My D you are the first for me

My D you are the first for me
hadiah yang belum sempat di gunakan



"Hai readers I am coming back. Selamat membaca kembali..


"ayo mbak. Silahkan masuk. Kita cuma berdua kok di sini. Jadi mbaknya ga kerasa sempit atau sesak". ajak pasutri muda itu yang mengerti akan kondisinya Midea saat ini.


Midea mengangguk seraya tersenyum kecil pada pasangan muda yang telah berlaku ramah padanya. lalu ia pun melangkah masuk ke dalam lift tersebut. Lift menutup lalu membawa Midea naik ke lantai yang ia tuju.


Lift bergerak naik lalu berhenti pada dua lantai dari lantai sebelumnya. Pasangan muda itu keluar dari lift tersebut. Kini wanita bergaun pengantin itu sendirian di dalam lift setelah ia di tinggal turun oleh penumpang lift sebelumnya.


Midea menekan angka dua puluh tujuh pada tombol lift tersebut. Lift pun bergerak naik hingga berhenti pada lantai yang di tuju. Lift pun terbuka secara otomatis. Midea yang berniat keluar saat itu juga segera bersiap dan menggerakkan kaki kanannya.


Akan tetapi baru juga ia melangkahkan kaki nya tiba tiba ia di kejutkan oleh seorang pria yang entah berapa lama tak pernah ia jumpai lagi secara langsung sedang berdiri termangu menatap dirinya tepat di depan pintu lift.


Seketika jantungnya berdebar kencang seiring darahnya yang berdesir deras seraya menatap ke arah pria yang masih bergeming menatap dirinya.


Dan Ternyata Situasi seperti ini bukan hanya Midea saja yang merasakannya, akan tetapi pria itu juga turut merasakan apa yang Midea rasakan. bahkan lebih dari apa yang Midea rasakan saat ini. Itu di karenakan bercampur dengan rasa rindu yang berat terhadap wanita yang ada di hadapannya kini.


di dua puluh menit yang lalu...


Notifikasi pesan dari manajer pemasaran masuk ke ponselnya jika produk telah di bagi secara gratis pada para peserta event untuk di gunakan pada para model mereka yang ikut pada event ini.


Lalu manager pemasaran tersebut mengingat kan jika acara akan di mulai lima belas menit lagi.


"baik. terima kasih". Balasnya singkat seraya meletakkan ponselnya di atas meja rias milik nya.


Justin mematutkan dirinya di kaca sedikit lama dari biasanya hanya untuk memastikan penampilannya sore ini. Setelah di rasa cukup baik akhirnya pria itu keluar dari kamarnya dan segera memasuki lift.


Lift bergerak turun hingga berhenti di lantai yang di tuju. Justin pun segera keluar saat pintu lift terbuka seiring para tamu hotel masuk ke lift yang tadi dan bergerak turun.


Saat Justin melangkah menuju ballroom ia baru menyadari sesuatu jika ia telah lupa membawa ponselnya yang ia tinggalkan di atas meja rias kamar hotelnya.


"aish..bisa bisanya aku lupa sama tu ponsel". gerutunya.


Justin berniat kembali ke kamar untuk mengambil ponselnya yang tertinggal. sebenarnya bisa saja ia berniat mengambil nya nanti setelah event ini selesai.


hanya saja ia ingin mengabadikan momennya saat bertemu dengan putranya nanti dan juga mengabadikan penampilannya Midea yang sudah lama tak pernah ia lihat lagi setelah penampilannya yang terakhir di satu malam yang indah itu.


Justin memperhatikan seluruh lift yang terus bergerak turun atau bergerak naik menuju rooftop. Itu artinya ia harus menunggu sedikit lebih lama untuk menunggu lift yang masih berada di bawah lantai yang di pijaki ini.


Hingga akhirnya ia melihat ke sebuah lift yang tak jauh tempatnya berdiri. Ia pun mendekati lift tersebut dan berdiri tepat di depan pintu lift yang sedang naik mendekati lantai ini dan lift tersebut akhirnya berhenti tepat di lantai 27 ini.


Justin menunggu pintu lift terbuka dan akhir nya. Ting. Pintu lift perlahan terbuka dan betapa ia begitu terkesiap saat melihat seorang wanita cantik yang berbalut gaun pengantin sedang bersiap melangkah keluar dari lift lalu tertahan di sana saat wanita itu yang sama terkejutnya karena melihat dirinya di sini.


"Midea". desisnya pelan seraya terus terpaku pada manikin hidup yang juga sama terpaku nya menatap dirinya.


tak ingin membuang buang kesempatan dan juga waktu. Justin segera masuk ke dalam lift dan menahan mantan istrinya itu di sana. sedangkan Midea semakin melebarkan pupil netra pekatnya saat melihat apa yang di lakukan Justin saat ini.


"Jus...Justin". desis Midea seraya menatap takut pada pria yang tak lepas menatap diri nya.


Justin membiarkan pintu menutup dengan sendirinya. Lalu ia menyentuh tombol di lift pada lantai teratas di mana kamar pribadinya berada di lantai tertinggi dari bangunan ini dengan netranya yang terus menatap kagum pada kecantikan mantan istrinya itu.


Mereka kini saling bersitatap dengan debaran jantung yang sama sama berdegup kencang. lalu tak lama kemudian...


Ting. lift lun berhenti di lantai teratas. Saat Pintu lift terbuka.


"ayok ikut aku sebentar"..titah Justin yang dengan segera menarik lengan Midea untuk keluar dari sana.


"ga Justin. aku ga mau".tolak Midea seraya menahan langkahnya untuk tak menuruti permintaan dari pria yang pernah ia gugat cerai itu.


"sebentar aja De". Justin memohon seraya menarik lengan Midea sedikit kuat sehingga wanita itu pun semakin memberatkan tubuh nya agar tetap bertahan di dalam lift.


Justin membalikkan tubuhnya tanpa melepas kan tangannya dari lengan wanita itu.


"sepuluh menit. sepuluh menit saja aku minta waktunya dari kamu De. setelah itu aku janji ga akan ganggu kamu lagi". ucapnya pelan dengan seraya menatap Midea dengan sendu.


awalnya Midea masih enggan menuruti permintan dari pria yang berstatus mantan baginya. akan tetapi saat Dea melihat ke dalam matanya Justin. Ia menangkap sorot netra Justin yang menyiratkan sebuah permohonan yang terdalam di sana.


Akhirnya ia pun menuruti keinginan mantan suaminya dengan pasrah yang membawanya ke sebuah kamar mewah. yang pertama kali di dilihatnya dalam ruangan mewah itu adalah terdapatnya kaca jendela yang amat besar saat ia masuk ke dalam ruang kamar teratas dari hotel ini yang di sebut presidential suite.


Midea termangu menatap ke luar jendela yang terbuat dari kaca anti peluru itu. Ia seperti merasa tak asing dengan ruangan ini.


"Midea".


Panggilan Justin membuatnya tersentak dari lamunannya. Ia menoleh ke pria itu. Sedang kan Justin sendiri tak heran melihat sikap Dea yang berubah menjadi bingung itu. ia sadar jika sikap Midea sekarang ini memang di karenakan dirinya juga yang secara tiba tiba membawa manikin hidup itu ke sini.


Justin meminta Midea untuk ikut masuk ke dalam kamar pribadinya.


"untuk apa kamu membawa aku kesini. hah?!"


tanya Midea yang kini mulai di liputi rasa curiga terhadap mantan suaminya lantaran telah begitu berani menculik dirinya dan membawa ke kamar pribadinya.


"jangan jangan kamu la..gi..". Midea terpaksa menghentikan kata katanya saat pria itu memotong pernyataannya dengan berucap.


"lagi apa?!. Hah?!". tanya Justin seraya memicingkan kedua netranya.


Midea bergeming seraya menatap dan men -cari sesuatu di netranya Justin dan berharap menemukan hal lain di sana. Sementara Justin menarik sudut bibirnya melihat sikap wanita yang seperti akan di telanjangi saja oleh suaminya.


apa lagi Justin merasa seperti baru menikah saja, di tambah ada wanita yang berpakaian pengantin seperti ini. rasanya mereka berdua seperti menikah beneran dan mereka saat ini tengah menjalani sore yang akan menuju malam pertama.


hari ini, Sejak pertemuannya dengan sang putra dan kini tanpa di sengaja ia bisa bertemu secara langsung dengan wanita yang telah memberinya seorang putra itu. Justin sulit mengutarakan semua perasaanya hari ini dengan kata. yang jelas ia merasa surprise dan bahagia.


Justin teringat pada sebuah kotak perhiasan milik Midea hadiah darinya yang belum sempat di gunakan oleh wanita itu. Justin melangkah menuju ke lemarinya, lalu membuka sebuah brankas kecil yang berada di dalam lemari. Justin mengeluarkan sebuah kotak perhiasan saat ia mengajak shopping di kota Melbourne dengan wanita itu.


Justin tersenyum pada wanita yang pernah menjadi istrinya itu. lalu mendekatinya serta menunjukkan isi dari kotak perhiasan tersebut.


"do you still remember this De? ". ( apa kamu masih mengingat ini De? "). tanya Justin pada wanita yang termangu menatap perhiasan tersebut.


"aku telah menyimpan ini untuk kamu selama ini. meskipun aku juga ga tau mau sampai kapan menyimpan ini". ujar Justin jujur.


"aku ingin kamu memakai ini sekarang ". ucap Justin seraya mengambil dua pasang anting dari kotak tersebut.


Midea hanya bisa bergeming. melirik ke arah anting yang di tunjukkan Justin padanya. lalu kembali Justin dengan menatapnya bingung.


"De. please???. Justin memohon pada wanita itu yang kini menoleh padanya dengan tatapan heran dan bingung pastinya.


the next chapter....


*Midea yang tiba tiba di serang oleh sesuatu.


apakah itu?. siapakah yang menolongnya?


Tetap stay terus ya readers..


Yok kita ke next chapter ya reader..


****************


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.