My D you are the first for me

My D you are the first for me
canggung



Hai readers I am coming back. Selamat membaca kembali..semoga happy...


beberapa menit sebelumnya...


"Justin!!". panggil Dea dengan ketus sembari memundurkan dirinya ke belakang hingga mentok di dinding lift.


Tentu saja hal ini tak di sia siakan oleh Justin ia mengurung tubuh wanita itu di antara dua tangan kekarnya yang kini bersender pada dinding lift.


mereka kini saling bersitatap dengan netra mereka yang sama sama mencari arti dari tatapannya masing masing di dalam netra pasangannya. baik Justin dan Midea sama sama bernafas dengan debaran jantung yang berdetak tak beraturan.


Justin tau seberapa detik lagi lift akan tiba di lantai dasar. Hingga akhirnya pria itu nekat mendaratkan Satu kecupan lembut di bibir sensual yang selalu ia bayangkan bisa


mengecup nya lagi selama ini.


pupil netra Midea sontak semakin melebar saat mendapat kan serangan tiba tiba di bibir nya yang sudah lama tak di jamahi lelaki ini.


bibirnya tanpa sadar terbuka dengan sendiri nya saat Justin mengecup lembut bibirnya.


baik Justin dan Midea kini sama sama merasakan sensasi hasrat yang sudah lama tak pernah mereka kecapi lagi setelah bertahun tahun berpisah. rasa hangat pun menjalar di keduanya seiring darahnya yang berdesir hebat.


tak ingin menyia nyiakan kesempatan, Justin semakin menyesapi bibir sensual itu lebih lama dan dalam. kini lidahnya bergerilya di dalam mulut wanita yang pernah ia sentuh untuk pertama kalinya.


Midea membalas apa yang Justin berikan padanya saat ini dengan turut mengikuti arah permainan lidah Justin di mulutnya. matanya terpejam menikmati sensasi permainan lidah dudanya ini.


mereka berdua terhanyut dalam suasana romansa yang membawa mereka lupa jika beberapa menit yang lalu mereka adalah sepasang suami istri yang memang selalu gagal dalam menciptakan kemesraan seperti ini.


Ting.


suara pintu lift yang terbuka dengan sendiri nya menyadarkan mereka berdua jika per -mainan mesra ini harus di hentikan saat ini juga.


"J..Justin". desisnya saat kecupan manis itu berakhir seraya menatap ke manik biru yang sama dengan putranya.


"yok".sahut Justin dengan netra yang tak lepas ke mutiara hitam tersebut.


Justin menggandeng Midea keluar dari lift dengan perasaan yang berbunga bunga seiring senyum yang tak bisa berhenti di karena kan ada sesuatu yang begitu hangat menyelimuti hatinya saat ini.


sementara Midea merasa canggung atas apa yang terjadi di dalam lift hingga saat ini. meskipun ia telah mencoba bersikap biasa dan seolah tak terjadi apa pun saat pesta puncak putranya berlangsung tetap saja Midea tak bisa menutupi rasa kikuk di hatinya saat harus berhadapan dengan dudanya itu.


belum lagi ia terkejut saat mendengar pengakuannya Justin pada seluruh tamu yang hadir akan status nya yang sebenarnya jauh dari kata benar akan fakta, membuat Midea semakin menjadi sorotan dari setiap mata para tamu yang memandangi nya.


mungkin jika dulu ia mendapat pengakuan seperti ini dan menjadi sorotan para tamu bisa jadi dirinya akan begitu percaya diri dan berbangga hati menunjuk kan pada dunia bahwa ia milik Justin sepenuhnya secara sah di mata hukum dan agama.


akan tetapi saat ini ia merasa menjadi tidak nyaman akan pengakuan yang di umumkan Justin tadinya.


"jadi ini istrinya si Justin yang baru ya?". celetukan dari seorang wanita paru baya


membuyarkan lamunan nya Midea akan kisah nya bersama Justin.


Midea menoleh pada beberapa wanita sosialita yang tengah memandangi dirinya dari atas hingga bawah.


"cantik juga. ga kalah dengan anakku. tapi...?? "salah satu wanita sosialita berceletuk seraya memandangi Midea dari atas hingga bawah.


"masih jauh hebat dari anakku yang memiliki karier sebagai seorang CEO yang memimpin dua perusahaan asing ". ucapnya sembari berlalu dari hadapan Midea.


Midea hanya bisa tersenyum kikuk saat para wanita sosialita menatap dirinya seraya berlalu dan berbisik bisik di antara sesama nya tentang dirinya.


"itu kan model yang suka pake bikini sama Daleman sexy kan!". celetuk salah satu dari wanita sosialita tersebut.


"iya tau. si Midea Hasxander. sekaligus model plus plus gitu kan Jeng?". timpal yang lain nya.


"sayang ya keluarga ini ber menantu kan dia". cibir yang lainnya.


Midea terpaku dengan rasa sakit di hatinya saat mendengar cemoohan orang orang tentang dirinya di masa lalu.


"itu pasti ada apanya. makanya keluarga ini mau terima perempuan kayak gitu. kasian si Jeng Mona". timpal yang lain dengan cibiran yang tak kalah pedes dari cibiran mulut wanita pertama.


Midea menarik dalam nafasnya mencoba meminimalisir rasa sakit hatinya di tengah beberapa tamu yang tengah menatap diri nya saat ini. yang terkadang sebagian para tamu seperti menelanjangi dirinya.


Midea berpindah tempat antara satu ke tempat yang lainnya mencoba beramah tamah pada wali dari anak anak yang di undang nya di acara pesta ulang tahun putra nya ini.


akan tetapi tetap saja tatapan dari para tamu yang hadir membuat dirinya mulai merasa tidak nyaman. di saat pesta mulai berakhir, Dea memutuskan untuk kembali ke kamar lebih awal di karenakan ia yang mulai tak nyaman dengan suasana pesta dan juga ia mulai di dera rasa pusing secara tiba tiba.


Midea menghampiri Alma dan berniat untuk menitipkan Dean pada Alma dengan alasan kurang enak badan.


"mama temani Yo. biar mama check tensi nyo mungkin kurang darah nyo?". tawar Alma khawatir akan keadaannya Dea.


"ga usah ma. mungkin aku nya kecapean kali. maka nya rada pusing dikit. aku cuma minum obat dulu nanti aku nyusul lagi ke sini kok ma?". jawab Midea menolak secara halus bantuan dari mama angkatnya itu.


"ya sudah nanti kalau udah mendingan awak turun lagi Yo ke sini" ucap Alma.


"iya ma". sahut Midea.


lalu wanita yang menjadi pusat perhatian para tamu itu pun melangkah perlahan meninggal kan taman di mana pesta masih berlangsung meskipun waktunya akan segera berakhir dalam waktu satu jam lagi di karenakan mengikuti pergerakan matahari yang akan mulai tenggelam meninggalkan hari ini.


Midea berjalan pelan memasuki lift tanpa di ketahui oleh anggota keluarga yang lainnya bahkan Justin sendiri yang kini sedang asyik mengobrol dengan para kliennya untuk merancang masa depan bersama.


tanpa di sadari Midea jika ada seseorang yang telah mengincar nya semenjak tadi. ia menunggu kesempatan untuk bisa membuat Midea sendirian seperti ini.


dengan berbekal sedikit kenekatan dengan mencampurkan sedikit obat perangsang pada minuman wanita itu agar bisa membuat wanita itu pusing sehingga wanita yang telah di incarnya sejak peristiwa di dalam lift tempo lalu bisa terperangkap masuk ke dalam jebakan yang sedang ia jalani sekarang ini.


pria paru baya itu adalah pria yang telah bekerja sama dengan seseorang dari masa lalunya Midea untuk membuat wanita itu mendapat kan hukuman atas perbuatannya tempo lalu. dan juga untuk mendapatkan hasil berupa uang yang banyak jika ia bisa membawa wanita itu ke seseorang yang telah memesan tubuh indahnya.


sementara Midea mulai merasa kepalanya semakin berat dan mengantuk. ia memejam kan matanya sesaat berharap akan membuka matanya kembali kala dentingan pintu lift berbunyi tanda berhenti. di karenakan ia merasa dirinya dalam fase aman lantaran ia berada di lift sendirian saat ini.


Midea menyenderkan kepalanya ke sisi dinding lift seraya duduk di lantai lift untuk mendapatkan rasa nyaman sesaat. tetapi Midea salah perkiraan. netra nya yang terpejam tak pernah terbuka saat dentingan pintu lift berbunyi dan terbuka.


seorang pria yang memang sengaja menunggunya di lantai family suit ini tersenyum smirk saat melihat sesosok tubuh yang di incarnya selama ini tengah tertidur pulas dengan posisi duduk dan terlihat cantik di matanya sehingga gairah pria itu semakin meluap membayangkan posisi bercinta seperti ini.


"hahaha welcome my naughty lady. akhirnya kamu jatuh juga ke dalam perangkap ku setelah selama ini aku yang selalu jadi korban perangkap mu baby". gumamnya seraya masuk ke dalam lift dan menekan tombol di lantai teratas di mana kamar yang telah di pesannya khusus berada untuk menuntaskan hasratnya bersama dengan dua temannya yang lain. yang sama sama menjadi korban penipuan dari seorang Midea Hasxander.


"aku on the way. bersiaplah". ucapnya melalui ponselnya untuk memberi tahukan pada dua temannya peri hal rencana yang telah di susunnya bersama.


*untuk next chapter


*Midea yang mencoba keluar dari jebakan seseorang. mampukah dia bertahan atau akan ada seseorang yang akan menolong dirinya. siapakah dia?. atau Midea sendiri lah yang menolong dirinya sendiri.


Yok kita ke next chapter ya reader..


Tetap stay terus ya readers..


Yok kita ke next chapter ya reader..


****************


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.