My D you are the first for me

My D you are the first for me
rencana yang tertunda



#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.


selama di dapur Ravi tak habis pikir akan permasalahan yang terjadi pada Jasmine.


"kasihan juga hidupnya si Jasmine". gumam Ravi seraya melanjutkan kegiatannya yang tertunda.


ia teringat pada sisa ayam bakar yang di buat oleh teman lamanya itu. lalu ia berinisiatif untuk memberikan pada dua pria yang memiliki hubungan dengan wanita yang beberapa jam lalu memasak bersama dirinya.


akhirnya Ravi sendiri yang menyuguhkan makan siang yang sudah terlambat itu pada dosennya. dengan traktiran menu darinya dan juga tambahan ayam bakar yang di buat oleh bundanya Dee itu.


"silahkan di nikmati pak. hari ini saya yang mentraktir bapak. dan ini ayam bakar buatan bundanya Dee".celoteh Ravi seraya menata rapi makanan tersebut di atas meja yang di bantu karyawan lainnya.


Justin melirik sisa ayam bakar buatan Dea.


"silahkan bang". tawar Satria seraya menyodorkan sebuah piring pada abang sepupunya itu.


Justin hanya bergeming menatap piring kosong yang ada di hadapannya kini. akhirnya Justin mengambil satu ayam bakar dan memakannya dalam satu gigitan setelah Satria membujuknya untuk mengisi perutnya yang kosong.


Justin terdiam menikmati rasa gurih dan manis dari ayam bakar buatan Dea.


"dia memang pintar memasak". puji Justin di hatinya saat mengingat Dea.


sementara Satria memperhatikan Justin diam diam yang tengah menikmati ayam bakar buatan Midea, meskipun hanya ayamnya saja tanpa mau memakan nasinya. mungkin karena tak bernafsu makanya ia pikir abang nya itu hanya mau memakan lauknya saja.


ia berharap abangnya itu bisa bersabar dalam menghadapi wanita yang kehilangan ingatan nya dalam waktu yang cukup lama. hingga nantinya mereka bisa bersama Satria pun melanjutkan makan siangnya kembali.


setelah di rasa kenyang akhirnya Justin menyudahi makannya meskipun hanya memakan ayam bakarnya saja. mungkin karena sudah terbiasa makan tanpa nasi selama berada di australia.


...----------------...


sudah hampir satu jam Midea menunggu proses administrasi dari kepolisian setempat untuk mengetahui kronologi dari kasus pencurian yang terjadi pada Midea.


dengan di temani seorang kernet bus atas ijin dari pemilik bus yang di tumpanginya dan juga bukti rekaman dari dashcam bus yang di pasang di sisi belakang dan depan akhirnya di ketahui wajah dari orang yang mencuri tasnya Dea.


setelah proses pelaporan selesai akhirnya Dea dan kernet yang menemaninya boleh di nyatakan pergi oleh polisi setempat. dan akan di hubungi melalui keluarga korban di karena kan Midea sendiri tak memiliki nomor handphone yang bisa di hubungi nantinya jika sudah mendapatkan hasil dari penyelidikan mereka.


Midea hanya memberikan alamat yang masih kurang lengkap dari kafenya Arjun yang ada di kota ini. untungnya saja warga di sini sudah mengetahui alamat dari kafe yang terkenal dengan masakan indo dan asia selatan itu.


jadi pak polisi yang menangani masalah Dea


langsung tau alamat dari kafe tersebut dan menganggap jika Dea adalah kerabat dari pemilik kafe dan Resto tersebut.


"ibu mau kemana habis ini". tanya sang kernet prihatin.


"saya ke kafenya teman saya aja pak". sahut Dea mantap seraya menggenggam tangan Dean.


"ayok sekalian saya antar bu". tawar si kernet seraya mengambil becak motornya.


sebenarnya ini adalah pengalaman pertama nya naik motor becak selama dalam ingatan nya. sebenarnya ia sangat enggan menaiki kendaraan yang bisa membuat anaknya masuk angin itu.


akan tetapi di karenakan ia sudah tak memiliki uang lagi akhirnya mau tak mau ia pun terpaksa menaiki becak motor tersebut dan mengikuti sang kernet bus yang akan mengantarnya ke tempat Arjun.


"kita ke tempat papa ya bunda". celetuk Dean saat becak motor tersebut melintasi jalan.


"iya sayang. Dee senang kan kita bakalan ketemu papa". sahut Dean seraya tersenyum.


sinar matahari mulai menurun sehingga hanya meninggalkan semburat jingganya di langit sore menjelang maghrib itu.


sang kernet menghentikan becak motornya di depan kafe yang di sebutkan Dea sebelumnya


"sudah sampek bu". ujar si kernet bus.


"terimakasih pak". sahut Dea seraya turun dari becak motor si kernet.


"ibu tak apa apa kan kalau saya tinggalin sekarang. soalnya saya mau ngejar setoran" ujar si kernet bus tersebut.


"iya pak. ga apa apa. sekali lagi terimakasih banyak ya pak". sahut Dea.


sang kernet bus tersebut pun akhirnya pamit pergi meninggalkan Dea dan Dean di pinggir jalan di depan pintu masuk dari kafenya Arjun cabang Brstgi.


uang saat ini. pastinya ia akan memilih membersihkan diri dulu di hotel lalu ke Mall terdekat untuk menggantikan baju putranya sekarang ini barulah ia mengajak sang putra menemui Arjun.


tetapi sekarang yang terjadi ia pun terpaksa harus menemui Arjun terlebih dahulu untuk meminta bantuannya. saat ia sudah berada di dalam. suasana di dalam kafe tampak sepi bahkan jauh dari rutinitas kebiasaannya orang orang pada umumnya saat berada di kafe.


Midea mengecheck pintu masuk yang terkunci dan ternyata di sebuah jendela kaca terdapat tulisan "tutup hingga esok".


seketika itu persendiannya terasa lemas bersamaan dengan tenggorokannya yang tercekat. ia benar benar tak tau harus berbuat apa sekarang. hari ini dan besok tidak ada siapa pun yang bisa ia temui di kafe ini.


kafe baru di buka kembali pada hari lusa. yang itu berarti ia baru bisa bertemu Arjun pada hari senin. sementara ia bingung untuk malam ini. ia dan anaknya harus tidur di mana


sedangkan hari mulai senja. sedangkan di kafe ini tak ada seorang pun yang bisa ia tanyai keberadaan Arjun.


"unda... papa Aljunnya mana?. kok sepi?? tanya Dean yang kini berjongkok di lantai pada teras kafe.


Dea bisa merasakan kejenuhan pada bocah itu. rasa gerah memang mulai terasa menghinggapi dirinya lantaran semenjak mereka turun dari pesawat pagi ini mereka belumlah terkena air mandi di karenakan Ia ingin cepat cepat melanjutkan perjalanannya kembali.


"Dee". panggil Dea pelan.


"ya unda.. ". sahut Dean seraya mendongak kan wajahnya menghadap Dea.


"kayaknya papa Arjun ga ada di sini. kita ke tempat yang tadi aja ya? ". ajak Dea yang berfikir untuk kembali ke terminal dan meminta tolong pada kernet yang tadi agar mau memberikan tumpangan ke mereka hingga kota pdg.


Dea berniat sesampainya di kota pdg akan menghubungi Alma untuk meminta bantuan dengan meminjaminya uang untuk membayar bus tersebut.


"tapi Dee udah capek unda..?? ". sahut Dean yang mulai cemberut.


Dean berharap untuk hari ini perjalanan mereka cukup sampai di sini. di kafe ini. tempat yang ia harapkan bisa ketemu papa nya dan di buatkan masakan enak oleh papanya itu.


akan tetapi yang ia dengar sekarang justru sang bunda memintanya untuk ikut dengan nya pergi ke tempat yang ia tak tau kemana.


"bunda gendong ya. Dee nanti bobo aja di gendongan bunda. bunda janji habis dari sini kita ga kemana mana lagi. okey??". bujuk Dea mencoba memberi pengertian pada anaknya itu.


"hmm... ya udah deh.. Dee ikut aja". sahut Dean.


lalu Midea membawa tubuh gembul itu ke gendongannya. ia berjalan kaki keluar dari halaman kafe dan berdiri di pinggir jalan dengan kebingungannya. Dea berharap ada seseorang yang berbaik hati. yang mau memberikannya tumpangan ke arah terminal yang tadi.


waktu semakin senja. bahkan warna langit pun semakin merah. Dea masih berdiri di pinggir jalan dengan kebingungannya tanpa bisa berfikir tindakan apa yang bisa ia lakukan saat uang sepeserpun tak ada di tangan.


Dea berdiri di pinggir jalan seraya mengelus ngelus punggung Dean sekedar untuk menenangkan sang putra yang sudah mulai kelelahan dalam perjalanannya.


sepanjang penglihatannya manusia terus berlalu lalang tanpa ada yang perduli atas apa yang terjadi padanya hingga tiba tiba sebuah suara pria dari arah belakang menyapa diri nya.


"permisi bu? ".


Midea pun langsung menoleh ke arah sumber suara dan menyahut dari sapaan pria tersebut


"ya".


...**************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.


.