My D you are the first for me

My D you are the first for me
mengejar D



#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.


"bismillahirahmanirahim". ucap Dea seraya menghadap pintu ruang janitor tersebut.


lalu ia membuka pintu tersebut dan berlenggang santai seolah olah tak ada kejadian apa pun. Begitu pun Dean yang berada di tong Janitor memilih diam tak bergerak seraya memeluk tas sedang milik bundanya yang berisi uang.


Midea menggunakan masker layaknya petugas cleaning service yang bekerja di sift akhir. terkadang ia berpura pura membersih lantai menggunakan kain pel yang tersedia di gerobak Janitor.


saat orang orang Justin lengah maka Dea pun menggunakan kesempatannya untuk pergi dari sana menuju pintu keluar dari bandara tersebut.


Midea dengan sigap menghentikan taxi dan mengeluarkan putranya dari tong janitor tersebut. mereka bergegas menuju taxi.


"jalan pak ke hotel terdekat". titah Dea.


"olang jahatnya udah pegi unda? ". tanya Dean pada Bundanya seraya memeluk sang bunda.


"udah sayang". sahut Dea yang juga membalas pelukan sang putra.


taxi memasuki halaman sebuah hotel mewah yang berada dekat dengan bandara. setelah membayar taxi Dea pun segera masuk dan melapor ke resepsionis untuk memesan kamar sederhana tetapi cukup nyaman untuk ia inap semalam.


"bisa pesankan saya sebuah piyama dewasa dan anak anak? ". tanya Dea pada resepsionis tersebut.


"baik bu. akan saya pesankan. silahkan ibu ikuti petugas kami sekarang". titah resepsionis tersebut.


resepsionis hotel tersebut pun memerintah kan pada seorang pelayan laki laki agar mengantarkan Midea ke sebuah kamar yang cukup nyaman tetapi tidak menguras kantong.


"silahkan bu".ucap resepsionis pria tersebut lalu ia pun pamit pada Dea


"terima kasih". sahut Midea.


lalu Midea menuntun sang putra agar membersihkan tubuhnya di kamar mandi menggunakan air hangat. Midea mengguna kan bathrobe hotel pada Dean dan meminta Dean agar menunggu sebentar seraya meminta putranya menunggunya di atas ranjang.


"bunda ke kamar mandi sebentar. kalau ada yang bunyikan bel. jangan di buka dulu dan tunggu bunda ya? ". Pesan Dea pada putranya


"iya unda". sahut Dean.


Midea langsung membersihkan tubuhnya sesaat dan segera menggunakan bathrobe dan handuknya saat bel berbunyi. Midea mengintip dan melihat petugas yang mengantarnya tadi ada di depan dengan benda yang di minta.


Midea membuka pintu kamar setengah dan mengambil baju piyama tersebut dari tangan petugas tadi.


"terimakasih". ucap Dea datar.


"sama sama bu". sahut petugas tersebut dan pamit pergi.


Midea menutup dan mengunci pintu kamar hotel tersebut. lalu memakaikannya piyama tersebut ke putranya dan juga dirinya.


"udah siap. sekarang Dee bobo ya? ". besok kita lanjut lagi perjalanan kita". titah Dea lembut pada putranya itu.


"iya unda. besok kita ke tempat nenek kan? ". celoteh Dean saat Dea menutupi tubuh Dean dengan selimut.


"iya sayang". sahut Dean.


Midea menatap masygul saat bocah tampan itu menutup matanya. rasa takut menyelimuti hatinya saat ini. jika Justin tetap bersikeras mencari dirinya karena anak ini maka sudah pasti ia akan kehilangan harta satu satunya yang ia miliki saat ini jika mereka tertangkap.


mengingat hak asuh anaknya telah berpindah ke tangan Justin, ayah biologis dari putranya saat dirinya masih berada di dalam penjara. dalam hatinya ia menyesali perbuatannya dulu saat menandatangani surat pengalihan hak asuh anaknya.


( baca ceritanya di novel yang berjudul She is my Dea ( mengejar istri gila) episode Janji).


Lalu ia teringat pada Sagita yang telah membelanya selama ini.


"apakah aku harus minta tolong pada Sagita saja agar kepengurusan hak asuh anakku bisa kembali padaku". pikir nya.


"tapi....?? ". tiba tiba Midea teringat tentang perbuatannya yang mengambil seluruh uang Sagita dari dalam dompet perempuan itu saat ia ingin menyusul Dean ke Australia.


Ia menggelengkan kepalanya pelan. rasa malu menyelimuti bathinnya. Sagita adalah pengacaranya yang baik dan telah banyak membantunya secara tulus selama ini. tetapi dirinya malah menyusahkan perempuan itu. midea menjadi ragu untuk menemui Sagita kembali. tetapi dalam keadaan genting seperti ini. ia sangat butuh seseorang seperti Sagita yang mau membela siapa pun asalkan manusia itu benar.


akhirnya Dea memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya agar besok pagi ia bisa menjalan kan rencana barunya.


sementara Alan dan anak buahnya terus melacak keberadaan Dea hingga bandara tersebut benar benar telah tutup. Alan dan anak buahnya tetap tidak bisa menemukan istri dan anak dari tuannya.


"mereka kemana?" kenapa bisa menghilang?".pada hal pesawat terakhir dari Australia yang mereka tumpangi telah mendarat". tanya Alan di benaknya.


"aishh.. si nyonya bisanya bikin repot sajalah". umpatnya di hati.


Alan pun berlalu dari situ dan berniat untuk mencari sang nyonya di apartemen rahasia nya. setibanya di sana Alan menerobos masuk dengan kode kunci yang tak pernah berubah sama sekali semenjak Dea meninggalkan tempat ini saat empat tahun yang lalu.


Alan berfikir pastilah nyonyanya itu berfikir jika tempat ini tetap menjadi rahasia miliknya sendiri. padahal tanpa sang nyonya tau jika apartemen ini telah di ketahui dirinya dan tuannya.


Alan menelusuri setiap ruang di apartemen tersebut. namun tak ada tanda tanda jika sang nyonya telah datang kesini.


"jadi dia kemana? ". tanya Alan di hatinya.


Alan memutuskan untuk pergi setelah memasang sebuah penyadap di beberapa ruangan. hal ini ia lakukan agar dirinya bisa dengan mudah mengetahui kapan sang nyonya kembali ke apartemen tersebut.


lalu Alan pun kembali ke kantor cabang untuk menjalankan rencana B yaitu mencari sang nyonya di daerah sumatera.


...----------------...


pagi hari kembali menyapa kota Melbourne meskipun masih tertutupi salju. Justin yang hanya tidur sekedarnya bangun dari ranjang nya yang sudah dua malam ia tiduri sendiri semenjak Dea pulang dari rumah sakit.


sepi yang ia rasakan setiap pagi semenjak Namira pergi itu sudah biasa ia jalani selama hampir tiga tahun lebih belakangan ini. tetapi pagi ini ada yang berbeda semenjak dua D hadir secara tiba tiba. bahkan secara langsung mengubah hidupnya sedangkan D yang satunya lagi mengusik pikirannya selama ini secara tiba tiba juga membuat ia mengubah pandangannya dalam menilai sesuatu.


"My D". gumamnya seraya tersenyum kecil mengingat dua nama yang kini terpatri di hati nya.


pagi ini Justin memutuskan akan membawa kembali dua D yang satunya bikin gemas dan satunya lagi yang bikin pusing tetapi itulah D yang sebenarnya yang ia cari selama ini.


Justin bertekad akan mengejar dua D tersebut kemana pun mereka lari dan bersembunyi.


"Midea.. Jasmine... kemanapun kamu lari dan membawa anak kita. akan ku pastikan kalian akan aku temukan". gumamnya seraya menuju ke kamar mandi..


pagi ini ia akan kembali ke Indonesia dan mencari istri dan putranya itu. istri cerdiknya itu boleh saja memiliki seribu satu rencana di otak pintarnya untuk lari darinya tetapi tetap saja ia yang akan menemukannya.


mungkin dulu ia kurang maksimal dalam mencari istrinya yang kabur sehingga ia kecolongan jika istrinya itu telah hamil selama dalam pelariannya dan Allah pun memang maha adil tanpa di sengaja mempertemukan mereka kembali melalui darah dagingnya sendiri.


tetapi kali ini Justin bertekad di hatinya jika pelarian dari seorang Midea yang bernama aslinya Jasmine yang membawa putranya, ia pastikan tidak akan bertahan lama. mungkin dalam hitungan hari istri yang membawa kabur putranya akan ia bawa pulang segera.


"Dea.. Dea... Tunggu saja ya sayang akan ku pastikan kamu mendapatkan hukuman jika kamu berhasil aku temukan hari ini". gumam nya yakin seraya membasuh tubuhnya di bawah guyuran shower hangat.


...***************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.


.