
Hai readers. selamat membaca kembali ya???
"Deeee...!!??". pekik semuanya takjub saat melihat bocah tampan itu memasuki rumah, di mana seluruh anggota keluarga sedang berkumpul semua dan bersiap siap untuk merayakan ulang tahunnya Keyra itu.
"aduh cucu omaaaa.... sayaaaaang... oma kangeeeeennnn banget sama kamu". pekik Mona seraya mendekati sang cucu dan memeluknya erat.
"Dee kangen ga sama oma hmmm??". tanya Mona pada bocah itu seraya menatap gemas.
"iya Dee kangen oma". jawab Dean.
"kak Keyla". panggil Dean saat melihat sang kakak menghampirinya dengan tersenyum lebar.
"celamat uyang taun kak Keyla". ucap Dean polos.
"makasih dek. ayok sini sama kakak. kita duduk di sini aja". ajak Keyra seraya menggenggam tangan adiknya untuk mengikutinya.
Retha mempersilahkan Dean dan Keyra duduk di sebuah sofa dengan meja yang di atasnya terdapat kue ulang tahun yang di pesan khusus secara online di restoran di mana bundanya Dean itu bekerja.
"hai sayang... apa kabarnya anak ummi yang gagah ini. hmmm???". tanyanya seraya duduk di sampingnya Dean.
"baik ummmi". sahut Dean.
"bunda gimana sekarang nak?.sehat? ". tanya Retha yang ingin sekali tau akan keadaan sahabatnya itu.
"cehat ummi.. ?? ". jawab Dean.
"syukurlah. kalian berdua di sini happy happy aja kan? ". tanya Retha memastikan.
"iya ummi. Dee happy. unda juga". jawab Dean jujur.
"syukurlah kalau begitu". balas Retha seraya tersenyum.
beberapa saat kemudian....
Keyra tampak bahagia dalam balutan gaun princessnya di tambah lagi ada adiknya yang memberikan kado istimewa untuknya. semua ikut merasakan kebahagiaan itu. potongan kue di bagikan secara menyeluruh. bahkan cemilan buatan Midea atas pesanan Rendy pun turut masuk ke mulut mereka yang hadir di ulang tahun sederhana tetapi bermakna itu.
"hmm... buatan bunda ya dek? ". pekik Keyra antusias saat ia menikmati biskuit keju dan coklat yang biasa ia nikmati saat berkunjung ke rumah umminya dulu.
kala itu Keyra sering membantu bunda Jasminenya dan Dean juga ikutan dalam membuat cemilan berupa biskuit dan cookies seperti ini.
"hmmm... jadi kangen sama bunda. kakak pingin ketemu sama bunda lah dek. boleh ga ke rumah bunda habis ini?". tanya Keyra seraya terus menikmati kuenya.
Dean hanya bisa bergeming seraya menatap ke bawah.
"kok ga di jawab sih dek. boleh ga?". tanya Keyra penasaran.
"mmm.... "..gumam Dean ragu.
"jawab dong dek. kok diam aja". cetus Keyra.
"mmmm.... ".Dean masih bergumam ragu.
"ihhhh.... jawab dong... kok cuma mmmm... mmm... aja....boleh ga kakak ke rumah bunda habis ini". cetus Keyra yang mulai kesal dengan wajah yang mulai cemberut menatap pada adiknya.
Dean bergeming dalam keraguannya ia mem perhatikan orang orang dewasa yang sedang sibuk dengan ponselnya. ia menatap ke arah Rendy yang tengah asyik dengan ponselnya juga. sebenarnya ia ingin meminta pendapat pada pria muda yang ia panggil ayah itu.
"Dee tanya ayah dulu ya??". sahut Dean seraya beranjak dari duduknya.
"loh kok pigi sih dek. ga asik tau". cetus Keyra bernada protes.
"ya udah cepet sikit. pokoknya kakak mau ketemu sama unda habis ini". ketus Keyra memberi perintah pada adiknya itu.
"iya kak". sahut Dean yang langsung berlalu dari hadapan Keyra.
sementara Keyra yang di tinggal sendiri oleh adiknya itu menatap cemburu pada Dean yang banyak memiliki orang orang terpenting dalam hidupnya. hal ini sangat berbeda dengan dirinya yang hanya memiliki beberapa orang saja.
Retha yang tanpa sengaja melihat perubahan sikap dari dua ponakannya yang tadi bersikap hangat di antara keduanya lalu secara tiba tiba menjadi dingin di antara keduanya. ia pun menjadi penasaran dan langsung saja meng -hampiri Keyra saat melihat Dean beranjak dari sana dan melihat bocah tampan itu yang sedang mendekat ke arah Rendy.
"kak. kenapa?".tanya Retha yang melihat wajah ponakan cantiknya itu cemberut sembari menatap Dean yang langsung di peluk oleh ayahnya.
"kak. kok wajahnya cemberut gitu. jelek ahh. ga bagus begitu". celetuk Retha mengingat kan akan sikap ponakannya itu.
"Dee pelit ummi. masa kakak mau ketemu sama bunda aja ga di bolehin sama Dee. masa gitu aja Dee harus tanya sama ayahnya dulu". sahut Keyra menahan kesal.
Retha menarik tubuh bocah cantik itu untuk menghadap dirinya. ia tersenyum pada Keyra dan menasehati ponakannya itu.
"kak Keyra. ga boleh berfikiran jelek sama adeknya. gitu gitu Dee kan adeknya kakak satu satunya. kalau kakak kesel kesel sama adek. nanti adeknya sedih loh. nanti adeknya ga mau lagi datang ke sini". Tukas Retha memberi pengertian pada ponakannya itu.
"iya. tapi Keyra pingin ketemu sama bunda ummi??.Keyra ulang tahun hari ini tapi bunda nya ga ada. pada hal Keyra udah bela belain datang ke sini. tapi tetap aja bundanya ga ada". ucap Keyra yang semakin memelankan suaranya.
bocah cantik itu kini menunduk dalam wajah nya. sedangkan Retha yang melihat tingkah nya Keyra menjadi trenyuh hati nya.
"bukan begitu sayang. sebenarnya bunda itu lagi sakit berat dan memang lagi ga boleh di jumpai oleh siapapun. Dee ikut bunda buat jagain bunda yang lagi berobat di sini". ujar Retha yang mencoba mengarang cerita demi memberikan penjelasan pada bocah cantik itu.
"tapi kan Keyra pingin liat bunda juga meski pun cuma sebentar ummi??". jawab Keyra sendu.
"iya nak. semua yang datang ke sini mau nya bisa ketemu dengan bunda. tapi mau gimana lagi bundanya memang ga bisa di jumpai dulu sama siapapun sayang". ucap Retha yang ter paksa mengarang cerita meskipun sebagian ada yang benar adanya.
"kakak ngerti kan sekarang. makanya kenapa adek Deenya harus tanya sama ayahnya dulu. karena cuma ayahnya yang tau tentang kondisi bunda saat ini. kalau ayahnya ngijinin berarti bunda sudah mulai membaik. tapi kalau ayahnya ga ngijinin berarti kondisi bunda belum aman buat di jumpai oleh siapa pun sayang". lanjutnya kembali.
"kak?? ". panggil Retha yang melihat wajah imut yang tengah menunduk itu.
keyra menatap Retha yang tersenyum kecil padanya.
"gimana?". masih kesal sama adeknya?". tanya Retha memastikan.
Keyra terdiam sejenak.
"kaaak??. panggil Retha kembali.
"enggak lagi". sahutnya pelan seraya meng -geleng pelan.
"nah gitu dong anak ummi pinter plus baik hati lagi". puji Retha pada bocah cantik itu.
"senyum dong sayang. kan kakak masih jadi princessnya di ulang tahun kakak hari ini. masa princess cemberut sih". pinta Retha sembari berceletuk canda.
maka bocah cantik itu pun memberikan senyum terbaiknya meskipun rasa kecewa masih tersimpan di hatinya saat ini. tetapi karena umminya itu telah menasehati dirinya sehingga ia pun larut dalam suasana yang umminya ciptakan.
sementara tanpa mereka berdua tau jika Justin telah memperhatikan dua anaknya saat di mulai insiden kecil tadinya. awalnya ia ingin menegur sang Kakak yang mulai ber -sikap kesal pada adiknya, yang menyebabkan Dean pergi dari sana dan memilih untuk duduk di pangkuannya Rendy.
tetapi Retha lebih sigap dari dirinya dan mem -berikan nasehat pada putrinya dengan baik. hingga akhirnya insiden kecil seperti tadi bisa terlewati dengan baik. meski pun ia tau jika Keyranya masih menyimpan rasa kecewa di hatinya.
Yok ke next chapter ya reader..
...****************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.