghubungi bagian jasa cleaning service untuk membersihkannya sekarang juga". tawar agen tersebut.


"tidak. tidak sekarang. saya akan menempati rumah ini beberapa hari lagi". sahut Justin.


"baik pak. setidaknya kami bisa membersih kan tempat ini dulu". ujar agen tersebut.


Justin meminta Alan membereskan segala yang berhubungan dengan administrasi dari rumah yang akan ia tempati dalam waktu dekat ini.


malamnya...


setelah membersihkan tubuhnya. Justin ber- niat turun ke bawah, tepatnya ke sebuah restoran di mana Midea bekerja selama ini.


Justin berjalan perlahan menyusuri koridor hotel yang berada di lantai dasar. mendekati kamar milik Dean yang bertuliskan nama sang putra. ia berdiri sesaat menatap papan nama yang di desain lucu dan sepertinya memang sengaja di pasang untuk menandai kamar ini dari kamar yang lain.


ia tersenyum simpul saat mengingat momen momen lucu bersama sang putra meskipun dirinya harus bekerjasama dengan pak Amat untuk bisa bertemu atau pun berkomunikasi dengan putranya secara rahasia.


"dia cucu saya. lebih tepatnya cucu kami semua yang ada di sini".


Justin mengernyitkan dahinya sesaat di kala ada seseorang yang mengatakan sesuatu yang berkaitan dengan apa yang ia perhatikan saat ini. ia menoleh ke belakang untuk mencari tau sumber suara dan mendapati seorang wanita paruh baya yang mungkin seusia mamanya yang masih terlihat cantik di seusianya saat ini.


"maaf... anda...??". ucap Justin ragu untuk melanjutkan kata katanya.


wanita itu tersenyum seraya mendekati Justin


lalu berkata.


"saya nenek dari namanya yang anda baca saat ini".


"saya Qanita. biasanya anak anak menyebut saya nenek cantik Qanita". ucapnya setengah berbisik seraya tersenyum lebar.


"hehehe.. tapi memang benar sih bu yang di katakan anak anak. ibu ga terlihat tua kok". sahut Justin dengan kekehan.


"saya Jus.. Kehl.". ucap Justin yang ragu menyebut nama aslinya.


ia takut jika ia memberitahukan nama aslinya. Qanita akan memberitahukan pada Midea tentang seseorang yang bernama Justin yang memandangi nama cucunya.


"ohh... mr. Kehl..anda baru tiba di sini? ". sahut Qanita.


"ya. saya baru saja tiba menjelang maghrib tadi".sahut Justin.


"anda pastinya belum makan malam bukan? ". tanya qanita berempati.


"ya". sahut Justin singkat.


"Kalau begitu mari silahkan ke restoran kami yang berada di sisi gedung hotel ini" tawar Qanita


"ya terimakasih bu. saya pun memang berniat ke sana tadi".sahut Justin.


"aduh maaf ya. karena saya pula yang telah menghalangi tamu saya untuk ME time nya". ucap Qanita dengan menyesal.


"Me Time??. tapi saya tidak sedang Me time". bantah Justin.


"ehh... salah. makan itu juga ME TIME nya kita juga selain melakukan hobi kita". ujar Qanita.


"oohhh... saya ga pernah tau soal itu bu hehehe". sahut Justin di akhiri dengan kekehan.


"ayok silahkan". ajak Qanita mempersilahkan Justin ke restorannya Alma.


"baik bu". sahut Justin seraya mengikuti langkah qanita yang juga berniat ke sana.


Lanjut ke next chapter ya readers. stay cool here ya Readers


...****************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,pp vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


Ig Hazhilka


youtubenya Hazhilka279


Https://hazhilka279.blogspot.com/2023/02/


Terima kasih.