
Hai readers I am coming back. Selamat membaca kembali..semoga happy...
"aku minta maaf ya". ucap Retha pada bunda nya Dean itu dengan tulus.
sedangkan Midea sendiri hanya bisa menatap Retha dengan mulut terkunci rapat. sebab ia sendiri juga tak tau harus melakukan apa saat ini.
seraya meraup oxygennya dalam dalam untuk memberikan ruang pada dadanya yang mulai menyempit akibat tekanan bathin yang di terimanya lewat kata katanya Retha, wanita yang selalu ia harapkan kebaikannya.
tetapi seorang Midea juga salah menilai seorang manusia yang memang memiliki alpa dalam hidupnya sama juga seperti diri nya. hanya saja ia tak menyangka jika seorang Retha bisa berkata demikian dan itu memang terbukti jelas saat sahabatnya Jasmine itu lebih memilih menghilang di saat ia butuh dukungan darinya.
tak ingin lama lama bertahan di sana akhirnya wanita beranak satu itu pun bangun dari duduknya seraya berkata
"kau ku maafkan".
"permisi". ucapnya.
lalu wanita dingin dan keras kepala itu segera beranjak dari duduknya dan pergi meninggal kan Retha sendirian yang tengah menatap kepergian karibnya itu.
"Jasmine". desisnya sembari menatap punggungnya Midea yang menghilang di balik pintu cafe.
tanpa mereka tau ada sepasang mata yang memperhatikan mereka berdua dengan tatapan sendu serta dengan hati yang masygul.
di beberapa menit yang lalu...
Arjun baru saja turun dari lantai di mana kamar miliknya berada, ruang family room suitnya bersama dengan yang lainnya. sebenarnya hari ini di perkirakan seluruh keluarganya akan pulang setelah event ini selesai.
tetapi karena tante Alma memberitahukan jika keluarga Daddy nya Dean akan mengundang mereka semua nya untuk merayakan ulang tahunnya bocah tampan itu yang ke empat di kediaman keluarga Ardiansyah awalnya.
Dan baru saja pak Satria memberitahukan jika acaranya Dean akan di buat di taman belakang dari hotel ini. ia di minta oleh dosen nya itu untuk membantunya melihat hasil pekerjaan dari E. O yang di percayakan oleh Justin untuk mendekorasi taman belakang hotel.
yang di mana ia harus melewati cafe dan restoran dari hotel ini. saat ia melintas dari situ lah ia melihat kedua karibnya sedang duduk bersama di dekat jendela cafe hotel ini.
ia berniat menghampiri keduanya. dan juga sebuah kebetulan yang mengasyikkan pikir nya jika bisa berkumpul di sini setelah sekian lama mereka tidak pernah lagi berkumpul kumpul seperti ini, serta menghabiskan waktu bersama dengan bercerita dan ber -canda gurau.
saat ia berjalan mendekati meja di mana ada dua karibnya berada dan hanya beberapa langkah dari keduanya. tiba tiba Arjun men -dengar sebuah pertanyaan umum pada Dea dari Retha dan juga jawaban datar dan dingin dari Midea.
ia memilih menghentikan langkahnya dan mematung dengan jarak beberapa langkah saja dari mereka berdua di karenakan ia melihat aura aura yang tak bersahabat muncul di antara keduanya. Arjun mendengar setiap perkataan dari dua karib nya itu. rasa kecewa dari keduanya terlihat jelas di raut wajah mereka berdua.
Arjun berada di sana hingga percakapan keduanya di akhiri begitu saja oleh Midea dengan meninggalkan Retha sendirian di kafe Hotel ini.
Arjun membiarkan keduanya sejenak dengan menyusul Satria di taman belakang. ia ingin memberikan waktu untuk kedua karibnya itu berfikir sejenak. jika nantinya ia melihat kedua karibnya itu semakin menjauh maka ia sendiri yamg akan turun tangan memberikan pengertian pada keduanya. terutama pada bundanya Dee itu.
Arjun Tiba di taman belakang hotel sembari memperhatikan setiap dekor yang terlihat imut dan lucu yang telah selesai sebagian di hias rapi oleh ahlinya.
"eh Jun. sini". panggil Satria saat pria tampan itu melihat mahasiswnya.
Arjun pun mendekati dosennya itu.
"udah hampir siap ya pak". komentar Arjun.
"yah sikit lagi sih". jawab Satria.
"ada yang bisa di bantu lagi ga pak?". tanya Arjun.
"ehm.. kau di sini aja lah dulu Jun. mana tau ada yang kurang. saya bisa minta komentar nya kau nanti". jawab Satria.
"oke pak demi anak angkatnya kita apa yang tidak hehehe". kekeh Arjun.
kedua pria itu pun tetap berada di taman hingga para pekerja selesai menuntaskan
tugasnya.
saat berada di lift Dea mengurungkan niatnya untuk kembali ke kamar hotel. ia melanjutkan perjalanannya naik lebih tinggi dari lantai kamarnya menuju rooftop.
Dengan perasaan yang sulit ia ungkapkan saat ini ia meluapkan kesedihannya dengan duduk di sudut taman rooftop di mana ia pernah di bawa Justin ke sini dan menghabis kan waktunya beberapa jam dengan pria itu.
fikirannya menerawang jauh di mana kenangan manis tercipta bersama dengan Retha. ia masih ingat bagaimana baiknya wanita itu saat merawat dirinya ketika baru saja melahirkan putranya, Mykehl Deansyah selain mama angkatnya.
ia teringat saat itu. saat Retha yang sedang belajar untuk menjadi seorang ibu. sahabat nya Jasmine itu turut membantu dirinya dengan memandikan bayinya yang masih hitungan hari. padahal hanya dua hari saja Retha belajar langsung dari bidan dan juga mama angkatnya.
ia masih teringat bagaimana celotehan demi celotehan gemas keluar dari mulutnya wanita itu mengomentari bayinya seraya membelai lembut kepala sang bayi dengan air hangat saat Retha memandikan bayinya.
ia menikmati pemandangan indah itu setelah di sajikan susu menyusui dan sepotong roti dengan selai coklatnya oleh Retha. saat itu ia suka memperhatikan Retha secara diam diam saat wanita itu dengan begitu telatennya dalam mengasuh bayinya.
saat itu ia memang merasa kebahagiaan penuh telah menjadi miliknya. di mana ia telah menjadi seorang ibu, seiring ia memiliki
sahabat baik seperti Retha meskipun ia cukup tau diri jika Retha adalah sahabatnya Jasmine.
hanya saja ia selalu berharap bahwa kebahagiaan yang sempat ia kecapi saat itu janganlah hilang sepenuhnya. setidaknya ia masih di sisakan satu sahabat baik seperti Retha.
ternyata ia salah. ia yang tidak tau diri karena terlalu banyak berharap dan meminta pada apa yang tidak pantas ia terima sebagai seseorang yang banyak salah dan dosa di masa lalunya.
(baca cerita selengkapnya di novel keduaku yang berjudul She is my Dea (mengejar istri gila) episode miris hati. jangan lupa tinggal kan jejak kalian di sana ya guys)
"ternyata ia hanya baik padaku hanya karena aku adalah Jasmine". gumamnya di hati seraya menangkupkan kedua wajahnya.
seperti saat ini, Justin mengejar ngejar diri nya hanya karena ia memiliki ikatan darah dengan almarhumah istrinya. sebenarnya ia sudah tau hal itu semenjak ia mencuri dengar percakapan antara mamanya Justin dengan Justin sendiri.
"yah. itu memang benar jika aku bukanlah Jasmine yang mereka cari. perlakuan mereka tidak akan seperti ini padaku. mereka tidak akan memperdulikan aku". fikirnya.
hanya Arjun yang masih mau melihatnya di penjara. lalu ada Sagita yang bertindak sebagai dewi penolongnya. sementara yang lainnya menyusul dirinya bak pahlawan kesiangan. tetapi bagaimana pun ia menghargai mereka semuanya karena masih mau menerima keadaan dirinya saat itu.
hanya saja ia tak habis fikir. mengapa seorang Retha yang di kenal baik hatinya bisa sekali pun tak mau tau tentang keadaannya bahkan saat dirinya di rumah sakit sekali pun.
hal itulah yang membuatnya kecewa terhadap wanita itu hingga saat ini.
Midea terus berspekulasi dengan pemikiran nya terhadap Retha hingga kini. ia berharap dirinya salah dalam pemikirannya. tetapi sikap Retha tak sekali pun berusaha untuk menunjukkan penyesalannya sejak ia telah di putuskan hakim tak bersalah dalam sidang bandingnya tempo lalu.
sahabatnya Jasmine itu tak sekali pun berusaha untuk menghubunginya atau pun menjelaskan tentang ketidak hadirannya selama ini dalam sidangnya.
the next chapt...
Midea yang mencoba berusaha untuk keluar dari seseorang yang menjebaknya.
siapakah yang akan menolongnya? abang Justinkah? Retha kah? Arjunkah? atau yang lainnya .
silahkan mengisi jawaban di komentar ya.
Lanjut ke next chapter ya readers. stay cool here ya Readers
****************
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,pp vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.