
#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉..
Sepeninggalnya Alan dan Indra. Justin pun kembali melanjutkan pekerjaannya hingga akhirnya sebuah telpon berdering nyaring di ponselnya.
"Daddy...???? ". suara Keyra yang memanggil nya dengan lemah.
"Key... Keyra... Keyra kenapa. udah di periksa ke Dokter?? ". tanya Justin panik.
lalu suara mamanya terdengar di telinganya Justin.
"kamu bisa pulang ga?!". tanya Mona bernada ketus.
"bisa ma. bisa. aku pulang malam ini. aku janji". sahut Justin yang mengetahui jika ada sesuatu yang tak beres pada putrinya itu.
"mana Keyra ma. aku mau lihat dia?". pinta Justin penuh harap.
lalu Mona menggantikan saluran telpon menjadi saluran video call. dan terlihat lah dengan jelas putrinya sedang terbaring lemah di atas ranjang dengan wajahnya yang pucat pasi. serta obat kompres yang terletak di dahi nya.
Justin melihat wajah mungil itu yang sedang mencoba tersenyum memandang dirinya dari balik layar ponsel nya.
"Daddy.. ". ucapnya pelan seraya terus tersenyum pada Justin.
"iya sayang. ini Daddy. Daddy pulang ya malam ini. tunggu Daddy". ucap Justin seraya menenangkan putrinya itu.
"Dee...bunda. .??". dua nama itu keluar dari mulut mungil itu dengan suara yang lemah tetapi cukup di dengar oleh Justin.
"iya sayang. Daddy akan pulang malam ini ya? kamu baik baik sama oma dan grandma ya". ucap Justin dengan perasaan sedih saat melihat putrinya sakit.
"udah di periksa ke Dokter sayang? ". tanya Justin yang mencoba mengajak ngobrol putrinya.
Keyra mengangguk lemah.
"pasti Keyra di suruh istirahat dan banyak makan kan? ". terka Justin yang kebiasaan seorang dokter anak memberikan nasehat pada pasiennya ketika selesai di periksa.
Keyra tersenyum kecil dan juga mengangguk lemah dengan tatapan yang sayu memandang sang Daddy dari balik layar ponsel omanya.
"Justin". panggil Mona.
lalu mona membawa ponselnya menjauh dari Keyra.
"Tin. Keyra itu sakit karena kangen sama adek dan juga bundanya. kamunya kapan bawa pulang mereka hah?!. bukannya kamu dan ayah Jason udah ketemu mereka?". tanya Mona setengah berbisik pada putranya itu.
"aku ini lagi usaha ma?". tapi ga semudah itu membujuk Midea untuk kembali ke sini". jelas Justin.
"ya kalau gitu biar si Keyra yang kamu bawa pulang ke sana Tin. biar mereka bisa kumpul lagi seperti dulu waktu si Keyra tinggal dan sekolah di Mdn. kamu itu gimana sih? ". omel Mona.
"tapi masalahnya Midea ga tinggal di Mdn ma. dia ada di brstgi". ujar Justin.
"eh Tin. dengar ya saran mama. mau dia tinggal di Mdn, Pdg atau pun brstgi bahkan di ujung kulon sekalipun tetap kamu bawa pulang si Keyra ke Indonesia sama kamu. kalian tinggal bersama. membina rumah tangga sama sama. nanti mama sesekali pulang buat jenguk kalian". ujar Mona panjang lebar.
"mm... ya ma. iya. itu memang udah planning nya aku dari dulu. udah ya ma. ini aku mau pesan tiket dulu. biar nanti Keyra aku jemput". sahut Justin.
"ya udah buruan. mama ini ga enak tau sama bunda Astrid. apa lagi pas si Keyra lagi sakit gini. kamu tau ga apa kata bunda Astrid sama mama tadi? ". ujar Mona.
"kenapa Ma? ". tanya Justin.
"bunda Astrid bilang sama seperti di tiga tahun yang lalu saat Keyra demam tinggi untuk pertama kali saat itu". ungkap Mona.
"bunda Astrid meminta kita untuk melepas kan Keyra bersamanya". ucap Mona.
"oh ya??! ". pekik Justin
"iya Justin. katanya biar bunda yang merawat dan mengasuhnya hingga dewasa. jika kita tidak mampu merawatnya dengan baik. gitu katanya". ungkap Mona dengan tenggorokan yang tercekat.
"Jangan ma. aku gimana. cuma Keyra yang aku punya sekarang ini ma? ". rengek Justin pelan.
"Justin. jangan ngomong gitu! ". hardik Mona pelan.
"iya ma. aku lagi berusaha bujukin MiDea supaya dia mau pulang. mama tolong bilang sama bunda Astrid. tolong jangan bawa Keyra. aku pulang malam ini". ujar Justin.
setelah ibu dan anak itu menutup telponnya.Justin pun segera menghubungi Andra dan Satria agar menghandle perusahaan selama dia pergi. setelahnya ia kembali ke Mdn lalu pergi ke brstgi.
Justin mencoba menemui Midea di apartemennya untuk memberitahu kan jika Keyra sakit dan ingin bertemu dengan adik nya. jika beruntung malam ini ia akan membawa mereka berdua pulang ke Aussie.
setibanya di apartemennya Andra, Justin mencoba memencet bel beberapa kali namun tidak ada sahutan atau pun tanda tanda jika pintu akan di buka sama sekali.
"mereka kemana ya?. seharusnya mereka sudah pulang jam segini". gumam Justin resah seraya mondar mandir di depan pintu apartemen tersebut.
"syit. kemana mereka. kenapa belum ada laporan mereka kemana saja hari ini!. kenapa pada tidak becus kerjanya. di suruh ngawasin gitu aja pun ga bisa. sialan". gerutu Justin seraya menelpon anak buahnya yang ia perintahkan untuk mengawasi Dea dan Dean kemana pun mereka pergi.
"kemana kalian?!. dan di mana mereka?! ". tanya Justin geram tanpa basa basi kepada anak buahnya itu.
"maaf pak. kami kehilangan jejak mereka. dan sekarang salah satu dari kami ada yang di tahan di kantor polisi pak karena ada yang melaporkan kami sebagai stalker yang sedang mengikuti nyonya". aku salah satu bodyguard nya Justin.
"oh damn ****.". maki Justin.
"kenapa bisa hah?! ". bego bisanya kalian ketahuan". hardik Justin.
"maaf pak". ucap bodyguard yang berhasil kabur tersebut.
"dengar baik baik!. saya akan hubungi advokat saya buat menjamin kalian. setelah itu kalian kembali ke Mdn untuk tukaran dengan teman kalian yang lain buat ngawasin mereka berdua. sedangkan kalian kembali bekerja seperti biasa. kalian mengerti!? ". titah Justin.
"iya pak. kami mengerti". sahut bodyguard tersebut.
"ingat. jangan ada kesalahan lagi. apa lagi menyangkut dengan keselamatan istri dan anak saya".Justin memberikan ultimatumnya.
"iya pak. kita usahakan yang terbaik". ucap bodyguard tersebut.
"saya mau bukti bukan janji. paham??! ". cetus Justin tegas.
"iya pak". sahut bodyguard tersebut pasrah.
Justin melirik jam tangannya sekilas. waktu telah menunjukkan jika maghrib akan segera tiba. Justin memilih menunggu hingga maghrib terlewati bahkan adzan isya pun berlalu hingga akhirnya ia memutuskan kembali ke Mdn dan langsung menuju ke Bandara di mana ia harus berangkat ke Aussie malam ini juga.
"Key. maafkan Daddy sayang. kalau Daddy belum bisa bawa pulang adik kamu ke rumah". gumam Justin dengan hati yang masygul.
beberapa jam terlewati dalam perjalanan yang lumayan lama. akhirnya Justin tiba di kota tersebut. cuaca dingin masih menyelimuti benua tersebut. musim dingin itu masih berlanjut hingga beberapa pekan ke depan.
sepanjang perjalanannya pulang ke rumah. pria beranak dua itu tak henti hentinya memikirkan sang putri yang sedang sakit saat ini. entah apa penyebabnya ia mengalami gejala demam tinggi meskipun seorang dokter telah datang ke rumah dan menyaran kan untuk lebih banyak makan dan istirahat pada putrinya.
apakah mungkin karena merindukan orang orang yang ia sayang. makanya anak anak se usia Keyra pun harus menanggung rindu hingga jatuh sakit begitu.
"Keyra.. Daddy come home honey". ( Keyra.. Daddy pulang sayang). "ucap Justin saat taxi memasuki areal perumahan elit tersebut.
...**************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.