My D you are the first for me

My D you are the first for me
Minggu minggu yang menegangkan



Wellcome back my readers yang super duper caem dan cakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉.


lima hari kemudian...


Midea dan Justin di hadapkan pada sebuah persidangan kedua. jika Justin bersikukuh ingin menyelamatkan rumah tangganya maka Midea sebaliknya. kedua kembali berdebat dan saling mempertahankan akan sikapnya masing masing. tak ada yang mau mengalah baik Justin dan Dea. hingga ketua hakim memutuskan sidang di tunda sesaat.


Justin menghampiri Midea untuk memikirkan ulang soal perceraiannya dengan alasan anak


"kalau soal anak kita bisa sama sama saling mendidik dan menjaganya tanpa harus terikat dalam hubungan yang menyesakkan seperti ini". ungkap Midea menahan kesal.


Justin terdiam saat mendengar kata kata Midea yang sangat menusuk hatinya. yah, dia akui selama pernikahannya dengan istri pertamanya itu tak sekalipun Justin memberi kan kesan baik untuk Dea. tetapi apakah salah jika ia ingin di beri kesempatan kedua oleh wanita ini.


"De". panggil Justin pelan.


"apakah tidak ada kesempatan kedua buat aku agar aku bisa memperbaiki semuanya kembali De". pinta Justin.


"aku mohon De". kali ini Justin memohon pada Dea seraya menundukkan kepalanya.


Midea menggelengkan kepalanya seraya menatap Justin. dulu ia menginginkan hal seperti ini tetapi sekarang tidak lagi. hatinya terlalu sakit untuk menjalin hubungan keluarga kembali. sekarang ia lebih menyukai hubungan persahabatan dari pada hubungan kekeluargaan apa lagi pernikahan.


"enggak Justin. aku ga mau lagi. aku lebih bahagia hidup tanpa suatu hubungan apa pun dengan kamu. tolong mengerti aku kali ini. aku juga mohon sama kamu. mengenai anak kamu boleh menjenguk Dee dengan segala persyaratan yang aku ajukan". ucap Midea seraya menatap Justin datar.


Justin mengangkat wajahnya menatap Dea yang menatap datar padanya.


"kenapa harus ada syarat De. kenapa kamu ga biarkan anak anak sama aku aja. aku lebih berhak karena aku ayah kandungnya. lagian surat hak asuh Dee atas nama aku. bukan nama kamu. kan kamu sendiri yang menandatangi surat tersebut ". Justin protes keras.


"itu tidak berlaku lagi Justin. karena aku yang akan mengasuhnya sendiri. dan aku telah meminta pada pengadilan bahwa hak asuh dari MyKehl Deansyah atas nama bunda kandungnya yaitu Aku Justin. lagian saat itu aku terpaksa menandatangi surat yang kamu bawa dengan perjanjian bahwa minggunya atau bulannya minimal sekali kamu bawa dia untuk menemui aku. tapi nyatanya apa??!. hah!?? ". balas Midea menjelaskan panjang lebar.


"aku kan udah pernah jelasin itu ke kamu De. kenapa itu itu lagi sih yang harus di ungkit ungkit terus". bantah Justin kesal.


"sekedar mengingatkan Justin?!". ungkap Midea kesal.


percekcokan suami istri tersebut tidak bisa di hindari baik Midea maupun Justin kembali mempertahankan egonya masing masing hingga Sagita datang menghampiri mereka dan melerai keduanya.


akan tetapi karena Justin yang juga menaruh kesal pada Sagita lantaran ikut campur pada permasalahan keluarganya pun ikut di marahi oleh Justin juga. Sagita yang tidak terima di marahi oleh abang sepupunya itu pun balik memarahi Justin dan juga kuasa hukumnya Justin yang baru saja tiba.


para petugas yang bekerja di kantor tersebut berlalu lalang seraya geleng geleng kepala melihat kelakuan dua manusia dewasa yang bertingkah seperti anak anak yang memang lagi berantem.


"dulu waktu masih pacaran kaulah bulan kaulah bintang. sekarang giliran udah recok kaulah pantat ayam, pantat ini, pantat itu. di bikinnya kita heboh sekampung". celetuk seorang petugas yang kesal karena ulah mereka.


"bubar bubar. pulang aja sana". timpal petugas yang lainnya.


Sagita dan juga pak Ridwan yang bertugas menemani kliennya masing masing akhirnya hanya bisa menahan malu. apa lagi Sagita yang baru pertama kalinya menerima kasus perceraian demi Midea.


jika sebelumnya kasus perceraian sering ia tolak dan ia limpahkan ke teman teman pengacara yang lain. karena memisahkan dua manusia yang sedang emosional seperti ini akan terasa lebih melelahkan dan memalukan di banding kan kasus hukum yang bersifat kriminal.


karena itu Sagita keseringan ogah ogahan untuk mendampingi langsung kliennya yang ingin bercerai. karena ia ingin menolong Dea, ia pikir ia terima saja kasus perceraiannya Midea dan Justin. eh ternyata sama saja. baik Dea maupun Justin sama sama tidak mau mengalah. sama sama keras kepala.


"puff.. menyebalkan melihat mereka berdua ternyata". omel Sagita kesal sembari menebal kan muka menghadapi orang orang yang mencibirnya.


sidang di gelar kembali dengan keputusan dewan hakim yang menyatakan eksekusi akan di umumkan pada minggu depan di jam yang sama kecuali mereka berdua berdamai.


seminggu kemudian.....


Midea dan Justin hadir di sidang akhir yang di gelar kembali hari ini. mereka kembali ke sini untuk mendengarkan sidang putusan hakim akan nasib rumah tangga mereka yang sedari awal mereka menikah memang sudah berada di ujung tanduk.


satu hari sebelumnya...


Justin hanya menatap kosong pada layar monitor laptopnya. sementara jari jemarinya memainkan mouse yang bergerak gerak tak tentu arah. Alan menatap heran pada boss nya. karena pekerjaan yang di targetkan akan selesai sekarang juga. akan tetapi karena fikirannya tidak berfokus pada pekerjaan tersebut akhirnya Justin hanya berputar putar pada satu halaman saja.


sementara fikirannya menerawang jauh ke dua D yang membuat suasana hatinya menjadi gamang. apa lagi sidang putusan agama akan di umumkan besok.


"pak". panggil Alan.


Justin hanya bergeming dengan netranya yang terus ke layar monitor laptop.


"pak". panggil Alan kembali.


Justin melirik Alan lalu kembali melanjutkan kegiatannya semula. Alan menghela nafasnya sejenak melihat tingkah bossnya yang sedari pulang dari persidangan minggu lalu hingga kini galau tak menentu.


"aish.. di kacangin lagi guenya". gerutu Alan di hatinya.


hingga tiba tiba ia melihat bossnya berdiri dan segera berlalu dari hadapannya setelah mengantongi kunci mobil sportnya dan berkata


"bereskan pekerjaan saya. temui pak Indra sekarang. saya pergi sampai nanti malam".


Justin pun berlalu menuju lift dan turun di parkiran kantor di mana mobilnya berada. ia berniat menjumpai Midea dan mengajaknya bicara dari hati ke hati hari ini.


Justin tak perduli atas insiden minggu yang menegangkan. yang membuat persahabatan nya dengan Andra menjadi renggang karena nya. hingga akhirnya dua sohib itu tidak berkomunikasi sama sekali hingga kini.


jika pun mereka berkomunikasi tentang pekerjaan hanya melalui asisten mereka masing masing atau pun Andra sendiri lebih suka menyerahkan seluruh keputusan perusahaan pada Indra yang lebih dewasa dan bijaksana.


sedangkan Justin sendiri berhenti perduli soal Andra. lantaran ia mulai diliputi perasaan cemburu pada Andra karena Midea lebih mempercayakan nafkah dan kehidupannya pada perusahaan yang di pimpin Andra. belum lagi Dean ada di rumah Andra di bawah pengawasan Cindy, istrinya.


Justin melajukan mobilnya dengan kecepatan standar di karenakan siang ini begitu banyak mobil yang berlalu lalang di jalanan yang mulai sempit dan padat ini.


Justin berharap pertemuan dan perbincangan nya hari ini bisa meredakan emosi akibat minggu minggu yang menegangkan sebelum nya dan juga bisa membuat wanita keras kepala itu untuk merubah keputusannya.


...**************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉 please.....


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.


.