My D you are the first for me

My D you are the first for me
Midea kumat lagi



Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉.


beberapa menit yang lalu..


"Dee". panggil Dea lembut seraya menyender kan sang putra ke headboard brankar seraya melapisinya dengan sebuah bantal.


"tenggorokannya masih sakit nak?".tanya Dea seraya meraba kening Dean yang masih terasa hangat.


Dean menggeleng pelan seraya tersenyum.


meskipun ia masih merasakan sedikit nyeri jika menelan sesuatu akan tetapi ia masih bisa menahan rasa nyerinya di bandingkan kemarin. ia sendiri pun tidak ingin membuat sang bunda khawatir dengan keadaan dirinya yang ia sendiri sudah mulai merasa baikan.


sementara Midea memang merasakan jika kondisi putranya itu sudah mulai membaik saat ini di banding kan kemarin yang terus terusan bergumam dalam tidurnya. bahkan nafasnya saja terasa panas dan juga tidak teratur.


akan tetapi mulai tadi malam Dea sudah bisa bernafas lega lantaran tadi malam bocah tampan itu sudah mulai bernafas teratur dalam tidurnya dan tidak mengigau lagi seperti malam malam sebelumnya.


"Dee. bunda pulang sebentar boleh?". nanti sebentar lagi nenek datang ke sini".ujar Dea meminta ijin pada putranya itu.


"boyeh". sahut Dean seraya mengangguk setuju.


"Dee. ga apa ni bunda tinggalin sebentar?". tanya Dea ragu.


"ga apa kok unda. Dee ga takut kok. Dee nonton tipi aja di sini". sahut Dean.


"ya udah. nanti Dee di temani sama kakak perawat yang kemarin periksa badan Dee ya?. Dee ga apa kan di temani bentar sama kakak perawatnya"


"ga pa pa unda.. unda puyang aja duyu. nanti kalau Dee mau sama unda. Dee suluh kakak pelawatnya telpon unda". sahut Dean.


Midea tersenyum lalu bangun dari duduknya dan mencium buah hatinya yang pernah ia perjuangkan untuk tumbuh di rahimnya itu.


"bunda pulang dulu ya?". pamit Dea dengan berat hati pada Dean.


"iya unda... ". sahut Dean.


Midea keluar dari kamarnya Dean setelah cukup lama ia menatap sang putra yang kini mulai lalai dalam tontonannya. ia menemui seorang perawat jaga yang baru saja tiba pagi ini untuk bertukar sift dengan perawat jaga malam.


"oh adek Dee ya bun. iya bun. tenang aja. tadi udah di telpon tante Alma kok. nanti saya yang jagain ke sana kalau teman saya satunya udah datang buat jagain di sini". jawab perawat tersebut yang tak lain adalah anak dari koleganya dulu.


"terima kasih banyak ya". ucap Midea tulus.


"ya bunda. sama sama". sahut perawat itu ramah.


akhirnya Midea pamit pada perawat tersebut.


ia melangkah perlahan meninggalkan ruang rawat inap khusus anak anak itu. meskipun langkahnya sesekali berhenti seraya menoleh ke belakang. Midea kembali melangkah pasti saat ia melihat dari kejauhan seorang perawat yang tadi masuk ke kamar anaknya hingga akhirnya ia mencium sesuatu yang sama lagi seperti kemarin.


langkahnya pun berhenti untuk mencari sumber wangi dari parfum yang beraroma khas tersebut. ia memperhatikan di sekeliling rumah sakit yang masih tampak lengang di sekitarnya lantaran seluruh pegawai rumah sakit sedang mengikuti apel pagi di halaman depan rumah sakit ini.


"wangi ini...". desis Midea pelan saat wangi parfum yang sama muncul lagi dan menusuk ke hidung mancungnya Midea.


di saat wanginya mulai memudar akhirnya ia kembali melangkah ke arah luar gerbang dari rumah sakit ini.


di beberapa menit kemudian...


Midea mulai merasakan pusing di kepalanya saat sepenggal memori yang tiba tiba muncul lalu berputar putar di benak nya setelah ter -cium wangi yang sama, yang terdapat di telapak tangannya Dean yang barusan saja melintas di hidung mancungnya saat ia berjalan keluar dari rumah sakit.


ia mencoba memijit mijit kepalanya untuk menetralisir rasa nyeri di kepalanya.


"akh... ". pekiknya pelan seraya memijit kuat kulit kepalanya berharap sakitnya bisa mereda.


akan tetapi semua hal yang di lakukannya percuma. wangi parfum itu terasa menusuk hidungnya memunculkan sepenggal memori yang membuatnya harus berfikir keras untuk mendapatkan sebuah memori yang nyata dalam ingatannya.


wanita itu kembali memaksakan dirinya untuk mengingat dan memunculkan utuh sosok pria yang terlihat samar dalam di ingatannya. akan tetapi hal ini justru membuat dirinya dalam bahaya rasa sakit yang semakin mendera membuat Midea tak sanggup menahan lagi hingga akhirnya.


"aaaaaaakkhhhhh.....". pekiknya kuat


lalu....


bammmmmmmmm.... praaaaannng...


tanpa sadar Midea menghantam dirinya pada sebuah kusen jendela kaca pos satpam yang menyebabkan kaca jendela tersebut menjadi pecah berantakan.


seorang satpam yang bertugas jaga menjadi takut karenanya saat tadinya ia melihat kelakuan Midea yang seperti di rasuki sesuatu. tetapi mulutnya langsung berteriak minta tolong saat Midea yang terkapar di tanah dengan keningnya yang bersimbah darah.


beberapa orang yang melintas pun menolong satpam yang berusaha mengangkat Midea untuk di larikan ke ruang darurat. seorang Dokter dan beberapa perawat langsung segera mengambil tindakan atas kasusnya Midea.


sementara satpam di mintai keterangan oleh pihak administrasi IGD rumah sakit mengenai kejadian mengerikan pagi ini. maka satpam pun menceritakan semuanya dari pertama ia melihat Dea yang berdiri seperti menahan sakit hingga akhirnya wanita itu menghantam dirinya sendiri di kusen jendela kaca pos satpam.


sementara petugas administrasi IGD yang di panggil uni itu terus mencatat peristiwa barusan seraya terus mendengar keterangan satpam.


"ya sudah ga apa apa pak". sahut petugas tersebut.


"dek. hubungi keluarganya di ruang instalasi farmasi ya. atas nama pak Rendy". titah seorang senior pada petugas yang baru saja di tugaskan seminggu di ruang penanganan darurat tersebut.


"iya uni"..sahut petugas yang masih berstatus mahasiswi psikolog tingkat akhir tersebut.


"udah pergi dulu sana Din. biar nanti pak Rendy yang menghubungi keluarga aslinya. karena cuma pak Rendy yang tau keluarga ibu itu". ujar petugas senior tersebut.


"baik uni". sahut petugas junior yang di panggil Dini itu.


akhirnya petugas muda itu pun melangkah keluar menuju instalasi farmasi untuk mencari seorang pria yang bernama Rendy.


sesampainya di ruangan yang berbau khas obat obatan tersebut Dini bertanya pada salah satu petugas di sana mengenai Rendy.


dan memberitahukan mengenai pasien yang ada di IGD saat ini.


awalnya Rendy tak percaya atas pernyataan dari petugas junior ini hingga akhirnya Dini menunjukkan sebuah foto di mana Midea terdapat di dalamnya.


"tolong kamu hapus foto itu sekarang juga". titah Rendy yang tak rela jika foto Midea yang malang ada di salah satu ponsel milik orang lain.


"tapi pak. saya butuh dokumentasi untuk skripsi saya entar". sahut Dini.


"saya ga perduli. hapus itu sekarang sebelum saya laporkan kamu karena mengambil foto orang tanpa ijin".ancam Rendy.


"ya udah lah. saya hapus sekarang". ujar Dini kecewa berat lantaran harus kehilangan dokumentasi untuk ke sekian kalinya.


sementara Rendy mengambil sikap tak peduli pada gadis lancang itu. ia segera berlari dari hadapan gadis itu menuju ruang rawat di mana Midea tengah di tangani oleh Dokter dan beberapa perawat.


Rendy mendekati Midea yang terbaring diam dengan keadaan yang sama saat teman karib nya itu kumat lagi.


"Jasmine". desisnya dengan tenggorokannya yang tercekat.


"Rendy". tanya salah seorang Dokter jaga yang mengenal pria muda itu.


"ya". sahut Rendy seraya menatap pada Dokter jaga yang ia juga mengenalinya.


"kita ambil tindakan lebih lanjut ya?". ucap Dokter tersebut seraya meminta Rendy ke ruang jaga.


"apakah dia....??"Rendy tak Melanjutkan kata katanya saat Dokter tersebut memberikan satu berkas untuk di pelajari Rendy.


"CT scan lagi? ". tanya Rendy.


"ya. setelah itu ke dokter spesialis khusus. nanti di situ kita bisa tau mengenai kasusnya" ucap sang Dokter.


Rendy menghela nafasnya sesaat. ia pun langsung menandatangani berkas untuk tindakan pengobatan Midea selanjutnya.


sungguh ini di luar dari expectasinya sebagai seseorang yang berada dekat dengan Dea dan juga anaknya. ia pikir wanita itu akan benar benar bisa pulih ingatannya selama wanita itu mengikuti program terapi yang pernah di sarankan oleh dokter spesialis syaraf sebelumnya.


ia dan tante Alma berharap jika Jasmine mereka bisa pulih tanpa harus menyakiti diri nya sendiri lagi. nyatanya Midea Jasmine kumat lagi pagi ini secara tiba tiba.


Lanjut ke next chapter ya readers. stay cool here ya Readers


...****************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,pp vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


Ig Hazhilka


youtubenya Hazhilka279


Https://hazhilka279.blogspot.com/2023/02/


Terima kasih.