
#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉.
"Jasmine gue. Jasmine gue". cibir Andra yang sengaja mengulang kembali dengan kalimat yang sama lagi seraya menatap sinis Justin.
"yang seharusnya menjadi milik gue jika tragedi enam tahun lalu tidak terjadi. Jasmine gue yang setiap hari gue jaga meskipun dari kejauhan".ungkap Andra menatap geram pada lelaki yang di sebut sahabat baginya.
tetapi kini sahabat itu tak layak lagi di sebut sahabat baginya. kata kata Jasmine terngiang di benaknya saat pria yang ada di hadapannya ini tak menghargai perempuan sama sekali terlebih gadis yang pernah ada di hatinya dulu.
tanpa Andra tau jika sebuah kalimat dari dua kata tersebut menyentakkan hati selain Justin dan Cindy. mereka adalah Satria dan Indra yang baru saja tiba dan ingin melerai kedua nya saat pertengkaran dua sahabat itu terjadi.
Satria terpaksa menghentikan langkah nya di susul Indra yang juga ikutan kaget saat mendengar pengakuan Andra tentang semua perasaannya terhadap mahasiswinya. Satria berdiri terpaku menatap dua pria dewasa yang netranya kini saling menatap satu sama lain dalam amarah tinggi.
sungguh ia tidak mengetahui apa pun terhadap salah satu pria yang ia hormati selama ini. jika saja ia tau lebih dulu bahwa Andra menyukai mahasiswinya itu. pastilah ia dengan senang hati menjodohkan Jasmine dengan Andra ketimbang abang sepupunya yang terkenal dingin terhadap wanita yang tidak selevel dengannya.
sedangkan Indra sendiri tidak heran jika Andra bertindak sedemikian rupa lantaran cinta yang terpendam pada istrinya Justin itu baru bisa ia luapkan tatkala melihat atau pun mendengar wanita yang pernah di hatinya Andra tersakiti oleh sahabatnya sendiri.
sementara Cindy yang masih mematung di tempat tersembunyi langsung menundukkan pandangannya menelan kekecewaan yang dalam pada suaminya. niat di hatinya ingin memberi kejutan bahagia pada suaminya malah dirinya yang mendapatkan kejutan dari suaminya. hanya saja kejutan yang di berikan oleh suaminya itu adalah kejutan pahit.
lalu ia melirik Dean yang masih berada di belakang tubuhnya dengan memegang ponselnya. Cindy membungkukkan tubuhnya untuk melepaskan headset dari telinganya Dean. sontak membuat Dean menatap Cindy yang tersenyum tipis padanya.
"Dee kita pulang aja yuk?". ajak Cindy.
"kita ga jadi ketemu bunda?". tanya Dean seraya menatap Cindy penuh harap.
"ga hari ini ya. bunda sepertinya lagi repot. karena hari ini ada banyak tamu yang datang ke sini. jadi bunda sama oom Andra lagi ngurusin tamu tamunya dulu. kita ga boleh ganggu dulu. nanti tamunya ga senang". Cindy terpaksa berbohong agar anak itu bisa memahami situasi pelik yang terjadi sekarang ini.
"nanti kalau kita datang tamunya ga senang ya tante?!". celetuk Dean polos.
Cindy tersenyum mengangguk menanggapi bocah polos yang ada di depan nya kini. dalam hatinya ia merasa iba terhadap Dean yang memiliki keluarga inti yang tak harmonis seorang Daddy yang tak menghargai wanita yang telah memberinya seorang putra se tampan dan se menggemaskan ini.
tak ingin berlama lama di sini di karenakan suasana hati dan juga suasana kantor yang berantakan akibat pertengkaran pasutri yang akhirnya harus melibatkan perasaan orang lain. maka Cindy pun melangkah keluar dari gedung tersebut seraya menggenggam tangan bocah tersebut.
sesampainya di pos sekuriti ia memberikan beberapa kotak makanan tersebut untuk para satpam yang bertugas.
"terimakasih bu". ucap para satpam tersebut.
"loh bu. cepat kali lah pulangnya". baru pun mulai jam istirahatnya. apa cuma kasih surprise singkat aja ke pak Andra ya bu?! ". ujar salah satu satpam yang melaporkan kepada Andra jika Justin datang sebelum Cindy datang.
"iya". sahut Cindy singkat seraya tersenyum.
lalu ia segera masuk ke mobil yang telah menunggunya di parkiran. ia memilih pulang dengan perasaan kecewa pada laki laki yang ia kenal baik selama ini. baik Justin yang di kenal sangat romantis pada almh istrinya Namira maupun suaminya sendiri yang menghormati wanita.
sedangkan Midea menuntaskan air matanya di sebuah toilet kantor yang sedang sepi di karenakan jadwal istirahat masih harus menunggu beberapa menit lagi. Midea tak memperdulikan lagi pada Justin yang mencoba membujuknya kembali. hari ini ia sudah puas melampiaskan semua rasa kekecewaannya yang dulu pada Justin.
Midea benar benar tak perduli lagi pada rumah tangganya yang memang sudah hancur semenjak Justin tak pernah berlaku adil padanya. dan kini ia membiarkan Justin dengan karmanya yang akan di benci oleh sahabat dan saudaranya sendiri yaitu Satria dan Andra.
Dua laki laki itu menatap nyalang pada Justin tatkala Justin ingin menghajar Andra karena telah begitu berani berkata terus terang tentang perasaannya pada istrinya itu.
"brengsek lu Andra. berani lu mengklaim dia milik lu. gue robek mulut lu". maki Justin seraya maju untuk mencoba memukul bibir pria itu.
akan tetapi hal itu tidak sampai terjadi lantaran Indra keburu menangkap tubuh Justin dan membawanya menjauh dari Andra.
"Satria. bawa Andra ke kantornya. biar abang mu sama abang". titah Indra pada Satria.
sementara dua pria yang dulunya bersahabat dekat kini bak musuh bebuyutan yang harus di basmikan setiap netra mereka bertemu satu sama lain.
baik Satria maupun Indra sama sama berusaha untuk menenangkan mereka dengan masing masing membawa mereka ke tempat lain. jika Satria membawa Andra kembali ke ruangan kantor pribadinya maka Indra berusaha keras membawa Justin keluar dari lingkungan perusahaan itu.
Indra menyetir mobilnya Justin dengan kecepatan sedang. ia berniat membawa pria itu ke suatu tempat yang tinggi nan sepi dari pengunjung.
di sepanjang perjalanan Indra sesekali melirik Justin yang terdiam seraya mengatup rapat rahangnya. Indra tau jika pria di sampingnya ini masih tersimpan rasa amarah atas situasi yang di terimanya hari ini.
ia yakin sebelum insiden Andra dan Justin pastilah sebelumnya Justin bertengkar hebat dengan Midea sehingga membuat pria yang di sampingnya kini nelangsa.
Indra menepikan mobilnya di tepi jalan yang sepi di mana di hadapan mereka adalah sebuah lembah serta jurang yang di penuhi pepohonan tinggi.
"ayok keluar Tin". titah Indra seraya melepas kan safebealtnya.
Justin hanya bergeming. menatap tak perduli pada sahabatnya yang sering ada di saat ia lagi galau begini.
"pemandangan di depan bagus banget cocok buat suasana hati lu yang lagi semrawut". saran Indra saat melihat Justin yang betah menyender di dalam mobil.
"ayok".ajak Indra lagi yang sedang berusaha mengajak happy seorang suami yang sedang kecewa.
sementara di kantornya Andra, Satria yang sedang bertugas untuk menenangkan Andra dengan memberinya segelas air dingin sebagai pereda rasa kecewa yang di dapatnya dari sahabatnya sendiri.
begitupun Satria yang berusaha mengontrol emosinya karena rasa kecewa akibat abang sepupunya yang ia fikir bisa bersikap dewasa. nyatanya saat memiliki masalah yang berhubungan dengan wanita abang sepupu nya itu sama saja dengan pria mana saja.
"normalkah?". tanyanya di hati sembari mengernyitkan dahinya.
...**************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.