
#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉..
beberapa hari kemudian...
Sagita telah menyelesaikan satu tahap dalam pekerjaannya. setelah hasil sidang banding dari seorang kliennya yang salah tuduh korupsi di sebuah lembaga pendidikan akhirnya di putuskan tidak bersalah karena menurut saksi dan juga data data yang di cari ulang oleh Sagita dan timnya itu memang semua hal membuktikan jika kliennya ini tidak terbukti melakukan tindakan korupsi.
"gimana mbak udah bereskan kasusnya ibu guru itu?". tanya salah satu karyawannya saat Sagita kembali dari pengadilan.
"yah berkat bantuan yang maha kuasa dan tim kita yang solid. akhirnya semua bisa kita buktikan di pengadilan jika klien kita memang tidak bersalah". jelas Sagita.
"mbak ini dari pengadilan agama". seorang asistennya yang bernama Lupita memberikan sebuah surat kepada Gita.
Gita pun segera mengambil surat tersebut dari tangan asistennya seraya memperhati kan amplop yang berwarna coklat tersebut.
"jadi surat kita yang sebelumnya udah di terima?". tanya Sagita saat membaca isi surat tersebut.
"iya mbak. jadi ini adalah jadwal sidang yang pertama di tanggal ini. berarti ini jadwalnya minggu depan mbak". jelas asistennya itu.
"oh.. gitu". sahut Sagita.
"yoi mbak". balas asistennya itu.
"oke thanki you Lupita". ucap Sagita seraya tersenyum gemas pada asistennya itu.
"sama sama mbak". sahut lupita dengan senyumnya.
Sagita tersenyum smirk membayangkan wajah Justin kala mendapatkan surat cinta dari pengadilan agama untuk pria brengsek itu.
"aku udah ga sabar membayangkan gimana reaksinya Justin jika membaca surat ini". gumam Gita seraya tersenyum menyeringai.
"rasain kamu Justin. makanya jadi orang jangan belagu. jadi suami itu harus adil. dan juga jadi pria harus memiliki empati pada wanita". dumel Sagita seraya menatap surat itu.
"besok tolong kamu urus surat ini ya? ". dan kirimkan ke alamat ini". ujar Sagita kepada asistennya itu.
"oke mbak". sahut Lupita.
"kita liat seberapa kuat kamu bisa melawan seorang istri yang terluka hatinya Justin". omel Sagita di hatinya.
lalu Sagita menghubungi Midea untuk memberitahukan tentang pelaksanaan proses perceraian. ia menjelaskan lebih rinci lagi bagaimana nantinya mereka berdua akan di lakukan tahap mediasi dahulu.
"mungkin akan sedikit rumit Mi. jika dari Justinnya sendiri yang masih mau untuk mempertahankan pernikahan ini". Sagita menjelaskan kepada Midea.
"aku akan tetap menggugatnya Sagita. aku tetap dengan keputusanku". jawab Midea tanpa meragu sedikitpun.
"baik. aku akan segera memprosesnya agar masalah ini cepat selesai". ujar Sagita.
"makasih Git". ucap Midea.
"iya Mi. sama sama". sahut Gita.
"persiapkan jadwal sidang perceraiannya Midea Hasxander dan Justin Kehl Ardiansyah untuk minggu depan". titah Gita pada asisten nya.
...----------------...
di kantor cabang KBC Mdn..
sebuah amplop yang bersampul coklat tiba siang ini di kantornya Justin. sekretarisnya Andra memberikan amplop tersebut kepada Alan untuk menyampaikan secara langsung kepada Justin.
Alan pun menerima amplop tersebut lalu membawa amplop coklat tersebut ke dalam ruangan kerjanya Justin. berhubung si boss nya belum juga datang. akhirnya ia hanya meletakkan amplop coklat tersebut di atas meja kerjanya Justin.
suara dering ponsel Alan memberikan pertanda jika ada tugas lain yang harus ia selesaikan saat itu. juga. dan ternyata benar Alan di mintai Justin untuk menemaninya ke kantor pusat sekarang.
"sekalian kamu bawa berkas dari ruangan saya ke rooftop. minta sama Rita". titah Justin dari seberang ponsel.
"baik pak". sahut Alan.
lalu pria muda itu segera keluar dari ruangan Justin dan menemui Rita untuk membawa berkas yang di minta oleh tuannya. setelah nya ia langsung menemui Justin di rooftop dari gedung kantor itu.
"ikut saya sekarang". titah Justin.
kedua pria itu masuk ke sebuah heli yang membawa mereka pergi dari daerah itu menuju ke kantor pusat KBC yang berada di Jkt. setibanya di sana Justin langsung mengajak Alan ke ruang kantor pribadinya.
Alan mengernyitkan dahinya tak mengerti akan maksud dari pertanyaan sang majikan.
"maaf pak. maksudnya gimana?. saya ga ngerti? ". tanya Alan.
"ck.. kamu lupa ya sama tugas kamu yang lain selain mencari orang untuk mengawasi istri dan anak saya di sana. saya kan pernah memberi kamu tugas yang lain". ujar Justin sedikit kesal akan ke alpa an dari asistennya itu.
sementara Alan mencoba mengingat ingat kembali tentang tugas lain yang di berikan oleh majikannya itu. tetapi ia belum pun juga mengingat apa dari tugas tersebut. karena dari sekian tugas yang di berikan sudah Alan kerjakan saat itu juga. sebagian sudah selesai dan sebagiannya lagi masih dalam proses pengerjaan.
"seorang pakar It yang ahli dalam menanam alat pelacak dalam perhiasan". ujar Justin mengingatkan asistennya itu.
mendengar pernyataan dari bossnya itu sontak Alan melebarkan kelopak matanya seraya menundukkan wajahnya lebih dalam lalu meminta maaf atas keterlambatannya menangangi permintaan Justin yang satu ini. sehingga Alan melupakan satu tugas yang ini. itu di karenakan Alan lebih mengutamakan tugas yang terpenting dulu di bandingkan tugas selingan yang di berikan Justin padanya.
"maaf pak. saya terlambat menanganinya". ucap Alan pada bossnya.
Justin tersenyum miring. ia memang sudah menduganya jika asistennya itu terlambat dalam menangani tugas yang satu ini. tetapi ia bisa memakluminya karena banyaknya tugas yang di berikan olehnya sehingga wajar jika asistennya itu lebih mengutamakan tugas pokok dari pada tugas selingan seperti ini.
"saya sudah menduganya". ungkap Justin.
"maaf pak". sahut Alan.
lalu Justin masuk ke kamar pribadinya yang ada di ruang kantor tersebut. ia mengambil sebuah kotak perhiasan yang ia simpan di dalam brankas kamar. kotak perhiasan itu adalah kotak perhiasan milik Midea saat mereka berbelanja di pusat perbelanjaan kota Melbourne.
Justin membuka kotak perhiasan tersebut untuk melihat isinya masih utuh apa tidak. ia menutup kembali kotak perhiasan tersebut saat semuanya masih utuh.
Justin kembali menemui Alan dan menjelas kan pada Alan akan niat yang akan Justin lakukan pada perhiasan yang di dalamnya.
"kamu bawa ini ke alamat toko ini yang ada di itali. kamu berangkat hari ini juga. dan juga sekaligus bawa berkas berkas ini bersama kamu untuk di tanda tangani sama mr. Alex". ucap Justin seraya menunjukkan setumpuk berkas kerjasama yang baru dengan investor yang lain melalui jasa mr. Alex.
"saya sudah pesankan tiket pesawatnya untuk kamu. sekaligus kamu temani pak Indra di sana ya selama tiga hari". titah Justin.
"sebentar lagi beliau tiba di sini. kamu saya kasih waktu satu setengah jam untuk beresin yang perlu kamu bawa sebagai perlengkapan pribadi". lanjut Justin.
Alan bergeming pasrah atas apa uang di perintahkan padanya secara tiba tiba. dalam hatinya ia bertanya tanya apakah ini adalah hukuman untuknya atau misi misi rahasia bossnya yang lain.
sementara Justin yang melihat asistennya itu hanya terpaku di tempat. langsung mengerti jika tugas ini merupakan shock terapy bagi pria yang tiga tahun lebih muda darinya.
"kenapa belum bergerak Lan? ". tanya Justin.
"iya pak saya berangkat sekarang. permisi". pamit Alan pada bossnya itu.
kembali Alan menggeleng gelengkan kepala nya heran melihat tingkah bossnya yang terkadang sekarang luar biasa aneh. seumur umur ia bekerja pada bossnya itu. belum pernah sekalipun bossnya itu bertindak di luar nalar manusia.
biasanya bossnya itu akan memberinya perintah jauh jauh hari jika melakukan tugas perjalanan yang jauh. tetapi kini malah keseringan memberi tugas yang serba mendadak seperti ini.
"apakah ini misi rahasianya lagi atau hukuman bagi gue karena ada tugas yang gue lupa laksanain? ". gumam Alan.
dan yang lebih aneh baginya adalah tentang perhiasan yang harus di Bawa ke alamat toko
"apakah pak Justin mau memasangkan alat pelacak di dalam perhiasan tersebut?". ia bertanya tanya lagi di hatinya.
"jika memang benar. apakah perhiasan tersebut untuk nyonya Midea? ". gumam Alan kembali.
...**************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.