My D you are the first for me

My D you are the first for me
Draft 139



Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉.


"Dee sepertinya ngantuk berat ya Mi". Ujar Rendy saat melihat Dean yang tertidur pulas di pangkuan Dea.


"iya ni. saking semangatnya main perang perangan sama kamu". Sahut Dea seraya


tersenyum.


"hehe..iya paling heboh deh kalau bisa nembakin musuhnya". Kekeh Rendy seraya membelokkan memasuki lorong rumah Jasmine hingga akhirnya Rendy menghenti kan mobilnya tepat di depan rumah Jasmine.


Rendy segera turun dari mobilnya demi mem -bukakan pintu mobil untuk Dea yang sedang memangku Dean.


"sini Deenya aku gendong. Kamu bukain aja pintu rumah". titah Rendy.


"ya. Makasih Ren". Sahut Midea seraya menyerahkan Dean pada Rendy.


Lalu Dea membukakan pintu rumahnya dan juga sekaligus pintu kamarnya dan meminta Rendy untuk meletakkan Dean di atas ranjang


Setelahnya Rendy keluar kamar setelah membukakan sepatu yang masih melekat rapi pada anak angkatnya itu.


"aku pulang ya". Pamit Justin pada Dea.


Dea tersenyum seraya menganggukkan kepalanya "makasih ya Ren". Ucapnya pada pria itu.


Rendy pun juga tersenyum seraya berucap membalas ucapan Midea "sama sama Mi".lalu ia pun berlalu keluar dari rumah dan langsung masuk ke mobilnya.


Sepeninggalnya Rendy, Dea kembali ke kamar tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya. Dea berniat akan kembali membantu Alma dalam mengelola restoran yang sempat ia tinggal kan dulunya ketika Alma memintanya untuk melanjutkan kuliahnya Jasmine yang dulunya tertunda karena amanah almh mamanya Jasmine.


Akan tetapi sangat di sayangkan baru juga ia menyelesaikan skripsinya dan akan mengikuti sidang bersama para mahasiswi tingkat akhir lainnya. Midea keburu di tahan oleh pihak kepolisian karena kasus pemalsuan identitas dan juga kasus lainnya yang menggegerkan satu Indonesia di mana saat itu ia masih di kenal sebagai seorang model sexy dan plus plus serta ia masih tinggal satu kota dengan keluarga Ardiansyah yang tak pernah menganggap apa lagi mengakuinya sebagai bagian dari anggota keluarga tersebut.


Padahal sebenarnya Midea adalah menantu pertama dari keluarga tersebut meskipun Dea yang memaksa Justin untuk menikahinya dengan berbekal keberanian dan kenekatan untuk mengeluarkan sebuah ancaman yang akan membuat keluarganya malu dan juga akan mempengaruhi jabatan Justin sebagai Ceo di perusahaan.


(baca cerita selengkapnya di novel pertama dan keduaku ya. Jasminka/Orchidea dan juga She is My Dea (mengejar istri gila )).


Midea menghela nafasnya sesaat lalu mem- baringkan tubuhnya di samping sang putra yang sudah terlelap dalam mimpinya.


"are you happy today my son?". Have a nice dream my boy". Ucapnya seraya tersenyum lalu mengecup lembut pipi gembul bocah itu.


*


Sementara di kediamannya Justin. Pria itu baru saja menidurkan sang putri yang baru saja di pulangkan oleh Retha setelah di bawa dalam acara kumpul kumpul keluarga di kediamannya keluarga besar adik iparnya itu.


Justin keluar dari kamarnya Keyra setelah memastikan putri kecilnya tertidur. Di karena kan matanya belum mengantuk, Justin lebih memilih untuk melanjutkan membaca laporan hasil kerja dari setiap perusahaan yang di milikinya. Dari pada ia memainkan ponselnya


Justin memang berniat jika besok pagi akan kembali bekerja seperti biasa. Menghabiskan waktu dengan berdiam diri di rumah seharian membuat Justin semakin riweh dan mumet saja otaknya. Jadi ia fikir akan lebih baik menghabiskan waktu di luar dengan bekerja saja.


Beberapa hari telah terlewati tanpa terasa Dea dan Dean telah hampir sebulan berada di rumah ini. Rumah yang memang memberikan nya kenyamanan bathin saat pertama kali menginjakkan kakinya di sini.


Paginya...


Dea dan Dean bersiap siap ke restorannya Alma di mana mama angkatnya itu telah tiba di sana pagi pagi sekali untuk membereskan segala sesuatunya untuk menu masakan di pagi ini.


dengan menggunakan taxi akhirnya Dea dan Dean tiba di sebuah hotel mewah yang mana terdapat sebuah restoran yang sekarang mulai di kenal dengan ciri khas dan cita rasa dari masakannya khusus menu menu pulau Sumatera.


Midea mengajak putranya masuk ke dalam Restoran di mana suasana Restoran tersebut masih sepi dan hanya beberapa pengunjung hotel saja yang berada di tempat ini untuk mencari menu sarapan mereka.


Dea melangkah masuk langsung menuju dapur di mana ia melihat para pekerja dan chef sedang mengolah bahan makanan dan juga bumbu. Midea menghirup aroma bumbu yang sedang di masak oleh para chef di bidangnya masing masing.


sebuah pepatah yang mengatakan jika buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, itu memang benar adanya. dan di buktikan oleh tingkah Dean yang mengikuti tingkah bundanya saat ini. bagaimana ibunya begitu pun anaknya. ternyata bocah tampan tersebut pun juga melakukan hal yang sama seperti yang Dea lakukan saat ini.


Bocah itu pun menghirup aroma bumbu yang sedang di masak oleh para chef yang sibuk bekerja tanpa mengetahui jika ada yang menghirup aroma masakan yang mereka buat.


Midea yang masih menikmati harumnya bumbu bumbu tersebut seketika menatap ke arah sang putra saat mendengar celetukan Dean


"Dee?". Panggilnya heran saat melihat tingkah sang putra yang ternyata sedang melakukan hal yang sama dengan dirinya.


"hayum unda...jadi lapal lagi. Pingin makan lagi". Sahut Dean polos.


"hehehe...kita jumpai nenek dulu ya". Tutur Dea dengan kekehan.


Sementara qanita yang baru saja tiba di dapur restoran tampak kaget dengan kehadiran ibu dan anak itu di hadapannya.


"ya Allah Dee...cucu oma yang ganteng ada di sini rupanya". Pekik qanita seraya berjalan menghampiri mereka berdua.


"Jasmine. Eh maksud aunty Midea. Tapi sama aja kan. Mau Jasmine atau pun Midea kamu tetap anak kandung mama Naminka. Jadi apa bedanya sih". Cerocos qanita tanpa ambil perduli dengan raut wajah Midea yang tiba tiba berubah masam karena di panggil Jasmine.


Sejujurnya ia lebih senang jika di panggil De atau Mi atau pun Midea. Dengan begitu ia merasa di anggap di lingkungan ini.


"eh apa kabar sayang. Lama aunty ga lihat kamu?". Sapa Qanita seraya memeluk Dea dan mecipika mencipiki Dea dengan akrab.


"baik aunty".sahut Dea mencoba tersenyum ramah.


"hallo Dee..apa kabar sayang". sapa qanita kembali ke Dean sembari membungkuk tubuhnya.


"lapal".Sahut Dean polos dengan hidung yang terus kembang kempis karena keasyikan mencium aroma masakan yang memang wanginya menggugah selera siapa saja yang menghirupnya.


"Dee...?!". Tegur Dea pada putranya agar menjawab sapaan orang dengan baik dan benar.


"hehehe...tak apa Mi. cucu oma lapar ya. Duh sayangnyo ni bocah. Ayok ikut oma. Oma punya makanan enak di kantor".ujar qanita mengajak sang bocah.


"ndak mau ah. Dee mau makan yang di sini aja". Tolak Dean yang memang ingin makan di sini.


"oh ya?. Tapi nenek belum pulang belanja sayang dan makanan di sini juga belum siap". Sahut qanita yang mencoba membujuk Dean lagi.


"oh ya Mi. Kamu pasti mau ketemu Alma kan?". Tante kamu itu lagi belanja mungkin sebentar lagi pulang. Selagi menunggu Alma kita ke kantor aunty aja yuk?". Ajak qanita.


"ya udah boleh juga aunty". Sahut Dea.


"tunggu sebentar ya?. Tadi niat aunty ke sini tu mau pesan teh herbal. eh ga taunya aunty malah ketemu kalian di sini jadi lupa deh. Eh kamu mau minum apa?. Ayok sekalian mungkin kamu mau ngopi". tawar qanita.


"ya udah boleh juga tante". Sahut Dea.


Lalu qanita meminta pada salah satu chef resto untuk membuatkan pesanannya di tambah minuman sehat untuk anak anak seusia Dean.


...****************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.