
Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉
"Mau kemana?hah?".tanya Justin seraya satu tangan kekarnya menahan pinggang ramping mantan istrinya itu.
"iss apaan sih Tin". hardik Midea seraya menurunkan tangan kanan pria itu.
tetapi Justin tak ambil perduli ia tetap menahan pinggang Midea dengan kedua tangannya kali ini serta mengurungnya di antara tubuhnya dan lemari pakaian yang ada di belakangnya.
Midea berontak dengan berusaha keluar dari sana. Justin mengambil dagu Midea untuk di hadapkan wajahnya pada dirinya. Justin menatap Midea yang kini juga menatap diri nya. kini keduanya saling bersitatap untuk detik yang lama dengan degup jantung yang sama sama berdegup kencang.
Kedua netranya mereka saling menelisik satu sama lain pada wajah yang ada di hadapan nya. tak tahan menahan gejolak rasa yang sudah di pendamnya lama. hasrat Justin ingin merasakan kembali bibir sensual itu. ia mencoba mendekatkan wajahnya ke arah wajah nya Midea secara perlahan dengan netranya yang terus menusuk masuk ke netra nya Midea yang hitam pekat bak mutiara hitam tersebut.
"wanita ini memang paling bisa membuat dunianya jungkir balik dulunya. sekarang malah hatinya yang di buat begitu". itulah yang ada di fikiran Justin untuk saat ini ter hadap wanita yang memang ia cari cari selama ini.
sementara Midea di buat terpaku pada apa yang di lakukan Justin padanya saat ini. jantungnya tak berhenti berdegup dengan kencang sejak dari pertama mereka saling bersitatap seperti ini.
Hasrat kewanitaannya yang selama ini ia pendam entah waktu yang berapa lama kini muncul begitu saja saat nafas hangat pria ini berhembus lembut di wajahnya yang dingin karena air conditioner yang belum sempat ia matikan.
baik Midea mau pun Justin kini larut dalam perasaan yang sama. hatinya menginginkan apa yang pernah mereka rasakan dulu saat terakhir kalinya mereka bersama. saat di mana Justin memperlakukan Midea dengan lembut untuk pertama dan yang terakhir kali nya kala itu.
Midea membiarkan saat wajah Justin yang semakin mendekat ke arahnya. Hatinya kini semakin bergejolak ingin merasakan kembali saat bibirnya di kecup dan di ***** lembut oleh pria ini.
Kedua netranya terpaku pada wajah tampan itu yang semakin mendekat ke padanya. tanpa Midea sadari bibirnya sedikit terbuka setelah tadinya terkunci rapat serta kelopak matanya yang kini terpejam.
Justin tersenyum puas saat mendapati sinyal pasrah dari Midea. ia semakin yakin untuk mengecap rasa bibir Midea yang sudah lama ia rindukan. Justin tak ingin menyia nyiakan kesempatan ini. secara perlahan ia mendekati bibir sensual itu dan...
dering telpon milik Justin menghentakkan keduanya. di tambah lagi dengan gedoran di pintu dan juga pekikan dari kedua bocah yang memanggil mereka berdua secara bersamaan
"unda....... Bunda.......Daddy... Daddy...".pekikan
dari dua bocah miliknya membuat Justin harus mendumel kesal lantaran sedikit lagi ia akan mencapai surganya duniawi itu.
"akh... nasib nasib". dumelnya kesal.
sementara Midea membukakan kedua kelopak matanya saat ia mendengar Justin mengomel kesal. wajahnya merona malu saat menyadari jika dirinya telah memasrahkan diri nya pada Justin barusan.
Midea menatap ke arah pintu yang di gedor oleh anak anak tersebut. lalu berpaling ke arah Justin yang berwajah kesal seraya meninggalkan dirinya untuk menngambil ponselnya yang tergeletak di atas nakas.
Midea membukakan pintu untuk anak anak mereka dan terlihatlah dua bocah yang berdiri di depan pintu. sementara ada seorang pria muda yang menggunakan seragam hotel dengan memegang satu stel baju muslim pria yang berdiri tak jauh dari dua bocah ini.
"unda.. bunda...". panggil keduanya.
"bunda.. oom itu bawain baju untuk Daddy". ujar Keyra seraya menunjukkan pada pria muda tersebut.
"permisi bu. tadi pak Alan menyuruh kami mengantarkan baju ini ke pak Justin". ujar pria muda tersebut.
"lalu Alan ada di mana. kenapa bukan dia yang mengantarkan sendiri kesini?". tanya Midea seraya menelisik ruangan untuk memastikan keberadaan asisten Justin yang satu itu.
"tadinya di sini sih bu. cuma saat mau masuk ke lift. pak Alan keburu di panggil ibu Mona. katanya lagi ada perlu. jadi saya sendiri di suruh sama ibu Mona buat nganterin baju ini ke kamarnya ibu". sahut pelayan hotel tersebut seraya menyerahkan satu baju muslim pria tersebut.
"baik terima kasih". sahut Midea seraya mengambil baju tersebut dari tangannya pria muda tersebut.
"permisi bu". pamitnya seraya berlalu dari sana.
sementara Midea meminta kepada kedua bocah itu untuk menunggu mereka lagi dan berjanji pada dua bocah tersebut jika dirinya dan Daddynya tidak akan lama.
Midea melihat Justin masih sibuk dengan ponselnya maka ia meletakkan baju tersebut di atas ranjang. lalu Midea mengambil satu stel baju muslimahnya dan memakai baju tersebut di kamar mandi.
sedangkan Justin masih menjelaskan pada mamanya tentang alasan dirinya yang ikutan terlambat juga untuk menurunkan anak anak nya ke bawah untuk mengikuti pengajian bersama yang akan di mulai sesaat lagi.
sementara Midea mematutkan ddirinya di cermin dengan tubuhnya yang polos setelah ia melepaskan bathrobenya dan juga lilitan handuk di kepalanya.
Midea merabai tubuhnya sendiri yang telah lama tak di sentuh lelaki. jika saja tidak ada insiden drama dua bocah barusan atau pun dering telpon, bisa jadi mereka berdua larut kembali dalam khilaf terindah yang mereka rasakan beberapa tahun lalu.
"ya rabb..ternyata sudah selama itukah dirinya berpuasa?". tanyanya di hati saat teringat masa terakhir kali ia bercinta.
"Midea".
panggilan Justjn seraya menggedor pintu kamar mandi membuat dirinya buru buru menggunakan pakaiannya Secara lengkap. bahkan pashmina yang belum sempat ia bentuk dan juga rapikan hanya di sangkutkan begitu saja di kepalanya yang masih lembab itu.
"kok lama?. tanya Justin saat bersamaan Midea membuka pintu kamar mandinya.
"lagi pub ya? "tanya Justin kepo.
"apaan sih. jorok tau ga?.pagi pagi di tanya soal begituan". dumel Midea.
"hehehe...habisnya kamu lama banget sih". ujar Justin.
"suka suka aku lah. kamar kamar aku juga meskipun cuma numpang doang tapi kan tetap di bayar juga". jawab Midea lantang.
Justin hanya menelan salivanya saja saat mendengar pernyataannya Midea barusan. ia masuk ke kamar mandi untuk menggantkan bajunya di sana.
beberapa menit kemudian Midea selesai dengan penampilannya begitu pun Justin. pasutri gagal itu keluar dari kamar secara bersamaan.
Midea menggamit lengan kedua bocah itu dengan masing masing satu tangannya.
"kalian maunya cuma sama bunda aja ni??". tanya Justin yang memiliki rasa sedikit cemburu lantaran perhatian dua bocah milik nya telah wanita itu sita dan mengklaim seratus persen untuk wanita tersebut.
"ga ada yang mau pegang tangan Daddy ni? "tawar Justin seraya menyodorkan dua tangannya dan berharap salah satu dari mereka bisa datang ke sini.
yah meskipun hati kecilnya berharap bahwa Deanlah yang ingin ia gamit lengannya untuk di bawa bersamanya kemana pun ia suka.
tapi nyatanya kedua bocah itu bergeming dan tetap memegang tangannya Midea saat mereka keluar dari kamar dan masuk ke lift untuk turun ke lantai dasar. di mana orang orang tengah menantinya saat ini.
Yok kita ke next chapter ya reader..
*untuk next chapter
*Midea yang mencoba keluar dari jebakan seseorang. mampukah dia bertahan atau akan ada seseorang yang akan menolong dirinya. siapakah dia?. atau Midea sendiri lah yang menolong dirinya sendiri.
*akan ada badai yang mengubah kehidupan Midea dan Justin. apakah itu?
tetap stay di sini ya readers...
****************
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.