
"Wellcome back my readers yang super duper caem dan cakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉.
"kita ga pulang dulu ya Daddy?". tanya Keyra penasaran saat Daddynya membelokkan mobilnya kembali pada sebuah gedung apartemen yang tadi mereka singgahi.
"kita ke sini dulu ya sebentar". sahut Justin saat ia telah mematikan mesin mobilnya.
ia mengajak Keyra keluar dari mobilnya. memasuki lift menuju unit apartemennya Dea.
"memangnya kita mau ke tempat siapa Daddy?". tanya Keyra penasaran.
"nanti ya Daddy kasih tau". ucap Justin seraya tersenyum.
karena Justin sendiri pun masih bingung. bagaimana caranya memberitahukan pada putri kecilny jika apartemen yang mereka datangi saat ini adalah apartemen di mana bunda dan adek Dee nya itu tinggal.
sesampainya di depan pintu apartemennya Dea. Justin memencet bel pintu itu kembali. cukup lama ia berdiri di sana hingga keyra berkata
"Daddy. kita pulang aja yuk? ". ajak keyra yang mulai bosan menunggu di depan pintu.
"sebentar lagi ya sayang". bujuk Justin yang masih berharap jika pintu itu terbuka.
Justin mengecheck kembali ponselnya. ia melihat Dean yang baru saja keluar dari kamar tidurnya di susul Midea yang berjalan sempoyongan di belakang tubuh bocah itu.
"Dia kenapa ya?". tanya Justin di hatinya saat memperhatikan Midea yang berjalan lemah seperti orang sakit.
klik. tuas pintu di buka dari dalam. seorang bocah tampan nan menggemaskan miliknya muncul di depan pintu. sedangkan Keyra yang melihat Dean muncul di pintu langsung terhenyak kaget dan antusias memanggil nama sang adik yang sudah lama ia rindukan.
"adek Dee...??? ".pekiknya senang.
"kak Keyla...??? ".balas Dean yang juga ikut kaget melihat kakaknya ada di hadapannya sekarang.
"unda...ada kakak Keyla...".Dean memberitahu kan pada Midea seraya membuka lebar lebar pintu apartemennya.
"Keyra..???". desis Midea seraya tersenyum melihat bocah cantik yang kini berdiri tepat di hadapannya.
"bunda Jasmine?". pekik Keyra seraya masuk dan menghampiri Midea dan memeluk erat pinggangnya.
Sementara Justin tersenyum kecil melihat pemandangan di depannya. ia menghampiri Dean setelah masuk dan menutup pintu.
Midea dan Keyra saling menanyakan kabar masing masing. Sementara Justin menanya kan kabar dan kegiatan Dean hari ini.
"tadi kemana sama bunda nak?".
"ke Doktel". Sahut Dean datar.
"oh ya??". Siapa yang sakit?". ujar Justin kaget.
"unda". Sahut Dean datar.
"bunda sakit??". Desis Justin yang terdengar jelas di telinganya bocah itu.
"iya. Unda sakit di kepalanya dali kemalen. Udah minum obat tapi ga cembuh juga. makanya Dee ajak unda aja ke Doktel ". Ujar Dean polos.
Justin menatqp wajah Midea serta netranya yang menyipit akibat menahan sakit di kepala nya. Sementara wanita itu berusaha untuk tetap tersenyum di depan bocah cantik yang baru ia lihat dan ia temui lagi hari ini.
"Keyra kangen sama bunda dan adek. bunda pergi sama adek kenapa ga ngajak ngajak Keyra sih. keyra kan sendiri. ga ada teman nya. Terus bunda lama banget perginya" celoteh Keyra panjang lebar bernada protes.
"maaf ya kak. Bunda terpaksa ninggalin kakak waktu itu. Karena..".Dea terpaksa menghenti kan kata katanya lantaran ia tidak tau lagi harus menjawab apa pada putri kecil itu.
"unda sakit kakak... ". celetuk Dean tiba tiba yang coba menjawab pertanyaan dari kakak nya itu karena ia berfikir bundanya pasti mulai merasa kesakitan lagi lantaran sedari tadi kakaknya itu terus mengoceh dan protes ke bundanya.
tanpa di sadari oleh Dean jika celetukannya yang secara tiba tiba dan tanpa di sengaja telah melengkapi jawaban dari Midea yang sempat tertunda tadinya.
Midea dan Justin tersenyum simpul kala melihat dua bocah lucu yang saling berinteraksi satu sama lain. perkataan Dean yang mencoba bersikap dewasa dengan memberi pengertian pada kakaknya yang terlihat manja.
Saat anak anak masih berceloteh dan Keyra meminta pada adiknya itu untuk mengajaknya pergi ke ruang bermain. Di saat anak anak menjauh dari dua orang dewasa itu. maka
Justin menggunakan kesempatan tersebut mendekati Midea dan memilih duduk di samping wanita yang tengah menahan sakit di kepalanya itu.
"masih sakit kepalanya?". tanya Justin seraya memegang dahinya Dea yang terasa agak panas di kulit telapak tangannya.
Midea bergeming dengan darahnya yang berdesir seketika tatkala mendapatkan perlakuan manis seperti yang Justin lakukan saat ini.
"kamu demam ya. Makanya tadi kamu ke dokter?". Tanya Justin basa basi yang ingin membuka percakapan dengan mantan istri nya itu.
"hmmm.... Apa tadi sore kamu ke sini ya?". Tanya Dea lemah.
"ujar Justin meskipun ia terpaksa sedikit berbohong.
"kamu udah makan?". Tanya Justin.
midea megangguk pelan.
"udah minum obat?". tanya Justin kembali.
"hmmm...barusan aja". Jawab Dea datar menahan rasa sakit di kepalanya.
Midea mulai merasakan nyeri di kepalanya kembali pasca perceraiannya dengan pria yang ada di hadapannya ini. Mungkin sebelum sebelumnya ia merasakan nyeri di kepalanya hanya sesekali saja.
Akan tetapi entah mengapa rasa nyeri yang ia rasakan sekarang sudah mulai menyerang nya secara tiba tiba dengan frekuensinya yang sudah keseringan muncul tanpa Midea memiliki persiapan obat pereda nyeri dari resep dokter.
"mungkin kamu kecapekan. makanya kamu sakit. Jadi aku saranin kamu mending ambil cuti dulu. Istirahat full di rumah atau ke luar kota yang membuat tubuh dan fikiran kamu rileks jadinya". Justin mencoba memberi saran pada Midea.
"nanti lah". Sahut Midea seadanya.
"gimana kalau aku yang mencoba meminta ijin cuti sama Andra supaya hari senin nanti kamu bisa libur. Sekalian kamu bisa check up ke Mdn". Ucap Justin menawarkan dirinya.
"jangan. Kamu Ga usah ikut campur dalam urusan pekerjaan aku Tin". Tolak Dea.
"maaf. aku hanya berniat membantu. Cuma itu aja kok". Ujar Justin meskipun ia berharap lebih.
"terlambat Tin. Seharusnya dari dulu kamu berlaku baik seperti ini padaku. Dulu aku mengharapkan hal seperti ini dari kamu Tin. Tetapi kini semuanya terlambat Tin. semua ini udah ga berarti lagi buat aku ". Dumel Dea di hatinya seraya melirik sinis pada Justin.
Midea melirik jam dinding yang menunjukkan waktu semakin larut di malam ini. lalu Midea berkata pada pria yang sedang mencoba memberinya perhatian yang dulunya ia harap kan.
"udah malam Tin". Ujarnya tiba tiba sebagai pengusiran.
"aku tau".?sahut Justin yang menyadari jika dirinya sedang di usir.
"ya pulanglah. Ga baik kalau kamu di sini terus. bisa menimbulkan fitnah nantinya". ucap Midea yang kali ini secara terang terangan mengusir mantan suaminya itu.
"aku ga perduli De". Sahut Justin lantang di hatinya seraya menatap mantan istrinya itu.
"aku ga perduli De. Meskipun nantinya kita di fitnah dan di paksa kawin sama warga. Aku mau banget jika harus mengulang lagi kejadian lima tahun lalu. aku justru bahagia jika sampai kejadian begitu lagi De. Kali ini aku benar benar di kawinin cara begitu asalkan sama kamu De".Ujar Justin di hati nya.
"Justin". Panggilan Midea membuat pria itu menghentikan hayalannya akan mantan istri nya itu.
"ya".
"udah malam tin. kamu udah bisa pulang sekarang. Aku mau..akh....". Midea merasakan nyeri kembali di kepalanya.
"De". Panggil Justin khawatir saat melihat mantan istrinya itu kesakitan.
"akh...akh...". Pekik Midea sembari menekan kepalanya untuk meredakan rasa nyeri yang ia rasakan saat ini.
Justin segera membawa masuk wanita itu ke dalam kamar. Justin mencari obat yang baru di tebusnya dari apotik di laci nakas.
Betapa terhenyak Justin saat melihat dan membaca nama dan keseluruhan isi kandungan dari obat yang baru saja di tebus oleh Midea di apotik
"astafirullah Midea". Ucapnya pelan seraya menatap iba pada Midea yang sedang menahan rasa sakit di kepalanya.
...**************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉 please.....
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.