
Hai readers. selamat membaca kembali ya??.
Sementara setelah Dean di jemput oleh Rendy ke sebuah pesta ulang tahun anak temannya Rendy. wanita itu kembali lagi ke restoran untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda lantaran putranya yang sangat ber- antusias dalam menghadiri acara ulang tahun untuk anak anak seusianya.
Dea bekerja tanpa mengenal waktu untuk mengikis rasa rindu pada putranya itu. yah seperti itulah ibu dengan anak satu itu. hanya dengan putranyalah yang bisa mengobati rasa sakit yang selama ini ia alami dalam kehidupannya.
nada pesan masuk ke ponselnya Dea. ia pun meng hentikan aktifitasnya sejenak. Midea membuka sebuah apklikasi chat berwarna hijau dan menemukan satu pesan dari Rendy yang memberitahukan jika putranya itu telah di antarnya kembali ke rumah dan kini sedang bersama atoknya yang baru saja tiba di rumah.
"terim kasih Ren". tulisnya sebagai ucapan terima kasihnya karena telah menjaga anak nya secara tak langsung meskipun hanya dengan mengajaknya menghadiri pesta ulang tahun anak temannya Rendy.
sementara dari balik teropongnya Justin terus memperhatikan kegiatan Dean yang sedang di mandikan oleh pria paruh baya yang di panggil atok oleh putranya itu. perasaan miris menyelimuti hatinya lantaran sudah terlalu lama ia tak memandikan sang putranya lagi.
sebuah mobil memasuki pekarangan rumah di depan rumahnya Jasmine. Justin melihat Midea yang baru saja turun dari mobil yang di kendarainya. ia melihat mantan istrinya itu menyerahkan kunci mobilnya pada wanita paruh baya yang di panggil oma oleh putra nya itu.
Justin melihat Midea memasuki rumahnya dan terus memperhatikan kegiatan mantan istrinya itu hingga akhirnya Justin harus menyerah saat Midea menutup pintu kamar nya seiring suara ketukan pintu dan juga suara Keyra yang memanggil dirinya.
"Daddy". pekik Keyra pelan saat Justin membukakan pintu untuk putrinya itu.
"iya kak. ada apa sayang?". tanya Justin seraya menggendong bocah cantik itu dan membawanya masuk ke dalam kamarnya.
"kata ummi. bunda lagi sakit ya Daddy?". ujar Keyra yang kembali menanyakan keadaan Dea pada dirinya.
"hmm... iya. apa yang di katakan ummi kamu memang bener". jawab Justin yang memang mendukung pernyataannya Retha.
"tapi kakak kangen sama bunda Daddy". ucap Keyra sendu.
Justin tersenyum seraya merapikan anak rambut sang putri.
"kakak mau ga Daddy nunjukin sesuatu dari sini. tapi kakak harus janji dulu sama Daddy tiga hal". ujar Justin yang memberikan ultimatum pada putrinya yang sempat mema -rahi adiknya itu tadi siang.
"kok banyak banget sih perjanjiannya Daddy?"
tanya Keyra yang sedikit peotes.
"iya dong. kalau ga Daddy ga akan nunjukin apa pun pada kakak. mau ga?". tanya Justin memastikan.
"iya deh". jawab Keyra.
lalu Justin membawa Keyra ke pinggiran Jendela dan menunjukkan pada dua rumah yang saling berhadapan.
"itu rumah bunda". tunjuk Justin ke rumahnya Jasmine pada putrinya itu.
"rumah bunda? sama Dee?". tanya Keyra memastikan pendengarannya.
"iya sayang. bunda sama Dee tinggal di rumah itu". sahut Justin.
lalu memasangkan teropong yang ia gunakan untuk mengintai Midea ke Keyra.
"kakak bisa liat adek dan bunda dari sini". ucap Justin.
Keyra pun memperhatikan orang yang selama ini ia rindukan. ia tersenyum saat melihat Dea keluar dari kamar menuju teras. Keyra ter-senyum saat melihat wanita yang sudah ia anggap ibu baginya.
"kamu lihat bunda?". tanya Justin saat melihat putrinya itu tersenyum.
"iya Daddy. Keyra lihat bunda di situ". sahut nya dengan teropongnya yang masih melekat di netranya.
"bunda kelihatannya sehat dan baik baik saja tetapi sebenarnya enggak. itu kenapa bunda ada di sini dan ga bisa kita temui dulu karena bunda butuh ketenangan sayang biar cepat sembuh".tukas Justin menjelaskan pada putrinya itu.
Keyra melepaskan teropongnya dari kedua netranya, lalu menatap ke Daddynya itu dan tersenyum kecil.
"kakak mengerti kan sekarang kenapa bunda belum bisa kita temui?".ucap Justin seraya tersenyum.
"kakak doain aja ya sayang". ucap Justin seraya merapikan anak rambut putrinya itu.
Keyra pun mengangguk pelan.
***
masa kebersamaan yang berlangsung hanya tiga hari bersama dengan bocah tampan itu harus berakhir di karenakan seluruh anggota Kehl harus kembali ke kota Mdn.
saat ini mereka di sibukkan dengan pekerjaan nya masing masing. begitu pun Keyra yang kembali giat bersekolah meskipun gadis kecil itu tak ingin di buatkan lagi acara ulang tahun semewah yang di rencanakan sebelumnya pasca ia pulang dari kota pdg.
ia hanya meminta pada Daddynya agar di setiap minggunya ia bisa melihat bundanya melalui kaca jendela rumah yang di kontrak oleh Daddynya itu. Justin pun menyanggupi keinginan dari putrinya itu.
maka hampir setiap minggu ayah dan anak menghabiskan weekendnya dengan melihat kegiatannya Midea dan Dean dari balik kaca jendela kamar yang berada di lantai dua.
begitulah hal tersebut berlangsung dengan
kesibukan Justin yang mulai memasuki jad -wal padat hingga akhirnya masalah kembali datang di setiap pergantian tahunnya dalam persidangan rapat direksi penanaman saham dan modal investasi di tiga perusahaannya.
Justin kembali di saingkan pada beberapa orang yang merasa memiliki investasi ter -besar pada perusahaan ini. adanya masalah yang ber bau bau kudeta pada perusahaan nya membuat tiga sekawan itu menyusun rencana ulang di mana masing masing mereka menghandle penuh kembali pada masing masing perusahaan yang biasa mereka tangani.
atas saran mr. Alex yang meminta Justin agar kembali lagi menghandle tiga perusahaan dan satu tokonya dari kantor pusat ini.
akhirnya pria itu kembali di hadapkan pada situasi galau. jika ia terus berada di Jkt itu artinya sama dengan ia kembali menetap di sana. kembali ke rumah besar nan mewah milik keluarganya di mana kenangan tentang Namira ada di sana.
apa lagi istrinya itu meninggal secara tragis pun di rumah itu. ke empat pria tampan yang ada di hadapannya saling melirik satu sama lain saat netra mereka menangkap pria galau yang sedang termenung di hadapan mereka.
"Justin". panggil Indra saat melihat temannya itu termenung.
"kenapa?". tanya Indra kembali.
Justin tersenyum dan menggeleng pelan.
"berat ya ninggalin mereka di sini? ". terka Indra yang seolah tau kegalauan hati Justin saat ini berkaitan tentang keluarganya.
"jalani aja Tin?". nanti kalau perusahaan ga ribut ribut lagi. lu bisa balik lagi ke Mdn kok". saran Indra.
Justin pun hanya menanggapinya dengan senyuman.
"ya elah ada heli juga kan bisa bolak balik. gitu aja galau kayak anak perawan ga laku aja kau ini". celetuk Andra
plak. satu keplakan pelan mendarat di belakang kepalanya oleh seorang senior yang mereka panggil mr. Alex. Satria melebarkan kedua kelopak matanya saat melihat yang di lakukan mr. Alex pada Andra.
"kamu itu ya An. asal ngomong saja kalau bicara. tidak pernah merasakan berjauhan dari istri sih ?" . cibir Alex.
"pernah mr. ini kan setiap hari saya berjauhan dari istri". bantah Andra.
"cuma di pisahin perjalanan yang memakan waktu dua jam setengah Andra. tiap malam masih bisa kelonan". ketus mr. Alex kesal yang teringat akan nasibnya yang tak bisa membawa istri dan anaknya pulang ke Indonesia lantaran sang istri yang sedang hamil muda.
Satria melipat ke dalam kedua bibirnya menahan geli saat mendengar cetusannya mr. Alex pada Andra yang suka bercanda. begitupun Indra yang menarik geli sudut bibir nya melihat dua pria tampan yang sedang berdebat membicarakan nasibnya Justin.
(baca cerita selengkapnya di novelku sebelumnya yang berjudul she is mydea (mengejar istri gila)).
Yok ke next chapter ya reader..
...****************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.