My D you are the first for me

My D you are the first for me
Reunian ajang pameran



Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉


Suara dering ponsel menghentikan Justin dari aktifitasnya membuat dadaran telur dengan rotinya. Ia melihat layar ponsel yang teeterakan nama Indra dalam mode panggilan video callnya. Justin mengusap layar ponsel nya di mana Indra sedang berada di suatu tempat.


"Tin"..panggil Indra.


"lagi di mana Ndra?". Tanya Justin.


"lagi di kafenya si Arjun. Nemenin bini sama anak gue reunian". Jawab Indra.


"oiya. si Keyra juga di sana". Sahut Justin.


"hah. Masa sih?". Kok aku ga jumpa?" apa.perginya sama Satria dan Retha ya?". Tanya Indra.


"iya. Mereka mungkin lagi di jalan". Sahut Justin.


"Tin.lu kesini dong. Ngumpul sama kita. Kita ni di atas di lantai dua. Di bawah rame banget.


lu ke sini ya sekarang". Ajak Indra.


"ga lah Dra. Aku malas ke situ. Udah ribut suasananya plus bete lagi sampe sana kayak kamu pastinya. Keliatan wajahnya tu. Bukan nya dapat happy jadinya malah dapat kesal". sahut Justin.


"ahh..payah lu Tin. Ga setia kawan lu". dumel Indra.


"si Andra mana?. Kenapa ga ngajak dia aja. Kan bininya lagi di sini". Ujar Justin yang seketika teringat pada temannya yang satu lagi.


"tuuuu....". Ucap Indra seraya mengarahkan kamera ponselnya ke Andra yang sedang ter-tidur di lengan sofa itu.


"beneran tidur dia tu?".Tanya Justin penasaran.


"iya ni". Sahut Indra jujur seraya mendekatkan kamera ponselnya ke wajah Andra hingga terdengarlah dengkuran berat dari nafas Andra si perokok berat.


"hehe..ngorok gitu Ndra". Kekeh Justin.


"iya ni. Kecapekan kali. Tadi siangkan kita ga ada jedanya karena langsung lanjut kerja biar bisa culik lu buat nostalgiaan sore tadi hehe". Kekeh Indra.


"hah. Kalian ada ada aja".jawab Justin seraya menggeleng gelengkan kepalanya pelan.


"Tin.ayolah ke sini". bujuk Indra lagi.


Justin berfikir sesaat lalu memberikan satu jawaban singkat


"nantilah".


"beneran ya. Gue tunggu ni". sahut pria beranak satu itu penuh harap


"hmmm". Jawab Justin malas.


akhirnya Justin menutup ponselnya dan memilih melanjutkan kerjaannya untuk mengganjal perut sixpactnya di karenakan masih rajin berolah raga di saat adanya waktu senggang.


Sementara masih di acara ulang tahunnya Arjun dan sekaligus reunian kampus XXX negeri Mdn. Pria jomblo nan tampan itu masih celingak celinguk mencari Sagita yang tadinya ia melihat gadis dewasa itu berada di antara kakak kakak letingnya yang lain.


Sedangkan Sagita dari kejauhan mencuri pandang ke arah Arjun yang sedang celingak celinguk seperti mencari seseorang. Ia tersenyum kecil melihat dan memandang dengan rasa kagum akan penampilan Arjun yang gagah hari ini dengan balutan tuxedo nya. penampilan yang jarang jarang di lihat nya pada diri Arjun.


Jika biasanya Sagita sering melihat penampilan Arjun dengan kemeja kerja tanpa embel embel jas dan dasi. selebihnya hanya simple kaos atau pun pakaian casual lainnya.


"Git. Lihat siapa sih?". Tanya salah satu teman nya.


"aku ke sana sebentar ya. Mau nambah minuman". ucapnya seraya menunjukkan gelas yang berisi wine yang tersisa sedikit lagi.


"oke. Jangan lama ya. Kita masih punya cerita seru nih". pesan si teman.


"ya". Sahut Sagita singkat seraya melangkah meninggalkan sekelompok alumninya yang satu jurusan di fakultas hukum.


Ia sebenarnya sudah mulai bosan mendengar kisah kisah temannya yang berniat datang ke sini bukan untuk silaturahmi. melainkan ajang pencarian jodoh dan pamer jodoh. Karena itu lah Sagita membuat sebuah alasan untuk sebisa mungkin menghindari sebuah kalimat pertanyaan yang itu itu saja.


"udah punya jodoh?".


"kapan kawin?".


"udah punya anak?"


"tinggal di mana?"


Dan lalu mulai deh obrolan pamer pameran yang ga penting buat di ceritakan kehebatan dari masing masing mereka .


Sagita melangkah ringan mendekati Arjun yang kini posisi telah membelakanginya karena mengarahkan anak buahnya untuk mengisi makanan dan minuman yang sudah mulai tersisa sedikit.


"oiya bilang sama karyawan yang baru masuk itu buat jagain dan juga sekaligus di perhati kan anak anak yang ada di taman belakang ya. Suruh mereka jagain. Penuhi kebutuhan mereka jangan sampai mereka ke depan karena acara belum selesai. ". Titah Arjun.


"siap pak boss". sahut Sagita dari belakang seraya mendekatkan suaranya di telinganya Arjun.


Seketika itu juga Arjun pun menoleh ke belakang. Sontak membuat ia langsung terpana pada penampilan Sagita yang cantik dan anggun.


"Gita". Desisnya pelan tetapi bisa di dengar oleh gadis dewasa yang cantik itu.


"ya. Ada apa pak Arjun Sajjad". Sahut Sagita sedikit centil.


Hal ini membuat pria keturunan asia selatan itu menjadi gemas karenanya. Jika saja mereka hanya berdua ingin rasanya ia kecup bibir yang berwarna pink soft itu.


"kamu udah makan?". Tanya Arjun pada gadis dewasa itu.


"ayok"..ajak Arjun seraya menarik lengan Gita menuju dapur.


Sementara Retha dan Satria dan juga Keyra masih betah berlama lama di dapur kafe seraya mencicipi sajian menu ulang tahun dan juga reunian kampusnya.


Arjun tiba di dapur lalu melepaskan lengan Gita dan mempersilahkan untuk duduk di sudut meja dapur di mana ada keluarga dari abang sepupunya yang lain sedang duduk santai di meja yang berada di samping jendela besar yang menghadap ke taman dari ruang dapur tersebut.


"hai Tha"..sapa Gita seraya menghampiri mereka dan menarik salah satu kursi yang ada di hadapannya kini.


"hai kak Gita. Ayok sini gabung kak". balas Retha lalu mengajak kakak letingnya untuk duduk.


"udah lama?". Tanya Gita.


"lumayanlah kak". Sahut Retha.


"enak kak makanannya?". Tanya Gita berbasa basi pada bocah cantik itu.


"hmm enak dong. Tante mau coba?". yang ini aku yang bikin loh tante". Jawab Keyra antusias seraya menyodorkan kue brownies buatannya yang padahal sebenarnya Keyra hanya menghias saja saat Arjun membuat adonan brownies lumer.


"oh iya??". Pekik Sagita sumringah lalu mencoba brownies tersebut dalam sekali gigitan.


"emmm..". Gumamnya".


"gimana tante. Enak kan?". Tanya Keyra dengan pedenya.


"hmmm..enak Key. Kamu pintar banget ya sekarang". puji Sagita untuk ponakannya itu.


Beberapa menit kemudian...


Keyra menyudahi makannya lalu ia melihat ke arah keluar menuju taman belakang di mana ia melihat seluruh anak anak berkumpul untuk memulai permainan yang akan di pimpin oleh salah satu orang dewasa.


"ummi. Kita kesana yuk?". Ajak Keyra antusias


Retha pun menoleh ke arah yang di tunjuk oleh Keyra. Ia tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.


"ayuklah. Bang, kak Gita aku kesana dulu ya mau bikin si bocil seneng dulu dari pada ngambek. Repot nanti". Pamit Retha lalu memelankan suaranya di akhir kalimatnya.


"iya deh". Sahut Gita


seiring Retha dan Keyra bangkit dari duduk nya datanglah Arjun dan karyawannya yang membawa makanan untuk di santap bersama dengan Sagita.


"ehh..mau kemana kalian?". Tanya Arjun pada Keduanya.


"mau kesana dulu pa???". jawab Keyra.


"ooohh..oke lah..". Sahut Arjun.


Lalu pria jomblo tampan itu menarik kursinya dan memilih duduk di samping Sagita. Sementara Satria yang memperhatikan kedua nya selama ini menaruh curiga akan status hubungan keduanya.


"makan pak. Ini sup ayam pak berguna untuk menenang kan jiwa pak ". Ucap Arjun yang mencomot sebuah kalimat dari judul buku yang berisi motivasi dan kehidupan karangan dari Jack canfield dan Mark Victor Hansen.


Ia pun mendorong satu mangkok sup ayam di hadapan Satria.


"silahkan pak". Tawar Arjun pada dosen yang mengajarnya praktikum dulu.


Satria pun mengambil sendok yang terletak di samping piring ceper yang sekaligus untuk alas dari mangkuk sup panas tersebut.


Ia pun mencicipinya seraya sesekali melirik pada dua insan yang berbeda kelamin itu. Ia terus mencicipi sup tersebut dalam diam seraya mengawasi dua bocah dewasa yang tak pernah terdengar kabar jika satu sama lain berpacaran.


"enak pak?". Tanya Arjun basa basi.


Satria pun memberikan satu jempolnya pada Arjun seraya mengunyah cincangan daging ayam yang di suwir suwir beserta tulang rawannya.


"menurut kamu gimana Tha?". Tanya Arjun pada kakak leting yang kini sudah nyaman oa panggil Gita.


Sementara Satria mengernyitkan dahinya saat Arjun memanggil kakak letingya yang terkenal jutek sekampus. Tapi bagaimanapun adik sepupunya itu biar bagaimanapun tetap jadi incaran para brondong lantaran memiliki wajah cantik dan tak boros muka sehingga para pria menganggap jika Sagita masih pantas untuk sendirian dulu tanpa harus di buru buru menikah karena di kejar usia.


belum pun terjawab rasa penasarannya kali ini dua insan itu membuat dirinya bertambah penasaran akan kelakuan Arjun yang tiba tiba reflek mengelap saus kecap manis yang menempel di sudut bibir adik sepupunya itu langsung dengan jarinya.


Sagita yang mendapatkan perlakuan seperti itu pun hanya tersenyum dan mengucapkan terimakasih dengan lembut pada adik letingnya itu.


"Kalian berdua pacaran??!".tanyanya seraya memicingkan kedua matanya menatap kedua nya.


.Lanjut ke next chapter ya readers


...****************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,pp vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


Terima kasih.