
#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉.
Hampir dua jam lamanya Midea dan Dean bersenda gurau dengan dua orang yang cocoknya menjadi sepasang kekasih dari pada harus berteman tapi mesra itu membuat Midea menjadi rileks karenanya.
sungguh hanya dua orang inilah yang selalu ada saat ia sendiri menjalani hukuman Dengan status yang paling rendah di mata dunia. dan hanya mereka yang menerima diri nya sebagai seorang Midea, wanita yang berasal dari kehidupan hina. sementara yang lain hanya baik padanya karena menganggap dirinya adalah Jasmine.
setelah di rasa cukup puas makan dan bersenda guraunya akhirnya Sagita, Midea dan Dean pamit pada Arjun. Sagita yang akan melanjutkan tugasnya kembali sedangkan Dea dan Dean memilih untuk kembali ke Brstgi.
sementara Jason yang masih dengan sabar menunggu saat Midea keluar dari dapur segera beranjak dari duduknya saat ia melihat putrinya yang tampak ceria setelah keluar dari sana.
Jason mengurungkan niatnya untuk menyapa putrinya. ia lebih memilih mengikuti Midea kemana putrinya itu pergi dari pada harus mengusik dan merusak moodnya yang sedang ceria di hari ini.
Jason mengernyitkan dahinya saat melihat Midea turun dari taxi masuk ke sebuah terminal bus. Jason pun buru buru mengikuti Dea masuk ke sebuah bus yang di tumpangi Dea ke tempat yang masih menjadi tanda tanya bagi Jason saat ini.
ia sengaja mengambil posisi duduk paling belakang agar bisa leluasa memantau keadaan putri nya yang berada dalam satu bus yang sama dengannya.
Jason melirik ke jam tangannya di mana lebih dari satu jam ia berada di bus yang sama dengan putrinya itu seraya memperhatikan putrinya dari tempat duduknya yang paling belakang.
setengah jam berlalu hingga Bus yang di tumpangi ayah dan anak itu pun memasuki kota yang terkenal dengan pariwisata alam dan perkebunannya. Jason ikut melangkah turun saat melihat putri dan cucunya itu turun dari busnya. ia terus mengikuti langkah Dea menuju ke sebuah taxi yang juga di ikuti Jason dengan menyetop taxi di belakangnya.
"ikuti taxi itu pak". titah Jason.
"iya pak". sahut si supir taxi.
taxi berlalu dengan kecepatan rata rata mengikuti taxi yang di depannya di mana putri dan cucunya berada. tak lama kemudian taxi yang di depannya memasuki area parkir pada sebuah gedung apartemen mewah.
"berhenti di sini saja pak". titah Jason saat melihat taxi tersebut berhenti dan ia melihat Dea dan Dean turun dari taxi tersebut.
Jason menatap dari kejauhan saat putrinya itu melangkah memasuki lift. ia pun buru buru menyusul untuk memasuki lift saat sebelum nya ia memperhatikan lampu lift yang terus bergerak ke arah lantai teratas dari gedung ini.
"lantai terakhir dari gedung ini. itu berarti nomor empat ratusan". gumam Jason saat lift berhenti di lantai terakhir.
Jason buru buru melangkah keluar dari lift untuk menyusul jejak Midea ke arah unit mana putrinya itu masuk.
saat ia arah berbelok ke sudut gang ia mendengar suara percekcokan antara suara pria dan wanita. Jason segera melangkah mendekati arah suara debat tersebut untuk melihat siapakah gerangan yang sedang adu mulut itu.
"Justin..Jasmine". desis Jason saat melihat keduanya sedang berargumen keras untuk mempertahankan pendapatnya masing masing.
beberapa jam yang lalu...
Justin tiba di Villa milik Cindy yang sekarang menjadi tempat tinggal Andra yang baru. Justin memperhatikan villa yang pagarnya berhias tanaman boxwood tersebut.
Justin memperhatikan suasana villa yang tampak lengang lalu memutuskan untuk masuk dan menyapa Andra di kediamannya yang baru atas nama basa basi.
Andra yang sama sekali tak mencurigai apa pun menyambut hangat sahabatnya yang mau bertandang ke kediamannya di saat sahabatnya itu penuh dengan jadwal kesibukan membangun bisnis bersama.
"tumben lu mau singgah ke tempat gue. biasanya ada aja alasan lu kalau gue suruh singgah". cibir Andra bercanda dengan nada senang.
"sesekali kan tak apa. kenapa? ". keberatan lu gue datang pagi pagi gini. mengganggu lu ya. maaf ya". ujar Justin seraya celingak celinguk memperhatikan ke dalam ruangan tengah.
"haha... bisa aja kau bung". sahut Andra menggunakan khas orang Sumutnya.
"mana istri lu? ". tanya Justin basa basi.
"ada di dalam lagi beres beres". sahut Andra.
"bukannya ada pembantu. kenapa harus bini lu?". tanya Justin.
"ohh.... itu. ada sih memang. cuma si Cindy lagi keranjingan beresin kamar tamu". ujar Andra.
"kamar tamu. apa mau ada tamu?".tanya Justin seraya mengernyitkan dahinya.
"oohh.. ?". sahut Justin manggut manggut.
"apa temannya itu single parent makanya harus nitip anaknya ke istri lu? ". tanya Justin yang mulai menyelidiki tentang kebenaran dari ceritanya satpam.
"hmm..itu aku ga tau tin. soalnya dari pertama aku ketemu sama tu bocil aku ga tau dan ga kenal bokap kandungnya. mungkin keturunan bulek kayak elu. soalnya bocilnya cakep".ujar Andra panjang lebar.
"ngomong ngomong kenapa lu tanya tanya? penasaran ya bundanya si bocil berstatus single parent?. nah kalau dia janda?. lu mau?. biar gue jodohin? ".tanya Andra dengan mimik sok di buat serius.
Justin menajamkan pandangannya ke arah Andra. sedangkan Andra yang melihat sorot tatapan Justin langsung menyengir kuda untuk meredakan amarah si boss dan juga sahabatnya itu.
"canda men. pagi pagi rileks boss. nah itu kopi". ujar Andra seraya menunjuk pada seorang pembantunya yang membawa dua cangkir kopi di nampannya.
"minum tin". ujar Andra yang mempersilahkan temannya itu untuk meminum kopinya.
"makasih". sahut Justin lalu mengambil kopi nya untuk di nikmatinya.
dalam jeda obrolan tersebut. Justin mencoba mencerna kembali kata katanya Andra tentang seorang anak yang berketurunan seperti dirinya.
"berapa usia anak itu ndra? "tanya Justin mulai kepo.
"mmm.. sekitar setahun di bawah anak lu". ujar Andra.
Justin menarik kecil sudut bibirnya. sudah jelaslah bahwa anak yang di maksud satpam yang di kiranya ponakan istri dari temannya ini adalah Dee yang ia cari.
tanpa harus membuang banyak waktu lagi. akhirnya Justin pamit dan melajukan mobil nya untuk kembali ke apartemennya Andra kembali.
jika hari ini masih dalam suasana libur kerja. Justin begitu yakin jika dua D itu ada di sana saat ini. jika pun mereka tak ada untuk saat ini. maka Justin akan menunggu mereka hingga mereka berdua kembali.
satu jam dua jam Justin menunggu di mobil nya hingga ketiduran untuk waktu yang tak tertentu. hingga ia terbangun dan tanpa sadar jika satu jam ia berada di dalam mobilnya dan akhirnya mencoba kembali ke lantai teratas untuk melihat kembali unit 421 tersebut.
ia mencoba berulang kali memencet bel di pintu dari salah satu unit apartemen tersebut. hasilnya tetap nihil. tak seorang pun yang membuka pintu untuk dirinya yang telah ber jam jam menunggu mereka berdua.
"ya Allah mereka sebenarnya kemana? ". gumam Justin di hatinya yang mulai di lingkupi rasa cemas.
Justin mencoba memencet bel kembali untuk memastikan keberadaan dua D yang ia yakini jika mereka tinggal di sini. hingga akhirnya ia terpaku menatap pada dua makhluk yang ia tunggu sedari tadi kehadirannya.
Justin tersenyum senang menatap dua makhluk manis miliknya tersebut. rasa bahagia teramat sangat ia rasakan kala melihat bocah tampan yang sudah lama ia rindukan.
"My D". desisnya pelan seraya tersenyum.
...**************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.
.