
Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉
satu hari sebelumnya...
Midea terjaga dari tidurnya di saat ia merasa kan ada sesuatu yang bergetar hebat di samping tubuhnya yang menyebabkan kasur empuk yang di tidurinya pun ikut bergetar.
ia membalikkan tubuhnya ke belakang dan mendapati Dean yang meringkuk dengan tubuh yang bergetar hebat di samping tubuh nya.
"Dee". pekiknya kaget.
Dea merabai keningnya Dean dan juga tubuh bocah itu yang lain.
"astafirullah Dee. kenapa bisa panas gini nak badannya". Dea beristigfar.
lalu ia segera bangun untuk mengambil obat kompres penurun panas serta thermo digital agar Dea bisa mengukur suhu tubuhnya Dean saat ini. Dea memasangkan obat kompres tersebut ke keningnya Dean serta meletakkan kan thermo digital tersebut ke ketiaknya sang putra.
"38.9 derajat". desisnya dengan bibir yang bergetar.
sebab ia takut jika terjadi sesuatu pada Dean. pasalnya suhu tinggi yang di tunjukkan oleh thermo meternya adalah melebihi dari suhu panas anak dirinya jika terkena gejala demam Seperti ini.
"ya Allah Dee. kenapa tinggi banget nak demamnya". gumam Midea resah seraya bolak balik menggantikan kompresan handuk basah selain obat kompres di dahinya.
ia begitu takut jika nantinya Dean mengalami hiperpireksia yaitu di mana kondisi badan mengalami Demam yang lebih tinggi. Jika hasil pengukuran termometer menunjukkan suhu tubuh 39,4 derajat Celsius atau bahkan lebih. Apabila suhu tubuh telah mencapai 41,1 atau lebih tinggi lagi. maka kondisi inilah yang disebut dengan hiperpireksia.
Dea membangunkan Dean perlahan untuk memberinya minum dan juga obat penurun panas berupa sirup. Dea menggantikan lagi kompres tambahan yang ia tempelkan di punggung, kaki dan lengan putranya.
menit demi menit berlalu hingga handuk yang di jadikan kompres pada Dean pun telah mengering dengan sendirinya, tetapi tubuh mungil yang masih gembul itu belum juga menunjukkan tanda tanda akan menurunkan suhu tubuhnya yang masih terlalu panas itu.
Dea mengecheck kembali suhu tubuh Dean dengan thermo digitalnya.
"ya Allah masih segini. belum turun turun juga
gimana ni ya Allah... ". gumam Dea semakin khawatir seraya menatap layar kecil dari alat pengukur suhu tersebut.
"Dee... ".panggilnya lembut kepada putranya seraya mengusap usap kepalanya.
panas tubuhnya masih begitu terasa di telapak tangan Dea. ia melirik jam di dinding kamarnya.
"sudah hampir satu jam ya Allah". gumamnya semakin resah.
"mmm....nda.. . ". gumam Dean lemah.
"ya.. nak.. ". sahut Dea seraya mendekap sang putra erat.
"unda.... ???"..gumam bocah itu kembali dengan tubuhnya yang masih bergetar karena merasa kedinginan di dalam tubuhnya.
"iya sayang.. bunda di sini.. Dee kenapa nak?". tanya Dea khawatir.
"Dee.. di..di.. ngin...unnnda...??? ".sahut Dean dengan bibirnya yang bergetar.
"ya Allah.. ini gimana ya Allah..??". ucap Dea di hatinya mengadukan semuanya pada tuhan nya.
akhirnya Dea berinisiatif untuk mencoba menghubungi tante Alma untuk meminta bantuannya akan kondisi putranya. pasalnya sudah hampir satu jam Dea menunggu reaksi dari pertolongan pertama yang ia berikan sebelumnya belum juga menunjukkan
tanda tanda akan membaik.
"ya nak. ada apo? ". sapa Alma lemah karena masih merasakan lelah dan mengantuk.
"Assallmualaikum ma.. ". sapa Dea dengan bibirnya yang bergetar saat Alma menyapa nya duluan.
"Midea??. ado apo malam malam begini telpon mama??". tanya wanita yang kini telah menyebut dirinya mama untuk Midea.
"Dee sakit ma.. badannya panas.. udah satu jam belum juga turun turun. thermonya masih 38.9 ma dari pertama aku check". jawab Dea menahan isak.
"ya Allah. sebentar mama ke sana". sahut Alma seraya menutup ponselnya.
dengan langkah kaki yang tergesa gesa Alma keluar dari kamarnya meninggalkan suami nya yang masih mendengkur dalam tidurnya di karenakan faktor kelelahan.
"ma... ". pekik Midea saat ia membuka pintu rumahnya.
"tenang yo". sahut Alma yang langsung masuk ke kamarnya Naminka dulu yang kini telah di tempati oleh Midea dan Dean
Alma melihat tubuh mungil yang kini tengah meringkuk di antara bantal dan guling. ia meraba kening dan seluruh tubuh cucunya itu.
"ambilkan lagi thermonya nak". titahnya pada Dea yang terlihat khawatir.
Dea pun mengambil thermonya dan langsung menyerahkannya pada Alma. Alma segera mengecheck kembali kondisi tubuh Dean yang masih menggigil kedinginan karena merasa dingin sementara di luar tubuhnya kulitnya Dean terasa panas.
"iya ma. aku takut banget ma. sudah satu jam lebih ia terus menggigil seperti itu". sahutnya semakin khawatir.
bunyi notifikasi dari thermo meter yang di pasangkan pada Dean sebagai tanda bahwa alat itu telah selesai melakukan tugasnya. Alma menarik pelan thermo tersebut dari ketiaknya Dean yang netranya terpejam tetapi mulutnya terus bergumam karena hawa panas dan dingin yang menyerang tubuhnya secara bersamaan.
"astafirullah Midea. masih segini sajo. kenapo indak turun turun yo?". pekik Alma pelan akan tetapi cukup membuat dirinya kaget.
"jadi gimana ma?". tanya Dea semakin resah sembari mengelus elus kepalanya Dean untuk menenangkan putranya itu agar bisa bersabar dalam sakitnya.
"unda... mmmm... unda... ". gumam Dean kembali.
"kita bawa ke rumah sakit sajo yo". ajak Alma pada wanita yang tampak mulai frustasi itu.
Midea pun mengangguk tanda setuju.
"ya sudah kito bersiap siap dulu. biar mama yang bangunkan papamu". sahut Alma.
tak butuh waktu lama akhirnya Alma kembali ke rumah Midea dengan tas jinjing yang berisikan dompet dan ponselnya.
"ayok kito berangke sekarang jugo". ajak Alma yang melihat Dean sudah berada dalam gendongannga Dean.
"ayok lekas masuk nak". sapa Danang seraya membuka pintu belakang mobilnya untuk anak angkatnya itu.
segera setelahnya tiga orang dewasa itu melajukan mobilnya ke sebuah rumah sakit terdekat dari rumah mereka. dan yang juga kebetulan pun Rendy bertugas di sana.
sesampainya di sana Dean di periksa di ruang instalasi darurat dan langsung di tangani oleh seorang dokter. beberapa menit setelah pemeriksaan, seorang perawat keluar dari ruangan tersebut dan meminta salah satu anggota keluarga pasien untuk menemui Dokter di ruangan dokter jaga.
maka Alma dan Midealah yang bergerak maju untuk mengetahui kondisi Dean yang sebenar nya. mereka mengikuti langkah perawat tersebut yang membawanya ke sebuah ruangan yang tertulis ruangan khusus dokter jaga .
Alma dan Midea di persilahkan masuk ke ruangan tersebut dan mengambil posisi duduk pada dua bangku di sudut ruangan yang terdapat meja di depannya.
"dengan keluarga pasien? ".tanya sang Dokter saat Alma dan Midea duduk tepat di hadapan dokter yang umurnya hampir sebaya dengan Midea.
"ya dok. ambo neneknyo dan ini ibu kanduang nyo". sahut Alma.
"begini bu. saya ingin menjelaskan sedikit kondisi Sebenarnya dari pasien". ucap dokter perempuan tersebut.
"ya Dok. lanjutkan sajo". sahut Alma.
"sebelumnya apa Dean suka meminum sesuatu yang terlalu dingin di saat cuaca terik seperti akhir akhir ini bu?". tanya sang Dokter pada Alma dan Dea.
"ya ada juga. tapi bukan lagi pada saat cuaca panas dan terik pun saya ijinkan untuk meng-
konsumsinya. karena saya tau kondisi anak saya yang rentan sakit tenggorokannya jika ia mengkonsumsi es krim di saat cuaca lagi terik teriknya". jelas Midea yang teringat kebiasaan Dean yang suka menjilati es krim setelah memakan makanan pokoknya.
"ya itu maksud saya bu. melihat cuaca di tempat kita yang begitu panas. sehingga kebanyakan dari anak anak mengkonsumsi yang dingin dingin. dan bisa jadi tanpa se -pengetahuan oleh ibu mereka diam diam mengkonsumsinya. mereka pikir akan merasa lebih baik untuk menghilangkan rasa hus dan dahaganya. tetapi justru itulah yang bisa memperburuk kondisi kesehatannya" tukas Dokter tersebut panjang lebar.
"jadi keadaan cucunyo ambo gimana Dok? ". Tany Alma penasaran.
"ini belum kita pastikan apa. besok pagi akan kami temui spesialis THT nya untuk di mintai keterangan lebih lanjut. tetapi di lihat dari gejala gejala yang di timbulkan untuk saat ini kemungkinan besarnya dek Mykehl Deansyah mengalami radang tenggorokan akut". ucap sang Dokter tersebut.
"Apa??!. radang tenggorokan akut??! ". pekik Midea dan Alma.
Lanjut ke next chapter ya readers. stay cool here ya Readers
...****************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,pp vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
Ig Hazhilka
youtubenya Hazhilka279
Https://hazhilka279.blogspot.com/2023/02/
Terima kasih.