My D you are the first for me

My D you are the first for me
#52



#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.


pesta yang di khususkan untuk muda mudi kota itu dari acara pernikahan anak buahnya Arjun terus berlangsung semakin ramai dan meriah. ia baru saja bebas dari kesibukan setelah melayani makan para tamu orang tua dan kolega kolega terhormat di kota itu. yang tertinggal hanyalah rasa penat yang mendera nya kini.


"yang untuk muda mudi udah di beresin semua kan?". titahnya pada karyawannya yang lain.


"udah bang. termasuk cemilan yang barusan abang buat juga udah di tata di prasmanan". ujar karyawan tersebut.


"minumannya udah beres semua kan?". tanya Arjun.


"udah bang". sahut karyawan tersebut mantap.


"oke. thank you ya? ". ucap Arjun untuk memberi apresiasi pada salah satu karyawan nya itu.


sementara seorang gadis dewasa yang baru saja muncul di pesta itu bersama dengan teman dan kru timnya melihat Arjun yang sedang mencoba meregangkan otot ototnya akibat kelelahan.


Sagita menarik kedua sudut bibirnya melihat bocah tengil yang kini menjadi pria tampan dengan berjalan santai ia mendekati Arjun yang memijit mijit batang lehernya.


"capek ya pak boss". ucap Sagita pelan di telinganya Arjun.


Arjun memalingkan wajahnya untuk mencari arah sumber suara lembut yang akrab di telinganya. ia terhenyak kaget saat melihat wajah cantik yang selama ini ia beri perhatian


"Gita". desisnya pelan dengan mata yang berbinar senang.


"hai Jun". sapa Gita seraya melambaikan tangannya di hadapan adik letingnya itu.


"hay.. udah lama?. sama siapa kesininya? ". tanya Arjun penasaran.


"sama anak anak. tuh".tunjuk Sagita ke sekelompok anak muda yang sedang bercanda dengan pengantinnya.


Arjun mengikuti arah telunjuknya Sagita di mana dari mereka ada yang ia kenal saat Arjun mengikuti sidang bandingnya Midea.


"aku pikir kalian beneran ke gunung. ga tau nya cuma muter muter kota ini aja rupanya". ujar Arjun yang mengetahui dari rekannya Sagita jika gadis dewasa cantik itu dan krunya berniat naik gunung yang terdekat di daerah sini.


"niatnya gitu sih. tapi karena cuaca ya kita pending deh dari pada kenapa napa". jelas Gita.


"oh.. syukurlah". desisnya pelan dan merasa senang di dalam hatinya.


beberapa jam terlewati seiring dengan larutnya malam. pesta itu pun akhirnya berakhir juga seiring tamu yang meninggal kan pesta satu persatu.


sehingga satu persatu tamu yang hadir pun meninggalkan pesta tersebut. tinggallah Arjun dan anak buahnya membereskan tempat dan peralatan milik mereka. bahkan Sagita dengan senang hati membantu Arjun.


"ga usah kak. nanti bajunya kotor". ujar Arjun melarang gadis dewasa yang cantik itu.


"ga pa pa Jun". sahut Sagita yang terus mengangkat piring kotornya ke keranjang untuk di satukan dengan piring kotor yang lain.


dengan di bantu teman dan timnya Sagita akhirnya pekerjaan yang menyita waktu dan tenaga itu pun selesai juga .


"ayok pulang". ajak Arjun pada Gita.


"aku nginap di situ kok". ujar Sagita yang menunjukkan pada sebuah hotel yang berada dekat pada acara hajatan anak buahnya Arjun.


Arjun mengarahkan pandangannya pada sebuah gedung hotel yang di tunjuk Sagita dan memandang Sagita kembali yang tersenyum jahil padanya.


"oke kak. selamat malam". ucap Arjun sebagai penutup perjumpaannya malam ini.


Arjun kembali ke kafenya untuk memberes kan sisa sisa pekerjaan dari pesta malam ini.


waktu semakin larut bahkan memasuki dini hari.


"kalian pulang aja kalau udah capek". titah Arjun pada karyawannya yang masih membereskan dapur dam peralatan tempur lainnya.


"nanggung bang dikit lagi udah beres ni semua". sahut salah satu karyawan yang menjabat sebagai kasir.


dengan bekerja sama akhirnya dapur kafe kembali rapi dan siap kembali melakukan aktifitasnya seperti biasa di hari lusa.


"oke bang". sahut mereka serentak.


"nih uang jajan kalian. mana tau buat muter muter satu erwe sama cewek kalian. kalian ajaklah makan enak dikit". ujar Arjun seraya menyerahkan beberapa uang ratusan dari dompetnya.


"Alhamdulilah. makasih bang Arjun". ujar sang kasir yang diikuti oleh karyawan lainnya meskipun ada juga yang non muslim.


"ya sama sama. happy weekend ya". ucap Arjun seraya melepas kepulangan karyawan nya


tinggallah Arjun sendiri yang mengunci pintu kafenya setelah ia memberikan kunci cadangan pada kasirnya. Arjun berjalan keluar menuju jalan raya serta menyetop sebuah becak yang lewat untuk mengantar nya ke sebuah hotel yang di inapi Sagita malam ini.


niat di hatinya esok ingin mengajak wanita itu jalan jalan selama mereka ada di sini. meski pun hanya menggunakan kendaraan umum saja. ia berharap Sagita tak keberatan.


...----------------...


Andra mengerjapkan matanya perlahan untuk mengkondisikan sinar matahari yang masuk dari celah gorden kamar mewah yang di tempati pasutri yang baru beberapa bulan menikah itu.


ia tau jika saat ini bukan lagi waktu untuk berleha leha seperti saat fajar setelah ia selesai melaksanakan fardhu subuh bersama sang istri tadinya. yang setelahnya bisa larut dalam gairah dan mencapai puncaknya masing masing.


Andra menatap wajah cantik Cindy yang masih tertidur pulas dalam balutan selimut putih yang menutupi tubuh polosnya. cup. Andra mengecup kening nya Cindy yang masih terdengar dengkuran halus karena efek kelelahan dari permainan panas mereka semalam lalu di lanjutkan setelah fajar.


dengan mata yang masih terpejam. Cindy menggeliatkan tubuh polosnya seraya membusungkan dadanya. sehingga tampak lah dua kuncup berwarna soft pink itu di matanya Andra.


Andra menelan salivanya kasar tatkala melihat pemandangan indah yang tanpa sadar istri cantiknya itu suguhkan. hasratnya kembali muncul saat melihat tubuh polos wanita yang baru beberapa jam lalu ia nikmati dalam cinta.


"alah mak... ini bini bener bener bikin aku jadi bangun lagi kan?? ". keluhnya pelan.


ia melihat ke jam dinding kamarnya yang menunjukkan pukul sembilan pagi.


"hehe.. bolehlah buat nyetak anak satu jam lagi". kekehnya seraya menyeringai melihat ke arah sang istri yang masih hanyut dalam mimpinya.


Andra pun mencoba membangunkan sang istri dengan cara menyerang bibirnya dengan lembut awalnya hingga lama kelamaan ciuman itu menjadi beringas karena hasrat Andra yang semakin membuncah.


Cindy yang seperti mendapatkan serangan tiba tiba di bibirnya terpaksa bangun dan melihat sang suami yang sedang tersenyum menyeringai karena telah berhasil membuat bangun dari tidurnya.


"mass... " panggil Cindy pelan.


"wake up honey.. I want you more". ( bangun sayang.. aku mau kamu lagi". ucap Andra setengah berbisik di telinga Cindy seraya meremas pelan gundukan milik Cindy.


"ahh.. mass...". pekik Cindy seraya mendesah.


Andra kembali menyerang bibir Cindy yang sedang merekah itu. kembali pagi itu dua insan yang baru menikah itu menikmati kembali peraduan manis mereka.


...**************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.


.