
Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.
"siapa yang kalian cintai sebenarnya?". Midea Hasxander atau Jasminka orchidea???. tanya Midea kembali dengan tenggorokannya yang tercekat.
rasa nyeri ia rasakan di hati saat ini saat teringat bagaimana orang orang membenci nya, memandang rendah dirinya terutama Justin dan seluruh keluarga Kehl Ardiansyah yang tak pernah menganggapnya sebagai bagian dari keluarga tersebut.
Midea memandang Justin yang masih terdiam terpaku dengan pandangannya yang menunduk. sedangkan Justin sendiri masih bingung harus menjawab apa lantaran yang ia hadapi saat ini adalah memang seorang wanita yang memiliki dua nama, dua karakter yang berbeda.
hanya saja untuk seorang Jasmine. Justin memang belum sekalipun mengenal sifat dan karakternya. karena memang perjumpaannya dengan Jasmine hanya sesaat itu pun di saat mendesak. bahkan ia mengenal sedikit karakter dari gadis itu melalui orang orang terdekat dari gadis itu.
sedangkan untuk Midea sendiri, ia memang mengenali wanita itu luar dalam kurun waktu enam tahun terakhir ini. tapi bukankah itu sama saja, baik Jasmine dan Midea adalah satu orang yang sama. yang sama sama memiliki garis keturunan yang sama. Dna yang sama. lalu apanya yang yang harus di jawab.
"jawab Justin. kenapa cuma diam?".desak Midea kepada pria itu untuk menjawab pertanyaannya.
"tolong jangan sentimentil De. ga ada yang perlu di jawab De..karena baik Dea atau pun Jasmine itu sama saja. itu kamu juga". jelas Justin.
"cih. oh ya?. kalau memang sama kenapa kamu mengabaikan aku di saat aku butuh seseorang sebagai sandaran hidupku ketika aku kehilangan semuanya!". pekik Midea
"kenapa?".
"cukup Jasmine. cukup Midea. baik kamu atau Jasmine itu sama aja. ga ada yang berbeda aku tetap mencintai keduanya. aku tetap menerima kamu meskipun kamu Dea". jawab Justin meragu.
ia ragu bukan karena tak menyayangi kedua nya. hanya saja ia ragu apakah jawaban tersebut sudah tepat atau belum.
Dea tersenyum miring saat melihat keraguan di mata pria itu. rasa sesak di dadanya serasa menghimpitnya saat ini. Dea mencoba mengatur kembali nafasnya dengan cara menariknya lebih dalam.
"sudah kuduga. kamu bohong Justin. kamu memang ga pernah menganggap aku di hidup mu. kamu mendekatiku hanya karena Dee".Midea membathin seraya terus menatap ke manik biru itu.
"baik. mulai sekarang menjauhlah seperti perjanjian kita malam itu. karena jika aku Jasmine maka Jasmine tidak mengenal Justin". ucap Midea pelan tetapi terdengar lantang di telinganya Justin.
"Midea". desisnya dengan pupil netra yang melebar.
Rasa nyeri di hati mulai menjalar di kepala nya. saat ini ia mulai merasa kan sakit di kepalanya kembali. tak ingin lama lama berdiri di sini dan berdebat dengan pria itu sampai pagi akhirnya ia putuskan untuk membuka pintu dapur dan mempersilahkan Justin untuk keluar dari situ.
"pulanglah Justin. aku ga akan berdebat lagi sama kamu. aku capek". titah Dea datar tanpa melihat pria yang sedang menatapnya dalam.
Justin mencoba membaca isi fikiran dari mantan istrinya itu melalui netra hitam pekat itu, akan tetapi seorang Midea terlalu angkuh untuk ia hadapi saat ini. wajah manis nan cantik itu tak sedikit pun mau menoleh kepada dirinya saat ini.
Justin memilih untuk mengalah pada wanita yang kini tengah mengalami emosional tak menentu itu. ia memilih keluar dari dapur tersebut lalu menyusul Keyra di ruang bermain. Justin memeluk dan mencium Dean sebentar dan berpamitan pada putranya lalu mengajak putrinya untuk pulang kembali ke Mdn malam ini juga.
"kok kita pulang lagi ke Mdn. memangnya kita ga tinggal disini aja? ". protes Keyra.
"ga sayang. malam ini kita harus pulang". sahut Justin seraya melirik Midea yang kini sedang berdiri di depan pintu.
Midea mendengar apa yang di katakan Justin dan putri angkatnya itu. ia pun mendekati Keyra lalu mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh gadis kecil itu.
"kak. malam ini kakak temani Daddy pulang ke Mdn ya?. besok besok kakak ke sini lagi" ujar Midea lembut.
"tapi bunda bukannya kakak harus nemenin bunda sama adek di sini karena kakak kan anak yang paling tua dalam keluarga". ujar Keyra polos tetapi bernada bantahan terhadap apa yang di titahkan Midea padanya.
Justin tersenyum kecil menanggapi jawaban Keyra yang polos tersebut. ternyata putri kecil nya itu masih ingat akan pesannya semalam sedangkan Dea begitu terhenyak saat gadis kecil itu mengucapkan kata kata yang jarang di ucapkan oleh anak seusia Keyra kecuali anak tersebut di ajari oleh seseorang yang lebih dewasa dari gadis kecil yang ada di hadapanya kini.
Dea melirik Justin sekilas dan menduga pasti lah kata kata tersebut berasal dari mulut pria itu yang sengaja di ajarkan pada anaknya yang masih polos. mengingat ayah dan anak itu menginap di sini tanpa se ijin darinya.
Midea menghela nafasnya sesaat lalu berkata pada gadis kecil itu.
"karena besok Daddy harus kerja makanya Daddy harus pulang ke Mdn malam ini. jadi kakak yang harus nemenin Daddy di sana. karena bunda juga kerja di sini. jadi tugas adek Dee yang nemenin bunda di sini".
Midea bergeming sesaat untuk memikirkan jawaban atas apa yang di tanyakan Keyra saat ini. lalu ia tersenyum kepada Keyra seraya merapikan poni rambut gadis kecil itu
"kak. terkadang ga semua yang kita rencana kan sesuai dengan kenyataan yang kita jalan kan. karena yang punya hak atas takdir hidup kita itu Allah". Ujar Midea yang langsung mengeluarkan statementnya yang sebenar nya lebih pantas untuk di perdengarkan pada anak anak remaja dan manja.
sontak hal ini membuat Justin terdengar kaget akan statement dari Dea tersebut . Keyra bukanlah anak manja dan juga belum remaja. jadi untuk mendapatkan apa yang dia inginkan saat ini masih batas wajar sebagai anak yang berusia seperti Keyra.
ia menatap wanita itu berang. sementara Midea melanjutkan kata katanya kembali.
"Allah yang mengatur semuanya. mungkin bunda bisa pindah sekarang tapi kalau bunda pindah kerja tanpa ada yang menggantikan posisi bunda di perusahaan. perusahaan di tempat bunda bekerja yah sudah pasti akan kekurangan orang dan mereka pasti bakalan kewalahan. kalau udah gitu mereka pasti kecapekan lalu sakit. terus kalau ada yang sakit siapa yang bekerja? "ucap Midea yang mencoba memberikan pengertian pada Keyra.
"jadi kakak doa kan aja ya supaya nantinya bunda bisa main main ke rumah kakak kalau bunda sama adek punya waktu".ucap Dea yang mencoba memberikan sedikit harapan pada gadis kecil itu.
"ya bunda. kalau gitu kakak ikut Daddy pulang ke Mdn lah ikut". sahut Keyra.
"iya sayang. kakak hati hati ya". ucap Midea seraya mencium kedua pipi chubby itu.
sedangkan Justin kembali memeluk sang putra seraya juga ikut mencium kedua pipi tembem itu.
"Daddy pulang dulu ya Dee. besok kita main lagi". pamitnya pada putranya itu.
Dean hanya menanggapinya dengan anggukan.
Midea mengantar Keyra hingga di depan pintu apartemen. ia berdiri menunggu Justin untuk melepaskan anaknya. ia melirik ke Keyra sebentar lalu beralih ke Justin dan Dean.
Justin melangkah keluar ke pintu. sesampai nya di hadapan Dea yang sedang memegang gagang pintu. pria itu membisikkan sebuah kalimat di telinga wanita itu.
"sadis kamu Dea. bisa bisa nya kamu me- ngucakan kalimat seperti itu pada Keyra yang tidak tau apa apa soal hidup".
"aku hanya mengajarkan padanya bahwa hidup tak selalu mendapatkan apa yang kita mau". cibir Dea untuk pria itu.
Justin dan Dea saling bersitatap sesaat dengan sorot netra yang masing masing tajam dan menantang. hingga keduanya sadar saat Keyra memanggil Justin. Justin keluar dari apartemen tersebut dengan wajah masam tanpa seulas senyum sedikit pun untuk Midea.
Justin hanya tersenyum pada Dean saat bocah tampan itu melambaikan tangannya pada Keyra dan Justin. begitu pun Midea, ia hanya tersenyum pada Keyra saat gadis kecil itu melambaikan tangan padanya dan mengucap kan kalimat pamit pada wanita yang di panggil bunda oleh kedua bocah tersebut.
kini mantan pasangan suami istri itu saling diam dan sepertinya genderang perang dingin sudah di tabuhkan oleh Midea sendiri semenjak wanita itu mengusir Justin.
...**************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.