
Hai readers. selamat membaca kembali ya???
"Keyra pergi sekolah dulu Daddy". pamitnya pada Justin seraya mengulurkan tangan mungilnya untuk salaman.
Justin tersenyum lalu mengulurkan tangan besarnya untuk menyambut tangan mungil putrinya. akan tetapi pria itu bukannya men ciptakan salam antara keduanya tetapi ia malah menarik tubuh putrinya ke dalam dekapannya dan mulai ia mencium gemas pipi chubby putrinya yang membuat Keyra terkekeh geli lantaran Justin menggelitik pipi dan lehernya dengan dagunya.
"Justiiiiiin". pekik Arfan dan Mona bersamaan.
"becanda mulu ahh. itu anaknya udah mau berangkat Justin. nanti terlambat ke sekolah nya". tegur Mona.
"Daddy.. Daddy.. udahan..hehehe ". ucap Keyra seraya masih terkekeh.
suara Retha dan Satria menyapa seluruh anggota keluarga tersebut menghentikan aksi Justin mencandai putrinya. ia menjawab sapaan Satria dan Retha.
"bawa oleh oleh apa bang dari pdg?". tanya Satria basa basi.
"mmm... ga usah di tanyalah Satria. abang kamu ini mana mau ribet kalau soal yang begituan. mending dia pesan online ngirim pake delivery dari pada dia nenteng oleh oleh". timpal Mona.
"mama... ".tegur Justin yang merasa kesindir.
"emang iya kok". balas Mona cepat
"hehehe.. kapan nyampenya ya kira kira. tiga atau empat hari lagi lah ya". kekeh Satria yang ikutan menyindir
"oooo.... kau lagi ikut ikutan". ketus Justin seraya mendelikkan netranya.
"hehehe... yok kak. kita kemon". ajak Satria pada bocah cantik itu.
"bu'de Tha berangkat sekarang ya? ". pamit Retha pada Mona.
"iya sayang. hati hati ya di jalan". ucap Mona memberikan doa.
"iya bu'de makasih"..sahut Retha.
**
di kantor Kehl Bio Company cabang Mdn
kini ruangan pribadi Justin telah di penuhi oleh keluarga Kehl di antaranya Mona, Arfan, Keyra, Satria dan Retha. rencana Awalnya Justin pikir hanya mama, papa, dan Keyra saja yang akan melakukan video call dengan sang putra yang kini sedang tersenyum riang dari balik layar monitor laptop milik pak Amat.
sementara kini mereka berenam sedang mengantri untuk mengobrol dengan bocah tampan yang amat mereka rindukan.
akan tetapi ternyata Keyra, putrinya itu malah mengundang Satria dan Retha ke ruang kantornya tanpa sepengetahuan dirinya. tapi karena sudah terlanjur ngumpul satu keluarga akhirnya Justin berinisiatif mengeluarkan laptopnya agar mereka lebih leluasa dalam berinteraksi dengan Dean nantinya.
mendapat sambutan hangat dari abang sepupunya itu, tentu saja Satria buru buru menarik lengan sang istri agar ikut bergabung di depan layar monitor yang kini sedang memproses masa loading.
hingga akhirnya. muncullah wajah tampan yang lucu, imut, serta menggemaskan di hadapan mereka. begitupun di sebaliknya layar monitor. Dean pun terhenyak kaget melihat wajah wajah yang ia tau bisa masuk di dalam layar monitor sekarang ini.
"wuihh lamenya. kok bica lame gitu?". celetuk Dean saat ia melihat seluruh wajah yang di kenalinya masuk ke dalam layar monitornya.
"hai Deee...... ". sapa mereka semua berramai ramai.
tentu saja hal ini membuat kegaduhan baik di ruangan kantor pribadinya Justin maupun dalam layar monitor laptopnya pak Amat yang sedang menyala di hadapannya Dean.
sementara Dean tersenyum lebar menatap ke semuanya yang hadir dalam layar monitornya.
"aduh cucu oma yang lucu, imut, gemesin oma kangeeeeennn banget deh sayang. Dee kangen ga sama oma?". ucap Mona dengan mimik di buat buat sedih.
melihat sikap Mona yang menurut Justin berlebihan membuat pria duda itu memutar bola matanya ke atas.
"ma.. ga usah terlalu lebay deh ma". ucap Justin menegur sang mama.
sedangkan Arfan, Retha, Satria bahkan Keyra sudah memaklumi sikap Mona yang memang terlalu antusias jika menyangkut cucu cucu nya.
beberapa menit terlewati dengan Mona yang mendominasi perbincangan antara Mona dan Dee. sementara yang lainnya masih dengan sabar menanti di belakang wanita yang terus mengucapkan sesuatu yang pilu tetapi ter -dengar lucu bagi mereka yang hadir di ruang kantor yang secara tiba tiba menjadi ruang keluarga itu.
"ma udahan la. gantian dong. masa mama melulu. itu si Keyra juga mau ngomong. yang lainnya juga". tegur Justin.
awalnya Mona tak menggubris omelan Justin sampai ia terdengar nama Keyra di sebutkan barulah wanita bule itu memberikan cucu cantiknya kesempatan untuk mengobrol dengan adiknya.
"oiya cucu oma. kak Keyra. maaf ya sayang
kakak pastinya mau ngobrol kan sama adek". ucap Mona.
lalu wanita paruh baya itu membawa Keyra ke pangkuannya dan kini Keyra berada tepat di depan layar monitor laptop dengan posisi duduk di pangkuannya sang oma. sedangkan Mona sendiri menggunakan kesempatan tersebut untuk tetap terus di depan layar monitor laptop agar bisa terus melihat kedua bocah tersebut berinteraksi.
cukup lama juga kakak adik itu mengobrol bersama sampai sampai mereka berdua memiliki ide untuk memakan bekal mereka bersama. hingga akhirnya Keyra melihat bekal milik Dean lebih istimewa, unik serta lucu. Keyra tau pasti bekal tersebut bundanya yang membuat bekal makanan milik adeknya itu.
ia melihat bekal makanan miliknya di tata biasa biasa saja meskipun semua lauk pauk nya adalah makanan favoritnya. seketika itu juga nafsu makannya pun menghilang.
Mona serta orang orang dewasa lainnya yang melihat tingkahnya Keyra pun menjadi ber -tanya tanya terlebih Mona.
"loh kak kok ga di makan lagi. kok cuma satu suap?". tanya Mona heran.
"kakak mau makanan buatan bunda oma. kakak kangen".ucap Keyra pelan tetapi cukup di dengar yang lainnya dan juga Dean.
"kakak makan punya Dee aja nih". ucap Dean polos seraya mendekatkan kotak makanan nya ke depan layar monitor laptopnya pak Amat.
pak Amat yang saat ini sedang berada di dapur kantinnya, terkadang sesekali melihat tingkahnya Dean jadi tersenyum geli melihat kepolosan dari bocah tampan itu.
"mano lah bisa Dee". gumam pak Amat seraya menggeleng gelengkan kepalanya.
"ga bica lewat kak. gimana ini? ". tanya Dean saat bocah itu kehabisan akal.
sontak hal tersebut membuat riuh tawa pada orang dewasa yang mendengar kepolosan dari seorang Dean. sedangkan Keyra hanya tersenyum kecil melihat ketulusan sang adik yang akan membagikan makanan miliknya.
sementara di hati kecilnya Justin ada rasa trenyuh melihat dua darah dagingnya yang terpisahkan di karenakan masalah orang tua nya.
ternyata bukan hanya Justin yang merasakan demikian. Retha secara pribadi pun turut juga merasakan yang abang iparnya itu rasakan. ia kangen suasana yang dulu di saat dua D itu tinggal bersama mereka.
"Dee". panggil Justin seraya membungkukkan
tubuhnya menghadap ke layar monitor.
"Dee mau ga kalau ketemuan langsung sama kakak, oma, opa, ummi dan abi?". tanya Justin pada putranya itu.
Dean menatap ragu pada Justin dengan netra nya sesekali melirik ke arah Mona dan keyra lalu ia mengangguk pelan. seketika itu juga senyuman Justin pun melebar.
bel sekolahnya Dean telah berbunyi yang per tanda murid murid tersebut melanjutkan aktifitas belajarnya lagi.
"Daddy, kakak, oma. Dee pamit ya. Dee hayus macuk keyas lagi". pamitnya seraya menutup bekalnya yang masih bersisa.
"iya sayang. selamat belajar ya?". ucap Mona.
Dean pun pergi dari hadapan mereka. yang terlihat hanyalah ruangan kantin yang kosong Justin pun mematikan sambungan internet tersebut. lalu ia mengetikkan pesan ucapan terima kasihnya pada pak Amat.
Yok ke next chapter ya reader..
...****************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.