My D you are the first for me

My D you are the first for me
flashback si adek ya



Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉.


dua abang adik itu memasuki halaman parkir kafe yang tertera sebuah nama dari pemilik Cafe dan Resto tersebut.


Mereka masuk dan memilih tempat duduk yang agak sepi dari pengunjung lainnya. Itu karena si abang ingin menjaga perasaan si adik yang bisa menjadi pusat perhatian nanti nya. Si abang pun dengan sigap langsung memesan makanan dan minuman kesukaan adiknya.


Seraya menunggu pesanan mereka abang adik itu saling mengobrol ria di suasana yang masih terasa dingin karena rintik hujan kecil masih menghiasi malam ini.


Saat mereka tengah berbicara dengan bahasa isyarat mereka, tiba tiba pandangan si abang teralihkan pada sebuah payung putih yang tergeletak di sudut teras kafe. Seketika ia terkenang kembali pada kebaikan hati dari seorang gadis yang telah berusaha mem- bantu adiknya dari keroyokan massa.


dalam kesedihan dan kebingungannya atas musibah yang terjadi pada keluarganya secara beruntun hingga beryahun tanpa sadar ia melupakan tentang gadis yang berpayung putih itu. Jangankan ia tau rumahnya bahkan namanya saja ia tidak sempat menanyakan nya karena keadaan yang darurat waktu itu. ia hanya bisa mengingat dengan samar wajah imut yang usianya di perkirakan hampir sama dengan seusia dirinya saat itu.


hingga akhirnya ia baru mengetahui wajah dan nama dari gadis itu saat fotonya terpam-pang jelas pada sebuah spanduk beserta dengan ratusan buket bunga di sebuah halte yang menjadi petaka untuk adik nya. Saat itu ia masih bingung atas apa yang terjadi pada gadis itu hingga ia menanyakan pada satu orang yang sedang meletakkan satu buket bunga melati yang sesuai dengan arti nama gadis itu diatas halte.


Dan akhirnya ia baru mengetahui jika gadis itu telah meninggal dunia dalam suatu insiden kecelakaan pesawat yang telah menggegerkan satu Indonesia di enam tahun yang lalu.


Dan ia baru mengetahui jika gadis manis itu adalah seorang mahasiswi tingkat akhir pada sebuah universitas ternama di propinsi ini.


Ia menyesali karena terlambat mengucapkan terimakasih pada gadis itu.


"terima kasih kak meskipun aku terlambat mengetahui siapa kakak waktu itu dan juga terlambat mengucapkan Terima kasih. Tapi terima kasih banyak kak karena udah berusaha untuk menyelamatkan adik aku saat itu". Gumamnya di hati seraya menarik dalam nafasnya.


Jika abangnya memiliki kenangan tersendiri pada gadis berpayung putih itu maka sang adik pun juga memiliki kenangan tersendiri pada sosok gadis berpayung putih itu.


Flasback ya..


seusai pulang sekolah ia tak ingin langsung pulang ke rumah. Teguran demi teguran hampir setiap minggunya dari administrasi sekolah membuatnya jengah dan malas untuk pulang. Karena rasanya percuma saja ia memberitahukan soal permasalahannya di sekolah jika yang ia dapatkan selalu jawaban yang sama setiap harinya.


Ia lebih memilih berjalan berlawanan arah dari rumahnya hingga akhirnya ia mentok di sebuah halte di depan sebuah kampus ternama di propinsi ini


di karenakan hujan turun dengan lebatnya waktu itu.


Ia berdiri dan menyenderkan sebagian tubuh nya di sebuah tiang dari halte tersebut seraya menatap ke jalan yang masih berlalu lalang segala macam kendaraan yang melintas.


ia membayangkan jika saja orang tuanya dulu sekaya orang orang yang memiliki mobil mewah tersebut pastilah dirinya tak akan se sulit ini untuk melunasi sppnya yang telah menunggak selama tiga bulan. mungkin pun tak akan sempat menunggak.


Saat ia tengah asyik asyiknya menghayal tiba tiba ia di kejutkan pada sebuah suara berat dari seorang pria dewasa yang memanggil dirinya dengan sebutan dek. Ia menoleh ke suara pria yang ternyata ada di sebelah kiri nya saat ini.


hanya saja...


ups..ternyata dia salah menduga. ia pikir pria itu memanggil dirinya, ternyata pria dewasa itu memanggil seorang perempuan yang menggunakan medium ransel dengan payung putih di tangannya yang sedang ia benahi.


ia memperhatikan keduanya dengan seksama


cowok bule yang tampan dan cewek cantik nan manis identik dengan wajah keturunan asia selatan. Ia mencuri dengar percakapan dua insan yang tak saling mengenal itu dengan jelas bahwa si pria bule itu meminta tolong untuk mengantarkannya ke seberang jalan sana.


Ia melihat raut wajah si cewek yang menatap terpana pada si cowok bule tersebut. hingga akhirnya si cowok menjentikkan jarinya untuk membuyarkan lamunannya si cewwk dan meminta tolong untuk kedua kalinya pada si cewek yang satu satunya memiliki payung dari sekian manusia yang berteduh di bawah halte ini.


ternyata cowok bule itu berniat nongkrong di sana. Dari kejauhan ia melihat si cowok memberikan tips dan coffe cup yang di rebut dari salah satu temannya yang telah tiba di sana mendahului dari si cowok bule tadi.


Ia terus memperhatikan makhluk imut yang berjalan kaki kembali ke halte ini seraya menggenggam hot coffe cup yang di berikan oleh si pria bule tadi.


kini mereka berdua berdiri bersisian si cewek tadi tersenyum tipis padanya sementara ia hanya membalas miring senyumannya seraya netranya melirik ke genggaman tangan satu nya saat si cewek memasukkan uang seratus ribu ke dalam sisi saku dari tas medium ranselnya yang kini ia gendong dari depan.


bocah smp ini masih melirik ke arah cewek yang berdiri di sampingnya hingga bis kota tiba untuk menjemput penumpang yang ada di halte ini maka si cewek pun turut naik ke dalam bis kota tersebut. hingga akhirnya ia kehilangan sebuah objek yang ia perhatikan hari ini.


Waktu semakin sore sayup sayup lantunan ayat suci dari masjid ke mesjid di perdengar kan melalui sound system dari mesjid tersebut. Tak ingin membuat sang ibu merasa khawatir karena ia pun takut akan bahaya yang di tanggung oleh sang ibu saat ibunya itu merasa cemas akhirnya ia pun menurun kan rasa egonya dengan melangkah pulang kembali ke rumah. Meskipun ia akan di omeli oleh sang ibu di karenakan ia terlambat pulang hari ini.


Seminggu berlalu dalam keadaannya yang masih begitu melulu tanpa ada kabar baik yang akan berhembus sampai akhirnya di suatu malam tanpa sengaja ia mencuri dengar jika hasil penjualan sate yang di jaja kan keliling oleh abang dan ibunya membuah kan hasil yang lumayan dari sebelumnya, meskipun hanya mampu membayar salah satu spp dari mereka berdua.


Hanya saja ia merasa kecewa lantaran si ibu


Lebih memilih mengutamakan kepentingan abangnya ketimbang dirinya yang lebih dulu mengadukan soal spp pada ibunya. akhirnya ia pun lebih memilih diam dari pada capek capek protes. Toh, sebenarnya abangnya itu juga berhak atas hasil jerih payahnya dalam membantu sang ibu.


Keesokan paginya ia berniat tak masuk sekolah di karenakan ia sudah mulai tak nyaman berada di dalam kelas. di mana para siswa melirik ke arah dirinya terus menerus dalam tatapan yang merendahkan dirinya lantaran ia mendapatkan surat peringatan ke dua kalinya.


Si adek lebih memilih menongkrong di salah satu warung yang berdekatan dengan halte yang di tongkronginya seminggu yang lalu. Ia kembali berjalan kaki menuju halte tersebut.


Di mana kini ia melihat sebuah ibu rumah tangga yang baru saja keluar dari sebuah Atm yang tak jauh dari halte tersebut.


Ia melihat sejumlah uang yang di masukkan ke dalam dompet si ibu, uang yang lumayan banyak yang bisa melunasi tunggakan spp saat ini. Si adek terus memperhatikan si ibu yang nampaknya tengah menunggu bis kota juga.


seketika timbul ide di pemikirannya yang sedari tadi memang sudah terlalu buntu dalam menyelesaikan hutangya itu. Memang dasar iblis yang telah menantikan manusia untuk di rayu maka seketika ia teringat pada sebuah pisau lipat kecil yang biasa ia guna kan sebagai rautan dari pinsil lumographnya.


ia melirik ke kanan kiri untuk memastikan bahwa tak ada yang melihat akan yang di buat nya nanti. Ia berjalan perlahan mendekati sang ibu yang kini duduk sambil memegang ponselnya.


Saat Pisau lipat tersebut ia coba gesekkan pada tas yang terbuat dari bahan yang gampang di rusak oleh sesuatu yang tajam seperti ini. Satu tangan mulus menahan lengannya. Ia menoleh ke pemilik tangan tersebut dan .....


...****************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


Terima kasih.