
"Wellcome back my readers yang super duper caem dan cakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉.
Setelah lebih dari dua jam perjalanan terlewati akhirnya mobilnya memasuki kota di mana Midea dan Dean tinggal. Astrid meminta pada Justin untuk langsung mengantarnya ke terminal bus yang ia yakini jika suaminya sedang menunggu putri kandungnya di sana.
"kita ke apartemennya Jasmine dulu ya bun? ". tanya Justin meminta pendapat sang mertua.
"ya udah tin. boleh juga". sahut Astrid.
"bunda tunggu di sini dulu ya sama Keyra". titah Justin.
"Daddy...Keyra mau ikut dong?". rengek Keyra.
"jangan sayang. nanti Daddynya lama kalau kakak ikut. biar Daddy sendiri dulu aja. nanti kalau Daddy udah ada kabar dari grandpa. baru deh kakak nyusul sama grandma ya". bujuk Justin.
"iya sayang sama grandma aja dulu ya?". Astrid pun turut membujuk cucunya itu.
akhirnya Keyra pun menuruti apa yang di titah kan oleh dua orang dewasa itu. akhirnya Justin segera bergegas memasuki lift dan naik ke lantai teratas dari apartemen tersebut.
Justin segera mengetuk pintu apartemen Dea saat pria itu sudah berada di depan unit apartemen yang Dea tinggali.
"Dea". panggil Justin seraya mengetuk pintu saat pintu apartemen tak kunjung terbuka. dan juga tak ada tanda tanda akan di buka.
"Dee. Dea. buka pintunya".panggil Justin seraya mengetuk dan memencet bel di apartemen tersebut.
ia mencoba menelpon Dea sekali lagi. tetapi tetap saja jawabannya di wakilkan oleh operator.
"mereka berdua kemana sih. kok susah banget di hubungi".keluh Justin seraya terus menghubungi mantan istrinya itu.
lalu Justin melihat layar ponselnya dari cctv yang di pasang tersembunyi dalam setiap ruangan dari apartemen tersebut. kosong. itulah yang terlihat di layar ponselnya Justin saat ini. tak ada seorang manusia pun yang terlihat di ruangan tersebut.
hingga Astrid menelpon dirinya untuk segera kembali ke mobil. akhirnya ia pun menuruti titah sang mertuanya dengan kembali ke mobil.
"kita langsung ke terminal aja Justin. mereka nanti aja kita urusin ya? ". ajak Astrid yang tak sabar ingin bertemu dengan suaminya.
"iya bun". sahut Justin.
Justin kembali melajukan mobilnya keluar dari parkiran apartemen tersebut menuju terminal bus kota itu. tak lama kemudian mereka pun tiba di terminal yang mereka maksudkan.
sembari menggendong Keyra Justin dan Astrid turun dari mobilnya dan langsung mencari Jason yang mereka yakini ada di sini. Justin mencari tau dan bertanya tiap loket bus agar bisa menemukan Jason.
Dan benar saja tak lama kemudian Justin menemukan ayah mertuanya itu sedang duduk menyender pada sebuah bangku panjang di depan sebuah loket bus yang di perkirakan bus tersebut akan berangkat sebentar lagi.
Justin memanggil Astrid dan menunjukkan keberadaan Jason pada wanita yang sedang mencari suaminya. Astrid segera mengikuti arah telunjuk Justin dan ia tersenyum haru tat kala melihat sang suami yang sedang duduk menanti sang putri yang datang tak pasti.
Keyra yang juga melihat grandpanya juga ikut tersenyum dan meminta turun dari gendongan Daddynya lalu memanggil Jason dengan panggilan kebiasaan bocah cantik itu.
"grandpa".
mereka melhat Jason yang masih duduk tetapi netranya mulai mencari cari sesuatu yang mengusik hatinya. hingga Astrid pun turut memanggilnya juga.
"ayah"
Netra Jason semakin liar mencari sesuatu yang terus saja menarik hatinya.
"ayah" Suaranya Astrid memanggil pria paruh baya tersebut dengan perasaan iba.
Jason melihat ke arah sumber suara di mana ia melihat seorang perempuan yang dengan setia mendampinginya selama ini berdiri tak jauh darinya di temani oleh seorang pria yang menjadi menantunya. dan juga seorang bocah cantik yang tak lain adalah cucunya sendiri.
"bunda??!. Justin??! dan Keyra??! ". pekiknya pelan seraya mengernyitkan dahinya heran.
namun hatinya di selimuti rasa kebahagiaan yang amat dalam. Jason merindukan istrinya itu.
mereka bertiga menghampiri pria paruh baya itu. begitu pun Jason menghampiri Astrid yang menatap haru pada sang suami yang di rindukannya itu.
"ayah". panggil Astrid seraya masuk ke dalam pelukannya Jason.
"bunda". panggilnya pelan seraya juga ikut terharu karena penantiannya yang ia niatkan untuk putrinya tetapi yang datang malah istri nya.
walau bagaimana pun ia tetap bersyukur untuk malam ini ada seseorang yang telah setia menemaninya selama hidupnya ada di sini. pertemuan dua pasutri paruh baya itu mengundang rasa lega di diri Justin yang tengah menatap haru pada dua orang tua yang ia hormati itu.
"kan ayah udah ngasih tau bunda sebelumnya ". bantah Jason lembut tetapi ia juga tak mau di salahkan.
Astrid menarik dua lembar kertas tiket yang di mana satunya atas nama sang suami sedang kan yang satunya lagi atas nama putri tirinya.
"Jasmine mau ikut yah?". tanya Astrid seraya menatap ke netra hitam pekat itu.
Astrid sengaja menanyakan hal tersebut pada Jason meskipun ia memang sudah tau akan jawabannya.
tetapi ia ingin meyakinkan suaminya itu kembali bahwa berhentilah berharap pada keinginan hatinya untuk di akui oleh darah daging yang tak pernah Jason tau selama ini.
Astrid hanya ingin Jason sadar bahwa berdoa dan memohon pada sang pencipta hati dari putrinya itu lebih baik dari pada suaminya itu mengorbankan banyak hal hanya karena ingin di akui oleh manusia.
Jason menggeleng pelan seraya menunduk kan wajahnya. Astrid melihat ada tersirat raut wajah kecewa di sana. dan itu sudah pasti tentang Jasminka atau yang di panggil Midea si wanita yang keras kepala.
"kalau begitu bunda temenin ya. bunda juga pingin main main lagi ke sana. kita jalan jalan nya berdua aja kali ini ya?". ujar Astrid seraya menawarkan diri untuk menemani sang suami pergi.
"bunda serius?". tanya Jason untuk meyakini hatinya.
"iya bunda serius Yah. biar bunda yang temani ya? ". sahut Astrid sembari membujuk suaminya agar mau membawa dirinya kemana pun Jason pergi.
"iya yah. kali ini pergilah berdua saja. nikmati waktu berdua kalian selama di sana". ujar Justin menyemangati mertuanya itu.
"mengenai Jasmine. ga perlu khawatir. saya sendiri yang akan datang menemuinya untuk memberitahukan ke padanya. mengenai atas apa yang terjadi hari ini karena ulahnya.
Dengan bujukan dan rayuannya Justin. akhirnya Jason mengijinkan istrinya itu untuk ikut bersamanya ke kota pdg meskipun yang ia inginkan adalah Jasmine, sang putri yang ingini ia ajak pergi malam ini.
akhirnya armada bus yang akan di tumpangi Jason pun mengeluarkan maklumatnya jika bus akan berangkat sebentar lagi.
akhirnya dengan bantuan Justin. Astrid masuk ke bus di susul Jason setelah kopernya Astrid di keluarkan dari mobil Justin dan di susun di sebuah bagasi bus tersebut.
"grandma dan grandpa pergi lagi ya Daddy? ". tanya Keyra saat melihat grandma dan grandpanya sudah berada di atas bus.
"iya sayang. tinggal kita berdua nih". sahut Keyra seraya sesekali menatap sang mertua yang mulai bercanda di atas bangku sofa bus bus tersebut.
"da.. dah... grandma.. da.. dah grandpa". ucap Keyra seraya melambaikan tangannya saat bus mulai berjalan perlahan meninggalkan parkiran loket yang berada di terminal tersebut hingga bus yang memiliki lisensi perhubungan dan juga ijin melintas itu telah menghilang di jalanan yang sebagian gelap dan juga sebahagian terang karena lampu jalanan.
sepeninggalnya mereka, akhirnya Justin memutuskan untuk menginap semalam di sebuah hotel mewah yang jaraknya masih dekat dengan kota. tak lupa ia membeli secara online pada sebuah toko terkemuka di kota ini berupa piyama anak dan juga orang dewasa.
Justin kembali melihat layar ponselnya untuk mengecheck keberadaan dua D itu di apartemennya melalui cctv tersembunyi yang
sengaja di pasang dalam setiap ruangan dari unit apartemen tersebut.
Justin tersenyum kecil saat melihat Midea dan Dean ada di sana. akhirnya sebelum Justin menuju hotel ia ingin sekali lagi singgah ke apartemennya Dea kembali. ia hanya ingin memastikan keadaan mantan istrinya itu. serta ingin tau mereka apa yang ibu dan anak itu lakukan di sepanjang hari ini
"kita ga pulang dulu ya Daddy?". tanya Keyra penasaran saat Daddynya membelokkan mobilnya kembali pada sebuah gedung apartemen yang tadi mereka singgahi.
"kita ke sini dulu ya sebentar". sahut Justin.
...**************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉 please.....
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.