
#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.
"kenapa? ". tanya Andra heran saat wanita itu mencegah dirinya untuk menelpon istrinya yang jelas jelas itu adalah teman kuliahnya dulu.
"Jasmine". Andra memanggil wanita yang tengah terpaku menatap sesuatu entah apa jtu.
"Jasmine". panggilnya lebih keras dengan menjentikkan jarinya ke hadapan wanita itu.
Midea tersadar dari lamunannya seraya menatap Andra. sementara Andra menarik sudut bibir dan bertanya kembali.
"kenapa?". tanya Andra kembali seraya memicingkan matanya.
"saya tidak mau merepotkan istri bapak. biar saya pergi saja pak". dusta Dea.
Andra menghela nafasnya sejenak seraya menatap ke dalam netra pekat itu. ia yakin ada sesuatu yang di sembunyikan oleh wajah manis itu.
"baiklah kalau kamu ga bisa cerita sekarang. ga apa pa". ujar Andra mengerti.
"hey boy. udah kenyang sekarang? ". tanya Andra berbasa basi pada bocah yang sedang menikmati minuman buah alpukat yang di blender dengan coklat dan susu itu.
"hmm.. udah... Dee udah kenyang". sahut Dean seraya mengangguk.
"bilang apa sama oomnya? ". tanya Dea yang hendak mengingatkan pada putranya itu.
"makacih om". ucap Dean polos.
"iya sama sama Dee.. ". jawab Andra membalas ucapan bocah tampan itu.
setelah Dean menghabiskan minumannya, akhirnya Andra mengajak Dea pergi dari situ setelah membayar semua makanan yang di pesan termasuk tiga kotak makanan yang akan ia bawa pulang untuk Cindy dan dan bocah tampan itu.
"ini untuk anak kamu. mana tau dia lapar tengah malam". ujar Andra seraya menyerah kan dua kotak makanan pada Dea.
"terimakasih pak". sahut Dea seraya menerima kotak makanan dari Andra.
Sebenarnya ia cukup enggan menerima kotak makanan tersebut tetapi lantaran ia takut Dean kelaparan di tengah malam dalam perjalanannya maka ia pun dengan terpaksa menerima kotak makanan tersebut.
"di habisin ya Dee makanannya". pesan Andra pada Dean.
"iya. makacih lagi om". sahut Dean.
"hehe.. pinter kamu ya. seperti bundamu". ucap Andra memuji anak itu seraya mengelus rambutnya.
Andra pun kini lebih berfokus pada jalanan setelah menstarter mobilnya dan meninggal kan Restoran tersebut.
selama dalam perjalanan menuju ke sebuah terminal bus. Andra dan Dea lebih banyak diam dan larut dalam pemikirannya masing masing. jika Dea ragu dalam menjalankan rencana alternatif nya maka Andra pun masih ragu menjalankan rencana untuk ibu dan anak itu.
akan tetapi membiarkan ibu dan anak itu bepergian tanpa pengawalan dari seorang laki laki atau pun yang lainnya bisa memiliki resiko juga. apa lagi di malam hari begini. mungkin jika menaiki pesawat yah lain cerita.
saat mobilnya mulai mendekati apartemen nya yang dulu saat belum menikah dengan Cindy. ia langsung membelokkan mobilnya ke apartemen tersebut.
Begitupun Cindy yang meminta sang supir taxi untuk mengikuti mobil suaminya yang kini berhenti di parkiran apartemen yang menjadi saksi lahirnya kisah cinta mereka.
"untuk apa mas Andra membawa Jasmine kesini sih ?". ia bertanya dalam hatinya serta netranya yang mulai memanas.
sementara Midea menatap heran pada Andra yang memarkirkan mobilnya pada sebuah apartemen mewah.
"kamu menginap di sini saja dulu malam ini sampai kamu bisa ketemu sama Arjun". ujar Andra yang mengetahui isi pertanyaan Dea.
"hah. nginap? ".desis Dea.
"iya. kasihan anak kamu kayaknya udah kecapekan banget dia nya sampai udah mau ketiduran gitu. dia butuh kasur yang empuk dan baju yang nyaman untuk malam ini". ujar Andra seraya keluar dari mobil.
pernyataan Andra saat ini tidak bisa ia hindari. pria itu memang benar. kondisi Dean yang mulai capek dan mengantuk akibat perjalanan yang tak pasti hari ini membuat Dea harus mengalah demi anaknya.
Dea pun mengikuti saran Andra untuk bermalam di apartemen milik pria itu.
"ga usah pak. saya bisa kok". sahut Dea yang menolak secara halus.
tetapi Andra tak perduli dengan penolakan wanita beranak satu itu. ia langsung mengambil Dean dari gendongan bundanya.
"hello boy.. sini sama om aja ya. kasihan tu bunda kamu. udah capek banget dari tadi gendongin kamu". ujar Andra seraya menenangkan bocah tampan itu.
sementara perasaan Cindy semakin tak menentu antara terus mengikuti suaminya dan ingin tau apa yang mereka lakukan selanjutnya atau memilih pulang dengan rasa penasaran dari pada ia melihat sesuatu yang lebih menyakitkan.
Cindy pun memiih menunggu di parkiran dengan argo yang terus beranjak naik. sementara sang supir yang mengerti akan keadaan Cindy hanya bisa terdiam
dan mengikuti arahan Cindy yang ikut menemani pelanggannya tetapnya yang sedang bersusah hati karena kelakuan nakal suami.
suara motor matic yang di kendarai seorang ojol menarik perhatian Cindy. ia turun dari taxi saat mendengar ojol tersebut menyebutkan nomor apartemen milik suaminya dalam percakapan dengan seseorang dalam ponsel ojol tersebut.
Cindy mengikuti ojol tersebut hingga memasuki lift yang membawa dirinya dan ojol tersebut ke lantai di mana unit apartemen milik suaminya berada.
lift berhenti tepat di lantai yang dulunya sering ia datangi saat belum menikah dengan pria tampan dan terkadang lucu itu. Cindy menghentikan langkahnya dan mengintip dari tanaman bonsai hias yang terdapat di koridor lantai Apartemen tersebut.
Andra keluar dari unitnya dan mengambil paket berupa dua paperbag yang tertera sebuah tulisan merk toko baju yang di kenal menjual produk produk terbaik untuk wanita dan anak anak yang di bawa ojol hingga ke unit apartemennya.
hati Cindy bergemuruh tatkala ia tau untuk siapa Andra membelikan baju baju tersebut. persendiannya lemas seketika membayang kan sesuatu yang terjadi di dalam sana.
klik. pintu apartemen di buka kembali. kali ini Andra berpamitan pada seorang bocah laki laki yang berusia hampir sama dengan ponakannya.
Cindy mendengarkan percakapan antara Andra dan bocah yang di panggil Dee itu.
"pokoknya Dee istirahat dulu besok om ke sini lagi. kita ke tempatnya papa okey? ". ujar Andra terdengar samar di telinganya Cindy.
Cindy melihat pemandangan seru itu dengan hati yang masygul. betapa bahagianya Andra tatkala berhadapan dengan bocah tampan milik Jasmine itu.
Cindy membayangkan jika ia berada di posisi mereka saat ini. pastilah dirinya saat ini sangat bahagia karena sudah merasa menjadi perempuan yang seutuhnya. bisa memberikan keturunan untuk suaminya itu.
Cindy melihat Andra pergi setelah berpamitan pada Dea dan melangkah menuju lift setelah Dea menutup pintu apartemen yang mereka tumpangi malam ini.
Cindy pun ikut pergi secara diam diam meninggalkan apartemen tersebut mengikuti jejak suami yang menghilang di balik pintu lift.
ia bergegas menuju lift yang lain untuk menuruni lantai dari apartemen yang di pijaki nya barusan. hingga sesampainya di parkiran Cindy meminta pada sang supir untuk mempercepat laju taxinya agar lebih cepat tiba dari sang suami.
sesampainya di villa yang kini di tempatinya bersama sang suami Cindy bergegas masuk dan membersihkan dirinya segera serta menggantikan bajunya dengan baju rumahan.
Cindy tak mau Andra tau jika ia mengikuti pria itu diam diam. karena ia ingin melihat sejauh mana Andra berkata jujur padanya apa yang telah pria itu lakukan di luar sana. meskipun Cindy tau jika hari ini suaminya itu belumlah melakukan sesuatu hal yang di luar batas.
akan tetapi khilafnya manusia bisa saja lebih parah terjadi dan membawa bencana di kemudian hari.
...**************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.
.