My D you are the first for me

My D you are the first for me
teriakan dua D



Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉.


"Dee". desah Midea resah saat menciumi tubuh anaknya yang terasa begitu lekat dengan wangi misterius ini.


ia menatap sang putra yang terdiam kaku seolah seolah bocah itu menyimpan sesuatu.


"Dee.. tolong jujur sama bunda ya. siapa yang datang ke sini tadi nak?". tanya Midea lembut seraya mencari jawaban di netra polos putra nya itu.


Dean masih saja betah dalam diamnya, sebab ia tak tau harus memberi jawaban apa yang pas untuk bundanya yang kini tengah membujuk dirinya untuk bicara jujur. hingga panggilan yang berikutnya ia pun terpaksa harus menggeleng kan kepalanya pelan


"Dee...??". panggil Midea kembali kali ini dengan penuh pengharapan agar bocah itu mau jujur.


sebenarnya ia sangat kecewa pada putranya yang lebih memilih diam dari pada harus ber tindak jujur padanya. sungguh, wangi yang sudah berkali kali ia dapati di tubuh sang putra membuat dirinya menjadi khawatir.


"akh".pekiknya pelan saat sepenggal memori tiba tiba muncul menampilkan serpihan kenangan yang kini berputar putar di benak nya kembali.


Midea mencoba memijit mijit kuat kepalanya yang mulai terasa begitu nyeri sekali. saat sepenggal sepenggal memori yang muncul di benaknya. kembali Dea memaksakan untuk menebus kenangan yang buram tersebut.


"unda...". panggil Dean saat melihat bunda nya yang mulai kesakitan.


"unda... ". panggil Dean kembali dengan rasa takut saat melihat kondisi bundanya seperti Ini.


"undaaaaaa... unda kenapa?? ". tanya Dean yang mulai menangis karena mendengar pekikan kecil sang bunda yang menahan rasa sakit di kepalanya.


hingga akhirnya ia mendengar sang bunda yang berteriak dengan kencang seraya memegang kedua kepalanya di depan mata nya.


"aaaaaaakkhhhhh".


"undaaaaaaaaaa". panggil Dean yang juga ikutan berteriak keras memanggil sang bunda


tak terbayangkan sesakit apa tenggorokan nya Dean saat berteriak dengan keras karena kondisi radangnya yang belum menghilang sepenuhnya.


seiring teriakan ibu dan anak itu bersamaan maka seketika itu juga Alma, Danang, dan juga Rendy datang untuk memastikan ke -beradaan Dea di kamar ini. mereka bertiga begitu terhenyak kaget di tambah lagi dua perawat jaga yang ikut menyaksikan pe -mandangan miris seperti ini.


"astafirullah De, Jasmine". pekik Alma yang merasakan sakit di kedua telinganya saat mendengar dua D itu berteriak bersamaan.


Rendy pun dengan sigap memeluk kepalanya Dea dan membawanya ke dalam pelukan nya untuk mencegah tindakan impulsifnya Dea


yang melukai dirinya sendiri dan bisa mem -bahayakan dirinya juga.


"De Jasmine. cukup stop. jangan di paksakan. ku mohon please Jasmine". titah Rendy seraya memegang kepalanya dengan kedua tangannya.


"aaakh... aaakh... sa...kit....Ren". ucap Dea seraya meremas kepalanya.


"iya aku tau De.. tapi aku mohon berhentilah!. jangan pikirkan lagi. keluar kamu dari kenangan itu. keluar De. lihat aku. ingat ke Dee. Dee..Dee. anak kamu satu satunya.". titah Rendy setengah berteriak agar Dea lebih mendengarnya kali ini.


Dea tak sanggup membuka matanya sebab kepalanya terasa begitu berat seperti palu yang menghantam kepalanya berkali Kali.


sementara Alma memeluk dan menggendong Dean dalam ketakutannya seraya menenang kan cucunya itu yang menangis karena takut melihat sang bunda dalam kondisi seperti itu.


sedangkan Danang keluar lagi dari kamar itu untuk mengabarkan ruang rawat di mana Dea di rawat inapkan selama proses pemulihan nya pasca ia membenturkan dirinya sendiri di kusen kaca pos satpam rumah sakit ini.


ada pun Alma sendiri dengan sigap mencabut botol infus yang tergantung di infus stand dan membawa Dean keluar dari sana untuk menenangkan bocah itu yang sedang me -nangis terisak isak karena ketakutan, bahkan tubuhnya saja masih bergetar hingga saat ini Dean telah membayangkan sesuatu yang buruk telah terjadi pada bundanya itu.


"husss... cup.. cup. .sudah yo.. sayang.. Dee indak usah menangis terus yo... sudah yo sayang". bujuk Alma pada bocah itu.


"Dee... takut nek...unda... nek". sahutnya yang masih terus terisak hebat.


"iyo...udah ga apo apo lagi ya sayang. udah ya. indak usah menangis lagi. bunda indak apa apa sayang". bujuk Alma lagi seraya mengelus elus rambut sang cucu.


tak lama kemudian beberapa perawat dari ruang rawat inap Midea datang bersama Danang untuk memeriksakan kondisinya Dea lagi. Danang dan Rendy membawa Dea kembali ke ruang rawat inapnya kembali untuk di periksa lebih lanjut oleh dokter jaga.


sementara Dean yang melihat sang bunda di bawa pergi kembali terisak lebih kuat seraya memanggil sang bunda.


"indak kemano mano sayang. bunda mau di bawa periksa ke dokternya sayang". jawab Alma seraya membelai rambut Dean dengan lembut dengan perasaannya yang masygul.


ada rasa sesak menyeruak dalam dadanya saat ia teringat adegan miris antara Dea dan Dean yang berteriak secara bersamaan tadi nya.


"ya Allah ampunilah hamba jika hamba banyak dosa nyo. permudahkanlah urusan hamba dalam menyembuhkan putri hamba". ucap Alma berdoa di hatinya.


selepas di bawanya Dea kembali ke ruang rawat inapnya. Alma membawa Dean kembali masuk ke kamar. seorang perawat yang tadi masuk untuk membantu wanita paruh baya itu dengan merapikan brankar milik bocah tampan nan malang itu.


"sini dek kakak beresin lagi infusnya ya". ujar perawat muda tersebut.


"Dee bobok sini lagi ya?". ujar Alma pada cucu nya itu.


"ga mau nek. Dee mau liat undaaaaa.... ". tolak Dean yang masih terisak.


"iyo besok pagi kito liat bunda yo. nenek janji bangun tidur Dee besok pagi bundo nyo kita jenguk. ini bundo lagi di suntik Dokterny. kita indak bole liat sayang. nanti yo". bujuk Alma agar Dean mau membaringkan tubuhnya di atas brankar.


"iya Dee. bundanya harus di periksa sama dokternya dulu. jadi baru besok di jenguk bundanya ya Dee". ucap perawat tersebut membujuk Dean agar menuruti titah dua orang dewasa itu.


akhirnya Dean pun menuruti apa yang dua orang dewasa itu katakan dengan cara me -nganggukkan kepalanya pelan meskipun masih menangis. maka Alma pun menenang kan Dean kembali dengan menepuk nepuk pelan punggungnya selama Dean terus berada dalam pelukannya.


cukup lama perawat muda tersebut menanti dengan sabar hingga tangisnya Dean tak terdengar lagi dalam pelukan Alma. isak tangis yang kuat membuat bocah tampan itu banyak menguras air mata sehingga bocah itu mulai memejamkan matanya di pelukan nya Alma. ia tertidur pulas di sana.


hal ini wajar jika bocah itu langsung tertidur. karena di Saat kita menangis, detak jantung kita akan meningkat sehingga pernapasan pun menjadi melambat. Semakin lama kita menangis, jumlah oksigen yang diterima otak pun semakin berkurang. pada otak akan menangkap sinyal dan membuat tubuh bereaksi pada kondisi kantuk. hal ini juga lah yang terjadi pada bocah tampan itu.


"seperti nya dia udah tidur bu". ucap perawat tersebut kepada Alma saat wanita itu melihat ke pada dirinya.


"iyo kah?". tanya Alma memastikan.


"iya bu. sini bu". ucap perawat tersebut seraya menepuk kasur dan bantal di atas brankar.


Alma pun meletakkan cucu satu satunya itu di atas brankar yang telah di rapikan oleh perawat tersebut. kini Dean tertidur pulas di sana meskipun infus masih melekat di tangan mungilnya.


"saya pamit ya bu. mau periksa pasien lain nya". ucap perawat tersebut.


"iyo makasih yo atas bantuan nyo". Ucap Alma.


"ya bu. sama sama. kalau ada apa apa panggil kami aja ya bu". ucap perawat tersebut menawarkan bantuan.


"iyo. insya Allah". sahut Alma seraya mengantar perawat tersebut hingga ke depan pintu kamar.


sepeninggalnya tersebut Alma berjalan ke kamar mandi untuk menuntaskan salah satu fardhunya hari ini. setelahnya ia berdoa untuk kesembuhan dua D nya dan ia pun mengadu pada Tuhannya atas apa yang terjadi pada hari ini. atas teriakan dua D nya.


Lanjut ke next chapter ya readers. stay cool ya Readers...love you full ♥


...****************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,pp vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


Ig Hazhilka


youtubenya Hazhilka279


Https://hazhilka279.blogspot.com/2023/02/