
Hai readers I am coming back. Selamat membaca kembali..semoga happy...
Justin terpaku menatap seorang wanita yang ada dalam pantauannya kini sedang berada tepat di hadapannya dengan penampilan yang masih menggunakan piyama di balik Hijacket nya.
"Midea??". desisnya pelan dengan netra yang tak lepas dari wanita yang memberinya seorang putra itu.
Justin segera menarik lengan wanita itu masuk ke dalam lift saat ibu dari anak satu itu mulai memundurkan langkahnya untuk menghindari dirinya.
"masuk". titahnya saat wanita keras kepala itu mulai memberontak.
"iss.. apaan sih Tin. orang aku ga jadi masuk juga".dumel Midea.
"karena ada aku kan. coba kalau orang lain kamu ga perduli bisa bahaya atau enggak ketika kamu keluar kamar sendiri di jam segini". cetus Justin.
"bawel". dumel Dea sewot.
Justin memilih mendiamkan Midea dari pada menanggapi dumelan mantan istrinya itu yang nantinya berkepanjangan jika meladeni nya. ia mengajak wanita itu ke kamarnya meskipun sering kali terjadi penolakan dan pemberontakan yang ia terima dari Midea. tetapi Justin tak perduli.
yang penting saat ini ibu dari anaknya itu ada di sini dan menemaninya malam ini. Justin meletakkan tas kerjanya di atas meja lalu melepaskan dasinya sembari menatap pada Dasinya.
"katakan. kamu keluar dari kamarnya kamu malam malam begini terus sendirian lagi. mau ngapain?".tanya Justin dengan tatapan mengintimidasi.
"nyari angin". sahut Dea singkat.
"beneran?". tanya Justin sembari memicing kan kedua netranya.
"mmmm". gumam Midea.
"apa?ga denger?.cibir Justin seraya mendekat
kan telinganya di bibir Midea.
"iya!!". jawab Midea dengan ketus.
"oo.. bilang dong". sahut Justin.
"tunggu di sini".titahnya seraya masuk ke kamarnya.
sementara Midea hanya mengekori langkah nya Justin dengan kedua ujung matanya hingga pria itu menghilang di balik pintu kamarnya pria itu.
tak lama kemudian Justin keluar dengan menggunakan baju santai dengan setelan jaketnya.
"ayok".ajak Justin pada Midea seraya meraih kunci mobilnya di atas meja.
"kemana?". Midea balik bertanya.
"ikut ajalah". sahut Justin seraya menarik lengannya Midea untuk mengikuti langkahnya
Justin membelah jalan ibu kota dengan mobil sportnya dengan hati yang tersenyum di karenakan ia bisa berdua lagi engan Midea seperti ini.
sementara apa yang di rasakan oleh seorang Midea adalah perasaan biasa biasa saja terhadap apa yang di alaminya kini. Midea hanya menganggap jika saat ini ia hanya menumpang dalam sebuah mobil mewah milik seseorang yang kebetulan ia kenali di masa lalunya.
sepanjang perjalanan sebagai seorang penumpang yang kebetulan mendapatkan tempat vvip di samping seorang supir tampan Midea tak banyak bicara ia hanya mengamati pemandangan ibu kota di dini hari seperti ini setelah sekian lama ia tak menginjakkan kakinya di daerah ini.
sementara Justin yang sedang berkendara di temani wanita cantik yang berstatus mantan hanya bisa sesekali melirik tingkah Midea yang hanya menatap ke luar jendela mobil nya.
"udah berapa lama memangnya kamu ga ke sini De?". tanya Justin.
Dea yang mendengar pertanyaan dari Justin seketika menoleh ke arah pria yang sedang menyetir itu.
"lumayan". sahut Dea singkat seraya meng -hadap ke arah jalan yang di lalui oleh Justin dengan mobilnya.
"mmm... ga ada niat buat tinggal di sini lagi De?". tanya Justin.
"masa sih kamu ga punya apa pun lagi di sini. minimal kamu punya aset meskipun cuma sebuah flat gitu". ujar Justin.
Justin sengaja melontarkan pertanyaan tersebut. ia berharap Midea terpancing untuk menceritakan tentang aset satu satunya yang masih di miliki oleh mantan istrinya itu. meski pun saat ini hanya apartemen rahasia itu saja aset yang ia tau milik Midea.
sedangkan untuk aset yang lain nya, Justin benar benar merasa kasihan pada wanita ini. karena selama bekerja sebagai model serta melayani para hidung belang tetapi tetap saja wanita ini tak memiliki aset kekayaan seperti kebanyakan wanita nakal lainnya.
Dan Justin juga merasa iba saat tau dari ceritanya Celine, istri dari kolega papanya yang sekarang menjadi model ambasaddor salah satu produknya. jika sebagian model di bawah naungan Xander agency di paksa untuk melakukan kencan panas yang upah nya sebagian masuk ke rekening agency tersebut.
hingga kini Justin masih menyelidikinya melalui seorang temannya yang bekerja di perpajakan tentang manajemen dari Xander agency yang banyak merugikan para model yang bernaung di bawah agency tersebut.
baik Celine dan Midea adalah sama sama korban dari keserakahan para manusia yang mengumpulkan harta demi kesenangan mereka sendiri.
"dulu pernah berharap sih bisa dapat salah satu flat mewah di salah satu kawasan para elit kalau nikah sama tu lakik. tapi sayangnya terpaksa kabur dari sana dari pada gagal rencana untuk buat berita yang bisa meng -gemparkan satu dunia". sindir Midea untuk pria yang kini menjadi mantannya.
Justin terdiam sesaat untuk mencerna kata katanya Midea yang terdengar sindiran bagi nya. akhirnya ia menarik kecil kedua sudut bibirnya saat ia mengerti bahwa kata kata tersebut memang untuk dirinya.
"terus rencananya berhasil?". tanya Justin yang mengikuti alur percakapan mantan istri nya itu.
"yah berhasil lah. Midea gitu??". sahut Dea bangga.
"hehehe.... bangga ni yeee?". cibir Justin sembari melirik ke wajah wanita yang ada di sampingnya kini.
"yah..harus bangga sama diri sendiri lah. soalnya ga ada siapa pun yang berbangga atas diri kita". cetus Midea cuek sembari melirik sinis ke arah Justin yang sedang menoleh ke arahnya.
"sesungguhnya aku bangga sama kamu De. tapi apa harus aku menunjukkannya sekarang?. gumam Justin di hatinya.
kini keduanya saling diam dengan netranya yang sama sama menatap ke arah jalan.
beberapa menit dalam berkendara dalam suasana hening. Justin berinisiatif meng turn on kan salah satu stasiun radio yang masih aktif di Jkt lewat channel fm nya. selain mendengarkan berita ter update dari sini. ia suka mendengarkan lagu lagu lawas di jaman nya saat ia masih berstatus pelajar atau pun mahasiswa.
suara penyiar radio terdengar syahdu di telinga sepasang mantan itu. baik Midea dan Justin sama sama larut dalam tembang masa lalu yang entah di tahun berapa lagu lagu itu populer di jamannya.
hingga akhirnya Justin sengaja menaikkan volume suara dari lagu yang di putar oleh penyiar tersebut. lagu lawas di era awal milenium terjadi.
Midea menoleh ke arah Justin saat pria itu menaikkan volume suara dari Head unit tape tv android mobilnya ketika suara khas dari penyanyi legendaris Bryan Adams di per -dengarkan melalui salah satu gelombang radio yang masih aktif di kota ini.
"sorry. tapi aku suka lagu ini. apa lagi lirik nya really touching banget. ini mengingatkan aku tentang Keyra saat kami di Melbourne".ujar Justin yang mengerti arti tolehannya Midea pada apa yang di lakukannya barusan.
seketika ia memang mengenang kisahnya pada anak sulungnya itu. apa lagi saat Justin harus meninggalkan Indonesia untuk meng hilangkan rasa sedih dan dukanya akibat di tinggal mati Namira, ibu kandung dari Keyra.
saat itu ia menghabiskan waktu bersama dengan putrinya itu sembari mendengar kan lagu ini sebagai motivasi untuk terus memberikan yang terbaik pada putrinya itu.
Midea hanya bergeming sembari menatap Jalan seraya mencerna arti dari kata kata yang teruntai lewat nada yang terdengar syahdu ini.
sedangkan Justin sembari melajukan mobil nya membela jalan di tengah malam di temani mantan istri di iringi lagu yang selalu memotivasi dirinya untuk mencintai yang di milikinya saat ini. keluarganya termasuk Keyra pastinya serta dua D nya meskipun ibu dari Putranya sekarang berstatus mantan baginya akan tetapi Midea adalah D nya yang menjadi bagian terpenting dalam hidupnya saat ini.
next chapt
*Midea yang berusaha keluar dari jebakan seseorang.
"siapakah yang menolongnya atau Midea sendiri yang mampu memecahkan masalah yang terjadi padanya.
Tetap stay terus ya readers..
Yok kita ke next chapter ya reader..
****************
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.