My D you are the first for me

My D you are the first for me
kisah idamnya Midea



Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉.


"sepatu ini. bagaimana bisa di pakai...tunggu". desisnya yang masih terhenyak kaget.


"bu. apakah benar cucu ibu itu yang bernama Mykehl Deansyah?. tanya Justin penasaran.


"ya benar. seperti yang anda baca tadi di pintu kamarnya. saya yang meminta Jasmine untuk memakai kamar pemberian saya itu sebagai hadiah atas kelahirannya. agar bisa di guna kan olehnya untuk menyusui bayinya saat Jasmine bekerja di restoran ini". tukas Qanita saat mengingat awal awal Dean lahir.


"Jasmine??". gumam Justin dengan dahinya yang berkerut.


"iya Jasmine". sahut Qanita saat mendengar gumaman Justin.


Justin terdiam sesaat.


"boleh saya melihat foto foto cucu anda?". tanya Justin yang meminta ponsel Qanita karena ingin melihat foto bayi yang berumur setahun yang menggunakan sepatu putih.


"tentu saja. lihatlah". sahut Qanita seraya memberikan ponselnya yang menampilkan aplikasi galeri di layar ponselnya.


Justin dengan perlahan mengambil ponsel tersebut dari tangannya Qanita. dengan perlahan ia menggeser layar demi layar yang tertera berbagai foto bocah tampan nan menggemaskan berumur satu tahun dengan menggunakan sepatu yang sama.


seketika ia teringat soal sepatu yang pernah ia belikan untuk calon bayi yang ada di perut Almarhumah Namira, calon adiknya Keyra. saat itu ia membelikan dua sepatu yang ber -merk sama dan juga modelnya hanya saja warnanya yang berbeda.


saat itu Justin lebih memilih menghadiahi Namira sepatu bayi dengan yang berwarna navy karena ia berharap anak kedua mereka adalah laki laki. meskipun si calon bayi yang tak selamat itu adalah perempuan lagi. sedangkan sepatu yang berwarna putih ia hadiahkan untuk calon cucu pemilik restoran ini.


Justin terus menggeser layar demi layar foto foto milik bayi yang sedang di gendong oleh Qanita waktu itu hingga ia menghentikan pergerakan jarinya dengan netranya yang menatap terpaku pada sebuah foto di mana ada Dea di dalamnya sedang menggendong bayi yang sama.


"apakah dia ibu dari bayi yang di gendongnya? "apakah dia Jasmine yang di ceritakan oleh ibu ini? ". Justin bertanya tanya dalam hatnya.


"bu. ini siapanya bayi ini?". tanya Justin pada Qanita seraya menunjukkan foto Dea dan bayi gembul yang menggunakan sepatu putih pemberiannya dulu.


"ini adalah Jasmine. ibu kandung dari cucu kami Mykehl Deansyah". jawab Qanita.


Justin terkesiap mendengar jawaban Qanita. kini ia tau Jasmine siapa yang di maksud oleh Qanita. bahwa Jasminenya mereka adalah Midea yang saat itu sedang menyamar sebagai dirinya sendiri tanpa Midea tau jika Midea memang Jasmine di karenakan penyakit yang di deritanya selama ini.


"dia anak kandung anda?". tanya Justin basa basi.


Sebenarnya Justin ingin memancing cerita tentang Midea selama wanita itu tinggal di sini. sementara Qanita menanggapinya dengan senyuman lalu menggeleng pelan.


Justin mengernyitkan dahinya sesaat menatap arti senyuman dari Qanita.


"dia perempuan yang di temukan oleh teman saya, Alma di sebuah terminal bus kota pdg sekitar empat tahun yang lalu". jawab Qanita.


"maksud ibu?" tanya Justin yang masih ingin tau cerita kebenaran yang Sebenarnya dari kehidupannya Midea setelah wanita itu lari darinya.


lalu Qanita menceritakan saat di awal awal pertemuan Qanita dengan Midea yang di bawa oleh Alma saat mereka memulai bisnis restoran di hotel ini. Qanita yang mencerita kan bagaimana ia melihat getirnya kehidupan dari seorang Midea saat wanita itu di nyata kan hamil. apa lagi saat itu kami tak tau siapa ayah dari bayi yang di kandungnya.


"sungguh wanita yang malang". gumam Qanita saat Justin terpekur menatap foto Dea dan Dean yang berumur setahun itu.


"lalu bagaimana kelanjutan kisahnya?. selama masa kehamilannya apa dia mengalami mual mual seperti wanita hamil kebanyakan?". tanya Justin yang ingin mengetahui banyak soal kehidupan Dean selama berada di rahim bundanya.


"cukup kuat. anak angkat kami itu tidak mengalami yang namanya morning sickness seperti kebanyakan perempuan hamil lainnya. ia cukup kuat dalam bekerja. terkadang ia hanya mengidam sesuatu saat di tengah malam tiba". sahut Qanita yang pernah memergoki Dea sedang menikmati es krim secembung yang baru saja di buatnya atas arahan Arjun.


"0oh ya??. Seperti aba bu? rasa idam yang di alaminya? ". tanya Justin yang di liputi rasa penasaran tentang bundanya Dean itu.


"tidaklah begitu merepotkan pastinya. ia suka sekali mencari makanan di tengah malam buta. hehehe. .". kekeh Qanita geli saat mengingat Midea yang memakan tiga porsi gulai ikan yang di masak oleh Alma saat itu.


"oh ya?? ". hampir setiap malam bu? ". tanya Justin Penasaran.


"yah bisa di katakan Seperti itulah". sahut Qanita seraya tersenyum.


"jadi dia akan memakan apa saja bu? ". tanya Justin lebih kepo.


"entahlah yang jelas saat Jasmine telah selesai bekerja. ia pasti mengajak kedua temannya untuk mencari sesuatu untuk di makannya. atau Jasmine akan membuat sesuatu yang baru untuk di makan". jelas Qanita seraya tersenyum


Justin pun ikut tersenyum serta larut akan pemikirannya masing masing saat memikir kan tentang Dea.


"semisalnya shoping gitu? ". tanya Qanita yang teringat cerita anak temannya yang memiliki idam hunting diskon murah pada barang apa saja.


"hahaha.... sepertinya tidak. anak kami itu sangat susah sekali untuk di ajak shopping. padahal kami mengajaknya untuk mencari barang barang perlengkapan bayinya. tetapi dia malah memilih duduk di dapur selama berjam jam". kekeh Qanita saat ia teringat tentang Midea yang suka mencium aroma bumbu dapur ketimbang bau parfum.


"kamu tau mr. itu karena dia lebih suka mencium bumbu dapur ketimbang bau parfum". ujar Qanita melanjutkan ceritanya.


akhirnya Justin tertawa di ikuti Qanita yang memang tak bisa menahan rasa gelinya terhadap sikap Midea yang lebih memilih bersembunyi di dapur ketimbang pergi untuk mengambil ME TIME nya dia.


"apakah kelahirannya lancar saat itu bu? ". tanya Justin yang ingin tau cerita kelahiran dari putranya.


"Alhamdulilah lancar. Alma dan suaminya memang benar benar orang tua angkat yang siaga. mereka benar benar menjaga Jasmine dengan baik. meskipun kelahirannya di tengah malam buta. tetapi teman saya itu benar benar seorang ibu yang baik". sahut Qanita.


"Mykehl Deansyah lahir dengan selamat dan sehat dengan bobot yang lumayan besar dari bayi yang lahir dengan berat badan normal. kami sekeluarga hotel dan restoran ini sangat bahagia menyambut kehadirannya. benar benar anak yang lucu". ujar Qanita melanjut kan kisahnya Midea seraya melirik pada ponselnya yang di pegang Justin.


Justin melirik ke foto Dea dan Dean lagi lalu ia mengembalikan ponselnya Qanita seraya berucap


"cerita yang sangat menarik bu. terima kasih".


Qanita menanggapinya dengan senyuman dan membalas ucapan Justin


"sama sama mr. Semoga anda tak merasa jenuh menginap di tempat kami ini lagi ya mr"


"ahh tidaklah bu. justru saya merasa amat senang bisa menginap di sini lagi setelah sekian lama saya tak pernah datang ke kota ini lagi". balas Justin.


"semoga Allah memudahkan langkah anda untuk kembali ke sini lagi mr". ucap Qanita.


"Aamiin. terima kasih bu". ucap Justin.


Restoran sudah mulai sepi seiring para pelayan restoran menutup seluruh jendela dan pintu depan restoran. para pelayan pun mulai berpamitan pulang pada Qanita.


akhirnya Justin pun juga berpamitan pada Qanita untuk beristirahat di kamarnya. Sebenarnya ia masih ingin tau tentang kehidupannya Midea saat wanita itu tak berada dalam pantauannya di beberapa tahun belakangan.


akan tetapi waktu menunjukkan sudah kian larut dan ia pun tak mungkin mengambil waktunya orang lain hanya untuk memenuhi keinginan hatinya. maka Justin pun ber -inisiatif untuk mengundurkan diri dulu dari hadapan Qanita.


"saya permisi bu. terima kasih atas jamuan nya untuk hari ini dan juga mini cookiesnya ". ucap Justin seraya bangkit dari duduknya sembari memegang setoples mini cookies nya.


"sama sama mister. semoga hari anda menyenangkan selama berada di sini". balas Qanita.


Justin meninggalkan restoran untuk kembali ke kamarnya di mana ia melewati kamar milik nya Dean lagi. meskipun Sebenarnya ingin rasanya ia melihat dan menjaga putranya itu di rumah sakit malam ini. tetapi ia urungkan saat ia teringat pada kemarahan Midea jika wanita itu melihat dirinya.


"hmmm... my D.. ". gumamnya seraya menghela nafasnya saat ia melintas di depan kamarnya Dean.


Lanjut ke next chapter ya readers. stay cool ya Readers


...****************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,pp vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


Ig Hazhilka


youtubenya Hazhilka279


Https://hazhilka279.blogspot.com/2023/02/


Terima kasih.