
# wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.
"kamu ingat ga waktu kejadian kamu kecelakaan bersama Nadira?? ". tanya Mona hati hati.
bagaimana pun ia tak ingin rasa trauma pada putranya kembali muncul setelah sekian tahun rasa trauma di diri Justin mulai perlahan menghilang.
"mmm iya... terus kenapa ma? ". tanya Justin
"mama ketemu mamanya Jasmine di rumah sakit tempat kamu di rawat pertama kalinya". sahut Mona.
"oh ya??? ". siapa yang sakit ma? ". tanya Justin penasaran.
"Jasmine". sahut Mona seraya menatap Justin.
"Jasmine?? ". desis Justin pelan.
"ya. Jasmine. Jasmine adalah salah satu korban dari kecelakaan beruntun yang terjadi lebih dari sepuluh tahun yang lalu. saat kamu mengalami kecelakaan bersama Nadira". sahut Mona menjelaskan secara perlahan pada putranya itu.
"really??!".pekik Justin pelan.
"iya Justin. Jasmine juga menjadi korban di sana. saat itu umurnya masih tujuh belas tahun". jelas Mona perlahan.
"bagaimana bisa?". desis Justin pelan.
"entahlah. sudah takdirnya begitu.Jasmine berada di antara orang orang yang mengguna kan sepeda. ia mengalami kerusakan parah di batang lehernya yang menyebabkan pita suaranya rusak berat. sehingga Jasmine terpaksa menyandang sebagai tuna wicara di sisa hidupnya". jelas Mona yang mulai terasa berat menjelaskan lebih lanjut pada Justin.
sebab ia tak mau Justin kembali di liputi rasa bersalah yang lebih dalam dan juga lama lagi lantaran penyebab Nadira meninggal karena putranya juga. dan sekarang pun ia ragu untuk melanjutkan ceritanya yang berhubung pada rasa trauma Justin yang sebenarnya penyebab orang lain celaka termasuk Jasmine.
"maksud mama bundanya Dee itu dulunya pernah menjadi orang bisu??". tanya Justin memastikan.
"iya Justin". sahut Mona seraya mengangguk pelan.
Justin terhenyak kaget. seketika pikirannya menerawang ke masa lalu di mana pagi naas yang menyebabkan sahabat baiknya meninggal karena dirinya. Ia sempat melihat Nadira menghantam kaca jendela dan dashbord beberapa kali. dikarenakan Rem mendadak yang pernah dilakukannya. saat itu ia menghindari seekor Hewan ternak yang lepas dan mendadak lari ke jalan.
di karenakan rem mendadak seperti itulah menyebabkan kendaraan yang lebih besar tak sengaja menghantam mereka dari belakang.
yang menyebabkan mobil mereka maju beberapa meter dengan posisi horizontal di tengah jalan lalu dari arah berlawanan ada mobil lain yang belum sempat menginjak rem menabrak mereka tanpa sengaja.
Demi menghindari tabrakan beruntun lebih banyak. Dengan sisa tenaga yang ada Justin menekan pedal gas demi menghindari truk yang datang jika dalam perkiraan Justin menghantam mobil mereka lebih dahsyat lagi.
jadi Justin demi menghindari kekacauan lebih parah ia menancap gas dan membanting setir ke arah jalan setapak yang bisa hanya di lalui kendaraan roda dua. tanpa ia tau ada beberapa orang yang bersepeda melintasi jalan tersebut.
(baca cerita selengkapnya di novel pertamaku di Jasminka/orchidea episode Dra 2 Dra).
Justin menarik dalam nafasnya yang mulai terasa berat mengingat kejadian yang memilu kan hatinya. rasa bersalah semakin banyak melingkupi di hatinya kini.
"Justin". panggil Mona pelan saat melihat putranya itu melamun.
"ya ma".sahut Justin seraya tersenyum menyembunyikan rasa sesak di hatinya.
"terus kelanjutannya gimana setelah Jasmine keluar rumah sakit. maksud aku keseharian mereka ma. apa Jasmine di bully atau .. ?!. tanya Justin prihatin.
Mona menggelengkan kepalanya pelan.
"ga. justru mama Naminka yang memberi motivasi pada hidup Jasmine.mama Naminka
menceritakan pada mama soal Jasmine yang mulai menerima keadaan dirinya dan juga belajar banyak dan bergaul dengan orang orang difabel tetapi tidak menyurutkan rasa kepercayaan dirinya bergaul dengan orang orang normal". jelas Mona yang teringat cerita Naminka saat mereka berkomunikasi via ponsel.
seketika Justin teringat cerita tentang Jasmine dari Satria. bagaimana semangatnya Jasmine menjalani hidupnya meskipun memiliki keterbatasan hingga akhirnya gadis itu menjadi salah satu mahasiswi yang terbaik di kampusnya karena timnya berhasil masuk sebagai runner up dalam lomba karya tulis ilmiah di seluruh indonesia.
"karena itu mama dulunya pernah berjanji pada diri mama sendiri jika kamu atau pun Jasmine sama sama single. mama mau jodohin kalian berdua". ucap Mona.
"oh ya.. mama dulunya berniat begitu? ".pekik Justin pelan.
"kenapa ga tetap saling berkomunikasi ma meskipun kita pindahan ke luar negeri? ". tanya Justin antusias.
"ya namanya teknologi Tin. bisa saja kan error. jadi pada hilang deh data data mama semua di ponsel yang rusak dulunya". sahut Mona kesal mengingat kejadian ponselnya yang jatuh dan terlindas truk angkutan umum saat ia mau berbelanja ke super mall yang baru saja di buka di kota ini.
"ohhh.. makanya dulu itu mama beli ponsel baru".sahut Justin yang teringat saat mamanya menggunakan ponsel baru setelah pulang berbelanja.
"iya Justin. makanya mama tetap cari keberadaan si Jasmin dan mamanya meski pun kamunya udah nikahan sama Midea dan Namira. ". ucap Mona.
"oh ya?? buat jadi istri aku lagi?!". pekik Justin kembali.
"ya ga lah. kan mama mikir si Namira juga. bagi mama saat itu bermenantukan Namira mama udah cukup bahagia dari pada.... ahh sudahlah". Mona terpaksa tak melanjutkan kata katanya.
"apakah dulu aku menikah sama Namira mama bahagia?. karena di hati mama kan maunya aku sama Jasmine".tanya Justin penasaran.
"ya ga begitu juga lah. mama lebih bahagia malah ketimbang waktu kamu...... ". Mona tak mengucapkan kembali kata katanya.
karena pengalaman buruk anaknya yang salah menikahi wanita biarlah ia simpan saja. toh wanita itu adalah ternyata Jasmine yang ia cari. hanya saja dalam bentuk dan karakter yang lain karena wanita itu kehilangan ingatannya hingga sekarang.
"ma... kok ga di lanjutkan?". ketimbang apa ma? ". tanya Justin kepo.
Mona tersenyum simpul lalu memperhatikan keadaan di sekelilingnya. ia berharap pembicaraan rahasia hati ini tidak di dengar oleh siapapun apa lagi keluarga Archidean terutama bundanya Dee.
"iya. sebenarnya dulu itu ya mama sangat kecewa sih waktu kamu nikahi si Midea. karena memang mama kepingannya kamu nikah dengan keluarga baik baik yaitu sama Namira yang udah jadi tunangan kamu waktu itu. berat rasa hati mama saat lihat kamu mengucap kan ijab kabul pada wanita yang bernama Midea Hasxander waktu itu. apa lagi mama melihat raut wajah kamu yang sangat tertekan". ucap sang mama seraya mengingat kejadian di lima tahun yang lalu.
Justin tersenyum simpul mendengar perkataan sang mama. ia mencoba memberi ketenangan bathin bagi sang mama dengan senyumnya. Ia berharap mamanya tidak lagi memikirkan peristiwa tersebut. di mana diri nya harus menikahi Dea secara keterpaksaan di karenakan ancaman dari Dea. yang jika keluarga Ardiansyah menolak pastilah akan terjadi bencana pada keluarganya mengingat tindakan dari seorang Midea Hasxander.
"its okey ma. semua udah lewat. mama ga usah lagi pikirin hal tersebut ya. kan sekarang mama udah lega karena udah ketemu sama Jasmine". ucap Justin menenangkan sang mama.
"iya Tin. mama lega sekarang apa lagi masih berbesanan dengan bunda Astrid dan ayah Jason". ungkap Mona dengan wajah yang mulai berseri seri.
anak dan ibu itu saling tersenyum untuk melupakan sejarah kelam tersebut. mereka kini tersenyum lega karena teka teki dari seorang Midea terjawab sudah.
tetapi sayangnya jika curhatan ibu dan anak itu semakin melukai perasaaan dari seorang Midea Hasxander yang telah mendengar pembicaraan ibu dan anak itu sedari tadi.
...****************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.