My D you are the first for me

My D you are the first for me
fighting



Hai readers I am coming back. Selamat membaca kembali..semoga happy...


Justin dan Satria mengernyitkan dahinya saat melihat seseorang keluar dari salah satu kamar hotel yang tak begitu jauh dari mereka berdiri saat ini. mereka memperhatikan seorang wanita yang menutupi tubuhnya dengan berbalut selimut putih berjalan terseok Seok tanpa memperhatikan apa pun yang ada di sekitarnya.


entah apa yang ada di pikiran wanita tersebut. baik Justin dan Satria mencoba mencari tau soal apa yang terjadi di dalam kamar yang baru saja wanita itu keluar dari sana.


mereka berdua terhenyak kaget saat melihat seorang pria keluar dari kamar itu sembari memegang keningnya yang sedikit mengeluar kan darah dengan langkah terseok-seok menyusul wanita yang ada di hadapannya.


"oi ******!. berhenti kau sekarang!. dasar l.nt. kau ya!. sok munafik kau!. teriak pria yang menyusul wanita tersebut sembari terus menggerutu dalam langkahnya.


Justin yang mendengar kata kata maki dari mulut pria itu pada wanita yang terus berjalan tertatih tatih tanpa memperdulikan pria yang meneriakinya lagi seketika mengepal erat kedua tangannya sembari menyusul pria yang menurut Justin adalah pria bajingan yang memanfaatkan kelemahan wanita.


Justin mengikuti langkah pria yang mengikuti wanita yang ada di hadapannya sementara Satria memilih masuk ke kamar tadi untuk memeriksa apa yang telah terjadi di kamar tersebut.


"berhenti kau ******". teriak pria itu.


Justin semakin mempercepat langkahnya saat melihat wanita itu hampir mendekati kaca jendela besar dan bahkan mentok di ujung lorong dari koridor ini.


"hahaha...mampus kau ******. mau kemana lagi Hah?" umpat pria itu yang terdengar lantang di telinga nya Justin.


dari kejauhan Justin melihat wanita malang itu berusaha untuk keluar dari sana dengan memecahkan kaca jendela yang berada di ujung koridor hotel tersebut dengan salah satu pot keramik yang terletak di sudut koridor tersebut. lalu melempar kan pot yang ada di tangan nya kepada pria tersebut. lalu pot yang satunya ke arah pria yang sama.


Justin memang berniat menolong wanita malang itu dengan mendekati pria itu agar berhenti mengganggu wanita yang mencoba mengambil ancang ancang untuk meloncat keluar dari gedung ini dan Betapa kagetnya ia saat melihat sekilas wajah yang di pikirnya selama ini ada di dalam kamar tidurnya dan sedang bermimpi indah. nyatanya..


"Midea.......!!!". pekiknya seraya berlari cepat melewati pria yang berjalan sempoyongan itu untuk menangkap tubuh yang di balut selimut putih itu.


"Mideaaaaaa...."teriakan Justin menggempar kan seisi lorong di lantai teratas hotel mewah tersebut.


tak perduli pada pria paruh baya yang juga ikut memaki dirinya lantaran mendorong pria bangsat itu ke samping karena dianggap menghalangi jalannya Justin yang segera mencegah tindakan Midea yang nekat ingin terjun bebas dari tingkat tertinggi di gedung ini.


seketika bayangan Midea dengan tubuh bersimbah darah saat insiden di gudang KBC cabang Bdg miliknya membuat Justin semakin mempercepat langkahnya berlari untuk meraih tubuh Mideap yang sudah berada di atas kusen jendela yang langsung ia berfikir bahwa wanita itu pastilah nekat akan menjatuhkan dirinya di sana.


"Mideaaaa...Jangan !!. pekik Justin yang langsung meraih tubuh ramping itu dan jatuh ke dalam pelukannya.


kini keduanya terhempas ke lantai dengan posisi Midea yang berada di atas tubuh Justin. Midea tak mampu mengendalikan diri nya lagi. tubuhnya meminta untuk di sentuh saat itu juga.


"Justin". desisnya memanggil nama pria yang tiba tiba ada di hadapannya dengan nafas yang tak mampu di atur dengan tenang lagi.


"akh..akhk". pekiknya nya menahan hasrat nya yang semakin kuat.


ia meraih tangan Justin agar memeluknya lebih erat sementara bibirnya Midea mengabsen setiap lekuk wajah dan lehernya Justin.


mendapatkan serangan seperti ini secara tiba tiba apa lagi Justin sendiri sudah lama menginginkan sentuhan sentuhan seperti ini dari seorang wanita yang ia mau membuat dirinya hanya pasrah saat Midea mulai semakin liar meraba dan mencubit gemas tubuhnya Justin.


sementara Satria dan Retha yang tadinya juga mendengarkan teriakan Justin saat menyebut kan nama seseorang segera menyusul abang sepupu nya itu untuk mencari tau apa yang terjadi sekarang ini begitu terhenyak dan kedua nya hanya bisa mematung melihat pemandangan seperti ini.


sedangkan pria paruh baya yang tak terima jika mangsanya jatuh ke tangan orang lain dengan segera mendekati mereka berdua lalu menjambak rambut Midea sembari berteriak


lalu mencoba menggeret Midea dengan jambakan di rambut wanita itu untuk kembali ke dalam kamar yang tadi. tetapi belum sempat ia melakukan hal tersebut. tangan kekarnya Justin menggenggam kuat kuat lengan pria itu dengan tatapan nyalang.


Justin merasakan sakit di hatinya saat segala sumpah serapah keluar dari mulut kotornya untuk wanita yang coba ia lindungi selama ini. belum lagi perlakuan kasar yang di terima Midea barusan di depan matanya. seiring gemerutuk giginya ia semakin kuat meremas lengan pria yang masih menjambak rambut nya Midea.


sementara Midea sendiri yang lebih banyak di kuasai nafsu yang menggelora tak begitu merasakan apa yang terjadi di kulit kepalanya. baginya itu hanya secuil rasa sakit yang ia rasakan di bandingkan saat ia harus di lepas kan pergumulannya dengan Justin barusan.


"akh..akh...".erangnya sembari meraih tubuh nya Justin untuk mendekap padanya.


mendengar erangannya Midea membuat darah Justin semakin mendidih. lalu ia segera bangun dari sana dan mendaratkan satu Bogeman mentah ke wajah pria paruh baya itu.


"akh". jeritan kesakitan keluar dari mulut pria tersebut.


belum cukup puas ia memukul pria itu. Justin kembali melayang kan pukulan ke rahang pria itu. rasa marah lebih mendominasi dirinya saat ini kala teringat bagaimana perlakuan kasar pria ini pada ibu dari anaknya itu.


mendapatkan serangan dari Justin tentu saja pria tersebut melakukan perlawanan dan pastinya ia tak akan mau kalah dari Justin yang tiba-tiba datang menghalangi rencana nya.


sementara Satria mencoba melerai keduanya


sedangkan Retha mencoba menolong Dea dengan segera membawanya pergi dari sana demi menyelamatkan harga diri Midea yang telah di kuasai hasrat yang membuncah hebat.


"panas...akh..panas..". teriaknya seraya membuka kain yang tersisa yang melekat di tubuhnya.


"bang!!". panggilnya pada dua pria entah itu suaminya atau pun Abang sepupunya agar keduanya lebih fokus membantu Midea saat ini dari pada harus mengurusi pria brengsek itu.


"aaakkh...panaaaassss". teriak Midea merasa frustasi saat tak menemukan apa pun yang bisa ia jadikan pelampiasan nya.


"baaaaang...tolong..".pekik Retha pada kedua nya.


baik Midea maupun Retha saat ini sama - sama sedang berjuang melawan sesuatu yang nantinya bisa membuat seluruh keluarga malu.


"aaaakh.. astagfirullah ". pekik tiga wanita saat melihat kejadian mengerikan yang sedang berlangsung di depan mata mereka.


yok ke next chapter ya reader.


...****************...


hai readers singgah ke novel baruku dong



****************


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.