My D you are the first for me

My D you are the first for me
bertemu papa



#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉.


Sagita mendengarkan keluhan Midea selama berumah tangga dengan Justin, abang sepupunya itu. meskipun sebelumnya Sagita mencoba menasehati tentang pernikahannya dengan Justin agar bisa di pertahankan demi anak mereka saat ini.


akan tetapi karena rasa sakit yang di derita oleh Midea selama ini membuat wanita itu bertekad menggugat cerai Justin.


akhirnya tanpa berniat berfikir ulang Midea menandatangi sebuah surat yang Gita persiapkan saat itu juga untuk melawan Justin di pengadilan agama nantinya.


"apa kamu siap dan yakin Mi? ". tanya Sagita memastikan kliennya itu.


"ya Git. aku siap lahir dan bathin. aku ingin bebas tanpa harus di ikuti oleh bayangan rumah tangga dengan Justin". Midea mantap.


"oke. nanti saat kalian mendapatkan surat dari pengadilan kamu harus datang ya Mi. jika Justin tidak hadir tiga kali maka perceraian kalian akan berlangsung lebih cepat". ujar Sagita menjelaskan pada ibu satu anak itu.


"akan tetapi selama sidang berlangsung dan Justin selalu hadir setiap kali sidang dan ia mengikuti seluruh rangkaian dari prosedur sidang yang di jalani nya dan berusaha untuk rujuk setiap kali kalian melakukan mediasi. apakah kamu akan bimbang Mi? ". tanya Sagita kembali untuk memastikan keyakinan kliennya itu.


sebab bukannya tidak mungkin setiap kali ada pasangan yang menuntut cerai di pengadilan melalui jasanya. pasangan tersebut akan mengenang kisah mereka dalam mengarungi biduk rumah tangga dan biasanya keduanya luluh kembali dan memutuskan untuk rujuk kembali.


Midea bergeming. fikirannya menerawang ke masa awal awal ia menikah dengan Justin. saat itu tak ada pesta hanya ijab kabul yang terpaksa di jalani Justin karena dirinya. hingga setahun - dua tahun pernikahan yang ia jalani memang tak pernah ada kesan kebahagiaan yang ia dapatkan semua hanya kekecewaan semata.


hanya satu malam yang benar benar ia rasakan kebahagiaan meskipun akhirnya ia di kecewakan.


"Mi". panggil Sagita pelan saat melihat Dea bergeming dan hanya menatap pada satu fokus.


"tidak. tidak Git. aku ga akan bimbang di tengah jalan karena tekadku sudah bulat. aku akan tetap di jalanku sendiri. meminta cerai pada Justin serta menuntut hak asuh anak ku kembali". ujar Midea mantap.


"baik Mi. aku akan membantumu dan berusaha sebaik mungkin". ujar Sagita seraya tersenyum kecil.


lalu Sagita mengajak Dea ke sebuah tempat yang pastinya sebuah tempat yang amat di sukai oleh Dean pastinya.


"kafenya papa Aljun unda". pekik Dean saat mobilnya Sagita berbelok memasuki parkiran kafenya Arjun.


"iya sayang. kita makan masakannya papa Arjun. Dee pasti kangen kan? ". tanya Sagita pada bocah itu.


"iya tante. Dee mau ketemu papa". ucap Dean polos.


lalu ketiganya masuk dan menyapa sang kasir dan memesan menu spesial buatan bossnya.


"ada kan? ". tanya Sagita pada kasir tersebut.


"oke kak. tuh orangnya lagi di dalam. lagi buatin yang punya orderan online". ujar si kasir.


"om Dee boyeh macuk ga? ". biacanya Dee boyeh macuk bantuin papa. unda juga. unda yok macuk cini aja". ajak Dean seraya menarik lengan sang bunda.


"jangan Dee. untuk hari ini kita ga boleh ganggu papa dulu. papanya lagi repot. tuh liat tuh. ooopps... ". ujar Dea seraya mengangkat tubuh gembul itu ke dalam gendongannya.


Dea membawa Dean mengintip dari celah celah jendela kaca yang di belakang kasir.


"papa". pekik Dean saat melihat Arjun mengambil sebuah botol bumbu di rak dapur yang menghadap ke jendela kaca yang di belakang kasir.


"papa". pekik Dean lebih kencang.


sementara Arjun yang mendengar samar suara anak anak yang ia kenal dan terdengar akrab di telinganya mencoba menelisik kembali suara samar tersebut. hingga sebuah panggilan yang sering di tujukan padanya oleh seorang bocah yang sering di ajaknya kemari setiap Retha atau Rendy datang ketika sang bundanya sedang sibuk di kampusnya terdengar jelas di telinganya kembali.


"paaapaaaa".


Arjun menoleh ke titik sumber suara di mana berdiri seorang bocah yang sedang melambai kepadanya dengan kedua tangan mungilnya.


"paaapaaa".


Arjun tersenyum lebar dengan rasa bahagia melingkupi hatinya. ia buru buru melepas celemeknya dan melempar asal ke atas meja dapur dan meminta pada asisten kokinya untuk melanjutkan masakannya saat ini.


"Dee".pekiknya senang seraya berjalan keluar dari dapur.


Arjun langsung menyambar tubuh gembul itu dari gendongan Dea saat bocah tampan itu memintanya untuk menggendongnya.


"tadi sama unda". ujar Dean dengan senyum nya yang termanis.


"mmmm.... papa tu kangen kali sama kau nak. tengok kau sekarang ilang sedihnya papa". ujar Arjun seraya menimang nimang Dean di gendongannya.


"Dee juga kangen sama papa. Dee udah ke sini. udah ke sana tapi papa ga ada. Dee pigi ke tempat laen Deh". celoteh Dean polos.


"oh ya. aduh maaf ya sayang. papa nyesal deh ga ketemu Dee waktu itu. om Ravi cerita kalau Dee lama ya di sini?". tanya Arjun basa basi yang sebenarnya ia sudah tau dari ceritanya Ravi.


"iya. Dee masaknya sama bunda dan oom oom. tapi Sebenarnya Dee pingin sama papa". ujar Dean polos.


"oiya. aduh sayangnya anak papa. sekarang kita masak. Dee mau? ". tanya Arjun.


'mau... Dee.. mau". sahut Dean sembari mengangguk.


"oke". sahut Arjjun.


"hai Mi apa kabar?".sapa Arjun pada Dea.


"baik Jun". sahut Dea.


"maaf ya waktu itu aku ga ada di tempat saat kamu kemari. karena aku keluar kota". Arjun menyampaikan rasa penyesalannya.


"ga apa Jun. lagian waktu itu Ravi udah jelasin ke aku kok. kalau kamu lagi ada acara di sana". sahut Dean.


"kita ke dalam yuk? ". ajak Arjun kepada Dea dan Gita sembari masih terus menggendong Dean masuk ke dapur.


sementara dari sudut kafe ada sepasang mata pria paruh baya yang sedang terus memperhatikan mereka sedari tadi. netra pria itu tak luput dari wajah manis milik Dea yang tak lain adalah putrinya yang menghilang lebih dari sebulan ini.


Dialah Jason Archidean ayah kandung dari Jasminka orchidea yang sebenarnya hasil dari pernikahannya yang pertama dengan Naminka.


Jason memandang sendu pada wanita yang sedari awal tak pernah menganggap dirinya ada meskipun ia telah menjelaskan jika diri nya adalah ayah kandungnya. tetapi hingga kini putrinya itu tak pernah sekalipun memberi nya sebuah senyuman apa lagi menyapa dirinya atau pun memanggilnya dengan sebutan papa.


Jason singgah di kafenya Arjun sekitar lima belas menit yang lalu karena merasa lelah setelah berputar putar mencari informasi terkait putri nya yang menghilang lagi saat berhasil kabur dari keluarga Justin ketika mereka sekeluarga berkumpul di Aussie.


sudah lebih dari sepuluh menit Jason menunggu waktu yang tepat untuk menyapa putrinya yang tertinggal satu satunya itu dan ingin mengajaknya kembali pulang untuk berkumpul bersama dengan keluarganya.


akan tetapi Jason ragu untuk memulainya lantaran ia takut jika putrinya itu akan kabur lagi jika melihat dirinya.


"ya Allah serba salah jadinya". keluh Jason di hatinya seraya menatap punggung Midea yang menghilang di balik pintu dapur kafe.


Jason mengambil ponselnya dan berniat mengabari Justin jika anak dan istrinya ada di sini. tetapi ia urungkan. Jason ingin berbicara dari hati ke hati dengan putrinya itu meskipun ia harus menunggu lebih lama lagi hingga mereka keluar dari dapur kafe tersebut.


...**************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.


.