
#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉
"pakai sandal ini aja My D". ucap pria itu di telinganya Midea.
beberapa jam sebelumnya.....
Indra dan Satria tiba lebih awal di tempat pesta bersama istri istri mereka. mereka di sambut baik di sana.
"selamat datang pak Indra, pak Satria. silahkan mengambil tempat yang sudah di sediakan untuk bapak". sambut seorang karyawan yang bertugas menyambut tamu.
"pak Andra mana?". tanya Indra seraya memperhatikan sekitar.
"pulang sebentar pak. buat ganti baju. sekalian jemput ibu. mungkin sebentar lagi datang pak. soalnya sedari pagi hingga sore beliau di sini bermain main sama karyawan dan juga anak anak pak". ujar karyawan tersebut menjelaskan kegiatan mereka hari ini.
Indra pun manggut manggut. lalu mengajak sang istri masuk ke dalam. mereka berempat menempati tempat duduk yang telah di sediakan khusus untuk mereka.
saat Indra berbincang bincang dengan para tamu yang lain, seketika ia melihat sosok wanita yang sedang di cari oleh sahabatnya selama ini. Indra memperhatikan kembali sosok wanita yang di cari oleh sahabatnya itu.
lalu Indra pamit pada istrinya dan juga Satria.
"abang permisi bentar ya". pamit Indra pada yang lainnya juga.
ia melangkah untuk mendekati wanita yang sedang menjelaskan beberapa produk dari Pt Airlangga kepada tamu yang datang dengan jarak beberapa meter saja dari wanita itu.
ia terus memperhatikan wanita tersebut dengan seksama seraya mengambil ponsel dari saku jasnya lalu menekan ke sebuah nomor yang berhak ia beri tahu tentang kabar baik tersebut.
...----------------...
Justin segera bersiap menuju mobil sport mewahnya yang bertengger rapi di parkiran apartemen khusus Vvip miliknya. kali ini ia memilih menyetir sendiri ke daerah lembab tersebut.
untungnya suasana di jalan sedikit lengang sehingga jarak tempuh yang sedikit lama jika menggunakan mobil biasa menjadi lebih singkat saat Justin menyetir dengan menggunakan mobil sport mewah miliknya yang jarang ia gunakan jika bukan karena urusan mendadak atau pun yang berurusan dengan waktu yang ingin cepat tiba di tempat tujuan seperti hari ini.
jika Justin mau ia bisa saja menggunakan helikopternya untuk menempuh jarak yang lebih singkat lagi dari pada harus capek capek menyetir seperti ini. akan tetapi entah kenapa malam ini ia ingin sekali menyetir sendirian untuk menghilangkan rasa stress dan lelahnya akan memikirkan dua D yang telah menghilang lebih dari sebulan yang lalu.
meskipun simpang siur berita yang di dapat kan jika mereka berdua pernah terlihat di kota lembab yang akan di datangi Justin kali ini. tetapi tetap saja jejak dua orang yang menjadi bagian terpenting dalam hidupnya kini tidak di temukan sama sekali.
mereka seperti bias cahaya pelangi yang terkadang bisa terlihat terang di antara awan dan langit. akan tetapi bisa menghilang secara tiba tiba di saat kita ingin mencari ujung keberadaannya.
Justin telah menghabiskan waktu sekitar setengah jam dalam mengendarai dari waktu selepas maghrib yang telah di tentukan. dan kini waktu telah menunjukkan hampir sedikit lagi mendekati waktu isya. ia sedikit dalam menekan pedal gasnya untuk menambah kecepatan pada mobilnya agar bisa tiba lebih cepat ke tujuan. mengingat jika Satria dan Indra sudah tiba di kota tersebut dari satu jam yang lalu.
beberapa menit kemudian. suara dering telpon pada ponselnya yang sengaja ia pasang pada dashbord mobilnya membuat Justin harus menurunkan speedometer mobil nya.
ia melhat nomor Indra tertera di layar monitor dalam panggilan video callnya. Justin pun menggeser tombol hijau dengan gambar kamera ke atas untuk menerima sambungan video call tersebut.
"Tin". panggil Indra dalam sambungannya.
"ya. ndra. ada apa? ".aku masih di jalan". sahut Justin yang netranya masih fokus pada jalanan.
"saran gue sebaiknya lu aktifkan auto drive dulu deh". pesan Indra saat melihat Justin yang sedang menyetir sendiri di jalan yang ia yakini mulai memasuki jalan berliku itu.
tanpa membantah akan perkataan dari teman nya itu Justin pun mengaktifkan mode auto drive pada mobilnya.
"udah nih. kenapa In?". tanya Justin heran dan bercampur penasaran.
"lu perhatiin ini ya. semoga aja penglihatan nya aku masih jernih". ucap Indra penuh harap.
lalu Indra dengan segera memutar arah ponselnya dan mengarahkan ke arah wanita yang sedari tadi sudah menjadi incaran Indra.
"lu udah lihatkan Tin? ". tanya Indra penasaran pada sahabatnya itu yang tidak merespon apa pun pada apa yang di tunjukkannya.
sementara Justin yang sudah terhenyak kaget pada apa yang di lihatnya di saat awal terlihatnya seorang wanita yang di tunjukkan Indra melalui sambungan video callnya hanya bisa menatap diam memandangi wajah yang sudah lama tak ia pandangi itu.
"Tin".panggilnya seraya memutar balik kamera ponselnya ke arah dirinya untuk melihat Justin secara langsung.
"Indra. tetap terhubung. gue usahain cepat. dan tetap arahkan kamera lu ke arahnya". pinta Justin.
"oke. tapi lu jangan ngebut. gue akan jaga dia dan mantau dia dari sini buat lu". ujar Indra.
"hati hati bro. fokus". pesan Indra saat melihat Justin yang mulai mengendalikan mobilnya kembali.
sementara Justin yang masih fokus pada jalanan tak menjawab atas peringatan sahabatnya itu. ia hanya sesekali melirik ke arah wanita yang ia cari cari selama ini.
"Midea. My D. finally I find you".desisnya pelan seraya melirik lama pada layar ponsel nya yang masih terhubung pada sambungan video milik Indra.
Justin melihat Dea yang sedang beramah tamah pada tamu seraya memperkenalkan produk produk milik perusahaan keluarganya Andra.
"sialan si Andra. bisa bisanya dia jadiin bini gue sebagai SPG". dumel Justin.
"Andra kan memang ga tau kalau Midea bini lu Tin. mungkin di pikirnya itu Jasmine. dan aku yakin ini murni karena rasa kemanusiaan Tin. bisa jadi bini lu butuh kerjaan untuk menghidupi mereka berdua di sini". ujar Indra menjelaskan dan berniat membela Andra.
karena bagaimana pun ia takut jika Justin salah paham pada Andra yang tak mengerti apa apa. apa lagi yang Indra tau jika Cindy dulunya pernah dekat dengan Jasmine saat di akhir akhir mereka mengerjakan skripsi bersama. yang saat itu Cindy butuh tanda tangan Andra agar memberikan sedikit data perusahaan untuk menunjang skripsinya melalui bantuan Jasmine yang memiliki andil dalam pengerjaan proyek perusahaan KBC waktu itu.
(baca cerita selengkapnya di novel Jasminka/orchidea di episode Jasminka).
karena yang ia tau jika Andra memang ga tau apa apa soal masalah keluarga Justin yang terselubung. Satria pernah bercerita padanya jika Andra hanya mengenal Jasmine sebagai mahasiswinya Satria dan juga perwakilan dari KBC untuk ajang presentasi perusahaan. di mana saat itu Andralah sebagai penanggung jawabnya.
mengenai Midea Hasxander. indra yakin jika Andra memang tak mengenal wanita itu sama sekali apa lagi yang terkait pada masa lalu permasalahan keluarga Justin saat itu.
sementara Justin masih fokus menyetir dengan kecepatan tinggi hingga mobil tersebut mulai memasuki daerah lembab dan butuh waktu sedikit lagi untuk mencapai kota yang di inginkan.
Justin kembali melirik Midea yang terlihat mulai gelisah pada higheels yang di pakainya saat ini. ia memang terlihat anggun dan elegan dengan balutan longdress tersebut.
hanya saja Justin semakin kecewa pada Midea kenapa wanita itu harus bersusah susah payah bekerja jika Midea memiliki uang banyak dari hasil penjualan baju branded yang ia belanjakan untuknya saat mereka masih di Aussie.
tetapi yang menjadi pertanyaan bagi Justin. apakah uangnya sudah habis hanya untuk membeli gaun semahal itu yang hanya bisa di pakai untuk malam ini saja. sehingga istrinya itu terpaksa menerima tawaran side job sebagai SPG dadakan yang sedang membagi kan cemilan dan produk produknya Airlangga.
"Dea.. Dea... ada duit puluhan juta yang kamu bawa bukannya buka usaha kecil kecilan kek. kok malah jadi SPG di perusahaan orang". dumel Justin di hati yang merutuki atas kebodohan istrinya itu.
"sepertinya ia gak nyaman dengan higheels nya Tin". ujar Indra saat memperhatikan gerak gerik Dea yang tak nyaman pada bagian kakinya.
"ya gue tau". sahut Justin yang semakin melajukan mobilnya memasuki kota yang sering di kunjungi para wisatawan tersebut.
...**************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.
.