
#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉
Midea telah selesai mencoba longdress yang di bawa Cindy khusus untuknya.
"wahh... cantik Mi.. cocok kalilah. jadi tak salahkan pilihanku ini". puji Cindy untuk Dea dan berakhir untuk dirinya sendiri.
Midea tersenyum simpul melihat dirinya di kaca cermin dengan balutan gaun indah yang di bawa Cindy untuknya. memang dirinya tampak berbeda saat ini. ia merasa dirinya begitu anggun dan berkelas sama saat Justin membelanjakan dirinya beberapa busana di sebuah toko saat mereka menghabiskan sore di sebuah mall di kota Melbourne beberapa minggu yang lalu.
"iya cantik Cin". sahut Dea membenarkan ucapan Cindy.
"jadi kamu tetap pakai yang ini kan pas acara lusa?!". tanya Cindy memastikan.
Midea menanggapinya dengan senyuman. ia ragu untuk menjawab tetapi menolaknya ia pun sulit lantaran Dea melihat sebuah pengharapan besar di mata Cindy.
tetapi sayangnya senyuman Dea dianggap ya bagi Cindy sehingga Cindy tersenyum lebar seraya berkata
"yess.. jadi besok lusa kamu ikut aku ya. kita dandan sama sama".
"aku dandan di rumah aja". tolak Dea.
"memangnya kamu punya make up lengkap? ". tanya Cindy seraya memicingkan matanya.
Midea bergeming saat mendengar pertanyaan dari Cindy. wanita ini memang benar jika dirinya tak memiliki apapun selain bedak dan lipstick untuk merias wajahnya selama ini.
"aku jemput lusa. biar Dee sama mas Andra. kita perempuan ME TIME sejenak meskipun hanya setengah hari. okey?". ujar Cindy.
"ini punya Dee untuk di pakai lusa". ujar Cindy seraya menunjukkan bag paper satunya lagi.
lalu ia pamit pulang setelah Andra memberitahukan jika suaminya pulang sore ini.
...----------------...
pagi ini Midea bekerja seperti biasa meskipun acara perusahaan akan di mulai dari sore hingga malam. pagi ini ia di sibukkan membuat membuat banyak cemilan berupa kue kering dan basah untuk acara besok. semua ikut berpartisipasi.
sementara para karyawan kantor maupun lapangan dari perusahaan ini hanya bekerja setengah hari khusus di hari ini. sebagian dari mereka di minta berpartisipasi membantu para koki untuk membuat makanan dan cemilan untuk acara besok.
sedangkan sebagian lagi di minta untuk mendekorasi sebuah lapangan sepakbola di mana nantinya mereka di tampung di sini untuk acara di luar kantor.
waktu berlalu hingga sore. sebagian makanan dan dekorasi telah rampung. mereka hanya perlu berbenah sedikit lagi saat di pagi hari. setelah ashar barulah mereka bisa mengikuti acara pesta ulang tahun perusahaan tersebut.
Midea menyudahi pekerjaannya setelah melirik jam dinding yang menunjukkan waktu di angka sembilan malam. memang hari ini ia lebih terlambat pulang dari biasanya. karena banyaknya makanan yang harus ia buat untuk acara besok.
Midea keluar dari kantin dengan segera. karena ia sungguh merasa tak enak hati pada Cindy jika terus terusan membiarkan wanita itu terlalu lama menjaga anaknya di rumah.
sementara Andra yang juga baru keluar dari lift menuju parkiran langsung melihat Dea berjalan dengan tergesa gesa.
"Jasmine". panggil Andra.
tetapi wanita yang di panggilnya tak menghiraukan panggilannya sehingga Andra harus memanggilnya dua kali dengan nama yang sama.
"Jasmine". panggilnya lebih keras.
tetapi wanita itu tetap bergeming tak melirik kemanapun hingga di panggilanya yang ketiga barulah bundanya Dee itu mencari ke sumber suara lalu Andra mendekati wanita itu yang sedang berdiri menatapnya.
"kamu mau pulang sekarang? "yuk bareng". ajak Andra.
Midea bergeming. ia menatap ragu pada pria yang kini menjadi bossnya. sementara Andra berjalan menjauh mendekati arah parkir untuk mengambil mobilnya.
Andra mendekatkan mobilnya ke arah Dea yang masih terpaku menatap ke arah mobil nya.
"ayok.udah malam. saya sekalian mau jemput Cindy di rumah kamu".ajak Satria seraya membukakan pintu untuk Dea dari arah dalam mobilnya.
Dea masuk dan duduk di samping Andra yang mengemudikan mobilnya. mereka meninggal kan parkiran perusahaan kembali ke rumah.
"gimana untuk persiapan besok. udah selesai? ". tanya Andra membuka perbincangan di antara mereka.
"Alhamdulilah pak. tinggal sedikit lagi. insya Allah besok beres semua". ujar Dea.
"syukurlah kalau gitu. besok kamu saya tempatkan di bagian staff sekalian kamu memperkenalkan produk tanaman obat kita ke para tamu selain makanan cemilan yang kamu buat dari yang salah satunya dari bahan bahan alamiah di perkebunan kita".ujar Andra.
Midea mengernyitkan dahinya sesaat lalu menatap heran pada bossnya.
"iya. maksud saya produk jamunya Airlangga". ujar Andra seraya melebarkan senyumnya.
"oohhh... iya.. ya... saya mengerti sekarang. baik pak". ujar Dea yang baru saja mengerti akan maksud dari bossnya itu.
tanpa terasa mobilnya Andra mendekati apartemen yang kini Dea tinggali untuk sementara waktu. suara dering telpon membuat Andra meminta Dea untuk masuk duluan saja.
"saya tunggu Cindy di sini. bilang sama Cindy supaya cepetan ya". titah Andra.
"ya pak". sahut Dea seraya mengangguk.
sedangkan Andra menerima telpon dari salah satu sahabatnya itu.
"ya Justin". sapa Andra yang masih terdengar di telinga Dea dalam jarak sekian meter saja.
Midea sengaja berjalan lambat hanya karena ngin mencuri dengar awal percakapan itu yang memberitahukan jika Justin akan di pastikan datang tetapi agak sedikit telat di karenakan pria itu harus menjemput putrinya dulu di bandara siang besok.
Dea terus melangkah seraya menutup kelopak matanya sesaat di saat kakinya menapaki sebuah lift yang akan mebawanya naik ke lantai yang ia tinggali.
Midea pulang dengan rasa lelah dan letih yang amat terasa. jika dulu ia bekerja di restorannya tante Alma tidaklah sebegitu meletihkan karena yang ia jalani dengan pikirannya yang tenang. tetapi hari ini ia menjalani pekerjaannya dengan pikirannya yang kalut karena ia takut akan bertemu dengan Justin esoknya. ia terus memikirkan cara untuk menemukan alasan untuk tidak bergabung di bagian staff.
ia membuka pintu apartemennya dan memperhatikan suasana yang tampak lengang. ia mencari putranya ke kamar dan melihat Cindy tengah menepuk nepuk pundak Dean sembari memberikan kode padanya agar jangan berisik.
"baru bobo". ucap Cindy dengan gerakan bibir nya yang tanpa suara itu.
Midea tersenyum.
"pak Andra menunggu kamu di bawah. sebenarnya dia mau nyusul kamu ke sini. cuma tadi ada telpon penting sepertinya". Dea berkata pelan.
"oohh.. its oke. nanti aku susul". jawab Cindy seraya terus menepuk punggung Dean.
Midea membiarkan wanita cantik itu menidur kan putranya hingga benar benar tertidur lalu melenggang masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya walaupun hanya sekedar membasuh wajah lelahnya serta mengganti pakaiannya.
"gimana udah beres kerjaan yang di kantin? ".tanya Cindy saat Dea keluar dari kamar mandi
"tinggal dikit lagi sih". sahut Dea.
"oo... besok jangan lupa ya?. aku jemput. time to ME TIME". pesan Cindy. lalu ia pamit pulang.
"hati hati Cin". Midea menatap punggung Cindy yang menghilang di balik pintu apartemen.
Dea kembali ke kamar. ia menatap Dean yang kini tertidur pulas.
"besok Daddy mu datang Dee.. Sejujurnya bunda takut jika ia nekat mengambil kamu lagi dari bunda". gumam Dea di hatinya.
Midea naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuh nya seraya membelai lembut rambut ikal coklat nan lembut itu. ia memikirkan strategi apa untuk besok agar ia bisa menghindari pria itu tanpa harus mencari banyak alasan kepada Cindy dan juga Andra.
"puff... rasanya melelahkan sekali jika hidup di kejar kejar suami yang terpaksa mencintai dirinya hanya demi anak ini". gumam Dea di hati seraya menatap Dean kembali.
...**************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.
.