My D you are the first for me

My D you are the first for me
satu harian berkebun bersama D



Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.


waktu dzuhur berlalu. kewajiban perut dan rohani pun terpenuhi. suhu udara di wilayah itu terasa segar hingga ke paru paru meski pun fisiknya matahari di katakan terik yang terlihat pada umumnya. karena letak kota yang merupakan daerah dataran tinggi. ada pun Ketinggian daerah ini mencapai seribu tiga ratus meter dari permukaan laut. jadi yah Tak heran kenapa daerah ini memiliki cuaca yang begitu dingin meskipun matahari sudah berada di posisi di atas kepala.


"ayok kita berkebun..". ajak Cindy pada bocah tampan itu.


"ayoookk". sahut Dean.


"ayok unda kita belkebun". ajak Dean pada bundanya.


akhirnya dua wanita cantik itu rela memilih berpeluh di bawah sinar matahari dan menghabiskan waktu untuk menyenangkan si bocah yang bosan akan kegiatan yang biasa.


Didit juga ikutan berkebun sekaligus ia mengajarkan pada sang anak manfaat dari berkebun. Sementara Andra duduk dengan santai seraya menikmati cemilan sekaligus mengambil momen penting kegiatan mereka yang sedang happy happynya bergelut dengan tanah di bawah sinar matahari.


sementara Midea mengikuti apa yang di ajarkan Cindy dalam memilih bibit untuk di tanami. Dea dan Dean mengikuti proses berkebun hingga akhir.


"tante katanya mau petik buah buahan dan cayulan. ayok kita petik cayulan dan buah buahannya". celoteh Dean yang sudah tak sabar ingin mengikuti anaknya Didit yang sedang mengutip wortel dan di bantu oleh Dea.


"oh.. oke.. kita ambil keranjang dulu ya? ". ujar Cindy yang meletakkan segenggam biji cabe yang akan di jemurnya untuk di tanami lagi.


lalu Andra turun dari lesehannya dan menghampiri Cindy yang mengambil dua buah keranjang yang berbeda ukuran.


klik. satu jepretan ke wajah cantik Cindy di abadikan dalam ponselnya. Cindy tersenyum menatap suaminya yang memiliki sisi romantis meskipun terkadang kocak itu.


"yuk mas kita petik straw... berry sama sama". ajak Cindy.


"males ah. mending metikin strawberrynya kamu. lebih nikmat lagi". racau Andra.


"ih mass.. di dengar orang tau". pekik Cindy pelan.


"hehe.. biarin aja. ntar malam ya. besok mas harus ke Mdn". ujar Andra merayu sang istri.


"iss.. baru juga semalam sampe tadi pagilah". protes Cindy.


"hehe... kan ga apa pa yank. mas yang kerja kamu nikmati aja ya". bisik Andra di telinga Cindy seraya tangannya mulai naik ke atas untuk meraba di dua gundukan milik Cindy.


"tante..?!! "..pangil Dean seraya berjalan menghampiri Cindy.


"ahh.. iya De.. ". sahut Cindy gelagapan karena takut ketauan oleh bocah kritis itu apa yang Andra lakukan padanya barusan.


sementara Andra yang hampir mencapai puncak bukit milik Cindy terpaksa melayang kan tangannya ke atas kepalanya dan berpura pura menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"kok lama kayi ambil kelanjangnya tante.. " protes Dean yang merasa lama menunggu Cindy.


"ehh.. iya ini keranjangnya udah ada kok". sahut Cindy tersenyum.


"oom kenapa gayuk gayuk kepala. gatal ya? ". tanya Dean saat melihat Andra yang sedang menggaruk tadinya.


"hah.. iiya.. nak". sahut Andra kikuk.


"ohh.. mungkin ada kutunya ommm... ??" ujar Dean.


mendengar perkataan Dean sontak membuat cindy dan Andra terperanjat kaget yang terang terangan secara tak langsung menuduh Andra tak menjaga kebersihan kulit kepala nya.


"hehe bukan itu Dee". sanggah Andra.


"iya om.. coalnya Dee pelnah liat di tipi kalok ada kutu kecik di kepala kita". sahut Dean polos yang memang pernah melihat iklan pembasmi kutu rambut di tv.


Andra tak berkutik mendapatkan serangan kata kata dari bocah yang berusia tiga tahun itu.


"Dee.. yok kita petik strawberrynya sekarang". ajak Cindy agar ocehan bocah tersebut tak berkepanjangan kepada Andra.


akhirnya Cindy mengambil tangan Dean dan mengajaknya pergi dari situ. meninggalkan Andra yang mengikuti mereka dan tengah Ngedumel seorang diri karena ulah putranya si Jasmine itu.


sesampainya di tempat tujuan. Cindy memberikan sebuah keranjang kecil dan membiarkan bocah tampan itu memegang sendiri keranjang kecilnya untuk memetik buah strawberry yang di tanami Didit di sisa lahannya.


sedangkan Andra tetap fokus pada kamera ponselnya yang sedang mengambil momen kebersamaan istri dan anak dari temannya itu.


"petik buahnya yang berwarna merah aja ya Dee? ". titah Cindy lembut pada bocah tampan itu saat mau melakukan proses pemetikan.


"oke tante". sahut Dean antusias tatkala melihat begitu banyak buah strawberry yang berwarna warni di matanya.


lalu keduanya memulai berjalan perlahan memasuki areal kebun strawberry yang mulai banyak terlihat warna merah yang artinya buah sudah siap di petik untuk di konsumsi secara langsung atau pun di buat sesuatu yang lezat dari buah yang berukuran mini tersebut.


"yang walnanya begini boyeh tante?". tanya Dean saat menunjukkan buah strawberry yang memiliki tekstur warna merah bata dan kekuningan.


"yang ini lagi proses pematangan sayang. kalau kita biarkan buahnya di pohon. matang nya bisa lebih sempurna. seperti yang ini ni. cantikkan warnanya". ujar Cindy seraya menunjukkan pada sebuah strawberry yang berwarna merah hati di samping buah yang tadi. lalu ia memetiknya dan hap satu strawberry merah menghilang di mulutnya.


"hemmmm... yummmyy dan manis". ucap Cindy saat mengunyah strawberry tersebut.


"yok kita ke tempat lain". ajak Cindy yang di ikuti Dean dan Andra di belakangnya.


sesekali Dean mengikuti tingkahnya Cindy yang mencicipi buah strawberry yang di petik nya.


"hmmm... aceeeemmmm". celotehnya tiba tiba saat ia mencicipi strawberry yang di petik nya.


sontak Andra dan Cindy terhenyak sekaligus tersenyum geli melihat ekspresi wajah bocah tampan itu karena merasakan sensasi asam di mulutnya.


"hahaha Dee.... kan udah tante bilang yang benar benar merah sayang kalau mau memetik dan memakannya". ujar Cindy seraya membersihkan tangan dan mulut Dean dengan tisu basah yang berada di kantong celananya yang selalu ia bawa setiap saat.


"ga enak kok tante stlobellynya. acem. Dee ga cuka lagi ahh". ujar Dean saat Cindy selesai membersihkan mulut dan tangan bocah itu.


"itu karena Dee ambil buahnya yang salah". sahut Cindy memberi penjelasan pada bocah itu agar tak trauma pada jenis buah ini.


"Dee udah ambil yang melah kok. tapi ga manis tante". bantah Dean.


yah Cindy akui memang jika buah ini memiliki rasa yang tidak bisa di tebak. meskipun buah ini telah di katakan matang dan memiliki tekstur berwarna merah, tetapi tetap saja terkadang rasa asam terdapat di dalamnya.


Cindy hanya bisa tersenyum menanggapi pernyataan Dean. lalu ia memilih buah strawberry dari keranjangnya yang ia petik bersama dengan bocah itu.


"coba yang ini". tawar Cindy seraya menyuapi buah tersebut ke dalam mulut mungilnya bocah itu.


netra Dean berbinar senang tatkala merasa kan manis di mulutnya dari buah mungil nan merah tersebut.


"gimana rasanya sayang?. manis? ". tanya Cindy penasaran.


"hmmm... manis...tante.. Dee cuka". ujar Dean.


Cindy tersenyum senang karena berhasil menghilangkan rasa trauma pada anak kecil itu. lalu Cindy melirik jam tangan couple yang bertengger di lengan putihnya. hadiah dari nya Andra saat mereka menjalani bulan madu beberapa bulan lalu. waktu telah menunjuk kan hampir memasuki waktu ashar.


"kita udahan aja yuk. kan strawberrynya udah banyak nih". ajak Cindy untuk menyudahi kegiatan petik memetik itu.


"iya deh tante". sahut Dean mengangguk.


Andra pun menyudahi mengambil momen kebersamaan mereka bertiga meskipun sesekali ia hanya bisa memunculkan dirinya sendiri di video rekaman itu.


"good job honey. besok besok kamu udah bisa buka usaha PAUD". puji Andra kagum di sertai candaan.


"mass". pekik Cindy.


"hahaha... canda yang.. tapi emang beneran kok. kamu emang pinter bujukin anak kecil dan bikin seneng hati anak kecil. yang artinya kan kamu udah cocok jadi guru PAUD". celoteh Andra jujur.


"isss... sebel deh. kenapa ga sekalian aja kamu nyuruh aku buka agen baby sitter". omel Cindy.


"boleh boleh...nanti aku bantu modalnya ya? ".


canda Andra seraya tersenyum jahil.


sementara Cindy memelototkan kedua mata nya menanggapi candaan suaminya. sedang kan Dean berjalan puas dan hati yang riang ke arah pondok lesehan di mana Didit dan istri menantikan mereka dengan menu makanan yang lain sebagai cemilan menjelang sore hari.


...**************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.


.