
Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉.
Jika perasaan bahagia menyelimuti hati Dea sedari pagi hingga senja maka itu tidak berlaku bagi seorang Justin yang hanya bisa berdiam diri di rumah tanpa ada yang menemani sedari Satria, Retha dan Juga Keyra pergi melakukan aktifitas rutin mereka di pagi ini.
Justin di minta Satria untuk mengambil cuti sakit, setidaknya untuk satu harian ini saja.Satria berharap agar tubuh abang sepupunya itu bisa secepatnya kembali fit jika satu harian beristirahat di rumah saat ini.
Sudah lebih dari satu jam ia berputar putar di rumah ini dengan segala kekosongan hatinya. Otaknya benar benar buntu untuk melakukan sesuatu. Di fikirannya kini hanya satu yaitu pergi dari sini untuk mengejar Midea kembali dan mencari mereka di mana pun berada.
meskipun semalam ia sudah berusaha untuk mengikhlaskan mantan istrinya itu untuk memulai hidup sesuai keinginan hatinya Akan tetapi entah mengapa di pagi ini hatinya kembali berubah seolah memang tidak rela jika ia harus kehilangan keduanya.
"hemmmm...."..Justin mendesah lelah karena terlalu banyak berfikir.
Ia berjalan ke dapur dan mengambil sebotol air mineral di dalam lemari esnya. Lalu duduk di meja racik yang terbuat dari batu marmer menghadap pada kitchen set yang ada di hadapannya.
ia memandangi kitchen set yang di desain khusus dari bahan marmer putih yang sama sekali belum di pakai sedari pertama di pasang di rumah ini.
"cyah..". ia berdecak miris seraya tersenyum miring menyadari jika segala sesuatu yang di beli demi Midea tak satu pun yang di pakai oleh perempuan itu.
Jangankan beberapa set pakaian dan juga perhiasan yang sengaja di belanjakan untuk Dea saat masih di Aussie belum pun di guna kan oleh perempuan itu hingga kini apa lagi perabotan yang ada di rumah ini.
"hah...De". Desahnya.
"Hemmmm...kenapa begitu sulit untuk mendapatkan kata maaf dari kamu De". Gumamnya resah dengan wajah yang kini menunduk pasrah.
Justin bangun dari duduknya meninggalkan ruangan dapur tersebut. Berlama lama di sana bisa bisa bayangan Midea dalam benak nya bisa muncul di sana secara nyata dalam penglihatannya.
"huh. Bisa bisa aku yang gilak kalau begini terus. Mana punya kawan, punya saudara ga ada yang belain gua lagi". Keluhnya sembari berjalan keluar menuju taman belakang.
Ia melirik ke atas di mana langit saat ini terlihat begitu cerahnya yang di liputi awan putih dengan terpaan sinar matahari yang belum begitu terik di jam segini. pandangan nya mengarah ke sebuah kolam renang yang ada di hadapannya. Yang baru saja terisi penuh air bersih setelah ia menyuruh tukang kebun yang bekerja paruh waktu untuk mem -bersihkan kolam renang kemarin sebelum keberangkatannya ke kantor.
Ia meraba dahinya sendiri dan juga merasai tubuhnya yang tak merasakan lagi hawa panas yang menjalari seluruh tubuhnya seperti semalam. ia merasa lebih baik saat ini.
Justin segera membuka kaosnya serta celana trainingnya lalu melemparkannya begitu saja di atas lantai dan meninggalkan sebuah boxer yang melekat pas di bagian area sensitifnya.
byur...Justin segera melompat ke kolam yang berukuran standar bagi sebuah kolam renang pribadi. Ia bergerak bebas dan berenang kesana kemari kemana pria itu suka di dalam kolam renang miliknya hingga pria itu merasa bosan dan menepikan dirinya di tepi kolam yang sunyi. Rasa Sepi bergelayut di hati.
Tiga tahun hidup menduda tanpa seorang istri di sampingnya. bahkan kedua temannya sedari pagi pun tak menanyakan keadaannya
"hemmm...". Keluhnya seraya kembali menenggelamkan dirinya ke lantai dasar dari kolam tersebut.
sementara di kantor cabang Mdn duo Dra itu tengah membicarakan sohib dan sekaligus boss mereka di ruang kantor milik Andra. Indra gagal pulang ke Bdg lantaran Satria memberitahukan semalam jika Justin sedang sakit semenjak jadwal kantor selesai.
Jadi Satrialah yang meminta tolong pada Indra untuk menggantikan tugas sementara Justin selagi abang sepupunya itu sedang beristirahat di rumah.
alhasil pagi ini Indra terpaksa menumpang ngantor di ruangannya Andra lantaran ia lagi males make ruangan si Justin yang saat ini dua sohib itu lagi perang dingin sedikit lantaran si Indra telah menunjukkan sikapnya dengan lebih membela mantan istrinya si Justin dari pada si Justin yang lagi patah hati untuk ke sekian kalinya dengan wanita yang sama. Yang hampir di setiap harinya jika pria itu curhat selalu saja tentang Midea yang bikin si Justin sakit kepala.
"jadi. habis lo ngomongin gitu tu anak langsung down An?. Tanya Indra penasaran.
saat Andra mengomel soal Justin yang menuduh dirinya menyembunyikan Midea.
Sebenarnya Indra sendiri merasa bersalah pada Justin lantaran ucapannya kemarin sore begitu memojokkan sahabatnya itu. Sebenar nya ia tau jika Justin sangat membutuhkan dukungan dari seseorang lantaran baru di tinggal kabur lagi sama bini eh salah mantan bini yang baru ia sadari kalau tu mantan bini memang ia cintai. Hanya saja si Justin ga pernah menyadari.
"ya aku ga tau lah. Tapi masa iya sih gara gara aku ngomongin gitu dan lebih milih membela mantan nya si Justin bisa down gitu". ujar Andra penasaran.
"terlalu berat mungkin bagi dia. Si Justin kan paling sulit buat move on pada keadaan yang menyakitkan jika sudah menyangkut soal perempuan. Terlebih yang sudah memiliki kesan mendalam di sini". Ujar Indra seraya menunjukkan dadanya.
Andra terdiam sejenak sembari mencerna kata kata Indra kembali.
"hah. Serius nih bukannya besok tu anak udah masuk kerja kata si Satria?". ujar Indra ragu untuk mengikuti ajakan Andra.
"sebentar aja. Atau siang ini deh sekalian pesanin makanan kesukaannya dia. Kan tu anak ga ada siapa yang masakin. pasti belum makan tu anak kecuali dia mau makan masakan punya adik iparnya yang tadi pagi punya. Hehehe?". jawab Andra dengan kekehan.
"elu ya An. Hari gini becanda mulu. Udah ah". celetuk Indra sembari menjauh dari meja kerjanya Andra .
"eh gimana ide gue tadi. Mau ga?". Kita lunch bareng ke rumah si Justin". Tukas Andra mengajukan ide yang tadi.
"kita liat nanti". Sahut Indra yang kembali memilih duduk di sofa dan menatap layar monitor laptopnya.
"jam sebelasan ya. Jadi bisa order sekalian ni. aku wa si Arjun suruh masak yang enak dan spesial buat kita". tutur Andra seraya mengambil ponselnya dan mengetikkan pesan ke salah satu nomor khusus orderan vvip dari CRnya Arjun.
"iya terserah loe dah. Gue ngikut aja". Sahut Indra yang netranya masih bertumpu pada angka angka yang tertera.
"oke". Sahut Andra yang kini sibuk mengetik orderan makanannya.
" Sekalian pesanin kopi gue". timpal Indra.
"oke bro. Tenang.. Itu udah di otak aku tu". Sahut Andra.
" buatin yang enak". Timpal Indra kembali.
"wuiss bawel". Celetuk Andra seraya terus mengetik menu makanan yang akan di pesan untuk mereka dan menu yang sehat untuk orang yang lagi sakit.
Beberapa jam kemudian..
Andra melihat jam tangannya yang menunjuk kan jam sebelas lewat beberapa menit. Dia melirik ke arah Indra yang sedang serius mengerjakan tugasnya.
"oi bro. Udah siap?". Tanya Andra yang juga sibuk mengarahkan kursor ke file yang akan di simpannya.
"iya bentar. Nanggung dikit lagi". jawab Indra sembari memeriksa kembali data data dan angka yang ia kerjakan pagi ini.
"selesai". gumamnya.
akhirnya duo Dra itu pun melanjutkan misi nya untuk menjenguk dan menyenangkan teman yang lagi kesusahan. Meskipun nanti nya suasana bakalan garing dan dingin akibat perseteruan kemarin.
...****************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.