My D you are the first for me

My D you are the first for me
Rumah impian



#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉..


Midea kembali ke apartemen dengan hati yang sulit ia ungkapkan. setelah menjemput sang putra di villanya Cindy wanita itu meminta dan menemani Dean agar masuk ke kamar untuk mengganti bajunya.


"Dee capek kan?" seperti biasa ya?". titah Dea pada putranya itu yang sudah mulai ia ajarkan untuk mandiri.


"iya.. unda". sahut Dean.


lalu Dean masuk ke kamar dan mengerjakan apa yang di suruh bundanya itu pada dirinya. bocah tampan itu memang sudah mulai terbiasa mengerjakan sendiri yang ber hubungan dengan dirinya sendiri meskipun masih butuh bantuannya Midea.


"unda... udah ciap.. bajunya mana? ".tanya Dean di balik pintu.


Midea tersenyum melihat Dean yang masih menggunakan bathrobe kidsnya.


"udah bersih belum mandinya? ". tanya Dea pada bocah tampan itu.


"udah dong. coba cium Dee". tantang Dean pada bundanya.


tanpa menunggu apa pun Midea langsung mencium pipi dan rambut bocah itu.


"hmmm....iya... Dee memang udah wangi.". Dea mengomentari hasil tugas anaknya.


Dea ke dapur untuk membuatkan susu untuk Dean seperti biasa di saat bocah itu mau tidur. Dean menerima sebotol susu tersebut lalu beranjak ke ranjang dan memilih meng habiskan susu botolnya di sana hingga bocah itu tertidur di sedotan terakhir dari susunya.


"Dee..". panggil Midea lembut pada bocah itu yang sudah tau jika bocah itu benar benar tertidur.


"semoga mimpi indah ya nak". ucap Midea seraya mencium lembut pipi gembul tersebut.


Midea mencoba untuk memejamkan matanya agar ia bisa mengistirahatkan tubuhnya. tapi rasanya percuma sebab netranya tak jua mau terlelap meskipun ia merasa lelah. di kepala nya timbul dengan segala tanya akan absen nya Justin pada persidangan hari ini.


Midea dan Sagita memang kecewa pada mangkirnya Justin. itu berarti pria itu tak menghargai atau pun tak perduli sama sekali akan pernikahan yang di paksakan duluny ini.


memang satu sisi ia merasa lega. karena jika yang tergugat tidak hadir selama sidang berlanjut. itu akan mempermudah dirinya untuk melanjutkan proses perceraian yang ia inginkan.


akan tetapi satu sisi lagi ia merasa tidak di anggap dan memang di abaikan untuk ke sekian kalinya. jika Justin memang terlihat perduli terhadap dirinya selama ini seharus nya lelaki itu hadir di sidang pertama mereka. tapi nyatanya.


"cih... ha.. ha...ha.. "Midea tertawa kecil di tengah heningnya ruangan tersebut.


ia merasa jika Justin memang tak sungguh sungguh memperjuangkan atau pun mem pertahankan dirinya untuk terus bersama pria itu.


suara ponsel milik Midea berbunyi nyaring yang harus menghentikan dirinya memikirkan tentang permasalahan hidup dirinya.


"ya Git. ada apa? ". tanya Midea.


"kamu ga apa apa Mi? ". tanya Gita perhatian.


"enggak apa apa Mi. aku baik baik aja". jawab Midea sedikit berbohong.


sebenarnya ia dalam kondisi yang tidaklah begitu baik. hanya saja ia tidak mau merisau kan semua orang apa lagi Sagita yang telah banyak menolongnya selama ini.


"beneran Mi? ". tanya Sagita kurang yakin.


"iya. beneran. malah aku berharap kasusku bisa selesai dengan cepat dan mudah". ujar nya penuh harap.


sebab di hatinya kini tak ada lagi yang bisa ia harapkan meskipun telah lama ia berhenti ber harap pada laki laki itu. apa lagi semenjak Justin mencoba menjauhkan dirinya dengan darah dagingnya sendiri.


"ya mudah mudahan Mi. kita doa kan saja". ucap Sagita.


"masih ada yang mengawasi kalian Mi? ". tanya Sagita tiba tiba yang teringat tentang stalker di sekitar apartemennya Midea.


"aku belum tau Git. tapi sejauh ini Sepertinya belum ada yang di curigai setelah pelaporan tempo hari". sahut Midea yakin.


"syukurlah. tapi apakah tidak sebaiknya kamu pindah rumah saja Mi? ". saran Gita.


"karena bagaimanapun itu lebih baik kan dari pada di ikuti terus sama orang yang tak di kenal". lanjut Gita.


"mmmmm...... nanti aku pikirkan". jawab Dea ragu.


karena bagaimanapun untuk mencari dan menyewa lagi sebuah tempat tinggal yang aman dan nyaman itu sangat sulit. apa lagi saat ini keuangan Dea tidak begitu banyak di tambah ia harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk biaya perceraian ini.


untuk itu ia harus meminimalisir pengeluaran yang tidak terlalu penting atau pun utama. mungkin jika ia memiliki uang tambahan lain selain gajinya bisa jadi ia akan bisa menyicil sebuah rumah impian yang nyaman untuk ia tinggali bersama dengan putranya saja.


"baiklah. tapi jangan lupa hubungi aku atau Arjun jika kamu mau pindahan ya?". saran Gita.


"ya Git". sahut Dea.


lalu keduanya saling menutup ponselnya dan keduanya memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya.


jika Sagita dan juga timnya masih menunggu jadwal sidang kedua dari seluruh klien yang ia bantu. maka begitu pun Midea. Dea masih menunggu sidang lanjutan dari gugatannya.


sementara Justin yang telah berjanji pada putrinya itu, saat ini sedang bersiap siap memasuki sebuah pesawat dengan tarif business class di sebuah Bandara dari kota Melbourne untuk membawanya pulang ke Indonesia bersama Keyra.


"jangan lupa kasih kabar kalau udah nyampe ya". pesan Mona mengingatkan sang putra nya itu.


"iya ma". sahut Justin.


"are you happy Keyra?". tanya Astrid seraya membenarkan jaket bocah itu.


"off course grandma". sahut Keyra.


""be careful there and don't forget to pray if you have trouble. (hati hati di sana dan jangan lupa berdoa jika kakak punya kesulitan)". pesan Astrid pada cucu cantiknya itu.


akhirnya dengan hanya berangkat berdua saja untuk kembali pulang ke Indonesia. akhirnya ayah dan anak itu pun masuk ke sebuah pesawat yang telah menunggunya dan pergi meninggalkan benua yang masih di landa cuaca dingin itu di tiap musimnya.


perjalanan yang memakan waktu lebih dari enam jam itu pun akhirnya tiba dengan selamat. Justin dan Keyra turun dari pesawat tersebut yang mendarat langsung di kota Mdn.


Alan yang jauh jauh hari sudah pulang dari Itali akhirnya datang ke bandara khusus untuk menjemput majikannya itu.


"selamat datang kembali pak". ucap Alan ke pada bossnya itu.


Justin hanya menganggukkan kepalanya seraya memasuki mobilnya. malam ini Justin mengajak Keyra untuk tinggal di dekat perumahan elit di kota itu yang tak jauh dari rumahnya Satria.


Justin sengaja membeli sebuah rumah impian yang lebih luas dari apartemennya yang dulu agar nantinya ia bisa membawa Midea dan Dean pulang bersamanya dan tinggal di rumah baru itu.


bukan hanya itu saja ia sengaja membeli sebuah rumah impiannya agar nantinya anak anak bisa leluasa bermain dan juga sekaligus bisa lebih dekat jika ingin bermain dengan adik sepupunya itu yang di panggil sebagai abi dan ummi oleh anak anaknya.


setibanya di rumah tersebut Keyra tampak takjub dengan rumah yang di desain dengan cantik nan modern tersebut. Rumah jadi yang di beli Justin dan hanya butuh sebulan saja ia merenovasi sedikit dari rumah tersebut di mana sesuai dengan keinginan hatinya dan juga Midea pastinya.


"Daddy ini rumah siapa? ". tanya Keyra heran.


"ini rumah kita sayang. nanti yang tinggal di sini kita berdua sama bunda dan adek Dee". sahut Justin yang sengqja memberikan kabar bahagia itu pada putrinya yang baru saja sembuh dari sakitnya.


"hah... benar Daddy? ". really? ". tanya Keyra tak percaya.


"iya sayang. ini adalah rumah kita. kita sama sama membangun impian dan cita cita kita dari sini. okey? ". cetus Justin mengemuka kan harapannya pada putrinya itu.


"okey Daddy". sahut Keyra sumringah.


akhirnya anak dan ayahnya itu naik ke lantai dua yang tak terlalu tinggi dari lantai dasar itu. Justin membuka sebuah kamar khusus untuk anak perempuan yang sudah di desain se usianya.


"kakak tidur di kamar ini sekarang. karena adek Dee bakalan tidur di kamar sebelahnya". tunjuk Justin pada kamar yang terletak di ujung ruangan.


"loh kok kakak sama adek di pisah sama kamar yang ini". tunjuk Keyra pada sebuah kamar yang memiliki ukuran pintu yang sedikit lebih besar dari pintu kamar yang ber ukuran standar.


Justin tersenyum saat sang anak memprotes dirinya.


"itu kamar bunda nantinya kalau mereka di sini. biar bunda dan Daddy bisa mengawasi kalian makanya kamar bunda di tengah". jelas Justin.


"oo... gitu". sahut Keyra manggut manggut.


"sekarang kakak masuk kamar ya. ganti baju nya". titah Justin lembut pada putrinya itu.


"oke Daddy". sahut Keyra senang.


...**************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.