
# Hai my readers I am coming back. selamat menikmati episode kali ini ya readers yang cuakep dan caem.
hari berlalu minggu terlewati bahkan hari ini adalah hari yang sangat menggembirakan bagi seluruh karyawan swasta di bawah naungan koperindag. Di awal bulan setiap tanggal yang telah di tentu kan oleh perusahaan di mana mereka bekerja. mereka menerima upah sesuai jabatan dan juga dedikasi bekerja tepat di hari ini.
Midea memperhatikan wajah wajah para karyawan yang merona bahagia saat masing masing melihat layar monitor ponsel mereka.
"Alhamdulilah". ucap seorang karyawan kantin yang bekerja sebagai asisten koki.
"udah masuk gajinya ya mbak ?". tanya salah satu karyawan kantin.
"iya nih. punya kamu udah masuk belum? ". tanya asisten koki itu kembali.
"udah juga mbak". sahut karyawan tersebut.
"ihh asik bisa makan makan enak ntar malam. apa lagi weekend. ayok kita jalan bareng".ajak asisten koki tersebut.
"ayok aja mbak". sahut karyawan tersebut dengan sumringah menerima ajakan sang asisten koki.
Midea ikut tersenyum melihat wajah ceria di dua wanita tersebut.
"punya mbak udah masuk belum?". tanya karyawan kantin yang tadi kepada Midea yang tak jauh dari mereka.
Midea menggeleng pelan seraya tersenyum. lalu asisten koki mencolek lengan karyawan tadi.
"huss... ngapain di tanyain. dia kan baru masuk. ya belum dulu lah gajiannya. kamu ini ada ada aja". bisik asisten koki tersebut kepada karyawan kantin yang tadi.
"ups.. oiya.. lupa aku mbak..maaf ya mbak". sahut karyawan kantin tersebut kepada asisten koki. lalu meminta maaf pada Midea.
"ga pa pa mbak". sahut Midea seraya tersenyum tipis.
lalu ia melanjutkan kembali mengsangrai kopi yang pernah ia dapati ilmunya dari Arjun saat sering membantu Arjun di kafe jika selesai ngampus. apa lagi jika Dean di ajak Arjun atau pun Rendy ke kafe selepas putranya itu selesai sekolah.
"hmm.. Dee... maaf ya sayang untuk weekend ini kita di rumah aja dulu. karena bunda harus menunggu tanggal awal di bulan depan". gumam Dea di hatinya.
Ia terus melanjutkan pekerjaan menyiapkan kopi yang akan di nikmati karyawan yang akan beristirahat yang akan tiba beberapa menit lagi.
jam raksasa yang sengaja di pajang di ruang kantin telah menunjukkan tepat di angka jam istirahat siang. dan benar saja tak lama kemudian beberapa karyawan berhamburan datang menuju kantin dan langsung menuju prasmanan di mana stok makanan memang sengaja di sediakan di sana.
Midea pun dengan segera mengisi kembali tempat tempat air segar dan juga tempat kopi yang mulai berkurang isinya. bahkan tak lupa ia mengisi kembali hidangan penutup berupa puding yang telah ia takar di sebuah cup cantik. jadi masing masing karyawan bisa mengambilnya satu atau dua cup untuk di nikmati langsung tanpa harus repot repot memotongnya lagi untuk di cicipi.
memang sangat melelahkan untuk menghadapi pertempuran yang terjadi di setiap enam hari dalam seminggu saat para karyawan kantin harus menghadapi para prajurit yang berebut ingin mengisi amunisi sebagai energi agar mereka bisa bekerja lebih giat lagi sebagai petani yang berlisensi di perusahaan ini.
hampir tiga jam pertempuran mulai berakhir di tandai sebagian karyawan mulai pergi untuk kembali ke lapangan yang hanya berjarak ratusan meter dari bangunan gedung mewah meskipun hanya terdiri lima lantai saja. di mana kantin dan serta kantor berada satu atap dengan gedung ini.
adapun di belakang gedung inilah terhampar pemandangan hijau yang luas nan indah bahkan berbukit bukit sejauh mata ini memandang. hamparan tanaman obat sebagai bahan baku untuk pembuatan obat obatan herbal yang di sebut jamu untuk sebuah pabrik jamu Airlangga yang terdapat di kota Jgj.
beberapa jan terlewati di hari itu hingga tugas Midea selesai sudah. ia bersiap siap untuk pulang untuk menemui putranya yang menunggunya di villa Cindy. baru juga ia mau berpamitan pada karyawan yang lain. penanggung jawab kantin memanggilnya untuk mengikutinya ke sebuah ruangan yang berada di lantai dua dari gedung ini.
Midea di persilahkan duduk di sebuah kursi yang berada tepat di hadapan sebuah meja kerja milik penanggung jawab kantin tersebut.
"mari silahkan duduk ibu Jasmine". titah pria paruh paya tersebut yang di panggil pak Ruslan.
lalu pak Ruslan mengambil sebuah amplop yang berwarna coklat yang masih bersegel rapi dari dalam laci meja kerjanya.
"begini ibu Jasmine tujuan saya memanggil ibu ke ruangan saya adalah untuk memberi kan ini". ucap pak Ruslan seraya mendorong amplop tersebut ke arah Dea.
"maaf pak. ini apa ya? ". tanya Midea tak mengerti.
"ga.. gaji saya? ". tanya Dea memastikan.
pak Ruslan mengangguk seraya tersenyum. Midea mengambil amplop tersebut dan merasakan betapa tebalnya isi dari amplop tersebut. tiba tiba ia merasa tidak layak menerima ini semua lantaran ia baru saja bekerja. meskipun sesungguhnya ia sangat membutuhkan uang saat ini. uang yang berasal dari hasil jerih payahnya sendiri.
"tapi saya baru bekerja pak. belum pun genap sebulan. apakah saya pantas menerimanya pak?". ucap Midea seraya meletakkan kembali amplop tersebut.
Ruslan terhenyak melihat apa yang di lakukan anak buahnya ini. lalu ia menjelaskan tentang hak dan kewajiban untuk karyawan yang bekerja di perusahaan ini hingga selesai.
"jadi ibu Jasmine ga usah sungkan untuk menerima hak ibu ini ya? ". ucap pak Ruslan.
setelah mendengar penjelasan dari pak Ruslan akhirnya Midea mengambil amplop tersebut dan ia pun tak lupa mengucapkan terimakasih pada pria paruh baya itu sebelum ia permisi untuk pulang.
"sekali lagi terima kasih banyak pak". ucap Dea tulus dengan hati yang gembira.
"ya sama sama ibu Jasmine". sahut Ruslan.
sepeninggalnya Midea pak Ruslan langsung menghubungi Cindy untuk melaporkan bahwa tugas dari Cindy sudah selesai ia laksanakan.
"gimana tanggapannya pak?". tanya Cindy penasaran.
"yah seperti anda bilang jika teman anda itu akan menolak karena merasa belum pantas menerima gaji lantaran ia baru bekerja ".jelas Ruslan.
"tetapi saya mengikuti saran yang ibu katakan. dan Alhamdulilah tugas saya selesai bu". ucap Ruslan.
"baik pak. terimakasih untuk bantuannya hari ini. happy weekend pak". ucap Cindy seraya pamit menutup telponnya.
"baik bu sama sama". ucap Ruslan seraya menatap ponselnya.
"enaknya jadi teman dekatnya ibu bos belum juga dua minggu kerja udah gajian full". gumamnya.
sementara yang Midea tersenyum senang di dalam hatinya saat mendapatkan gaji pertamanya di hari ke sepuluh ia bekerja. ia membayangkan kebahagiaan di wajah sang putra karena akan mengajak bocah itu jalan jalan. jika ada kelebihan ia akan mengajak Cindy dan Andra sekalian untuk mentraktir pasutri itu yang sudah menolongnya selama ini.
Midea bergegas pulang menggunakan angkutan umum yang mana angkutan tersebut akan melewati jalan ke villanya Cindy.
selama dalam perjalanan ia tersenyum bahagia dan ingin segera sampai untuk menemui Dean.
"Dee.. kita jalan jalan ya sayang. karena hari ini bunda sudah gajian". gumam Dea di hatinya.
...**************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.