My D you are the first for me

My D you are the first for me
bad moodnya Retha



Hai readers I am coming back. Selamat membaca kembali..semoga happy...


Retha keluar dari kamar mandi bersamaan dengan Satria yang masuk ke dalam kamar.


"baru siap mandi dek?". tanya Satria saat menciumi harum sabun mandi yang sering di gunakan oleh istrinya itu.


"emm...". sahut Retha singkat.


"abang ga mandi bang?"Retha bertanya kemudian.


"iya ini mau mandi".sahut Satria seraya membuka kemejanya.


"gimana persiapan untuk acaranya Dee besok. udah beres bang?". tanya Retha seraya mengenakan daster rumahannya.


"udah. tinggal urusan kateringnya aja. itu pun urusannya di serahin sama manajer Restoran hotel". jawab Satria.


"loh kok langsung dasteran aja dek?tanya Satria saat melihat istrinya itu langsung memakai baju rumahannya.


"memangnya mau ngapain lagi bang?. lagian kita kan ga kemana mana bang?".toh kita bakalan di sini terus sampe acaranya Dee selesai. ke rumah bu'de juga enggak". jawab Retha tak bersemangat.


Satria tersenyum saat melihat tingkah sang istri yang kurang bersemangat sehabis dari kamarnya tante Alma.


"pasti ada apa apanya ni". terkanya di hati saat melihat raut wajah istrinya yang bad mood itu.


"kita keluar yuk? jalan jalan berdua aja. kita nya kan udah lama ga keluar jalan jalan berdua. biasanya kan ada si bocah bawel yang selalu minta ikut". ujar Satria mengajak sang istri dengan niat menghibur sang istri.


"iss si abang ni. ya biar aja kenapa lah itu bocah minta ikut. aku kalau bisa ajak adek nya lagi". protes Retha.


"hehe..lain kali aja ya dek. malam ini kita berdua aja dulu. Hitung hitung mengulang honeymoon". balas Satria seraya menaik turunkan alisnya.


"ya udah deh boleh. adek ganti baju dulu ya?. tapi abang cepetan mandinya. jangan kelamaan. nanti adek ketiduran ni". pesan Retha.


"hehehe.. siap bu dosen ". jawab Satria mantap sembari terkekeh.


ia terkekeh geli kala mengingat saat pernah mengajak istrinya itu berkencan di tengah malam ketika Keyra memilih tidur di rumah Daddynya. memang salah dirinya sih yang terlalu kelamaan berada di kamar mandi yang menyebabkan istrinya itu mengantuk dan ketiduran di atas sofa ruang keluarga.


di karenakan tak ingin mengganggu tidurnya Retha. akhirnya ia pun membatalkan rencana nya dengan membawa masuk sang istri ke kamar mereka dan tidur bersama hingga pagi tiba.


**


"enak dek?". tanya Satria saat melihat sang istri menikmati jajanan pinggir jalannya.


"ehmm... enak pake banget bang". sahut Retha antusias.


"ya udah habisin ya". ucap Satria.


"abang ga mau makan ni?". tanya Retha yang melihat Satria tak menyentuh makanannya.


"abang udah kenyang tadi makan di resto hotel. abang makan nasi briyani yang di masak si Arjun tadi sore. itu pun waktu pengunjung lagi sepi pun". jawab Satria jujur.


"iss ga ngajak ngajak sih". protes Retha kesal.


"yah habisnya kamu belum ada sih?. jawab Satria yang tak bisa tak bisa memberikan alasan lain.


"alesan". sahut Retha protes.


"hehe..kamu ini. ya udah besok abang ajak kamu berlibur pergi kemana kamu suka setelah acaranya Dee selesai pastinya.


Retha mendengus kesal seraya terus meng -habiskan makanannya. sementara Satria hanya tersenyum memandangi wajah sang istri.


semalaman Satria mengajak istrinya itu ber --senda gurau untuk mengembalikan mood nya yang berantakan serta menghilangkan rasa sedih di hatinya yang di sebabkan entah apa.


"dek. tadi acara ketemuan sama para bocah gimana?".tanya Satria hati hati.


"mmm.. baik". sahut Retha.


"seru ga??". tanya Satria.


"emm..seru sih... tapi... ". Retha tak melanjut kan kata katanya.


"tapi... kenapa dek?". tanya Satria yang melihat ada sesuatu yang mengganjal di hati sang istri.


"Jasmine masih marah sama adek bang. sikapnya dingin banget. pada hal adek udah ngajakin dy ngobrol dan adek juga udah minta maaf sama dia atas sikap adek yang dulu saat dia berkasus dulunya". tukas Retha.


Retha menganggukkan kepalanya pelan sebagai perwakilan dari jawabannya untuk suaminya itu.


"dia maafin kamu ga? ". tanya Satria penasaran.


"iya di maafin sih. tapi ya gitu sikapnya masih dingin sama adek". jawab Retha yang kembali tak bersemangat


"hehe.. ya udah ga apa apa dek. mungkin Jasminenya butuh waktu untuk mengkondisi kan suasana hatinya saat ini. nanti kalau dia udah ga apa apa lagi pasti dia bakalan mau berteman dan akrab sama kamu lagi kok".tukas Satria menjelaskan pada istrinya itu.


ia memberikan kata kata motivasi agar istrinya itu bisa tenang dan rileks kembali


"mana lah semudah itu sayang kalau ingin membolak balikkan hati seseorang yang tanpa kita sadari bahwa sikap kita dan di tambah lagi dengan perbuatan kita yang bisa saja menyakiti hatinya".ujar Satria menjelas kan panjang lebar.


"dan kamu menurutnya adalah orang yang terlambat dalam menjelaskan arti sikap kamu ke dia saaat itu dek. yah mungkin baginya basi". jelasnya kembali.


"jadi apa yang adek lakukan tadi saat ngobrol berdua saja dengan Jasmine adalah basi bang?". tanya Retha dengan lirih.


Satria menghela nafasnya sejenak seraya menggaruk garukkan dagunya. lalu coba menjelaskan kembali pada istrinya itu.


"ya enggak juga sih. tindakan adek tadi saat bertemu dengan Jasmine untuk pertama kalinya dan langsung mengajaknya mengobrol serta menjelaskan sikap adek padanya tempo lalu dan juga meminta maaf itu udah benar dek". tukasnya lugas.


Retha membisu sembari mencerna kata kata suaminya.


"jadi ga usah cemas gitu ya dek. tetap optimis kalau suatu hari nanti kalian bakalan balik lagi menjadi teman baik. yah meskipun seberapa lama prosesnya. yah abang ga tau juga sih". ujar Satria kembali.


"jadi doakan aja lah sahabatmu itu agar di buka kan pintu hatinya untuk memaafkan orang orang yang telah menyakitinya selama ini. dan berhenti menjadi orang yang penden dam".ucapnya penuh harap.


"Aamiin.. ". sahut Retha singkat.


Arjun tersenyum melihat wajah cantik istri nya itu. ia meminta pada Retha agar kembali tersenyum untuk saat ini. apa lagi mereka berdua sedang menjalani kencan di tengah malam buta.


"nah gitu dong. istri abang yang paling cakep sedunia deh". ucap Satria yang memuji kecantikan istrinya itu.


"isss.. gombal kalilah bang". sahut Retha tersipu.


"biarpun gombal yang penting anda senang kan?. biar lah gombal yang penting hatiku meriang karena merindukan engkau seorang". tutur Satria yang mencoba berpantun ria sembari membuka telapak tangannya untuk menyodorkan serta menunjuk ke arah Retha yang berada di sampingnya.


"ampun Dj. suamiku mulai berpuitis ria". celoteh Retha yang sembari menggeleng geleng pelan kepalanya serta menepok kecil jidatnya.


"hehehe.. sayang adekku". kekeh Satria seraya menggamit pundaknya Retha dan membawa nya masuk ke dalam pelukannya dengan posisi yang sama sama duduk di bangku warung pinggir jalan itu.


"mau balik ke hotel sekarang atau nanti". tanya Satria saat melihat jam di arloji tangan nya.


"mmm... suka ati deh.. nanti nanti juga boleh kan belum pagi. tengah malam pun belum. hehehe".Kekeh Retha.


"mmm... bilang aja mau ngajak begadang sampe pagi". celetuk Satria.


Retha hanya menyengir kuda menampilkan sederet giginya yang putih bersih seraya mengangguk anggukkan kepalanya menanggapi pernyataan dari suaminya itu.


"hmmm... mau.. nya.. ya udah kita lanjut hunting cemilan di tempat lain mau ga?" ajak Satria pada istri cantiknya itu.


Retha hanya menganggukkan pelan atas apa yang di tawarkan Satria padanya sembari memberikan senyum termanisnya pada pria yang membuat duanianya berbeda itu.


"ya udah ayok". ajak Satria seraya bangun dari duduknya.


"ok hubby". sahut Retha centil seraya menggamit lengan sang suami.


next chapt..


*Justin yang mendapati salah satu sinyal pantauannya keluar dari ruangannya.


*siapakah dia?.Deankah? Keyra kah?. atau Mideakah?


Stay cool here ya readers...


Lanjut ke next chapter ya readers.


****************


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,pp vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.