
Hai readers I am coming back. Selamat membaca kembali..
Qanita menyambut gembira atas kedatangan Arjun dan juga Alma serta Dean ke hotel yang ia tempati selama pergelaran fashion show berlangsung.
"De Jasmine ga ikut?". Tanya Qanita.
"emm..sudah di bujuk bujuk tak mau juga dia ikut kito".sahut Alma.
"yah pada hal kalau dia di sini bisa meminta pendapat dia sedikit soal fashion". Ujar qanita kecewa.
"yah semoga dia berubah fikiran nyo dan mau menyusul kito ke sini buat meramaikan dukungan. Hehehe..". Kekeh Alma.
"yah semoga saja sih". Sahut Qanita.
**
Justin masih harus menghadiri acara rapat berkala di kantor cabang Bdg. sebelum kembali ke Jakarta. Ia menyempatkan diri berkunjung ke rumah mertuanya yang di sini.
dan pun kebetulan Jason dan Astri tengah berada di kota ini. Jadi Justin berfikir ia bisa sekaligus mengundang ayah dan bundanya itu berkumpul bersama dengan keluarganya saat nantinya ia membawa pulang Keyra dan Dean ke rumah keluarganya.
"ayah sama bunda memang berencana ke sana besok. Bunda sama ayah mau nyekar ke makamnya almarhumah". Ujar Astrid saat Justin mengutarakan niatnya pada mertua nya.
"bunda sudah berapa lama tidak nyekar?". Tanya Justin saat ia teringat terakhir kali ia nyekar ke makam kedua Orchidea itu men -dapati bunga anggrek di pusara keduanya yang telah layu dan mengering.
"cukup lama juga Tin. Semenjak kasusnya Jasmine mencuat ke ranah publik. Sejak saat itu pula fikirannya bunda sama ayah terfokus sama saudarinya almarhumah itu". Jawab Astrid yang teringat penyebab mereka tak lagi sempat berziarah ke makam kedua anak nya.
Justin menanggapinya dengan senyuman.
"ayah kemana bun?". Tanya Justin yang sedari tadi tak melihat ayah mertuanya itu.
"Ayah lagi di rumah majelis taklim. Lagi ada pengajian rutin". Sahut Astrid.
"oo..". Sahut Justin manggut manggut.
"oiya kata kamu. Si Keyra kan mau liburan ke rumah omanya yang di Jkt. Sama siapa dia berangkat dari Mdn Tin?". Tanya Astrid.
"biasalah bun. sama ummi dan abinya. Udah lengket banget soalnya. Sampe sampe aku nya kalau video call sering harus ke ponsel nya Retha bukannya Satria. Risih terkadang bun. Soalnya kan adik ipar". Keluh Justin.
"hehehe..iya juga sih. Tapi mau bagaimana lagi namanya juga Keyra ga punya ibu terus ketemu sama tantenya yang belum punya anak. akrab pula. Cocok lah". Kekeh Astrid meskipun terselip rasa sedih di hatinya.
Sebenarnya yang di inginkan Astrid adalah selalu dekat dengan cucunya yang satu itu. Atau paling tidak bisa mengenal anak tiri dari suaminya itu lebih dekat lagi. Tapi apa mau di kata dan ia juga tak tau harus bagaimana lagi menghadapi Jasmine yang keras kepala seperti mamanya.
Astrid membujuk suaminya itu untuk memilih bersabar dan mengikuti keinginan anak dari suaminya itu dengan cara menjauh seperti yang sudah sudah.
"hehe..iya juga sih bun". tanggap Justin yang juga terkekeh kecil meskipun ia juga merasa nelangsa di hatinya lantaran tak bisa memberi kan keluarga yang utuh untuk putrinya itu.
sama seperti Astrid, pria beranak dua ini pun ingin sekali bisa mempertahankan rumah tangganya bersama Midea atau Jasmine itu. Tetapi mau bagaimana lagi, wanita itu lebih memilih mengedepankan dendam pada diri nya dari pada memikirkan psikologis anak anak mereka.
Waktu terlewati tanpa terasa hingga akhirnya Justin harus pamit pada mertuanya untuk pulang kembali ke Jakarta malam ini juga.
"loh ga nginap aja di sini Tin?". Soalnya ayah belum pun juga pulang sampai sekarang. Mungkin sebentar lagi Tin". Tawar Astrid pada mantunya itu.
"ga dulu lah bun. besok pagi pagi sekali aku harus stand by di kantor". Tolak Justin secara tak langsung.
"apa Karena perusahaan kamu ikut menjadi sponsor dari acara yang di selenggarakan di hotelnya papa kamu ya nak?". Tanya Astrid memastikan tentang isu yang beredar di jaringan berita internet.
"iya bun. Itung itung nebeng promo produk terbaru bun he..he..he ". Sahut Justin terkekeh sembari menyengir kuda.
"iya sih bun". Sahut Justin menyetujui statementnya sang mertua.
Justin kembali ke Jakarta menggunakan heli nya malam ini juga. sesampainya di sana ia langsung turun ke lantai dasar di mana mobil sport mewah miliknya di parkirkan. Malam ini Justin memutuskan untuk menginap di apartemen miliknya yang pernah di tinggali Midea sebelumnya.
Sementara di salah satu kamar hotel, anak kecil yang akan memasuki usia empat tahun nya yang tinggal menghitung hari tengah meloncat kegirangan di atas tempat tidur hotel di mana mereka menginap saat ini.
"Dee..udah loncat loncatnyo. Ini bunda mau ngomong sayang". Titah Alma saat ponselnya berdering dan melihat nama "De Jasmine". tertera di layar ponselnya saat ini.
"unda..unda..unda..". celoteh Dean sembari turun dari ranjang botel tersebut dan langsung mendekati Alma untuk meminta ponselnya.
"ehh..sabar sayang..". Tegur Alma pada bocah tersebut seraya mengusap layar hijau ke atas.
"undaaaa...". Panggil Dean pada bundanya saat wajah sang bunda muncul di layar ponsel sang nenek.
"hai...Dee..anak bunda?!". Pekik Midea senang saat melihat wajah Dean yang langsung muncul saat ia melakukan video call ke ponselnya Alma.
"unda...udah puyang kelja ya?". Tanya Dean saat melihat bundanya telah berada di kamar rumah mereka.
"iya sayang barusan aja". Jawab Dea sembari tersenyum haru melihat wajah gemas itu.
sebenarnya ingin sekali rasa nya ia peluk si bocah gembul nan menggemaskan itu saat ini. Tetapi amat di sayangkan jika malam ini Dea harus menahan segala kerinduan pada putranya akibat satu harian di tinggalkan hingga tiga hari ke depan.
"ooohhh..". Sahut Dean.
"unda..ke cini dong napa?".ajak Dean pada wanita yang ia sayangi itu.
"nanti ya??". Tolak Dea secara tak langsung hanya karena tak ingin mengecewakan hati bocah tersebut.
"kapan unda?.becok ya?". Ujar Dean antusias.
Midea tersenyum seraya menggeleng gelengkan kepalanya.
"becok unda ke cini. Nanti sekalian kita beyik hadiah untuk Dee unda. Kan Dee uyang tahun jadi kadonya sekarang aja lah.
"hah??". Sekarang Dee??".
"iyalah unda maca becok. Unda gimana cih?". Protes Dean.
Midea hanya tersenyum geli menanggapi ucapan polos sang putra.
NB to Next chapter:
Arjun begitu panik saat Usaha Qanita hampir mengalami kegagalan. Arjun dan Qanita mencoba mencari solusi untuk masalahnya. Apa yang akan mereka lakukan???
The next chapter
Abang Justin yang tanpa sengaja bertemu dengan Midea kembali. Apakah ia akan menghindari Midea?. Demi janjinya pada wanita itu dan juga putranya. Atau ia nekat menyapa Midea seolah tak pernah terjadi apa apa pada hubungan mereka?
Yok ke next chapter ya reader..
****************
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.