My D you are the first for me

My D you are the first for me
cerita si tukang sate



"Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉.


"ya udah boleh. aku setuju". Sahut Justin saat mendengar ide dari Indra.


"oke. Mau aku temenin ga?". Timpal Andra basa basi.


"ya udah yok". Ajak Indra.


"hehehe...aku cuma basa basinya". kekeh Andra sembari menyengir kuda.


"emang dasar temen ga da akhlak lu". Sewot Indra seraya membuka payungnya.


"udah pergi sana kawanin tu si Indra". Titah Justin sembari mengusir Andra dengan kibasan tangan kanannya.


"hah. Ga ah. aku main main nya tadi. He..he maaf ya?". Elak Andra yang memang ogah berbasah basahan dengan Indra jika mereka sepayung berdua dalam keadaan hujan yang semakin deras begini.


"jadi apa juga kau nawar nawarin tadi. Dasar PHP kau. alias Pemberi Harapan Palsu". Cibir Justin menirukan logat orang Mdnnya.


"hahaha..iya bener dasar PHP lu". Timpal Indra sembari terkekeh membenarkan ucapan Justin.


"bukan gitu bro. nanti si Justin kasihan di tinggal sendirian di sini?". Dalih Andra menemukan alasan yang tepat baginya.


"aku ga pa pa kok. Lagian ada abang tukang sate ni yang bisa ku ajak ngobrol kalau lagi sengok nungguin kalian di sini. Ya ga bang?". Ujar Justin yang kini mengalihkan pandangan nya ke tukang sate tersebut.


"iya bang. Gampang tu". Sahut si tukang Sate yang kebetulan butuh di temani di kondisi yang sepi begini lantaran belum ada satu pun pelanggan yang mau keluar rumah hanya demi untuk membeli satenya.


sementara Andra masih ragu berjalan di tengah derasnya hujan yang bisa bisa mem -buat seluruh bajunya langsung basah jika ia meninggalkan halte ini untuk beberapa langkah saja. lalu ia melirik ke tukang Sate yang masih tampak banyak isi dagangannya.


"bang buatin satu ya sate padang pake cabe plus kecap manisnya yang banyakan. Makan di sini". Ujarnya tiba tiba seraya mengambil tempat duduk di atas sandaran dari halte tersebut.


"hah?". Pekik keduanya menatap heran pada pria yang satu ini.


wangi arang dari pembakaran untuk daging sate tersebut membuat Justin dan Indra termangu sesaat menatap ke Tukang sate tersebut yang sedang menyajikan sate milik nya sesuai pesanan Andra saat ini. Mereka memperhatikan Andra yang kini mulai menikmati Sate yang masih hangat hangat nya itu.


Mereka menelan kasar salivanya hingga akhirnya.


"bang buatin satu lagi". Serentak keduanya memesan sate tersebut.


Indra pun segera menutup payungnya kembali.


"oke bang". Sahut tukang Sate tersebut.


Lalu keduanya mengikuti jejak Andra dengan memilih duduk di atas sandaran bangku halte. Sementara si tukang sate melakoni lagi pekerjaannya dengan riang karena adanya pelanggan di tengah hujan. Tak butuh waktu lama sate itu pun siap di sajikan ke pada dua pelanggan barunya.


"nih bang satenya". ucap si tukang sate seraya meyodorkan dua piring sate tersebut ke tangannya Justin dan Indra.


"makasih bang". ucap keduanya. Lalu mereka berdua memulai ritual makannya. Tetapi baru juga mereka suapi satenya dalam satu suap tiba tiba mereka di kejutkan oleh temannya ini.


"bang satu porsi lagi ya". Pinta Andra tiba tiba.


"hah?". kau doyan apa rakus Ndra?". Cibir Justin.


"aku lapar. Tadi di kafe aku belum sempat makan karena keburu udah ke sini ngikutin kau". jawab Andra jujur.


"bah.siapa suruh kau ngikutin aku. Kau pun tak ada kerjaannya. bukan kau makan dulu apa yang ada di kafe tu, malah kau banyak kali tingkah ngikut ngikut aku segala. sudah tau hujan. ngapain pulak kau hujan hujanan sama si indra kayak mau syuting film india aja". Cibir Justin panjang lebar bak inang inang yang berjualan di trotoar pasar.


"ehhh...kau tin. Demi persahabatan dan kemanusiaan itu nama nya". Sanggah Andra yang masih menantikan Sate keduanya.


"aku pun tak tega tengok anak anak sampek segitunya kerja banting tulang buat makan sama jajan di sekolahannya". jawab Andra jujur.


"harusnya". Desis Justin seraya menggigit daging satenya.


seketika ia teringat pada seorang bocah SD yang tadi. Justin teringat jika bocah tersebut terpaksa bekerja demi membantu ekonomi keluarganya yang pas pasan lantaran bocah tersebut telah menjadi seorang anak yatim, atau anak yang ditinggal mati oleh ayahnya


Lalu ia teringat pada kedua anaknya, Keyra yang kehilangan mommynya di usia setahun kurang. Sedangkan Dean sempat kehilangan sosok dirinya yang sebagai ayah kandungnya.karena satu sama lain tidak mengetahui jika dirinya dan putranya itu memilki ikatan darah yang kental.


"menurut kalian, anak anak yang tadi itu kira kira cocoknya untuk membantu keluarganya dengan cara apa ya?". Tanya Indra meminta pendapat dari kedua temannya.


"ga usah kerja!!". Sahut keduanya serentak.


Sementara Indra terkesiap akan jawaban keduanya yang kompak.


"tumben sepemikiran jawabannya". Gumam Indra heran.


"dari pada nyopet bang. Mending begitu". Timpal si tukang sate.


sontak hal ini membuat ketiganya mengarah kan pandangannya ke arah tukang sate.


"loh kok?". Desis Justin seraya mengernyitkan dahinya.


Si tukang sate pun menghampiri ketiganya seraya memberikan satu porsi sate pesanan Andra kembali.


"iya bang. Dulu ada anak anak sebaya mereka juga. Mereka nyopet bang. Terus Ketauan sama yang kena copet. Di teriakin terus di gebukin warga rame rame. Untung ga mati tu anak. cuma ya itu sempat kritis di rumah sakit berhari hari. Yah Sempat jadi perhatian publik lah bang. Sehingga pemerintah pun ikut turun tangan membereskan kasus si anak hingga anak itu sembuh". Ujar si tukang sate.


"oh ya??". Itu udah lama kejadiannya bang?". Pekik ketiganya bersamaan.


"yah lumayan sih bang. lumayan bikin orang tua yang lain pada jera karena kurangnya memberi perhatian dan pemahaman sama anaknya". Sahut si tukang sate.


"mmmm....". Gumam ketiganya bersamaan.


"hehehe.. Maaf bang soalnya Saya ga ingat kejadiannya kapan bang". Kekeh si tukang sate.


mendengar jawaban dari si tukang sate barusan membuat Justin memutar bola mata nya. Sementara Andra tersenyum miring sambil mengunyah daging satenya. Sdang kan Indra sendiri lebih memilih menggeleng gelengkan kepalanya saja karena merasa di permainkan.


untuk beberapa menit ketiganya terdiam sesaat untuk menikmati sisa sate yang ada di piring mereka meskipun hujan mulai mereda saat ini. Tetapi lantaran mereka masih asyik menikmati sate mereka jadi mereka membiar kan saja rintik rintik kecil tersebut yang pada hal sebenarnya mereka sudah bisa melaku kan penyebrangan dengan mudah.


"tapi ada satu cerita yang menarik ni bang selama aku singgah di halte ini. Mau tau ga?". ungkap si tukang sate yang tiba tiba saja mengeluarkan suaranya kembali.


"apa?!". Tanya ketiganya serentak yang membuat mereka semakin penasaran.


...****************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


Terima kasih.