My D you are the first for me

My D you are the first for me
pagi ini



Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉.


Justin terjaga di kala fajar tiba. pagi ini ia berencana akan menjenguk Dean di rumah sakit kembali tanpa sepengetahuan Midea.


Justin hanya memesan sarapan ala kadarnya berupa roti dan kopi yang ia pesan saat ini di restoran yang terlihat masih sepi.


Alma yang sedari subuh telah hadir di dalam dapur Restoran untuk membereskan segala hal mengenai pekerjaannya pagi ini sebelum ia menyerahkan tanggung jawabnya pada Qanita, temannya.


Alma melihat seorang tamu hotel datang membelakangi ruang dapur yang menghadap ke taman hotel sedang duduk sendirian menatap pada layar ponselnya.


Alma memperhatikan warna kulit dan rambut pria yang ia perhatikan secara diam diam itu.


"sepertinyo orang luar negaro nyo". pikirnya.


lalu ia mlihat ke seluruhan makanan yang sedang di masak di atas kompor yang sedang menyala dengan api yang berlainan suhunya.


lalu pandanganya berhenti pada sebuah teko yang berisi kopi serta beberapa roti yang baru saja di keluarkan dari alat pemanggangnya. akhirnya Alma berinisiatif menyajikan roti dan kopi pada pria yang sedang asyik dengan ponselnya.


"suguhkan menu yang ado untuk Pelanggan pertamo kito pagi ini". titahnya pada salah satu karyawannya yang mengerti bahasa inggris.


"bilang sajo ini free untuk pagi ini". tambah nya.


"iyo bundo". jawab karyawan tersebut.


pelayan resto tersebut pun membawa nampan yang berisi segelas kopi hitam dan juga roti hangat yang berisi sayuran yang telah di bumbui sebelum proses ke oven.


"good morning sir". sapa pelayan tersebut ramah.


"morning too". balas Justin menatap pelayan yang ada di sampingnya dengan nampan yang berisi beberapa potong roti dan kopi asli.


"Sir. here is your breakfast from our restaurant. and it's free for our first customer in this morning" ( pak. ini sarapan anda dari restoran kami. dan ini gratis untuk pelanggan pertama kami pagi ini)". ucap pelayan Resto itu dengan jelas.


"hah?. are you sure?(apa anda yakin?)" tanya Justin menatap tak percaya pada pelayan tersebut lalu beralih ke nampan yang berisi makanan dan minuman yang tercium begitu harum.


"of course sir. ( tentu saja pak)".sahut pelayan itu meyakinkan Justin.


"please enjoy our simple dishes sir." ( silahkan di nikmati hidangan sederhana dari kami pak )". ucap pelayan tersebut seraya meletakkan kopi dan rotinya di atas meja makan Justin.


"thank you so much". ucap Justin tulus.


"you are welcome sir". balas pelayan tersebut sambil pamit dan berlalu dari situ.


Justin menghirup aroma kopi asli nan free di pagi hari yang berseri seri itu. meskipun ada rasa yang mengganjal di hati mengingat sang buah hati. apa lagi kisah idamnya Midea yang tak pernah ia tau sama sekali saat wanita itu hamil anaknya.


setelah menyeruput kopinya. ia pun mencoba mencicipi gurihnya roti yang berisi sayur yang terasa lezat di lidahnya pagi. saat ia asik mengunyah serta berbalas pesan chat yang berhubungan dengan pekerjaannya tiba tiba telinganya mendengar suara seorang wanita yang menyebut nama "Midea Jasmine" dalam panggilan ponsel dari wanita tersebut.


Justin menghentikan kunyahan rotinya agar bisa lebih mendengar lebih jelas apa yang di katakan oleh wanita itu.


"iyo Midea Jasmine bundanya Dee yang baik budi. tak usah awak risaukan soal Dee. tadi ambo sudah menelpon susternyo untuk menjagakan si Dee sebentar setelah nanti pergantian sip nyo" ujar Alma.


"pulang dulu sajo pagi ini sebentar nak. istirahatlah sebentar di rumah. indak lama lagi mama tibo ke rumah sakit setelah selesai memasak untuk awak. nanti mama yang jagakan Dee di rumah sakit".ujar Alma yang menasehati putrinya untuk pulang terlebih dahulu setelah putri angkatnya itu tak pulang pulang ke rumah semenjak Dean di bawa rawat ke rumah sakit.


Justin terus mencuri dengar percakapan ponselnya dari wanita yang selama ini yang berada dekat tinggal dengan Dea. ia menarik sudut bibirnya saat mendengar kepatuhan Midea pada wanita yang hingga kini Justin belum mengenal betul wanita paruh baya itu.


tak butuh waktu lama Justin menuntaskan sarapannya ala kadar nya berupa roti dan juga kopinya yang ia dapatkan secara gratis. yang Justin yakini karena atas kemurahan hati sang pemilik restoran pagi ini dengan dalih karena dirinya seorang pelanggan di pagi hari.


akhirnya Justin tiba di sebuah koridor rumah sakit di mana kamar rawat inap putranya berada. Justin menunggu sejenak di sudut koridor berharap Midea keluar pagi ini seperti yang ia dengar dari wanita yang menelpon tadi pagi yang menyarankan Midea untuk pulang dan beristirahat sejenak di rumah.


Midea akan bertukar jaga dengan seorang wanita paruh baya yang di panggil nenek oleh Dean setelah mematuhi saran dari wanita yang ia dengar percakapannya dengam Midea.


Justin menunggu beberapa saat untuk bisa masuk ke ruang rawat inap anaknya yang kini sudah di masuki seorang perawat jaga.


tuas pintu terlihat di buka dari dalam. Justin melihat perawat tersebut keluar bersamaan dengan Midea yang juga keluar dari kamarnya Dean dengan tas sedang yang berada di tangannya saat ini.


Justin melihat wanita itu sedang mengetik kan sesuatu di ponselnya. mungkin ia mem -beritahukan pada wanita yang menelpon nya tadi jika Midea akan pulang sekarang. Justin berspekulasi terhadap apa yang di lihatnya saat ini.


Justin menarik sudut bibirnya seraya terus memperhatikan Midea yang kini mulai ber -pamitan pada perawat jaga yang baru saja datang bertukar sift jaga dengan perawat yang mendapatkan sift malam tadi.


Justin segera mencari tempat atau ruangan lain untuk bisa menyembunyikan tubuh kekar nya yang tersembunyi di balik kemejanya agar tidak di ketahui oleh Midea jika ia ada di sini saat ini. jika sekalinya ia ketahuan oleh Dea, maka seluruh rencananya akan Berantakan.


"aish di mana sih tempat yang aman. mana semua pintu ruangan dekat sini di kunci lagi".gerutu Justin yang mulai panik saat tubuh proporsional itu berjalan pelan ke arahnya dengan sesekali netranya melihat ke arah belakang di mana kamar putra mereka di rawat.


Semakin wanita itu berjalan lesu mendekati ke arahnya dengan raut wajahnya yang terlihat lelah karena mungkin efek dari kurang tidur maka semakin membuat Justin semakin panik karena tak satu pun pintu ruangan yang berada dekat dengannya terbuka.


'akh sialan. kenapa harus begini sih pagi pagi udah di buat akunya kesal". gerutu Justin sembari mencari pintu yang masih bisa ia buka.


akan tetapi nasib baik tak berpihak padanya tak satu pun pintu yang mau terbuka untuk nya. akhirnya Justin berinisiatif menaiki beberapa anak tangga yang ada di hadapan nya dan menyembunyikan tubuhnya di sana untuk beberapa saat sampai Midea melewati dirinya yang masih terdiam berdiri di anak tangga.


ia membungkukkan tubuhnya seraya menuruni satu anak tangga untuk mengintip mantan istrinya yang berhenti tak jauh dari anak tangga yang di pijaki Justin saat ini.


"akh sialan lagi. kenapa dianya berhenti di situ sih". gerutunya kembali saat melihat Midea seperti mengenduskan sesuatu dan mem -perhatikan di sekelilingnya.


Justin pun buru buru menaiki anak tangga lebih jauh lagi hingga kini ia resmi berada di lantai dua dari rumah sakit tersebut, di lantai dua yang terlihat sepi dan tak ada orang satu pun yang berada di ruangan tersebut.


Justin berdiam di situ sesaat hingga ia mencoba kembali turun secara perlahan dan mengintip Midea untuk kedua kalinya yang mulai berjalan menjauh dari tempat di mana Justin bersembunyi.


Justin kini bisa bernafas lega saat ini lantaran Dea sudah menghilang dari hadapannya saat wanita itu berbelok ke arah luar pintu rumah sakit.


Justin pun dengan segera melangkah men -dekati kamar sang anak yang baru saja selesai di bersihkan lantainya oleh seorang petugas kebersihan.


ia segera melenggang masuk tanpa di ketahui oleh siapapun saat ini di karenakan jadwal sibuk petugas yang di haruskan membuat laporan harian pagi ini juga.


"Dee???". pekiknya senang saat sudah berada di dalam kamar anaknya.


"Daddy??? "..seru Dean yang marasa surprise akan kehadiran sang Daddy pagi ini.


Lanjut ke next chapter ya readers. stay cool ya Readers


...****************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,pp vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


Ig Hazhilka


youtubenya Hazhilka279


Https://hazhilka279.blogspot.com/2023/02/


Terima kasih.