
Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉.
"dek buatin hot cup handle susu coklatnya barang sepuluh cup ya?". Titah Andra pada barista tersebut.
Sementara Indra mengutip cemilan yang ada di meja meja yang tak berpenghuni berupa roti, bola coklat, serta kue kue kering lainnya. termasuk keripik keripik yang di buat segala macam rasa.
Indra mendekati Andra yang masih menanti kan barista barista tersebut menyeduhkan susu coklat panas ke dalam hot cup handle nya.
"susu coklat semua An?". Tanya Indra saat melihat beberapa bungkusan hot cup handle yang berisikan latte.
"jadi apaan?". Tanya Andra meminta pendapat temannya itu seraya kembali ke tempat duduk mereka dan memperhatikan bocah bocah yang ada di halte di mana kini Justin sedang berjalan ke arah mereka.
"hmm....". Gumam Indra.
lalu pria beranak satu itu memperhatikan daftar menu minuman yang panas dan juga hangat. Lalu netranya tertuju pada beberapa menu minuman andalan yang sangat di gemari anak anak dan juga remaja yaitu Milk shake
Minuman manis dan dingin yang biasanya terbuat dari es krim, susu panas atau pun susu dingin ini, Di padukan dengan bubuk perasa (flavor powder) atau pun sirup yang dibuat dengan cara di kocok (shake) meng -gunakan shaker, atau di blender mengguna- kan mesin blender. Agar lebih nikmat. Milk shake biasanya di beri tambahan (topping) berupa saus pemanis seperti coklat, karamel, stroberi.
"sekalian hot milk shakenya ya". Titah Indra pada barista tersebut.
"sipp bang". Sahut salah satu barista.
"Sepuluh hot cup juga bang?". Tanya barista tersebut.
"iya". Sahut Indra.
"menurut lu apa itu dah cukup tuh?". Tanya Indra saat melihat Andra kembali dari pantauannya.
"buat aja lebih. Buat aja barang sepuluh cup lagi". Ujar Andra.
"tambah masing masing lima ya?". titah Indra kembali pada barista tersebut.
Sembari menunggu para barista barista tersebut mengerjakan pesanannya seketika Indra teringat sesuatu di beberapa tahun yang lalu. Di tempat ini, di cuaca seperti ini, dan hot cup coffe serta joki payung.
"kayaknya gue ngalamin dejavu deh An?" ujar nya yang seketika itu juga ia teringat pada Justin yang saat itu tiba tiba muncul daan langsung menyerobot minuman hot coffenya yang baru saja di sajikan di atas meja oleh seorang pelayan.
"hah?.dejavu apaan?". Tanya Andra.
"iya. lu ingat ga waktu itu kita bertiga pernah janjian di sini?".Tanya Indra mencoba mengulik masa lalu.
"kan dulu emang sering. Kalau kau sama si Justin ke sini. ya kita kan ngopinya di sini?". tukas Andra menjelaskan di saat mereka bertiga harus terpisahkan karena masing masing dari mereka harus menghandle tiap perusahaan yang mereka bangun.
"iya sih. Tapi ada satu kejadian yang bikin gue merasa udah pernah ngalamin ini sebelum nya". Jawab Indra meyakinkan Andra.
"mungkin kebetulan aja kali. Kan dunia ini banyaknya yang terjadi secara kebetulan. Udaaah ga usah kau pikirkan lagi lah. yang ada kau nya tambah pening nanti". Ujar Andra.
"beres bang". ucap salah satu barista yang telah mengepak cup terakhirnya.
"oke". Sahut keduanya.
Lalu Indra dan Andra memasukkan seluruh minuman tersebut ke dalam plastik kresek yang telah di print menggunakan nama kafe tersebut.
"lets go we do charity in the rain" ( mari kita beramal di tengah hujan )". Ucap Andra.
"sipp". Sahut Indra seraya mengeluarkan uang seharga barang yang mereka pesan untuk di bagikan ke anak anak seberang jalan.
Dengan berbekal payung pinjaman dari salah satu pekerja kafe. Mereka menggulung ujung lengan kemeja mereka hingga setengah dari lengan mereka. Akhirnya keduanya keluar dari kafe tersebut menyusul Justin yang sudah tiba duluan di halte yang kini hanya ada bocah bocah yang memegang payung nya masing masing.
"Tin". Panggil Indra saat mereka sampai di pinggir jalan.
"Justin". Teriak Andra saat pria itu tak men -dengar panggilan dari Indra.
Justin menoleh seketika saat ia merasa seseorang meneriaki namanya. Ia melihat dua temannya melambaikan tangan ke arahnya dari seberang jalan dengan beberapa kantong kresek bermerk kafe yang mereka tingkrongi saat ini di masing masing tangan mereka.
"mau ngapain tu anak ke sini?". Itu isinya apaan bawa bawa kantong kresek banyak gitu?". Apa minuman dari kafe ya?". Justin bertanya tanya dalam hatinya dengan dahi nya yang ikut berkerut seraya menatap kedua sahabatnya itu.
"mau ngapain bro?". Tanya Justin heran.
"nih. Buat bagiin ke mereka". Sahut Indra seraya membuka bungkus kresek berisi all varian cemilan dan makanan.
Sementara Andra meletakkan kresek yang berisi minuman di atas bangku halte tersebut dan membukanya untuk memperlihatkan minuman panas yang ada.
"nah kalian ambillah masing masing satu bagikan ke kawan kalian yang lain" titah Andra pada anak anak remaja tanggung tersebut.
maka anak anak remaja tanggung itu pun berbondong bondong mengambil minuman panas tersebut secara acak. Mereka tak ambil pusing dengan rasa minuman apa yang mereka dapatkan begitu juga dengan cemilan nya.
Bagi mereka mendapatkan minuman hangat dan sebungkus cemilan seperti ini dalam kondisi dingin dan lapar merupakan berkah rezeki yang sangat luar biasa yang patut mereka syukuri saat ini.
Karena Menikmati minuman dan makanan yang menurut mereka mahal bersama dengan teman teman yang senasib adalah momen momen yang tak selalu mereka dapatkan. lantaran terkadang rezeki mereka tak semua sama sehingga ada anak yang harus terpaksa pulang tanpa membawa cukup uang untuk memenuhi kebutuhan uang jajan dan sekolah nya.
Mereka terpaksa bekerja di karenakan tuntutan ekonomi keluarganya yang rezeki nya hanya pas pasan untuk memenuhi kuota perut anggota keluarganya sehari hari.
Justin, Andra dan Indra hanya bisa menatap haru saat melihat para bocah bocah yang sedang menikmati apa yang mereka berikan saat ini meskipun dalam bentuk yang sederhana.
kini sebagian anak telah menghabiskan makanannya dan juga minumannya. Mereka menghampiri Justin dan kedua temannya
"makasih ya om. Makasih ya om. Makasih ya om". Ucap mereka seraya menjulurkan tangannya untuk bersalaman sebagai ucapan terimakasih yang tulus dari mereka.
"sekarang kalian pulang ya?". Udah sore kali itu. Nanti masuk angin". titah Andra seraya mengeluarkan dompetnya di susul Indra.
"iya pulang ya". Titah Justin yang awalnya berniat membagikan beberapa lembar ke bocah bocah tersebut.
"iya om. Makasih ya om. Makasih ya om ". Ucap mereka secara bergiliran setelah mendapatkan jatah uang jajan mereka masing masing.
Mereka akhirnya pergi dan pulang ke rumah nya masing masing dan tinggallah tiga sekawan itu di tengah hujan lebat dan bernaung di bawah atap halte di temani seorang pedagang sate gerobak yang baru saja tiba dan mencoba berteduh dari hujan yang kian lebat.
tiga sekawan tersebut pun akhirnya terpaksa menunggu di halte tersebut seraya hujan kembali reda. Sebab jika mereka menerobos hujan menggunakan payung pun tak akan mampu menghalangi piasan air yang masuk dari hembusan angin yang bertiup kencang di sore itu.
"mestinya tadi anak anak itu jangan abang suruh pulang dulu. harusnya biar mereka antarkan abang abang dulu menyebrang baru mereka abang suruh balik pulang". Saran seorang pedagang sate gerobak tersebut.
"hehehe..udah terlanjur bang. lagian tak apalah bang. Sayang. rasaku udah dari tadi mereka pusing pusing cari uang". Sahut Andra.
"gue punya ide". Timpal Indra tiba tiba.
"apaan?!".Tanya Justin dan Andra bersamaan.
"kalian tunggu di sini. gue nyebrang duluan buat ambil mobil lalu muter jalan buat jemput kalian di sini. Gimana?". tanya Indra meminta pendapat kedua temannya itu.
"boleh. aku setuju". Sahut Justin.
"oke". Timpal Andra.
...****************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
Ag
ig Hazhilka279
Terima kasih.