
Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.
beberapa hari kemudian..
semenjak peristiwa perang dingin di mulai antara Midea dan Justin. pria itu berubah sikap menjadi seseorang yang mengesalkan semua orang. karena dari setiap laporan yang telah di kerjakan oleh karyawan dan juga kepala bagian selalu saja salah di mata ceo jutek itu.
padahal sebelum sebelumnya hasil laporan tersebut telah di periksa dan di acc Andra secara langsung. akan tetapi begitu sampai di tangannya Justin ada saja yang di nyatakan salah oleh pria yang sedang mengalami mood yang buruk karena seorang Midea.
"lu kenapa sih Tin.desas desus yang gue denger dari karyawan kalau udah dua hari ini lu lagi senewen kayak perempuan yang mau PMS aja. tadi saat di rapat pun lu kebanyakan diem. kenapa sih lu?. lagi sakit gigi atau sakit hati karena di tinggal pergi lagi?".celetuk Indra saat pria itu berkunjung ke kantor cabang KBC Mdn untuk mengikuti rapat offline.
"bukannya kalian udah buat kesepakatan untuk saling menjaga jalinan silaturahmi agar tetap baik demi anak anak kalian. jadi apa lagi yang menyebabkan Midea kabur lagi?". tanya Indra penasaran.
"sakit hati bukan karena gue yang di tinggal pergi". sahut Justin kesal.
"jadi??". tanya Indra penasaran karena teman nya menggantungkan jawabannya.
"tapi gue sakit hati lantaran gue di usir pergi dan ga boleh datang datang lagi". cetus Justin kesal.
"hah? ah yang bener lu?". masa iya sih? ". tanya Indra tak percaya.
"hmmm". sahut Justin malas.
"emang awalnya kenapa?". tanya Indra kepo.
lalu Justin menceritakan kejadian saat Justin menemui mertuanya di terminal hingga ia harus menginap di kediaman mantan istrinya karena saat itu Midea sedang sakit. dan berakhir dengan perdebatan yang menyebab kan mereka bertengkar karena ayah mertua nya menelponnya dan meminta tolong untuk menyerahkan ponselnya pada putrinya karena ingin berbicara sejenak saja hanya demi mendengar suara dari putrinya itu.
"jadi lu tetap maksa dia meskipun dia ga mau Tin dan lu marahin dia gitu?". tanya Indra yang coba menelaah kasus permasalahan rumah tangganya.
"gue cuma negur bukan marahin dia. tapi dia ga suka. lagian kan memang ga pantas seorang anak berlaku kurang ajar sama orang tuanya. apa lagi bokapnya cuma kepingin ngobrol sama dia". bantah Justin.
"iya tapi tetap aja lu ga bisa maksain tu perempuan Tin. harusnya lu yang lebih sabar dan ngasih pengertian sama si Midea. lagian ya wajar lah Tin sikapnya Midea yang masih bingung dengan keadaan dirinya yang tiba tiba semua orang berubah seratus delapan puluh derajat bisa begitu baik dan perdulinya sama dia pada hal orang orang itu lah yang dulunya anti banget sama dia termasuk lu suaminya". jelas Indra panjang lebar.
"ya wajarlah ini sangat membingungkan diri dan hidupnya. apa lagi mertua lo itu ayah kandung dari Namira. gimana ga shock coba si Midea saat tau jika orang tua kandungnya adalah ayah dari madunya". tukas Indra lugas.
"yah ga mudahlah menerima seseorang asing dalam hidupnya apa lagi datang datang mengaku sebagai ayahnya. apa lagi sebelum nya dia di vonis bersalah menggunakan identitas si Jasmine yang pada hal ya emang identitas dianya sendiri yang dia sendiri pun ga tau siapa dirinya. tapi publik dan orang orang di sekitar nya termasuk elu yah gue juga sih turut menghakiminya saat itu". tambahnya kembali.
"iya gue tau Indra. tapi si Midea itu mesti sampai kapan harus begitu terus sama papa nya. gue kasihan sama ayah mertua gue. rasa sedih karena di tinggalkan oleh kedua anaknya belum juga hilang. dan yang terakhir beliau itu baru aja ngerasain bahagia karena udah menemukan Jasminka alias si Midea anaknya yang di cari carinya selama ini. tau tau anaknya bersikap begitu sama papanya gue aja kaget". ujar Justin.
"ya memang dia juga salah karena bersikap demikian. tetapi elu yang punya ponsel seharusnya elu kan bisa nyari alasan sama bokapnya si Jasmine supaya orang tua tersebut ga merasa di kecewakan karena sikap anaknya yang memang dari awal beliau udah tau kalau anaknya bakalan bersikap begitu. bukan elu malah maksa maksa dia buat ngomong sama papanya. emangnya segampang itu apa membolak balikkan hati orang untuk menerima seseorang asing masuk ke dalam hidupnya". ungkap Indra panjang lebar.
"saran gue lu harus minta maaf ke dia Tin. yah memang begitu sih perempuan harus kita yang bujuk kalau lagi merajuk". pesan Indra.
"ahh entahlah pusing gue". gerutu Justin.
"pada hal kalian udah pisah tapi kenapa juga elu masih pusing. harusnya masing masing kalian bisa menjalani kehidupan masing masing dengan baik. apa lagi kalian udah sepakat ga saling ikut campur dalam kehidupan pribadi kalian. nah berarti urusan si Dea sama bokapnya biarlah jadi urusan ayah dan anak itu. biarlah jadi urusan keluarga mereka aja. lu ga usah ikut campur lagi Tin". pesan Indra pada sahabat nya itu.
Justin hanya bisa diam menanggapi saran dari sahabatnya itu. memang kata katanya Indra ada benarnya. tapi dalam situasi seperti ini apakah masih bisa jika mereka berbaikan lagi.
"udah lu ga usah galau galau segala kayak anak gadis aja lu". celetuk Indra saat melihat sahabatnya itu bengong.
ia tersenyum kecil saat melihat pesan masuk dari wanita yang baru saja mereka bicarakan itu.
"panjang umur ni perempuan baru juga di omongin langsung dapat pesan darinya". gumam Justin yang langsung merubah suasana hatinya menjadi senang.
Jistin berfikir isi pesan masuk dari Midea ke ponselnya saat ini pastilah wanita itu ingin minta maaf padanya dan akan membuka hati nya untuk papa kandungnya. serta mengajak nya untuk berbaikan kembali.
"kesambet lu ya. baru juga semenit yang lalu muka lu jutek sekarang udah senyum senyum sendiri mantengin hape. emang dapat pesan dari siapa sih? ".kepo Indra.
"pucuk di cinta ulam tiba. memang panjang umurnya baru juga kita omongin udah nongol dia nya. di sini ". sahut Justin sumringah seraya menunjukkan layar ponselnya di mana ada salah satu chat yang sedang di ketik oleh Midea setelah wanita itu mendapatkan balasan salamnya dari Justin.
"Wuih.. lagi ngetik dianya kayaknya panjang tu tin. dari tadi tu ya? ". kepo Indra saat melihat balasan chat terakhir mereka berdua di detik terakhir.
"lagi menulis kata kata mutiara yang bagus nan puitis untuk meminta maaf kali". sahut Justin yang kini memiliki rasa percaya diri yang tinggi terhadap isi pesan wanita itu selanjutnya.
"ya semoga aja begitu. tapi lu juga jangan besar kepala kalau si Mideanya udah mau ngalah kali ini. perempuan itu pantang loh di remehin atau lu cuekin. lu dah ngerti kan maksud gue arahnya kemana?". Indra memperingatkan akan sikap Justin pada wanita selama ini.
"oke sipp. gue inget kok". sahut Justin sumringah seraya melihat ke layar ponselnya kembali.
sebuah pesan singkat dengan berhuruf kapital semua tertera pada kolom chatingan antara dirinya dan Midea. seketika itu juga Justin melebarkan pupil netranya saat membaca pesan yang terkesan marah besar tersebut.
kini degup jantung Justin berdetak kencang seiring darahnya berdesir saat ia melihat sebuah video yang di kirimkan oleh Midea saat ini.
"Midea".desisnya pelan saat melihat raut amarah di video tersebut.
Nb:
"whats going on???
...**************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.