My D you are the first for me

My D you are the first for me
Dua sahabat yang kini menjauh



Hai readers I am coming back. Selamat membaca kembali..semoga happy...


demi seorang Midea, wanita pertama yang pernah menjadi istrinya itu. Justin rela merengek rengek bak anak kecil dan terus saja berusaha untuk membujuk sang mama agar mengikuti idenya hingga si mama pun mengalah demi si anak, akhirnya Justin bisa melaksanakan ide nya sendiri untuk membuat acara putranya di hotel papanya di mana Dea dan Dean menginap bersama dengan anggota keluarganya yang lain.


Justin memiih konsep outdoor. yang itu berarti ia harus menggunakan taman belakang hotel untuk acara ulang tahun tersebut. ia pun meminta bantuan kepada papanya agar konsep taman yang sebelum nya di laksanakan di taman belakang di rumah mereka bisa di wujudkan di taman hotel ini


awalnya ia berniat membuat acara anaknya di rooftop. Akan tetapi ia bergidik ngeri saat melihat berita seorang anak kecil jatuh dari lantai tiga yang menyebabkan anak kecil tersebut mati.


"lantai tiga aja bisa mati. apa lagi rooftop hotel gedung ini. ihh ga jadilah". gumam Jusrtin sebelum nya saat ia buntu dengan pemikiran nya tentang acaranya Dean.


akhirnya ia pun mentitahkan pada E. O mama nya untuk melaksanakan tugas mereka segera. ia ingin mengetahui hasil kerja mereka segera. agar ia bisa menunjukkan pada Midea bahwa ia serius dengan niatnya itu.


sementara di sebuah cafe dari hotel ini dua wanita cantik yang dulunya sangat dekat dan akrab saling duduk berhadapan dengan tatapan yang sama sama membisu serta saling menatap satu sama lain. merekalah Retha dan Midea yang kebetulan berjumpa dalam satu lift di beberapa menit yang lalu.


saat itu Retha memang berniat untuk men -jumpai Dea dan juga keponakannya yang lain selain Keyra, yaitu MyKehl Deansyah yang ia tau jika dua D itu menginap di hotel ini juga sejak event fashion show bertaraf internasional di selenggarakan di hotel keluarga suaminya.


dari suaminya jugalah Retha mengetahui jika karibnya yang bernama asli Jasminka itu yang kini di panggil De Jasmine oleh tante Alma yang sekarang menjadi mama angkat nya wanita yang kini ada di hadapannya.


"gimana keadaan kamu selama ini De?".tanya Retha yang membuka pembicaraan.


"baik". sahut Dea singkat.


"oiya sebelumnya selamat ya?. sudah terpilih menjadi yang terbaik dan terfavorit pilihan pemirsa dunia". ucap Retha memberikan ucapan dan dukungannya kepada Dea meski pun ia tau ini sudah terlambat.


Midea tersenyum kecil.


"terima kasih. tapi itu bukan aku, melainkan tante Qanita. seharusnya sama beliaulah kamu mengucapkan selamat untuknya". jawabnya datar.


"i.. iya.. itu juga sudah aku lakukan. tapi kamu juga bagian dari timnya tante Qanita. jadi kamu pun juga berhak mendapatkan ucapan selamat De". balas Retha sembari tersenyum kecil.


"gimana keadaan Dee sekarang?. pastinya semakin bertambah pintar dan kritis ya? ". tanya Retha berbasa basi


"yah seperti yang kamu lihat selama ini sebelum kamu bertemu denganku". jawab Dea seadanya.


Retha menanggapinya dengan senyuman atas jawaban Midea yang selalu datar pada nya. ia memang berniat mencairkan suasana atas pertemuan ini dengan menanyakan Dean pada Midea. ia berharap Midea bisa men ceritakan tumbuh kembang putranya dengan antusias padanya. tapi nyatanya wanita dingin itu semakin bersikap dingin padanya.


"apa kamu masih marah padaku De?". tanya Retha kembali.4


"ga". jawab Dea singkat.


"lalu mengapa kamu tetap bersikap seperti ini padaku De Jasmine?". tanya Retha.


"bersikap bagaimana?". tanya Dea


"dingin. dan tak lagi menunjukkan sikap persahabatan padaku".jawab Retha.


"lantas aku harus bagaimana?. bukankah dengan mengikuti ajakan kamu ke sini merupakan salah satu sikapku yang sedang aku tunjukkan jika aku tak lagi marah kepada mu Tha?". ucap Midea.


"untuk itu aku ucapkan terima kasih karena kamu masih mau aku ajak ke sini. tapi lain kali bisa tidak kita saling bertegur sapa kembali setelah sekian lama kita ga pernah berjumpa dan duduk bersama seperti ini Lagi"


jawab Retha yang sedang mengenang masa lalunya bersama karibnya itu.


"hah??.oiya??? ". desis nya seraya tersenyum miring menatap mantan iparnya itu.


"apa maksud kamu De?". tanya Retha tak mengerti.


"kamu lupa? atau pura pura lupa saat pertama kali aku di tangkap polisi dan kemudian di jadikan tersangka". ucap Midea yang sengaja mengungkit masa lalunya kepada wanita yang dulunya akrab padanya.


deg.


jantung Retha seakan berhenti berdetak untuk sesaat kala mengingat kejadian yang menimpa karibnya saat itu. yah memang ia akui saat Midea telah di tetapkan sebagai tersangka saat itu dirinya tak pernah lagi menampakkan dirinya di hadapan Midea. ia hanya mencari tau keadaan Midea melalui abang kandungnya yang bekerja di kantor kejaksaan negeri Mdn.


dan ja juga sering menitipkan makanan untuk Midea melalui Arjun jika Arjun membawakan makanan yang Arjun masak sendiri untuk Midea.


"Midea Jasmine. maafkan aku. waktu itu aku sedang bingung antarra mempeecayai insting ku atau mempercayai kamu saat itu". jawab Retha.


"oo.. begitu. pasti kamu mempercayai insting kamu kan?". tanya Midea bernada cibiran untuk wanita yang sedang menundukkan pandangannya kini.


"heh. ga salah kamu juga sih. memang kita harus menggunakan insting kita untuk menghadapi situasi sulit". ucap Dea yang seketika ia teringat pada dirinya sendiri saat akan menghadapi sesuatu yang tak menguntungkan baginya.


"lalu apa yang membuatmu ingin menyapa dan menjalin komunikasi lagi denganku. bukankah aku wanita yang terlalu berbahaya bagimu". Cibir Midea.


"De Jasmine. tolong jangan begini. aku minta maaf jika dulu aku tak terlalu menunjukkan kepedulianku padamu saat kamu dalam masalah". ucap Retha bernada memohon.


"saat itu aku memang tak pernah memuncul kan diriku padamu di saat kamu sedang menjalani sidang dan juga masa tahanan. itu karena ..karena.. "Retha terdiam sesaat karena di rundung ragu untuk mengungkap kan semua perasaan hatinya dan sikap serta pandangannya terhadap Midea yang merasa telah menipu dirinya dan semuanya.


sementara Midea terus menatapi ke wajah netra yang mulai di hinggapi rasa ragu akan kejujuran dari sikapnya terhadap dirinya saat itu.


"itu.. karena.. yah aku memang pengecut. aku tak berani menunjukkan rasa solidaritasku terhadap kawan yang sedang kesusahan. aku memang tak punya perasaan. karena aku juga tak mau terlibat terlalu dalam pada masalah kamu saat itu". ungkap Retha jujur dengan netranya yang mengkristal dan penuh penyesalan meskipun saat itu juga tak sepenuhnya benar.


Midea tersenyum miring nan miris. ia me -malingkan wajahnya ke tempat lain. kalimat yang sebenarnya tak ingin di dengar nya dari mulut wanita yang pernah ia anggap sebagai malaikat penolong baginya kala itu.


tapi kata kata yang terlanjur di lontarkan dari mulut seseorang bukankah milik semua orang yang mendengarnya bukan?. tetapi sayangnya kata kata itu hanya di tujukan buat Midea seorang dan memang hanya dia yang mendengarnya saat ini.


Midea menghela nafasnya sejenak untuk menenangkan hati yang sakit karena mengalami rasa kekecewaan yang mendalam


sementara Retha hanya bisa menundukkan pandangannya seraya ******* ***** telapak tangannya. lalu mencoba memberani kan diri menatap Midea kembali seraya memberikan senyum kecil padanya.


"aku minta maaf ya". ucapnya pada Midea dengan tulus.


Midea hanya menatap Retha dengan mulut terkunci. sebab ia juga tak tau harus melaku kan apa saat ini.


seraya meraup oxygennya dalam dalam. Midea berkata"kau ku maafkan". lalu wanita dingin dan keras kepala itu segera beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Retha sendirian.


tanpa mereka tau ada sepasang mata yang memperhatikan mereka berdua dengan tatapan sendu serta dengan hati yang masygul.


Tetap stay terus ya readers..


Yok kita ke next chapter ya reader..


****************


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉."