My D you are the first for me

My D you are the first for me
curhat ke pakarnya cinta



#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉..


"Tin". sapa Indra yang baru saja tiba di ruang kantor pribadi Justin.


"eh ndra. udah siap lu? ". tanya Justin yang melihat sebuah koper besar yang di letakkan di sudut ruangan kantornya.


"belum". jawab Indra bermaksud candaan.


Justin melirik Indra sesaat lalu kembali menatap ke layar laptopnya. tak lama kemudian seorang office boy membawa dua gelas kopi atas permintaan Justin sebelum nya.


"si Alan mana? ". tanya Indra saat office boy tersebut pergi.


"lagi on the way katanya. mungkin bentar lagi nyampe. penerbangan kalian kan masih ada satu jam lagi. tenang aja. lu minum aja dulu kopi lu tu. sengaja gue siapin kalau lu nyampe sini". sahut Justin santai seraya menutup halaman pekerjaannya yang baru saja selesai.


lau ia bangun dari kursi kebesarannya dan memilih duduk bersebrangan dari Indra yang sedang duduk di sofa di mana dulunya Midea pernah duduk di situ.


lalu ia membuka layar monitor ponselnya kembali. Justin berharap ada aktifitas baru dari dua orang yang di tunggunya itu. tetapi ia sadar jika yang ia dapatkan adalah ruang kosong di dalam layar monitor ponselnya ini.


Justin mendengus kesal tetapi di tangkap oleh Indra saat ia melakukan hal tersebut.


"kenapa lu? ". tanya Indra santai sembari memainkan ponselnya juga.


"ga ada". dusta Justin.


"bohong".balas Indra yang memang terlihat jika sahabatnya itu sedang berbohong.


"lu kesel karena chat lu ga di bales sama istri lu kan? ". terka Indra yang coba menebak isi hati dan fikirannya Justin meskipun kurang tepat.


Sontak Justin melirik Indra yang seolah tau jika dua D lah yang ada di fikirannya saat ini meskipun tak sepenuhnya benar.


"gue bener kan?. he.. he.. he.. ". kekeh Indra.


"sok tau lu". bantah Justin dengan wajah yang terlihat kikuk.


"hahaha... gue bener dong. Justin ..Justin. udah ga usah bohong lu. di jidat lu tertera lu lagi kangen sama mereka berdua". ujar Indra menambahkan.


"apaan sih? ". dumel Justin.


"lu tau ga? semua hal yang menyangkut dengan perasaan hati lu itu terlihat jelas dari sikap lu akhir akhir ini".balas indra yang memang sudah pakarnya dalam urusan Cinta dan rumah tangga.


"lu tau ga?". tanya Indra.


"ga!". cetus Justin.


"he.. he.. he.. ". kekeh Indra.


"biasanya kalau ada urusan penting kayak gini. yang lu libatin selalu gue atau lu sendiri yang harus turun tangan. atau lu dan Andra yang di wajibkan datang. nah sekarang kenapa di bagiannya elu. elu sendiri yang harusnya turun tangan malah lu wakilkan melalui asisten lu si Alan?!". ungkap Indra melanjutkan kata kata nya dari observasinya saat ini.


"yah kan ga apa apa?". emang ada masalah? ". tanya Justin mulai sewot karena merasa di intimidasi oleh sahabatnya sendiri.


"ya ga masalah apa apa sih. hanya saja aneh". balas Indra seraya tersenyum jahil.


Justin sendiri memilih diam. karena apa yang di katakan oleh sahabatnya itu ada benarnya meskipun ia malu untuk mengakuinya.


lalu Indra menanyakan perihal hubungannya dengan istrinya itu sudah sejauh mana perkembangannya. dan juga bagaimana perjuangan Justin selama ini untuk bisa mengambil hatinya Midea kembali.


Justin hanya bisa bergeming menanggapi pertanyaan dari Indra si pakar Cinta dan rumah tangga. sebenarnya ia memang butuh seseorang untuk di curhatin masalah percintaannya dan juga rumah tangganya yang pelik pada pria yang di nilai nya memiliki kepribadian yang dewasa di bandingkan sahabatnya yang satu lagi.


hanya saja ia ragu untuk memulainya dari mana. mengingat kejadian tempo hari di depan pintu masuk dari apartemennya si Andra. ia masih malu untuk menceritakan kejadian yang membuat Midea marah besar padanya.


"hmm... rumit ndra. dan bikin gue puyeng". sahut Justin seraya mendesah berat.


Indra tersenyum. dan ia langsung mengerti jika hubungan rumah tangga sahabatnya itu belum ada titik terang sama sekali hingga kini.


"jadi lu udah tau di mananya mereka tinggal sekarang? ". tanya Indra penasaran.


"mmm... udah. lu mau tau ga? ". tanya Justin balik.


"iya. di mana? ". tanya Indra yang semakin penasaran.


"di apartemennya si Andra! ". ketus Justin menahan kesal.


"hah. yang bener lu Tin. masa iya sih? ". tanya Indra tak percaya.


"mmm... dan keselnya gue. itu si Andra berlagak cupu sok ga tau apa pun soal anak gue yang dia bawa bawa main sama istrinya ke villanya mereka selama ini". gerutu Justin kesal saat mengingat peristiwa ia bertandang ke kediamannya Andra dan istrinya tempo lalu.


Indra terdiam sejenak. lalu ia teringat cerita sang istri tentang Cindy, istrinya Andra yang pernah curhat pada istrinya soal Midea.


Indra juga teringat soal silsilah dari adik letingnya yang berasal dari alumni yang sama dengan istrinya, Meyriska. dan juga anak didiknya Satria yang satu leting dengan istrinya Retha. Retha, Cindy dan Jasmine berasal dari satu leting dan alumni yang sama.


"tapi bukannya wajar Tin. itu kan si Jasmine memang temannya si Cindy, biniknya si Andra. jadi yah wajarlah kalau si Cindy tolongin temannya". ujar Indra mengingatkan Justin akan hubungan pertemanan Midea dan Cindy.


"cih. kenapa bisa kebetulan gitu ya?? ". desis Justin.


"yah namanya udah takdir Tin?". timpal Indra.


Justin terdiam sesaat seraya memikirkan tentang takdir yang di katakan oleh sahabat nya itu barusan. ia memikirkan bagaimana bisa Midea yang berniat kabur ke padang bisa nyangkut di apartemennya Andra.


"atau jangan jangan Midea memang planing nya ke sana dan meminta bantuannya Cindy. karena menurut ceritanya Andra jika Cindy dan Jasmine dulunya termasuk teman dekat selain Retha dan istrinya mr. Alex". Justin pun mulai berspekulasi terhadap istrinya itu.


"jadi lu sendiri udah coba ke sana belum? buat nyusul mereka di apartemennya si Andra?". tanya Indra.


Justin menghela nafasnya yang mulai terasa berat karena memikirkan istrinya yang masih merajuk.


"lu bujuk binik lu supaya mau pulang. masa lu biarin di tempat orang". Indra memberikan nasehatnya.


"aish.. makin puyeng Ndra saat terakhir gue mau ketemu anak gue. belum lagi si Keyra yang rewel karena minta adiknya itu di pulang kan segera ". keluh Justin.


"sabar Tin. lu ga boleh nyerah untuk bujuk si Midea supaya mau pulang. biar kalian bisa kumpul kumpul lagi menjadi keluarga yang utuh". Indra mengeluar kan petuahnya kembali.


"engga. gue ga nyerah cuma pasrah sama Allah". sahut Justin.


"nah itu dia. gue demen sama kata kata lu yang itu". celetuk Indra seraya tersenyum bangga.


"gue tu takut. karena semakin gue bujuk. itu perempuan semakin merajuk". sahut Justin dengan wajah memelas sedih.


sementara Indra hanya bisa tersenyum geli sekaligus prihatin atas masalah yang menimpa sahabatnya yang satu ini.


tak lama kemudian suara ketukan pintu di ketuk dari luar. Justin menyuruh masuk. lalu muncullah Alan di hadapan dua pria tampan itu.


"permisi pak. saya sudah siap menjalankan misi yang lain dari bapak". tutur Alan sigap bak seorang tentara.


"good. kalau gitu kamu dan pak Indra sudah bisa berangkat sekarang". titah Justin saat melihat jam di dinding ruang kantor pribadi nya yang menunjukkan pukul sepuluh lewat dan hampir mendekati angka sebelas pagi waktu itu.


itu berarti hampir satu jam juga Justin mencurahkan isi hatinya pada si pakar Cinta.


"semoga kalian pulang dengan selamat dan membawa kabar baik untuk semuanya".lanjut Justin yang melepaskan kepergian dua orang yang ia percayai itu ke negri sebrang.


"oke gue berangkat sekarang ya. semoga gue pulang masalah lu hilang".ucap Indra penuh harap.


"thank ya bro. maaf ya gue ga bisa ngantar lu". ucap Justin.


"its oke bro. biasa juga gue berangkat tanpa lu yang anter". balas Indra.


lalu keduanya pun berpamitan pada Justin dan berlalu dari hadapan pria yang sedang galau itu.


sepeninggalnya Alan dan Indra. Justin pun kembali melanjutkan pekerjaannya hingga akhirnya sebuah telpon berdering nyaring di ponselnya.


"Daddy...???? ". suara Keyra yang memanggil nya dengan lemah.


"Key... Keyra... Keyra kenapa?? ". tanya Justin panik.


...**************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.